
Di Villa.
Zavier terbangun dari tidurnya mendapatkan Lisa sedang tidur sambil menggenggam tangannya. Zavier tahu kekhawatiran Lisa padanya, rasa cinta dan kasih sayang begitu besar untuk Zavier.
“ Maafin aku sayang, sudah membuatmu kerepotan sampai seperti ini.” Zavier mengelus kepala Lisa dengan lembut.
Lisa respek dan bangun saat Zavier menyentuh kepalanya.
“ Sayang kamu sudah bangun?.” tanya Lisa sambil mengucek mata.
Zavier menganggukan kepalanya dengan tersenyum.
“ Bagaimana keadaanmu, apa sudah baikan? di mana yang sakit, katakan padaku aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu.” dengan panik.
“ Tidak perlu.” Zavier menarik tangan Lisa dan membuatnya memeluknya.
“ Jangan berbohong padaku, tadi kamu demam tinggi, aku takut terjadi apa-apa sama kamu.” hiks hiks, Lisa menangis takut kehilangan Zavier.
“ Sudah, jangan menangis untukku, aku tidak pantas di tangisi olehmu.” Zavier mengusap air mata Lisa yang berjatuhan.
“ Kenapa berkata begitu? apa kamu sudah tidak sayang lagi padaku?.” Lisa menangis histeris takut kehilangan cinta dari Zavier.
“ Bukan, aku tidak mau lihat kamu menjatuhkan air mata berhargamu hanya untukku. Mulai sekarang simpan baik-baik air matamu ini, tidak boleh mengeluarkannya sembarang untuk siapapun. Mengerti??.” Zavier memeluk Lisa dengan erat.
“ Aku menangis karena aku sayang sama kamu, aku takut kehilanganmu Zavier.” bentak Lisa sambil menangis.
“ Cup cup! aku tahu, tapi aku tidak mau melihatmu menangis, karena itu akan membuatku sedih dan bersalah.” Zavier menenangkan Lisa agar tidak menangis lagi.
“ Berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan pernah meninggalkanku, apapun alasannya kamu tetap bersamaku sampai akhir hayat kita.” Lisa menunjukan jari kelingking untuk membuat perjanjian dengan Zavier.
“ Janji. Apapun alasannya aku akan tetap bersamamu.” Zavier berjanji sehidup semati untuk Lisa.
Lisa memeluk Zavier dengan perasaan lega karena Zavier sudah berjanji padanya.
Di Villa danau tua tempat Brian tinggal.
Brian menikmati hidupnya dengan bahagia dan damai, tidak ada seorang pun yang mengganggunya apa lagi merendahkannya, sekarang Brian pemilik dari perusahaan Sanjaya walau pun 40%.
“ Pengawal, bawa beberapa wanita cantik ke sini. Aku ingin bersenang-senang hari ini.” ucap Brian sambil meminum Wine.
“ Baik tuan.” pengawal itu segera pergi ke Paradise untuk membawa wanita.
Tidak membutuhkan waktu lama, pengawal itu kembali dengan beberapa wanita pilihannya.
“ Tuan, mereka adalah gadis dari Paradise yang sudah saya pilih. Tidak tahu apa tuan menyukainya apa tidak, silahkan tuan pilih jika menyukainya.” ucap pengawal dengan hormat.
__ADS_1
Brian menatap satu persatu gadis yang ada di depannya itu dengan keseluruhan.
“ Menarik, tidak ada yang cacat, semuanya gadis yang aku sukai.” Brian menjilat jarinya dengan mesum.
“ Sukurlah kalau tuan menyukai semuanya, saya merasa terhormat jika selera tuan bisa saya ketahui.” gumam pengawal dengan senang.
Ada sekitar 5 orang wanita di depan Brian, semuanya memiliki postur tubuh menarik dengan dada besar dan bokong yang montok, Brian tidak tahan dengan godaan beberapa wanita itu.
“ Baiklah, sekarang kemari mendekat padaku.” Brian mengulurkan tangan.
Para wanita itu berbagi tugas melayani Brian, dua wanita menuangkan Wine dan tiga wanita melayani Brian dengan memijatnya dengan lembut.
“ Tuan, aku rasa kita harus melakukan sesuatu yang intim, jika tidak tuan akan rugi hanya menyuruh kami memijat saja.” wanita itu menggoda Brian.
“ Benar juga apa yang kamu katakan, aku baru saja mendapatkan kekayaan yang berlimpah sekarang, aku tidak boleh menyia-nyiakan hal ini hanya untuk mendapatkan pijatan saja dari kalian.” tersadar.
Para wanita itu menyeringai kesenangan karena akan mendapatkan uang tips dari Brian.
“ Kalian semua ikuti aku, kita akan bersenang-senang di kamar.” Brian berjalan dengan sempoyongan.
“ Sudah mabuk parah tapi masih bergaya seperti itu, benar-benar bodoh.” batin seorang gadis yang tidak begitu menyukai Brian.
Di depan kamar para gadis itu masuk secara bersamaan mengikuti Brian.
“ Tunggu! kenapa kalian masuk semua?.” tanya Brian sambil menunjuk ke para wanita itu.
“ Aku tahu, aku mau tanya siapa di antara kalian yang belum pernah melakukan hubungan intim sama sekali?.” Brian menginginkan wanita yang masih perawan.
Di antara 5 orang itu hanya 1 gadis yang mengaku masih perawan. Mereka tidak bisa membohongi Brian walau sedang mabuk parah, Brian akan tahu setelah melakukan hubungan intim dengannya akan meninggalkan bercak darah.
“ Saya tuan, saya belum pernah bercinta dengan siapa pun, saya pastikan saya masih perawan.” ujar sang gadis.
“ Benarkah? berapa usia mu?.” Brian mendekat dan mendongakkan wajah gadis itu.
“ 18 tahun, usiaku 18 tahun sekarang. Aku baru lulus sekolah tahun kemarin.” jawab gadis itu dengan gugup.
“ Bagus! karena kamu masih perawan maka aku tidak membutuhkanmu untuk melayaniku hari ini.” Brian menepiskan wajah gadis itu dengan sombong.
“ Hah, kenapa? kenapa tuan berkata begitu? bukankah tuan menginginkan gadis perawan hari ini, aku sengaja di utus oleh Mami untuk melayani Anda tuan.” gadis itu panik karena Brian tidak tertarik padanya.
“ Aku tidak butuh gadis yang tidak punya kemampuan apapun, dengan mereka aku akan bahagia di layani mereka.” Brian merendahkan gadis kecil itu sampai gadis itu tertegun.
“ Tuan, tolong pertimbangkan keingan Anda, Anda harus percaya padaku aku bisa melayani tuan dengan baik. Aku akan menuruti permintaan tuan walau aku tidak menyukainya.” gadis itu menangis tanpa sebab dan meminta Brian menidurinya.
“ Hei! hentikan itu, tuan sudah mengusirmu dari sini, jangan mengganggu tuan lagi, cepat pergi, kamu memang tidak berguna karena tidak punya kemampuan apapun dalam hal ini.” beberapa gadis itu tidak senang karena temannya terus membujuk Brian.
__ADS_1
“ Ada apa dengan gadis ini? begitu merendahkan dirinya hanya untuk meniduriku, benar-benar gadis bodoh. Banyak di luar sana yang memberikan keperawanan mereka hanya untuk kekasih mereka, tapi gadis ini malah menjualnya padaku dengan sengaja.” batin Brian dengan heran.
Wanita itu tampak kesal dan takut Brian berubah pikiran.
“ Cepat pergi dari sini! jangan ganggu tuan Brian, dasar tidak tahu malu.” para wanita itu bekerja sama mengusir gadis yang terus merayu Brian.
“ Tunggu! biarkan dia di sini.” teriak Brian berubah pikiran.
“ Tapi tuan??.” para wanita itu tidak senang.
“ Aku akan membayar kalian dua kali lipat, sekarang kalian semua pergi dari tempatku, kecuali gadis kecil itu.” gumam Brian dengan menyeringai.
Brian merasa berkuasa setelah mendapatkan banyak uang dari tuan Sanjaya. Melakukan sesuka hatinya agar mendapatkan kebahagian yang hilang selama bertahun-tahun.
“ Aku tidak suka jika ada yang berani membohongiku, aku beri kesempatan sama kamu untuk berkata jujur padaku. Apa kamu serius akan menjual keperawananmu padaku? apa tidak ada penyesalan di masa depanmu nanti.” Brian membuat gadis itu semakin ketakutan dengan nada bicara yang sedikit tersenyum.
Gadis itu mundur perlahan-lahan karena tidak mampu menjawab pertanyaan Brian padanya, gadis itu tidak sengaja menabrak lampu tidur yang ada di meja.
“ Hah, mati, kenapa lampunya mati? apa yang terjadi?.” gadis itu mencari-cari untuk menyalakan lampu kembali.
“ Kenapa begitu tidak sabaran ingin tidur denganku?.” ucap Brian sambil membuka gorden jendela.
Sinar matahari menerangi kamar Brian yang gelap, wajah polos gadis itu terlihat jelas oleh Brian.
“ Sudah mabuk seperti ini tapi aku tidak bisa tidak kasihan pada gadis itu. Sudahlah, aku harus melakukannya sekarang agar dia bisa mendapatkan uang dari Paradise itu.” batin Brian sambil memegang jidatnya.
Brian berjalan ke ranjang dan berbaring dengan dada terbuka. Menutup mata berharap gadis itu melayaninya tanpa di suruh, Brian tetap menunggu gadis itu beraksi terhadapnya.
Gadis itu berjalan perlahan mendekat dan membuka bajunya dengan gemetar.
“ Sudah datang, kita lihat apa yang sebenarnya kamu inginkan.” batin Brian dengan mata menutup.
“ Tuan aku.” dengan sungkan.
“ Emm, lakukan seperti yang kamu pikirkan, kamu tenang saja uang tips akan aku tambah dua kali lipat untukmu.” gumam Brian memancing.
“ Baik tuan, saya akan melakukannya sekarang.” gadis itu bersemangat setelah Brian berkata tentang uang.
Gadis itu naik ke ranjang dan menindih Brian, membuka sabuk celana bahkan membuat Brian terangsang padanya, Brian tidak menyangka kalau gadis itu sangat trampil dalam membuat dirinya terangsang.
Brian ambil posisi di atas dan menindih gadis itu, merobek pakaiannya dan melemparkan ke belakang, Brian tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan mulai mencicipi gadis perawan.
“ Apa kamu tidak sanggup?.” tanya Brian sambil melihat gadis itu menahan tangisnya.
“ Tidak tuan, saya sanggup sampai tuan merasa puas.” menyentuh tangan Brian sambil tersenyum.
__ADS_1
Brian tidak sungkan lagi pada gadis itu, melanjutkan permainannya sampai gadis itu tertidur kelelahan.
BERSAMBUNG