Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part160


__ADS_3

“ Bagus Mika, bagus! sandiwaramu membuat ayah dan tuan Fhui tunduk padamu.” batin Zavier dengan tenang.


“ Sepertinya Zavier puas dengan aktingku, tidak sia-sia aku memohon untuk Brian ba*ingan itu. Sekarang Zavier bisa tersenyum seperti itu, membuatku terenyuh seketika.” batin Mika mengusap air mata palsunya.


“ Mika, ayah pikir kamu harus ikut ayah pulang. Ayah tidak mau kamu kenapa-kenapa di sini, hari ini ayah menyaksikan sendiri betapa menyedihkannya kehidupanmu setelah menikah dengan Brian.” tuan Fhui menyentuh pipi Mika dengan tatapan rasa sayangnya pada seorang putri.


“ Pulang?!.” gumam Mika dengan kaget.


“ Tuan Fhui apa maksudmu? Anda tidak bermaksud.” tuan Sanjaya berbicara dengan terkejut.


“ Kenapa tidak? aku tidak mau putriku tersakiti di sini. Tuan Sanjaya, aku rasa lebih baik kita akhiri saja perjanjian kita, aku tidak mau mengorbankan putriku dalam bisnisku.” tuan Fhui menatap tuan Sanjaya dengan perasaan bersalah.


“ Hahah! mengakhiri perjanjian kita?! Anda lucu sekali tuan. Kenapa tidak dari dulu kamu mengatakan hal ini, aku sudah tidak tahan dengan tingkah laku putrimu yang tidak punya sopan santun itu.” tuan Sanjaya malah tertawa dengan puas dan bertepuk tangan.


Semua orang yang ada di situ tercengang dengan perkataan tuan Sanjaya, termasuk Zavier yang tidak mengetahui rencana tuan Sanjaya.


“ Apa maksud dari perkataanmu tuan Sanjaya?! jangan bermain-main denganku.” tuan Fhui sedikit emosi melihat ekspresi tuan Sanjaya.


“ Siapa yang bermain-main denganmu? dari dulu sampai sekarang tidak ada dalam bisnisku yang namanya bermain-main, apa lagi bercanda sampai membawa nama perusahaan besarku.” jawab tuan Sanjaya dengan sinis.


“ Katakan dengan jelas! jangan berbelit-belit lagi denganku!.” teriak tuan Sanjaya tidak sabaran.


“ Apa yang harus aku jelaskan, semuanya ada di rumahmu, kamu boleh pergi dan lihat apa yang sudah terjadi pada keluargamu.” berbicara sambil menyeringai.


Tuan Fhui memandang Mika, kemudian teringat pada nyonya Fhui dan keluarga besarnya yang ada di rumah.


“ Apa yang kau lakukan pada keluargaku? kamu benar-benar bi*dab! jika sesuatu terjadi pada istriku atau ibuku, aku tidak akan memaafkanmu.” tuan Fhui menggertak gigi dan menunjuk tuan Sanjaya dengan tangan gemetar.


“ Aku tidak butuh permintaan maafmu. Silahkan angkat kaki dari rumahku.” menunjuk ke arah pintu yang terbuka lebar.


“ Ayah? apa yang terjadi?.” Mika belum mengerti apa-apa.


“ Mika, ayo kita pulang.” tuan Fhui menarik tangan Mika dan keluar dari kediaman Sanjaya.


“ Ayah, kenapa menarikku? memangnya apa yang di lakukan ayah mertua pada kita?.” Mika terus bertanya sambil berlari.


“ Ayah tidak tahu. Berdoa 'lah untuk keselamatan ibumu dan nenekmu.” ucap tuan Fhui memasukan Mika ke dalam mobil.


Mika menangis dan berpikir tuan Sanjaya melakukan kejahatan pada ibunya.


“ Ayah, apa maksud dari perkataanmu? kau tidak berencana membinasakan mereka bukan?.” tanya Zavier menatap tuan Sanjaya.

__ADS_1


Tuan Sanjaya duduk di sofa dengan perasaan lega, merasa puas karena rencananya hampir berhasil sesuai keinginannya.


“ Pengawal, berikan surat itu pada Zavier. Biarkan dia melihatnya.” teriak tuan Sanjaya.


Zavier membuka surat itu dengan ragu, tapi Zavier ingin tahu rencana apa yang sudah di lakukan tuan Sanjaya pada keluarga Fhui.


“ Ini.” Zavier tercengang setelah baca surat itu, berkas yang membuktikan bahwa tuan Fhui dengan suka rela menyerahkan semua harta kekayaan miliknya termasuk perusahaan Fhui yang hampir berjalan selama 30 tahun itu. Di berikan pada tuan Sanjaya sebagai tanda permintaan maaf karena telah mencoreng nama baik perusahaannya karena ulah Mika putrinya.


“ Ayah kau??.” Zavier menatap tuan Sanjaya dengan heran.


“ Kenapa, bukankah dulu juga melakukan hal seperti ini. Ini bukan kali pertama kita, untuk apa kamu terkejut?.” dengan santainya tuan Sanjaya menyalakan rokok.


“ Ayah! apa yang kau maksud?.” Zavier mulai tidak enak hati dengan perkataan tuan Sanjaya.


“ Jangan pura-pura bodoh Zavier, kau dan aku berbisnis di dunia ini sudah lama. Untuk apa bertanya lagi padaku?.” ucap tuan Sanjaya membenarkan tebakan Zavier.


“ Jadi sebelumnya ayah juga melakukan ini pada.” Zavier tidak ingin menyebut orang itu.


“ Benar, aku juga yang menghabisi mereka. Itu sebabnya aku melarangmu jatuh cinta padanya, aku tidak mau rahasiaku terbongkar dengan adanya dia di sisimu.” berbicara dengan serius.


“ Ayah kau!!.” bentak Zavier meremas berkas itu.


Nyonya Ratih tidak pernah mengerti dengan bisnis, maka dari itu nyonya Ratih pergi mengejar Mika, memastikan Mika dan keluarganya baik-baik saja.


“ Ibu kau mau ke mana?.” terkejut.


“ Biarkan saja dia, dia terlalu menyayangi anak itu.” ucap tuan Sanjaya membahas Mika.


Zavier berjalan keluar dengan langkah besar, berharap tidak terjadi apa-apa pada keluarganya.


“ Zavier, jangan lupa, aku melarangmu jatuh cinta pada siapa pun, karena itu akan membuatmu buta dan lupa dengan bisnis kita.” tuan Sanjaya berbicara saat Zavier berjalan menjauh.


“ Terlambat! kau akan memiliki cucu keduamu. Jangan coba-coba sakiti dia, dia ibu dari anak-anakku.” berhenti melangkah dan menjawab perkataan tuan Sanjaya tapi enggan menengok.


Tuan Sanjaya terdiam, mematikan rokok dan pergi ke kamarnya.


“ Ternyata benar dugaanku, Lisa hamil lagi. Sekarang aku tidak punya kesempatan untuk mengusirnya dari sisi Zavier.” gumam tuan Sanjaya sambil mondar-mandir.


Di Villa.


Lisa sedang asik duduk di depan kolam renang, sambil memakan makanan ringan dengan angin yang sejuk membuat Lisa betah tinggal berlama-lama di pinggir kolam.

__ADS_1


“ Sayang? Lisa istriku, di mana kamu?.” sapa Zavier berlari masuk ke rumah.


Lisa mendengar suara Zavier yang terus memanggilnya.


“ Zavier sudah pulang? bayi kecil, ayahmu sudah pulang, rindu tidak sama ayah?.” gumam Lisa sambil mengelus perutnya.


“ Sayang.” membuka pintu halaman belakang.


“ Aku di sini. Di kolam renang.” sahut Lisa dengan gembira.


Zavier segera berjalan menuju kolam renang, setelah melihat Lisa dalam keadaan baik-baik saja Zavier langsung memeluk Lisa dan enggan melepaskannya.


“ Hmm! sayang, ada apa?.” Lisa menepuk punggung Zavier dengan lembut.


“ Tidak ada, aku hanya merindukanmu.” melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepala agak sedih.


“ Benar? tidak apa-apa.” tidak percaya setelah melihat ekspresi Zavier.


“ Iya sayang.” mengangguk.


Lisa merapihkan dasi Zavier yang berantakan.


“ Sudah makan belum? kita cari makanan enak di luar yuuk!.” ajak Zavier menyentuh wajah Lisa.


“ Aku sudah kenyang.” Lisa menunjuk ke meja yang penuh dengan makanan.


“ Sebanyak itu?!.” terkejut.


Lisa mengangguk sambil tersenyum malu.


“ Uuhh, sayang. Kenapa hmm? malu? jangan malu, aku senang kamu banyak makan seperti itu. Bayi kita pasti gemuk setelah lahir, Cubby sepertimu.” memeluk Lisa sambil mencubit pipi Lisa yang mulai berisi.


“ Jangan bilang aku gemuk! aku tidak suka.” cemberut.


“ Iya-iya, tidak akan lagi deh. Maafin aku ya.” Zavier membiarkan Lisa berada di pelukannya lebih lama.


Zavier berpikir betapa kejamnya dirinya pada Lisa, bahkan orang tua Lisa terbunuh Zavier tidak mengetahuinya. Zavier merasa bersalah karena tidak bisa menolong orang tua Lisa waktu itu, kini hanya penyesalan karena membiarkan tuan Sanjaya membunuh orang tua Lisa.


“ Ayah benar-benar kejam. Dia menjauhkan Lisa dari orang tuannya untuk selamanya, jika aku tahu aku akan jatuh cinta pada Lisa. Mungkin saja waktu itu aku akan memohon pada ayah untuk membiarkan mereka hidup bersama putrinya.” batin Zavier mencium jidat Lisa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2