Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part66


__ADS_3

Kebahagiaan.


Sementara di kediaman Lisa yang penuh bahagia karena semua masalah hampir selesai, Lisa tidak mengetahui kalau Zavier pergi ke kota H dalam waktu yang lama.


Lisa pergi ke perusahaan ayahnya yang kini telah ia rebut dari tangan pamannya, sebelum Lisa pergi ke perusahaan, Lisa pergi ke TPU untuk berziarah ke orang tuanya.


“ Mama papa, apa kabar kalian? aku sangat senang karena aku bisa mengambil alih perusahaan yang selama ini papa perjuangkan dengan susah payah dari paman dan bibi, mungkin mama papa tidak senang dan kecewa karena aku sudah membuat mereka menderita sekarang, tapi mama papa harus tahu kalau mereka yang mulai duluan dan merebut hak yang seharusnya jadi milikku. Jadi maafkan aku karena aku sudah berbuat kejam sama adik kandung papa.” Air mata tidak terhentikan Lisa pun menangis di batu nisan mama papa nya dan mencium mereka dengan penuh kerinduan.


Tak di sengaja Lisa bertemu dengan Li yang mau berziarah ke makam orang tuanya. “ Nona sedang apa di sini sendirian?.” Dengan terkejut.


“ Aku lagi ziarah ke makam orang tuaku, kamu sendiri sedang apa?.” Balas Lisa sambil menunjuk ke arah tangan Li yang membawa keranjang bunga.


“ Oh,, aku ke sini untuk ziarah juga sama seperti nona Lisa, aku juga kehilangan kedua orang tuaku saat aku masih kecil, sampai aku hidup jadi gelandangan yang tidak punya apa-apa, pada suatu saat ada seorang Tuan Muda yang menghampiriku dan memberikan makan untukku, di situ aku sangat senang dan merasa kenyang setelah di beri makan, setiap hari Tuan Muda itu selalu datang dan membawa makanan yang banyak dan enak-enak sampai perutku kekenyangan.” Sambil mengeluarkan air mata kesedihan.


“ Sudahlah, mungkin hidupmu dulu sangat pedih tapi kamu harus bersyukur karena kehidupanmu sudah berubah sekarang. Tuan Muda itu pasti orang baik, kalau tidak mana mungkin dia selalu membawa makanan sampai setiap hari, ya kan?.” Lisa mengelus punggung Li dengan sedih.


“ Nona benar, dia orang baik, sangat baik.” Sambil tersenyum


“ Apa kamu masih ketemu dengannya? atau kamu sudah tidak bisa ketemu dengan Tuan Muda itu.” Tanya Lisa dengan penasaran.


“ Nona, Tuan Muda itu adalah Tuan Zavier yang sekarang jadi majikan saya!.” Sambil tersenyum.


“ Apa?!.” Dengan terkejut.


“ Aku tidak nyangka kalau Zavier dulu adalah Tuan Muda yang baik dan suka menolong orang yang tidak mampu.” Batin Lisa.


“ Ya sudah, aku harus pergi sekarang karena masih banyak urusan di kantor.”


Li mengangguk kepala “ Hati-hati nona.”


Lisa terburu-buru pergi dengan gugup ketika tahu kalau Zavier pernah berbuat baik sama orang lain, Lisa tidak menyangka kalau Zavier yang dingin dan kejam sama orang lain ternyata ada sisi baiknya juga sama orang yang tidak mampu.


“ Tidak, itu pasti hanya kebetulan, karena selama aku dekat dengannya dia suka bersikap arogan dan tidak pernah memandang orang lain dengan baik.” Gumam Lisa sambil membayangkan kekejaman Zavier terhadapnya dulu.

__ADS_1


Tibanya di perusahaan papa nya, Lisa sangat senang karena akhirnya Lisa bisa mendapatkan perusahaan papa nya kembali.


“ Selamat pagi Nyonya!.” Sapa karyawan kantor.


“ Pagi!.” Balas Lisa sambil tersenyum.


“ Ahh,, akhirnya aku bisa mendapatkan perusahaan ini kembali. Setelah lama ruangan dan kursi ini di pakai paman dan Emma, akhirnya bisa aku tempati dengan nyaman.” Gumam Lisa dengan penuh bahagia.


“ Ehh! tunggu! aku tidak mau duduk di kursi bekas mereka, Emm,, aku harus mendekor ulang ruangan ini dan semuanya harus di ganti dengan barang baru.” Lisa enggan menerima barang bekas.


“ Tolong datang ke ruanganku sekarang.” Ucap Lisa di telpon.


Tok tok.


Suara mengetuk pintu. “ Masuk.” Jawab Lisa.


“ Hallo nyonya, saya Riva Manajer yang bertanggung jawab di perusahaan ini, apa ada yang bisa saya bantu?.”


“ Baik nyonya, kalau gitu saya permisi dulu.” Sambil pergi keluar.


Ruangannya sedang di dekor ulang, Lisa menunggu di ruang tunggu tamu, sambil main ponsel dan memperhatikan kerjaan karyawannya.


“ Nyonya, kami menemukan ini di laci meja sebelah sana, mungkin ini punya nona Emma yang tertinggal.” Manajer Riva memperlihatkan memori USB Card.


“ Ya sudah sini biar aku yang kasih sama Emma nanti.” Lisa mengambil barang tersebut.


“ Mungkin ini punya Emma yang tertinggal di sini, tapi apa isinya, kenapa Emma harus memiliki Memori USB Card seperti ini? untuk apa dia?.” Dengan penasaran.


Akhirnya Lisa menyimpan barang tersebut karena menurutnya itu tidaklah penting, Lisa menunda Memorinya di tasnya dan masuk ke ruangannya.


“ Bagaimana, apa sudah selesai?.”


“ Sudah nyonya, semuanya sudah di dekor sesuai keinginan nyonya.” Jawab Manajer.

__ADS_1


“ Baiklah terima kasih ya!.” Senyum Lisa.


Lisa senang karena ruangannya sesuai dengan kemauannya sendiri, Lisa menaruh poto orang tuanya saat Lisa masih kecil, Lisa menangis karena rindu pada orang tuanya yang telah pergi.


“ Mama sama papa di sini aja ya, temani Lisa saat Lisa kerja nanti, Lisa janji Lisa akan mengembangkan perusahaan ini lebih baik dan maju lagi seperti keinginan papa.” Gumam Lisa.


Lisa sibuk mengecek uang perusahaan dan semua proyek yang bekerja sama dengan perusahaannya. Lisa kesal karena pengeluaran uang perusahan sangat tinggi dan drastis hingga menyebabkan perusahaan hampir bangkrut, tapi Lisa tidak tinggal diam, Lisa menyuntikan dana ke perusahaannya sebesar 25 Triliun Rupiah.


Perusahaan pun bisa memayar hutang sama Klien karena kerugian yang telah di perbuat Lisa waktu menghancurkan Emma. Proyek berjalan dengan lancar setelah perusahaan mendapatkan Dana yang besar.


1 Bulan berlalu.


Lisa menikmati hidupnya dengan penuh bahagia, apa lagi Darvi selalu menemaninya saat Lisa bekerja, Lisa semakin bersemangat dan lupa dengan masalah pribadinya, bahkan kesedihan yang dulu Lisa rasakan pun terbalaskan dengan semua yang Lisa dapatkan sekarang.


Lisa mengangkat asisten puy jadi sekertarisnya yang bertanggung jawab dengan segala yang ada di perusahaan.


“ Nyonya, kita baru mendapati Klien baru di kota H, tapi Klien ini sangat jarang dan susah untuk berdiskusi dengannya secara langsung, karena dia Orang yang berkuasa dan sangat penting di kota H sehingga tidak sembarangan perusahaan yang dapat undangan seperti sekarang ini.” Kata sekertaris puy dengan bingung.


“ Benarkah, siapa dia?.” Balas Lisa.


“ Dia Tuan Wiljen dari perusahaan Shu yang kini sedang naik daun di kota H.”


“ Emm,, aku pernah dengar dari TV kalau dia itu Tuan yang bijaksana, tapi susah di temui sama orang sembarangan seperti kita ini.” Ujar Lisa sambil menopang dagu dengan kedua tangannya dan berpikir.


“ Jadi apa rencanamu?.” Tanya Lisa.


“ Aku berniat datang ke kota H untuk bisa bertemu dengan Tuan Wiljen, semoga aja aku bisa berjabatan tangan dengannya.” Sambil tersenyum melamun.


“ Sutt! Hati-hati loh, Tuan Wiljen kan sudah punya istri bahkan anaknya pun banyak, emang kamu mau kalau nanti di labrak sama istri sah nya.” Candaan Lisa.


“ Nyonya! Anda berlebihan, mana mungkin aku suka sama pak tua seperti itu, ya walau pun uangnya banyak tapi aku tidak tertarik sama sekali.” Sekertaris puy cemberut karena di candain sama Lisa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2