
Di kediaman zavier.
Zavier pergi ke kamarnya untuk melihat keadaan lisa, sambil membawakan makanan untuk lisa agar lisa tidak sakit. walau pun terluka zavier tetap mengkhawatirkan lisa yang belum sarapan dari tadi pagi.
"BIBI ANN, TOLONG SIAPKAN MAKANAN BUAT LISA." ujar zavier sambil menahan sakitnya yang sedang di obati sama dokter pribadinya.
"BAIK, TUAN." lantas bibi ann pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk lisa.
"TUAN, MAKANAN NYA UDAH SIAP, BIAR BIBI ANTAR SEKARANG YA." bibi ann hendak ingin pergi menemui lisa di dalam kamar.
"TIDAK USAH BI, BIAR AKU AJA." zavier berdiri dan menghampiri bibi ann, dan mengambil makanan nya.
Bibi ann tidak bisa berkata-kata, karna zavier mengambil makanan yang ada di tangan bibi ann kemudian pergi ke kamar. zavier membukakan kuncinya dan memanggil lisa.
"LISA LISA, MARI MAKAN DULU, KAMU BELUM MAKAN APA PUN DARI TADI." zavier masuk ke dalam dan mencari lisa, karna lisa tidak ada di kasur.
Zavier kaget ketika melihat lisa sedang terbaring di lantai dan di penuhi dengan darah, zavier mengecek detak jantungnya dan untungnya masih ada, zavier segera menggendong lisa untuk di bawa ke rumah sakit karna keadaannya sangat darurat. walau pun zavier sedang terluka tapi zavier melupakan lukanya yang ada di badannya karna zavier lebih mementingkan keadaan lisa.
"TUAN? ADA APA DENGAN NYONYA?." asisten li segera berlari dan membantu zavier memegang lisa.
"SUDAH TIDAK ADA WAKTU LAGI, CEPAT SIAPKAN MOBIL!." zavier terburu-buru membawa lisa ke luar.
"BA, BAIK TUAN." asisten li cemas dengan keadaan lisa yang tidak sadarkan diri dan tangannya di penuhi dengan darah.
"TUAN, BIBI JUGA IKUT, BIBI KHAWATIR DENGAN KEADAAN NYONYA." bibi ann berlari dan masuk ke dalam mobil.
di perjalanan zavier marah-marah, karna jalanan macet hingga membuat perjalanan menuju ke rumah sakit terganggu.
"SIAL, KENAPA BISA MACET SEPERTI INI?." zavier memukul jendela mobil dengan kesal karna jalanan macet total.
__ADS_1
"TUAN? KITA HARUS BAGAIMANA? APA KITA AKAN MENUNGGU DI SINI, SEDANGKAN NYONYA SANGAT MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN MEDIS DENGAN SEGERA." asisten li dan bibi ann cemas dan khawatir karna lisa tidak ada tanda-tanda sadar juga.
Tak banyak bicara zavier langsung menggendong lisa dan keluar dari mobil. sontak membuat asisten li dan bibi ann takut dan kasihan karna demi menyelamatkan nyawa lisa, zavier rela keluar dari mobil dan jalan kaki menuju rumah sakit, dengan luka yang baru di balut, membuat luka zavier terbuka lagi dan menyebabkan berdarah karna lukanya tertekan akibat menggendong lisa.
"TUAN, ANDA MAU KEMANA?." asisten li bertanya sama zavier karna zavier keluar sambil membawa lisa.
"AKU AKAN MEMBAWA LISA KE RUMAH SAKIT." zavier keluar dan berlari sambil menggendong lisa.
"ASISTEN LI? BAGAIMANA INI? TUAN JALAN KAKI KE RUMAH SAKIT, APA TIDAK AKAN BAHAYA BAGI LUKA TUAN." bibi ann mencemaskan lisa dan zavier, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"ITU AKAN MEMBUAT FATAL, JIKA TERLALU LAMA TIDAK DI OBATI MAKA AKAN INFEKSI LUKANYA." saut asisten li dengan bingung, karna harus berbuat apa dalam situasi begitu.
tak lama kemudian sampai di rumah sakit.
"DOKTER DOKTER DOKTER, BANTU ISTRIKU YANG SEDANG KRITIS, CEPAT." zavier berteriak dan masuk ke dalam rumah sakit.
dokter dan suster segera membantu lisa dan membawanya ke ruang ICU. zavier ter-engah-engah karna menggendong lisa dengan jarak yang sangat jauh dalam kondisi tidak stabil membuat zavier kelelahan.
"SUS, CEPAT BANTU BAWA TUAN KE RUANG IGD." suster berteriak dengan panik.
zavier segera di bawa ke ruang IGD, untuk mendapatkan pertolongan karna lukanya sangat parah dan tubuhnya melemah. tak lama kemudian asisten li datang bersama bibi ann, mereka berdua panik ketika mengetahui kalau tuan nya jatuh pingsan.
"DOK? BAGAIMANA KEADAAN TUAN KAMI?." tanya asisten li dengan cemas.
"DIA BAIK-BAIK AJA, TAPI LUKA YANG DI DERITANYA SANGAT SERIUS, HINGGA MENYEBABKAN INFEKSI KARNA TERLALU LAMA MEMBAWA BEBAN YANG BERAT." dokter sangat senang karna tubuh zavier kuat, dan tidak selemah yang dia lihat.
"AH! SUKURLAH, TERIMA KASIH DOK." asisten li dan bibi ann senang karna zavier baik-baik aja,
asisten li masuk ke ruangan zavier untuk menjenguknya, sedangkan bibi ann pergi ke ruangan lisa dan memastikan bahwa keadaan lisa baik-baik aja.
__ADS_1
"NYONYA? SADARLAH! JANGAN MEMBUAT SEMUA ORANG PANIK, KITA SANGAT MENGKHAWATIRKAN KEADAAN NYONYA, APA LAGI TUAN, DIA JUGA SANGAT SAYANG SAMA NYONYA." gumaman bibi ann sambil memegang tangan lisa.
seketika jari tangan lisa bergerak satu persatu, dan mulai membuka matanya, dengan senang bibi ann menangis karna akhirnya lisa sadar dari kritisnya.
"NYONYA? NYONYA UDAH SIUMAN?." dengan senang bibi ann tak sengaja mengeluarkan air mata bahagianya.
"DOKTER DOKTER DOKTER. CEPAT PERIKSA NYONYA KAMI!." dengan teriakan bibi ann berdiri dan mengusap air matanya dan berlari keluar mencari dokter.
"BAIKLAH, ANDA TUNGGU DI LUAR, BIAR KAMI YANG MENANGANI PASIEN." dengan terburu-buru dokter segera masuk dan memeriksa keadaan lisa.
" PASIEN BAIK-BAIK AJA, SAYA SANGAT KAGET KETIKA MENGECEK KEADAAN NYA, DAN PASIEN UDAH TIDAK KRITIS LAGI, BAHKAN TUBUHNYA UDAH NORMAL LAGI DAN TIDAK LEMAH SEPERTI TADI." ucap dokter dengan heran karna lisa sangat beruntung dengan lukanya bisa sangat cepat sembuh.
"AH? BENARKAH? ITU BAGUS, TERIMA KASIH DOK." bibi ann senang karna lisa udah siuman dan di nyatakan udah melewati masa kritisnya.
"NYONYA? APA NYONYA MERASA BAIKAN SEKARANG? APA MASIH ADA YANG SAKIT?." bibi ann terus mencemaskan lisa.
" AKU TIDAK PAPA." dengan wajah yang dingin lisa berkata tanpa tersenyum sama bibi ann.
bibi ann kaget karna lisa bersikap dingin padanya, bahkan lisa mengalihkan pandangannya. bibi ann segera pergi menemui zavier dan akan memberitahukan keadaan lisa.
" TUAN, APA TUAN BAIK-BAIK AJA?." tanya bibi ann dan menghampiri zavier.
" BAGAIMANA KEADAAN LISA? APA DIA BAIK-BAIK AJA? APA DIA MENCARIKU ATAU APA?." zavier segera beranjak dari ranjang dan ingin mengetahui keadaan lisa.
kemudian bibi ann menceritakan keadaan lisa, dan sikapnya, zavier tertegun ketika mendengar sikap lisa yang berubah dan seolah-olah tidak mengenal siapa pun yang ada di depannya.
"Apa? apa mungkin lisa kehilangan ingatannya? tapi kan lisa hanya tergores oleh gunting di bagian tangannya, apa mungkin ngaruh pada gangguan memorinya." gumaman zavier dengan heran.
" ASISTEN LI, PANGGILKAN DOKTER SEKARANG." zavier kembali berbaring karna kecewa dengan perubahan sikap lisa.
__ADS_1
"BAIK, TUAN." asisten li segera pergi mencari dokter.
BERSAMBUNG