Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part58


__ADS_3

" Zavier, kau jangan keterlaluan! aku sudah bilang berapa kali padamu kalau aku tidak mau bertemu denganmu lagi. Apa kau tidak ngerti maksudku, atau kau menganggap ucapanku itu hanya lelucon saja?." Ucap Lisa dengan marah.


" Apa yang terjadi denganmu Lisa? kenapa kau bicara seperti itu?." Zavier bingung dengan ucapan Lisa.


" Sudah kubilang, jangan pernah temui aku lagi. Sudah cukup kau membuat masalah di kehidupan baruku." Lisa menepiskan tangan Zavier.


" Maksudmu apa Lisa?." Tanya Zavier.


" Kau ingat, orang yang telah menyekapku di Gedung tua itu siapa? merekalah orang yang di bakar dengan api Cemburu, karena itu mereka berbuat kasar padaku, agar aku bisa menjauh darimu sejauh mungkin." Ujar Lisa.


Lisa pergi meninggalkan Zavier sendirian. Tapi Zavier tertegun dengan pernyataan Lisa barusan, Zavier tidak menyangka kalau wanita di luar sana bisa berbuat hal yang kejam terhadap Lisa.


" Apa yang di ucapkan Lisa itu benar? berarti kekhawatiranku selama ini terlalu berlebihan sama Lisa, sampai-sampai aku menyuruh Lisa untuk tinggal denganku di Villa." Gumam Zavier.


" Tuan? Klien kita sudah menunggu dari tadi." Ucap asisten li.


" Sepertinya aku harus menyelidiki apa yang terjadi sama Lisa, aku yakin kalau Lisa membunyikan sesuatu dariku." Gumam Zavier.


Zavier pergi menemui Kliennya, dari awal sampai akhir Meeting, Zavier tidak pokus dan terus melamun memikirkan Lisa.


" Tuan, tuan?." Sapa Asisten li.


" Iya, kenapa?." Zavier tersadar dengan kaget.


" Apa tuan baik-baik aja? apa perlu kita tunda Meeting nya?." Asisten li khawatir dengan keadaan Zavier.


" Tidak perlu, mari kita lanjutkan." Zavier kembali bersemangat lagi.


" Baik, tuan."


Setelah beberapa saat kemudian, Meeting pun selesai. Zavier langsung pergi dengan terburu-buru untuk mencari Lisa, Zavier menyuruh anak buahnya untuk mencari lokasi Lisa yang sekarang.


" Aku mau kau mencari lokasi Lisa saat ini, sekarang juga!." Ucap Zavier di telpon.


" Baik tuan."

__ADS_1


" Tuan, saya sudah mendapati lokasi Nona Lisa, sekarang saya kirimkan GPS nya pada Anda."


Setelah di kirimkan GPS nya, Zavier langsung Cuss dengan menancap gas dengan kecepatan tinggi. Rasa cemas di rasakan Zavier saat mencari Lisa, karena di saat Lisa pergi meninggalkan Gedung VIP, Zavier merasakan hal aneh dan hatinya pun Gelisah tidak tenang, karena itu Zavier memutuskan untuk mencari Lisa.


" Di sini tempatnya? aku harus segera menemukan Lisa sebelum terjadi sesuatu padanya." Zavier berlari menuju lokasi Gedung yang tak berpenghuni.


Lisa tidak menyadari kalau dirinya sudah sampai di Gedung tua yang seram, karena mengikuti Emma sampai lupa kalau dirinya dalam bahaya.


" Mau ngapain Emma datang ke sini? dan wanita itu, di mana dia, kenapa tidak bersama Emma?." Lisa semakin curiga terhadap Emma.


Karena sudah tidak berpenghuni, semua ruangan hanya di dapati satu lampu, jadi agak gelap di ruangan itu, sampai Lisa menginjak tulang berulang dari hewan liar yang tinggal di sana.


Lisa terus berteriak ketika dirinya salah menginjak, sambil menutup mulutnya, Lisa berusaha tenang dan tidak takut dengan apa yang ia lihat di ruangan tersebut.


" Aku harus tenang, jika aku teriak lagi, yang ada Emma akan mendengarnya dan akan ada keributan di sini." Gumam Lisa.


Lisa tidak menyadari kalau dirinya sedang di ikutin orang jahat yang akan membunuhnya, dia orang suruhan Emma untuk membunuh Lisa.


Ketika Lisa serius melihat Emma bertemu dengan seorang Misterius, lelaki di belakang Lisa mendekat dan mengeluarkan pisau yang tajam untuk menusuk Lisa.


Aahh!


" Zavier? kau tidak papa?." Lisa kaget karena lengan Zavier terluka.


" Lisa, cepat kamu sembunyi di belakang aku! aku akan menghadapi dia karena sudah berani menyakitimu." Zavier menghadang.


" Tapi kau terluka! bagaimana kau bisa menghadapi dia? ayo kita pergi dari sini!." Lisa khawatir dengan keadaan Zavier yang terluka parah.


" Tidak, aku tidak akan biarkan dia lolos dari sini." Ucap Zavier.


Lisa ketakutan melihat Zavier yang Berkelahi dengan kawanan penjahat, sekilas Lisa menengok Emma dan seorang Misterius itu sudah tidak ada di tempat. Lisa mencoba membantu Zavier melawan penjahat itu, tapi dengan kehadiran Lisa membuat Zavier kesulitan untuk menghadapi mereka, karena Zavier harus melindungi Lisa dari bahaya yang akan menimpanya.


" Sudah kubilang, kau diam saja di sana! kalau kau kemari aku tidak pokus menghadapi mereka!." Ucap Zavier dengan teriakan.


" Tapi aku tidak bisa biarkan kamu kesulitan sendirian." Saut Lisa sambil memegangi tangan Zavier yang terluka.

__ADS_1


" Plok plok plok.. Bagus sekali, pasangan yang setia. Seperti ini lebih baik, jadi aku tidak perlu susah payah menghabisi kalian satu persatu. Karena umpan sudah di depan mata. Hahaa." Kawanan penjahat itu mengelilingi Zavier dan Lisa.


" Zavier?." Lisa gemetar karena takut.


" Kau tenang aja Lisa, sebentar lagi bawahanku akan datang menyelamatkan kita." Ucap Zavier.


" Mati kalian! akan kubunuh kau!." Sambil berlari.


Ketika kawanan penjahat itu hendak ingin membunuh Lisa, bawahan Zavier datang, dengan sigapnya mereka langsung menembak satu persatu di antara mereka, tidak ada yang tersisa dan semuanya mati yang sangat mengenaskan di tempat.


" Lisa apa kau tidak papa?." Tanya Zavier.


" Iya, aku tidak papa." Saut Lisa.


Zavier memeluk Lisa dengan erat dan tidak ingin melepaskannya.


" Tuan, apa Anda tidak papa? Nona, kau juga baik-baik aja kan?." Tanya Asisten li.


" Kenapa kau lama sekali, aku hampir kehilangan nyawaku karena kau terlambat." Ujar Zavier dengan marah.


" Tuan, tolong Maafkan saya! saya, saya.." Ucapan Asisten li terhenti karena Lisa memotongnya.


" Sudah, sekarang cepat bawa Zavier ke Rumah Sakit, dia terluka parah." Ujar Lisa dengan cemas.


" Baik, Nona."


Zavier di bawa ke Rumah Sakit dengan Ambulance yang telah di siapkan Asisten li. Di perjalanan Zavier sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya, hingga menyebabkan Zavier pingsan tidak sadarkan diri.


" Zavier, zavier? kau kenapa, bangun Zavier, Zavierr." Lisa menangisi Zavier karena tidak sadarkan diri.


Di Rumah Sakit, semua dokter dan suster berlarian untuk menyelamatkan nyawa Zavier yang telah kehabisan darah akibat luka di lengannya. Kecemasan Lisa semakin kuat dan takut kehilangan Zavier, Lisa merasa bersalah karena selalu menyusahkan Zavier.


" Nona, nona tenang aja, tuan pasti akan baik-baik aja, percayalah kalau tuan itu kuat dan tidak akan mati, hanya karena luka di lengannya." Asisten li berusaha membuat Lisa tenang.


" Iya, tapi tetap aja aku tidak bisa tenang sebelum mengetahui kalau Zavier baik-baik aja." Ucap Lisa sambil menangis.

__ADS_1


" Ada apa ini, kenapa Zavier bisa terluka? katakan padaku siapa yang menyebabkan semua ini? Asisten li, kenapa kau diam saja? jawab aku!." Teriakan tuan Sanjaya membuat Lisa gemetar ketakutan.


BERSAMBUNG


__ADS_2