
Bodyguard itu membawa Mika pergi ke penjara bawah tanah. Setelah Mika pergi, Lisa langsung duduk di lantai dan melemparkan pisaunya.
“ Sayang, ada apa? apa kau baik-baik saja?.” Zavier panik melihat Lisa yang tiba-tiba lemas.
“ Aku, aku, apa yang aku lakukan tadi? kenapa aku bisa berbuat seperti itu Zavier? katakan padaku kalau tadi itu hanya ilusiku karena terlalu kesal pada Mika. Benarkan? itu semua benar kan Zavier, aku hanya bermimpi saja?.” Lisa menangis histeris dengan perbuatannya.
“ Iya kau benar sayang, tadi itu hanya ilusi saja, lihat sekarang! Mika tidak ada di sini, bukankah itu terjadi dalam mimpimu?.” Zavier mencoba menenangkan Lisa yang panik.
“ Kau benar, aku hanya bermimpi tadi.” Lisa tersenyum lega.
“ Sudah, sekarang ayo istirahat dulu, aku ambilkan air minum untukmu.” Zavier memapah Lisa kembali ke ranjang.
Zavier keluar dari kamar untuk mengambil air minum, Zavier berdiri beberapa saat dan memikirkan kejadian tadi.
“ Aku pikir Lisa melakukan itu karena terlalu kesal pada Mika, tidak di sangka Lisa melakukan itu tanpa sadar. Dia bahkan ketakutan karena hampir membunuh orang.” batin Zavier.
“ Sayang, minumlah. Setelah minum kau akan merasa baikan.” Zavier membantu meminumkan airnya.
“ Terima kasih sayang.”
“ Istriku, apa hari ini kau akan pergi ke perusahaan?.” tanya Zavier.
“ Sepertinya aku tidak akan ke perusahaan. Puy sudah membantuku di sana, biarkan saja dia menggantikanku untuk sementara waktu, aku mau istirahat, aku terlalu lelah sampai bermimpi ingin membunuh Mika.” ujar Lisa.
“ Baiklah, sekarang kamu bersiap, aku akan bawa kamu ke perusahaan Sanjaya. Di sana kau bisa melihatku saat bekerja, dengan begitu kau tidak akan bosan dan berpikir yang aneh-aneh.”
Lisa menganggukan kepalanya.
Tibanya di perusahaan, Zavier memperlakukan Lisa layaknya sebagai ratu, Lisa tidak boleh di lihat oleh pria lain selain Zavier. Jika itu terjadi maka Zavier akan mengahabisi pria itu dengan tangannya sendiri.
“ Selamat pagi nyonya muda dan tuan muda! semoga berbahagia.” ucap karyawan.
“ Terima kasih.” balas Lisa dengan tersenyum.
Semua orang kagum melihat Zavier yang terus menggenggam tangan Lisa dan membawakan tas milik Lisa, Zavier seperti di perbudak karena mau membawa tas wanita di hadapan umum.
“ Sayang, berikan tas itu padaku, aku tidak mau orang lain merendahkanmu karena aku.” Lisa merasa canggung.
“ Siapa yang berani? aku akan mematahkan kakinya agar dia tidak bisa berjalan seumur hidupnya. Aku ini suamimu, kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu yang bisa membuatmu bahagia?.”
__ADS_1
“ Iya-iya, aku tahu kamu mencintaiku, terserah padamu saja.” balas Lisa.
“ Siapa suruh dia yang mau, malah aku senang melihat dia membawa tasku, dia terlihat imut seperti itu. Hihihii!.” batin Lisa.
Krek!
“ Silahkan masuk istri tercintaku.”
“ Terima kasih suamiku.”
Setelah beberapa saat kemudian Lisa mulai bosan dan menyalakan tv untuk nonton drama. Lisa menonton drama dewasa yang memperlihatkan adegan bebas, Lisa berpikir kalau Zavier tidak akan melihatnya karena sibuk bekerja, Lisa tersenyum sendiri sambil memakan snack yang sudah di siapkan Zavier untuknya.
Seketika Zavier melirik Lisa yang pokus menonton. “ Astaga! tontonan itu bukan untuknya, kenapa dia masih menonton adegan seperti itu, memalukan sekali, bagaimana kalau ada orang yang melihatnya.” batin Zavier.
Zavier membiarkan Lisa melakukan apa yang di sukainya. Zavier terus pokus bekerja tanpa melihat tv yang sedang di tonton Lisa.
Beberapa jam kemudian waktunya makan siang, Zavier menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.
“ Sayang ayo kita makan siang terlebih dulu, aku sangat lapar.” ucap Zavier.
Zavier melihat Lisa tertidur pulas. “ Tidur!? setelah bosan menonton Film seperti ini rupanya dia tertidur, jangan sampai dia bermimpi basah dan melakukan hal itu dengan pria lain selain diriku.” gumam Zavier sambil mengelus kepala Lisa.
“ Baik tuan, laksanakan.” jawab Li.
15 menit kemudian.
“ Tuan, saya sudah membawakan makanan yang Anda minta. Mereka adalah Chef yang khusus saya bawa untuk melayani Anda saat makan.”
“ Baik, kau bisa pergi sekarang. Biarkan mereka melakukan pekerjaannya dengan baik.” ujar Zavier.
“ Baik tuan, saya mohon undur diri.” Li keluar dari ruangan Zavier dan menutup pintunya.
Zavier menjentik kening Lisa. “ Masih tidak bangun juga?! apa kau tidak mencium aroma makaman enak di sini?.”
“ Emm, ada apa? kenapa rasanya panas sekali di sini?.” Lisa terbangun.
“ Apa aku perlu menyalakan AC lebih dingin lagi?.” tanya Zavier.
“ Hah! sayang kenapa begitu banyak makanan di sini? apa kau yang menyiapkan semua ini?.” Lisa terkejut melihat ruangan Zavier di dekor seperti restoran.
__ADS_1
“ Kau benar, aku sengaja membawa Chef agar kau bisa makan siang sesuka hatimu. Sekarang apa yang ingin kau makan hari ini?.”
“ Nasi goreng pedas, iga bakar, sup sapi pedas, tapi harus pedas.”
“ Baik nyonya, saya memasak sekarang.” jawab Chef.
“ Apa! makanan pedas semua? apa kau akan mengahbiskan makanan pedas itu? bagaimana dengan kesehatanmu? kau terlalu lemah jika terlalu banyak makan-makanan pedas.” Zavier terkejut.
“ Tentu saja aku akan menghabiskan semua menu yang mau, aku sudah lama tidak makan pedas, rasanya hambar.”
“ Tapi aku tidak mengijinkanmu makan sepedas itu!.”
“ Aduh sayang! jangan berlebihan deh, aku itu kuat, sudah biasa makan sepedas itu. belum juga makan sudah di ributkan, menyebalkan.”
“ Hais! baiklah.” Zavier menyerah dan tidak melarang Lisa lagi.
“ Sejak aku jatuh cinta padamu, aku tidak pernah menang ketika berdebat denganmu.” batin Zavier.
Lisa sangat menikmati makan siangnya, semua makanan di santap olehnya sampai kenyang.
Di luar kantor terdengar suara ribut dengan teriakan. Zavier sudah curiga kalau keluarga Mika akan datang menemuinya, Zavier segera keluar dan menyuruh Lisa untuk tetap diam di ruangannya.
“ Sudah kuduga akan jadi seperti ini, untung saja Lisa di sini, jika tidak mereka pasti akan membuat Lisa ketakutan saat di Villa.” batin Zavier.
“ Ada apa ini? kenapa ribut di kantorku, tidak tahu malu!.” dengan dingin.
“ Kamu Zavier! di mana Lisa wanita jalang itu? dia yang sudah menyebabkan putriku jadi gila seperti itu, aku akan membuat pelajaran sama dia.” nyonya Fhui ingin menerobos masuk ke ruangan Zavier.
“ Berhenti! siapa yang kau maksud wanita jalang itu? kau dan putrimu sama saja tidak tahu malu, menyebut orang lain jalang tapi kalianlah wanita jalang. Apa kau sudah bosan hidup sampai buat keributan di sini? atau kalian ingin melihat putri kalian mati mengenaskan?.” Zavier menghalangi pintunya agar nyonya Fhui tidak bisa masuk.
“ Kurang ajar! apa maksudmu Zavier?! aku sudah berbelas kasih mau membantu perusahaan Sanjaya tapi kamu malah seperti ini pada putriku! mana rasa terima kasih kamu pada keluarga Fhui kami? anjing saja tahu cara balas budi pada majikannya, tapi kamu lebih rendah dari anjing karena tidak tahu diri.” teriak nyonya Fhui.
“ Apa maksud Anda nyonya? kau menyamakan aku dengan seeokor anjing? apa kau punya otak sampai kau berkata seperti itu? jangan kira karena kau sudah membantu perusahaan Sanjaya terus aku tidak akan berani membunuhmu. Aku bisa membunuh keluarga Fhui tanpa mengotori tanganku sendiri. Kau camkan itu nyonya Fhui, sekarang kau pergi dari sini, jika tidak aku tidak akan segan lagi pada keluarga Fhui kalian.” Zavier mengancam nyonya Fhui.
Nyonya Fhui ketakutan dengan ancaman Zavier padanya. Tanpa basa basi nyonya Fhui pergi meninggalkan Zavier.
“ Aku harus cari cara bagaimana menemukan Mika putriku, aku khawatir terjadi sesuatu pada Mika. Kita lihat saja nanti Zavier, kau akan berlutut padaku untuk meminta maaf karena sudah menyakiti putriku.” batin nyonya Fhui sambil berjalan terburu-buru.
BERSAMBUNG
__ADS_1