
Di kediaman zavier.
Darvi terus bersikap dingin terhadap zavier, bahkan makanan pun tidak di makan karna darvi sangat benci pada ayahnya itu. Tapi zavier terus berusaha membujuk darvi, agar mau makan dan tidak membencinya lagi.
" DARVI, KENAPA KAU TIDAK MAKAN? APA MAKANAN NYA TIDAK SESUAI DENGAN SELERAMU?." tanya zavier.
" BAIKLAH KALAU KAU TIDAK SUKA DENGAN MAKANANNYA MAKA AKU AKAN MENYURUH BIBI ANN, UNTUK MASAK KESUKAANMU." zavier pasrah dengan sikap darvi yang terus cuek padanya.
" TIDAK PERLU, AKU TIDAK MAU MAKAN APAPUN, AKU MAU IBU, SEKARANG!." darvi bersikap manja dan terus menolak perkataan zavier.
Lama kelamaan zavier semakin tidak tahan dengan sikap darvi yang terus membuatnya emosi, zavier marah pada darvi dengan tegas.
" APA SEBENCI ITUKAH KAU PADAKU, DARVI? AKU SUDAH LELAH, ISTIRAHATLAH DI KAMAR TAMU, BESOK AKU AKAN MEMBAWAMU PADA IBUMU." zavier berdiri dan meninggalkan darvi sendirian.
Mendengar zavier memarahinya, darvi kesal dan terdiam tanpa kata. Ketika zavier pergi ke kamarnya, darvi berlari keluar, dan bibi ann yang melihat darvi pergi pun ikut panik, karna bibi ann tidak tau harus berbuat apa.
" TUAN MUDA KECIL! ANDA MAU KEMANA?." teriakan bibi ann.
" AKU MAU PERGI! MENCARI IBUKU." ucap darvi dan berlari kencang.
" PERGI! APA TUAN ZAVIER TAU KALAU TUAN MUDA KECIL AKAN PERGI?." bibi ann hanya kebingungan.
" Ibu, ibu di mana? kenapa ibu tidak pulang ke rumah? aku kangen padamu, ibu." darvi berjongkok sendirian di taman.
ketika darvi menangis, seseorang datang dan membawa darvi pergi dengan segera. darvi berontak karna mereka membawanya dengan paksaan.
" LEPASKAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN? CEPAT LEPASKAN AKU!." darvi terus berontak dan berusaha melepaskan diri dari kawanan penjahat itu.
" DIAM, KALAU TIDAK DIAM, MAKA AKU AKAN MEMBUNUHMU." dengan suara yang tegas dan wajah yang menakutkan, darvi terdiam seketika.
Tapi darvi menangis dan terus memanggil ibunya di dalam hatinya, darvi sangat ketakutan karna semua penjahat berbicara yang tak pantas padanya.
" Ibu.. Hik hik hik. aku takut ibu! ibu di mana?." gumam darvi sambil berderai air mata.
Ketika darvi memanggil ibunya, lisa terbangun dan terkejut, karna dirinya masih berada di ruangan yang sama dan gelap. Lisa menangis karna bermimpi kalau darvi memanggilnya sambil menangis histeris.
__ADS_1
" Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? aku tidak bisa tinggal diam di sini, aku harus melarikan diri dari sini sebelum mereka datang kemari." lisa bersemangat untuk kabur dari sekapannya, karna teringat darvi.
" Iya aku harus pergi dari sini, darvi pasti menungguku di rumah dengan cemas." lisa berusaha melepaskan ikatannya.
Lisa terus berusaha sekuat tenaganya, tapi dengan keadaan lisa yang lemah bahkan tidak bernutrisi dan dehidrasi, membuat lisa sulit dan tak berdaya untuk melarikan diri.
" Darvi, Maafin ibu nak! mungkin ibu sudah tidak bisa menahannya lagi." gumam lisa.
Ketika lisa mulai putus asa, seseorang datang dan membukakan pintunya, lisa segera pura-pura tertidur.
Krek..
" CEPAT, BAWA DIA MASUK, SEBENTAR LAGI BOS KITA AKAN DATANG MEMBERIKAN UPAH. Hahaha. AKU SANGAT SENANG, KARNA SETELAH INI BOS AKAN MEMBERIAKAN APA YANG KITA INGINKAN." para penjahat itu tertawa senang karna misinya berhasil tanpa terkendala apa pun.
" BAIK BOS." saut kawanan penjahat itu.
darvi di bawa masuk dalam keadaan tak sadarkan diri, karna gelap, lisa tidak melihat darvi dengan jelas, yang lisa lihat itu hanya anak kecil tidak seperti darvi.
" AYO! TINGGALKAN MEREKA BERDUA DI SINI, KITA TINGGAL NUNGGU BOS DATANG." ucap para penjahat itu.
Pintunya tertutup, dalam keadaan gelap lisa berusaha melepaskan ikatannya, karna mau membantu anak kecil yang di culik bersamanya.
" Ahh, sukurlah, aku bisa terlepas dari ikatannya." ucap lisa dengan senang.
" Nak, bangunlah, aku akan membawamu pergi dari sini! cepat bangun." lisa berusaha membangunkan darvi yang tengah pingsan itu.
tapi lisa tidak mengetahui kalau anak yang di culik itu adalah darvi. Tapi lisa merasa akrab ketika menyentuhnya, bahkan lisa mengira kalau anak yang di culik itu adalah darvi, anaknya.
" Tidak, itu tidak mungkin, aku pasti salah, mana mungkin darvi bisa di culik oleh orang tak di kenal." lisa menggelengkan kepalanya dan berusaha tenang.
" AWW, KEPALAKU SAKIT SEKALI." darvi terbangun dari pingsannya.
" KAU UDAH SIUMAN, NAK?." tanya lisa dengan lembut.
Darvi yang mendengar suara lisa terkejut, dan merasa senang karna dirinya bertemu ibunya lagi.
__ADS_1
" IBU, ITU KAU IBUKU?." tanya darvi sambil segera bangun.
" HAH? DARVI? DARVI INI IBU NAK!." lisa terkejut karna anak itu memanggilnya ibu.
". IBU AKU KANGEN PADAMU, KENAPA KAU TIDAK PULANG-PULANG IBU?." tanya darvi.
" MAAFIN IBU NAK, BUKAN IBU TIDAK MAU PULANG, TAPI IBU DI CULIK SAAT IBU DI RUMAH SAKIT." saut lisa sambil memeluk darvi dengan erat, dan penuh kasih sayang.
" APA? IBU DI CULIK? BERARTI KITA DI SEKAP DI TEMPAT YANG SAMA?." darvi sangat pintar dan bersikap seolah-olah udah dewasa.
" IYA NAK, TAPI KAU TENANG AJA, IBU PASTI AKAN MEMBAWAMU PERGI DARI SINI." lisa menengkan darvi yang sedang terkejut itu.
" IYA IBU." saut darvi sambil memeluk ibunya.
Dengan kemampuan yang di milikinya, akhirnya lisa bisa membuka jendela ruangannya, lisa segera kabur membawa darvi dengan sangat hati-hati, walau pun lisa sudah tidak kuat lagi, tapi dengan adanya darvi yang terus menggenggam tangannya membuat lisa bersemangat, dan terus berjuang untuk melarikan diri.
" IBU, KITA AKAN PERGI KE MANA? DI DEPAN TIDAK ADA JALAN, KITA HARUS BAGAIMANA IBU?." tanya darvi dan menarik tangan lisa untuk berhenti berlari.
Lisa terkejut, karna tempat di mana ia di sekap sangat tinggi dan berada di lantai teratas. Membuat lisa melongo dan bingung harus berbuat apa.
" IBU, MEREKA MENGEJAR KITA! KITA HARUS GIMANA BU?." darvi memeluk ibunya dengan ketakutan.
" DARVI? IBU JUGA TIDAK TAHU HARUS BAGAIMANA, TAPI YANG PALING PENTING, KETIKA MEREKA DATANG IBU AKAN MENGALIHKAN PANDANGAN MEREKA, AGAR KAMU BISA LARI DARI SINI." ucap lisa dengan tegas.
" TIDAK IBU, KAU HARUS IKUT DENGANKU! AKU TIDAK MAU MENINGGALKANMU SENDIRIAN DI SINI, DAN MELAWAN MEREKA SEMUA." kata darvi.
" DARVI, APA KAU MENYAYANGI IBU?." tanya lisa dengan penuh air mata.
" IYA IBU, AKU MENCINTAIMU." saut darvi sambil meraung menangis kencang.
" KALAU DARVI MENCINTAI IBU, MAKA DARVI HARUS MENURUTI PERKATAAN IBU, OK." ucap lisa sambil mengusap air mata darvi.
" TAPI IBU?." darvi.
" TIDAK PAPA NAK, KALAU DARVI BISA MELARIKAN DIRI, DARVI BISA MEMINTA BANTUAN SAMA ORANG-ORANG UNTUK MEMBANTU IBU." lisa berusa membujuk darvi yang tengah ketakutan itu.
__ADS_1
" ITU MEREKA, CEPAT TANGKAP MEREKA! SEBELUM MEREKA LARI LEBIH JAUH LAGI." para penjahat semakin dekat, tapi darvi masih di samping lisa dan tidak kunjung pergi.
BERSAMBUNG