Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part120


__ADS_3

Zavier membawa ibunya pergi ke penjara bawah tanah untuk menemui Brian. Nyonya Ratih menangis dan memeluk Brian, dokter yang khusus di bawa Zavier untuk memeriksa luka Brian dan membalutnya.


“ Brian, apa kamu baik-baik saja?.” tanya nyonya Ratih.


“ Aku baik-baik saja bu, jangan khawatir, aku tidak akan mati di cambuk sama ayah.” dengan lemah.


“ Anak bodoh, ibu tahu kamu kesakitan, jadi ibu meminta tolong pada adikmu untuk minta ijin dari ayahmu, ibu benar-benar khawatir padamu.” nyonya ratih menjentik jidat Brian.


Brian melirik Zavier dan berkata. “ Adik, terima kasih sudah mau menolongku.”


“ Sama-sama kakak. Maaf, aku tidak bisa mengeluarkanmu dari sini, aku tidak bisa membantah perintah ayah, kalau tidak aku akan bernasib sama sepertimu.”


“ Tidak apa-apa, sudah menolongku saja sudah cukup.”


“ Iya, kau tenang saja, setelah aku mendapatkan solusi untuk masalah ini, cepat atau lambat aku akan mengeluarkanmu dari sini.”


“ Baiklah, aku percaya padamu.”


Melihat keadaan Brian sudah memabaik, dengan terpaksa nyonya Ratih dan Zavier harus pergi dari penjara itu, air mata nyonya Ratih berjatuhan karena tidak tega melihat Brian sendirian di penjara bawah tanah.


Di Villa.


Zavier membawa buket bunga dan makanan kesukaan Lisa, Zavier berharap Lisa menyukai makanan dan bunga yang di bawanya.


“ Sayang?.” teriak Zavier dari luar.


“ Tuan Anda sudah pulang?.” tanya pelayan.


“ Di mana nyonya?.” tanya Zavier.


“ Nyonya ada di kamarnya tuan, nyonya menyuruh Anda untuk mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar.”


“ Mengetuk pintu?? ada apa memangnya?.”


“ Saya tidak tahu, saya hanya menyampaikan pesan dari nyonya.”


“ Baiklah, kau boleh pergi.”


“ Baik tuan.”


Zavier tampak berpikir apa yang terjadi pada Lisa, karena tidak biasanya Lisa bersikap aneh seperti itu. Tanpa pikir panjang Zavier naik ke atas untuk menemui Lisa.


Tok tok tok!


“ Sayang, aku sudah pulang! apa boleh masuk?.” teriak Zavier.


“ Tunggu sebentar!.” sahut Lisa.


“ Ada apa dengannya, kenapa begitu aneh?.” batin Zavier.


Beberapa saat kemudian, Lisa membuka pintunya.


“ Kejutan!!.” Lisa tampak memakai bikini seperti anime.


Zavier tertegun dan tercengang melihat Lisa berpakaian seperti itu. Seketika Zavier sadar dan melirik ke belakang untuk memastikan tidak ada orang yang melihat Lisa berpakaian seperti itu.


“ Sayang, apa yang kau lakukan? memakai baju seperti ini di malam hari, apa kamu tidak takut masuk angin?.” dengan perhatian.


“ Aku tidak peduli, malam ini aku akan melayanimu suamiku.” Lisa sengaja mengelus dada Zavier.


Zavier melemparkan bunga beserta makanannya dan mendorong Lisa masuk ke dalam.

__ADS_1


“ Apa kau sedang menggodaku sayang? apa kau tahu akibat dari menggodaku seperti ini?.” Zavier menyentuh dagu Lisa.


“ Tentu saja, aku istrimu sudah seharusnya melayanimu dengan baik. Bukankah begitu sayang??.” Lisa terus bersikap manja.


“ Baiklah, aku tidak akan sungkan lagi padamu.”


Zavier mencium Lisa dengan agresif dan membawanya ke ranjang, Lisa tidak malu untuk meraba dada Zavier dan membuka bajunya, karena terlalu nafsu Lisa sengaja mengambil posisi di atas dan melakukannya dengan baik.


“ Apa ini yang kau maksud kejutan??.” tanya Zavier.


“ Biarkan aku memuaskanmu malam ini.” dengan nada lembut.


Zavier tertegun karena tidak percaya kalau Lisa bisa berkata seperti itu padanya, ini kali pertama Zavier mendengar ucapan Lisa yang sangat menyentuh.


“ Baiklah, jika kamu merasa lelah bilang saja padaku, biar aku yang memuaskanmu.”


Zavier menutup matanya dan menikmati setiap gerakan yang di berikan Lisa padanya, Zavier merasa puas dengan gerakan yang begitu lembut tapi membahana.


Zavier tidak bisa menahan gerakan itu, dan membuatnya keluar lebih cepat.


“ Sayang, tunggu sebentar!.” dengan panik.


“ Ada apa? Ehh! sudah keluar? secepat itu kah?.” Lisa melirik ke bawah dan sudah basah kuyup.


“ Tidak apa-apa, aku bisa melakukannya sampai berkali-kali, tunggu! aku akan membersihkannya terlebih dulu.” senyum puas.


“ Jangan lama-lama.”


“ Iya.”


Setelah di bersihkan dengan air yang mengalir Zavier kembali ke ranjang dan menindih Lisa, Zavier mencium Lisa dan merabanya sampai ke bagian bawah. Tiba saatnya Zavier akan memasukan burungnya tapi Lisa menolaknya.


“ Kenapa sayang?.” dengan bingung.


“ Aku mau di atas dan melakukannya sesuai kemauanku, kamu hanya perlu berbaring di bawah saja.”


“ Tapi??.”


“ Tidak boleh nolak.”


Lisa melakukannya dengan baik, setiap gaya yang ia lakukan baru dan membuat Zavier tidak bisa menahannya dan terus keluar dengan cepat, berkali-kali Zavier keluar sampai membuat Lisa kesal dan merasa terganggu dengan itu.


“ Sudahlah, aku sudah cape dan mau tidur.” Lisa tampak marah.


“ Sayang maafkan aku. Sekarang giliranku untuk memuaskanmu, ok.”


“ Tidak perlu, aku sudah ngantuk, biarkan aku tidur.”


“ Sayang kamu kenapa? tolong jangan marah seperti ini, aku jadi sedih.”


Lisa meraih Zavier dan meneluknya. “ Sudah-sudah, aku tidak marah, sekarang kau tidur saja, besok kita bisa melanjutkannya.”


“ Beneran kamu tidak marah padaku??.” tanya Zavier di pelukan.


“ Iya.”


Tidak membutuhkan waktu lama, Lisa tertidur pulas, bahkan Zavier sempat mencoba membangunkan Lisa tapi tidak bisa.


“ Astaga, dia pasti kelelahan, sampai-sampai tidurnya seperti orang mati begini.” batin Zavier sambil menjentik jidat Lisa.


Zavier mencoba menelentangkan badan Lisa dan membuka selimutnya, Zavier melakukan hubungan intim dengan Lisa saat tidur, Lisa tidak bisa bangun karena lelah, tapi Zavier terus memuaskan Lisa bahkan saat Lisa tertidur pulas.

__ADS_1


Di pagi hari.


Zavier pergi ke perusahaan untuk menyelesaikan masalah yang ada, Zavier tidak lupa meninggalkan beberapa pakaian yang bisa menutupi bekas merah di leher Lisa.


Zavier sangat sibuk di perusahaan, begitu banyak masalah yang datang membuat Zavier stress dan lelah. Tapi Zavier harus kuat agar masalah itu bisa di tuntaskan dalam waktu cepat.


Pukul 13:00 siang, Zavier selesai mengerjakan pekerjaannya. Zavier khawatir dengan keadaan Lisa di Villa.


“ Luciana, bagaimana keadaan Lisa?.” tanya Zavier di telpon.


“ Tuan, saya sudah menunggu nyonya di luar sejak pagi, tapi nyonya belum keluar.” sahut Luciana.


“ Kamu boleh masuk dan melihatnya sekarang.”


“ Baik tuan.”


Luciana membuka pintunya dengan perlahan. “ Nyonya saya masuk untuk membantu Anda. Tolong maafkan saya jika terlalu lancang.”


Luciana melihat Lisa masih tidur pulas dengan posisi yang tidak biasa. “ Ternyata benar, dia masih tidur.” batin Luciana.


Lisa terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat Luciana ada di kamarnya. “ Kamu! kenapa kamu bisa ada di sini?.” dengan panik.


“ Nyonya maafkan saya, tuan menyuruhku untuk membantu Anda bersiap, tuan ingin menjemputmu sebentar lagi.” Luciana bersikap hormat.


“ Oo, tapi aku tidak perlu bantuanmu, kamu boleh keluar. Aku akan bersiap sebentar lagi.” Lisa merasa tidak nyaman.


Luciana tidak mendengar perkataan Lisa, sampai membuat Lisa kesal.


“ Apa kamu tidak mendengar perkataanku dokter Luciana? aku menyuruhmu untuk keluar! kenapa kamu masih di sini?.” teriak Lisa.


Lisa menutupi badannya dan hendak berdiri untuk menyuruh Luciana pergi, tapi Lisa tidak berdaya dan malah terjatuh, semua tubuhnya menjadi kaku dan lemas, bahkan Lisa tidak sanggup menggerakan kakinya karena terlalu lemas.


“ Nyonya, apa Anda baik-baik saja? biarkan saya membantu Anda nyonya.” Luciana memapah Lisa kembali ke ranjang.


“ Aku, ada apa denganku?? kenapa tubuhku semuanya terasa sakit? bahkan aku tidak bisa berjalan, kakiku sangat lemas.” batin Lisa dengan terkejut.


Luciana menyelimuti Lisa dan membantu memijat kakinya.


“ Itu, bukankah kau seorang dokter? bisakah kamu membantuku untuk memeriksa kakiku?.” tanya Lisa dengan sungkan.


“ Tentu saja nyonya, itu adalah pekerjaanku, nyonya terlalu sungkan padaku.”


Luciana segera mengecek kaki Lisa dan mencoba membantunya agar tidak mudah sakit.


“ Nyonya, saya akan pergi ambilkan air hangat untukmu.”


“ Iya, terima kasih.” sahut Lisa.


“ Aish! kenapa Zavier menyuruh Luciana datang ke sini? bukankah di sini ada dokter pribadi, tapi kenapa harus menyuruh dia?.” batin Lisa tidak senang.


Luciana membantu Lisa dengan baik dan memperlakukan sebagai majikannya, walau Lisa tidak merasa senang tapi Lisa menahannya dan terus tersenyum pada Luciana.


Lucina mencoba meringankan bekas merah yang ada di tubuh Lisa menggunakan kompresan air hangat, Lisa juga berendam air hangat untuk menghilangkan rasa kaku dan lemas pada kakinya. Bekas merah yang ada di tubuh Lisa mulai samar dan tidak terlalu mencolok, Lisa merasa senang karena dirinya bisa memakai pakaian bagus tanpa harus menutupi lehernya.


“ Nyonya, ini baju yang sudah di siapkan tuan untuk Anda.” Luciana menyerahkan pakaiannya.


Lisa mengecek bajunya dan menolaknya. “ Tidak perlu, aku bisa memakai baju kesukaanku sekarang. Emm, ngomong-ngomong terima kasih ya, kamu sudah bantu aku sampai sekarang ini.”


“ Sama-sama nyonya.” Luciana bantu mengeringkan rambut Lisa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2