
Di Villa, pukul 07:00 malam.
Zavier bersiap untuk pergi ke acara pelelangan yang di adakan oleh tuan Wilson Break. Menggunakan jas hitam membuat Zavier terlihat keren dan seram.
“ Sudah selesai?.” tanya Lisa sambil berdiri menatap Zavier yang tengah sibuk bercermin.
“ Sayang, kenapa berdiam di situ? perhatikan dirimu jangan berdiri terlalu lama, takutnya kakimu akan sakit karena terlalu lelah.” Zavier tampak malu di lihat Lisa.
“ Aku tidak menyangka ternyata setampan ini 'kah suamiku saat berdandan selama 1 jam. Sungguh tidak mengecewakan.” gumam Lisa menyindir sambil merapihkan dasi Zavier.
“ Selama itu 'kah? tapi aku tidak merasa sudah 1 jam berlalu.” bantah Zavier sambil nyosor ke Lisa.
“ Hemm, itu, itu karena kamu terlalu menikmatinya.” Lisa memalingkan wajahnya dengan malu.
“ Benarkah? kenapa istriku ini masih malu-malu saat bermesraan dengan suaminya? apa secinta itu 'kah istriku padaku.” Zavier terus menggoda Lisa yang lagi malu.
“ Jangan menggodaku, sekarang cepat pergi nanti terlambat.” ujar Lisa sambil menutup mulut Zavier.
“ Baiklah, aku akan pergi sekarang, aku akan pulang sebelum jam 11:00. Ingat untuk tidur lebih awal sayang.” mengecup kening Lisa.
Lisa menganggukan kepalanya.
Lisa tidak di ijinkan keluar rumah untuk mengantar Zavier, hanya bisa melihat dari jendela kamarnya sambil melambaikan tangannya.
Setelah Zavier pergi, Lisa merasa bosan sendirian di kamar, mengambil ponsel untuk mantengin sosial media, membaca berita terkini sampai berita yang sedang hot minggu ini.
Saat Lisa tengah asik melihat-lihat tiba-tiba ada kabar yang kurang mengenakan untuk di lihat, di mana Mika Fui yang berlari berjalan mengejar Zavier untuk minta tumpangan sampai di kediaman Fhui. Wartawan itu menjelaskan bahwa Mika di tinggal pergi oleh sang calon suami karena ada urusan mendadak, Mika terpaksa meminta Zavier sang adik ipar untuk mengantarnya ke kediaman Fhui.
“ 1 hari yang lalu, berarti aku ketinggalan berita ini dong! ah, benar-benar payah, kalau dari awal aku tahu berita ini sudah kutanya pada Zavier.” merasa kesal karena terlalu sibuk bekerja sampai lupa ada gosip tentang suaminya.
“ Eh, tunggu! tapi apa yang mau aku tanyakan pada Zavier, bukankah di sini tertulis kalau mereka hanya kebetulan pulang bersama.” tersadar dari rasa cemburunya.
“ Ah, tapi tetap saja mereka satu mobil, aku cemburu melihat mereka saling duduk berdekatan. Kalau itu wanita lain aku tidak masalah, tapi dia Mika Fhui mantan tunangan Zavier, bagaimana kalau Mika memanfaatkan keadaan itu dan menjebak suamiku.” Lisa gelisah setelah melihat berita itu.
Lisa berbaring dengan telentang membayangkan berita yang ada di ponselnya. Mengelus perutnya dengan lembut tapi pikiran sangat tidak masuk akal sampai membayangkan Zavier selingkuh dengan calon adik iparnya sendiri, tapi rasa cinta di hati Lisa membuat dirinya yakin kalau Zavier tidak akan mengkhianatinya.
__ADS_1
Di Villa tempat tinggal Brian, pukul 09:00 malam.
Gadis kecil itu terbangun dari tidurnya tanpa selimut dan pakaian. Tubuh yang di penuhi dengan tanda merah tidak mengkhianati hasil kalau Brian sangat handal dalam bercinta.
“ Sudah bangun?.” gumam Brian yang duduk di sofa sambil merokok.
“ Hah, kamu! tidak, maksudku tuan kenapa saya bisa tertidur di tempat tuan?.” tanya gadis itu dengan terkejut.
“ Pakailah bajumu setelah itu pergi dari sini.” ucap Brian dengan dingin.
Gadis kecil itu melihat tubuhnya tanpa pakaian, bahkan tidak memakai sehelai selimut yang menutupi tubuhnya.
“ Ahh, apa yang kamu lihat? jangan sembarang lihat ke sini.” teriak gadis itu sambil bersembunyi di bawah selimut.
“ Jangan pura-pura bodoh Alea, cepat pakai bajumu dan ambil uang ini.” ternyata Brian sudah menyelidiki tentang gadis kecil itu.
Alea membuka selimutnya dengan terkejut.
“ Dari mana kamu tahu namaku?.” tanya Alea.
“ Kamu gadis yang di kirim dari Paradise, tentu saja namamu tertera di sana.” Brian tetap pokus merokok.
“ Tuan, bajuku sudah rusak karenamu, boleh tidak aku meminjam baju tuan? tuan tenang saja besok siang aku akan mengembalikannya dan mencucinya terlebih dulu.” Alea melihat bajunya yang robek tidak layak di pakai.
“ Tentu saja, baju sudah aku siapin untukmu sebagai ganti bajumu yang rusak, lihat di sampingmu.” Brian mematikan rokok sambil membungkukkan tubuhnya melihat Alea dengan tajam.
Alea segera pergi ke toilet untuk mengganti bajunya.
“ Bekas merah begitu banyak, bagaimana aku menghilangkannya dalam waktu semalam? aku tidak boleh ketahuan nenek kalau aku sudah menjual diri demi pengobatannya. Aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya nenek saat tahu hal ini.” Alea menangis tanpa suara di dalam toilet.
Brian memberikan pakaian pada Alea berupa celana panjang dan baju panjang yang menutupi leher, Brian tahu kalau Alea masih gadis polos dan akan malu jika orang lain melihat bekas ciuman sebanyak itu.
“ Tuan ini benar-benar pengertian, bukan hanya membelikan aku baju tapi dia juga sengaja memilih baju yang aku butuhkan saat ini.” batin Alea dengan senang dan melihat dirinya di pantulan cermin.
Alea keluar dari toilet, melihat Brian tengah berdiri sambil memandangi danau yang ada di depan Villa.
__ADS_1
“ Tuan, saya akan pulang sekarang.” gumam Alea dengan sungkan.
Brian menengok ke arah Alea dan berkata.
“ Ambil uang milikmu di meja, sesuai perjanjian kita aku memberikan uang dua kali lipat dari tarifmu,. Sebagai bonus aku juga memberikan uang 400 ribu Yuan untukmu.”
“ Terima kasih tuan, terima kasih banyak atas kemurahan hati tuan.” Alea segera mengambil uang itu dan keluar dari kamar Brian.
“ Dengan uang ini aku bisa membayar tagihan Rumah Sakit nenek. Demi nenek aku akan berjuang mencari uang untuk penyembuhan penyakit nenek.” batin Alea dengan gembira di dalam Helikopter.
Di Gedung tempat pelelangan berlangsung.
Zavier hadir bersama ayahnya karena mendapatkan undangan yang sama, tapi kali ini acara pelelangan yang begitu menegangkan bagi setiap orang yang hadir. Karena apa, karena setiap Klien yang hadir harus membeli seorang gadis yang di jual di pelelangan, ini bukan urusan bisnis yang menjual belikan manusia, tapi ini perjanjian antara Klien setelah mentanda tangani kontrak kerja sama.
Bisnis tersebut akan berlangsung sampai gadis yang tersedia terjual semuanya. Zavier dan tuan Sanjaya tidak berniat membeli gadis mana pun, tapi beberapa Klien memprovokasikan mereka untuk membeli salah satu dari mereka, jika tidak maka Klien akan sulit percaya jika harus bekerja sama kedepannya.
“ Ayah bagaimana ini? mereka ingin kita membeli gadis di sini untuk menjalankan bisnis kita. Apa yang harus kita lakukan sekarang?.” bisik Zavier mulai tidak nyaman dengan bau alkohol yang menyengat.
“ Kenapa masih bertanya padaku, beli salah satu dari mereka, jangan buat kita kehilangan muka di depan Klien kita.” balas tuan Sanjaya.
“ Baiklah, dengarkan para hadirin semuanya. Kita masih punya 1 gadis lagi di belakang kita, tunjukan gadis terakhir.” ucap MC.
“ Di mulai dari 100 ribu Yuan.” harga yang lumayan pantastis untuk seorang gadis lemah seperti dia.
Gadis ini memiliki wajah yang lumayan cantik sampai membuat para Klien ingin membelinya. Mereka menawar tinggi lebih tinggi sampai akhirnya Zavier mengeluarkan tanda menawar.
“ 1 juta Yuan.” teriak Zavier dengan menutup mata.
“ Apa? 1 juta Yuan? apa dia sudah gila, untuk mendapatkan gadis seperti itu dia rela mengeluarkan uang sebanyak itu, benar-benar tidak mengherankan jika di juluki sebagai perusahaan terbesar di kota A.” ucap beberapa Klien.
“ Baik, 1 juta Yuan, apa masih ada yang mau menawarnya lebih tinggi?.” tanya MC.
“ Hah, untuk apa menghabiskan uang sebanyak itu, aku akan di usir oleh istriku jika mengeluarkan uang sebanyak itu.” gumam beberapa pria tua bangka.
“ Tidak ada yang menawar?! baiklah gadis ini terjual 1 juta Yuan.” teriak MC dengan suara keras.
__ADS_1
“ Pelelangan malam ini kita tutup sampai di sini, silahkan tuan-tuan mengambil barang yang telah kalian beli di belakang.” lampu penerang menyala semua setelah pelelangan berakhir.
BERSAMBUNG