Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part52


__ADS_3

Zavier pergi ke kamarnya dan meninggalkan Lisa sendirian, Lisa sangat Kecewa dengan apa yang telah di ucapkan Zavier padanya, membuat Lisa sakit hati dan sangat Hancur berkeping-keping. Tak di sadari air Mata jatuh tak tertahankan, Lisa terduduk di lantai sambil menangis.


" Jika dia benci padaku, setidaknya dia jangan bicara begitu padaku, karena bagaimana pun aku adalah Ibu kandung Darvi, aku juga tidak ingin Darvi kenapa-kenapa, makanya aku mau tinggal di sini denganmu Zavier." gumam Lisa sambil menangis.


Zavier melihat Lisa dari kejauhan sedang menangis di lantai. Zavier tak kuasa melihat Lisa menangis karena ucapannya yang menyakiti hati Lisa.


Lisa tertidur di sofa dengan nyaman dan merasa lega karena sudah menangis sepuasnya. Zavier keluar dari kamarnya karena mau mengecek apakah Lisa sudah kembali ke kamarnya apa belum.


" Dia tertidur di sofa?." Zavier tertegun ketika melihat Lisa.


Zavier turun ke bawah membawa selimut, dengan hati-hati Zavier menyelimuti Lisa dengan Tulus sambil memandangi wajah Lisa, Zavier tersenyum karena Lisa tidur seperti anak kecil yang tak tahu tempat tidur sendiri.


Hari telah pagi.


Darvi melihat Lisa tertidur di sofa sangat kaget, dan langsung membangunkan Lisa dengan pelan-pelan.


" Ibu, ibu. Bangun bu! ini udah siang." ucap Darvi.


" Ahh, kenapa berisik sekali sih." ucap Lisa.


" Ibu??."


Waahhhh!


Lisa berteriak karena Darvi mengagetkan Lisa yang sedang tidur.


" Darvi.. Kau sudah bangun nak?!." Lisa beranjak karena kaget.


" Ibu, kenapa kau tidur di sofa? dan semalam aku mencarimu di kamar tapi kau tidak ada." tanya Darvi dengan serius.


Dengan ucapan Darvi yang seperti itu, membuat Lisa bingung harus menjawab apa pada Darvi.


" I.. Ibu.. Ibu dari.." ucapan Lisa terhenti karena Zavier berbicara.


" Dari luar. Bukankah begitu Lisa?." Zavier turun dari tangga.


" Apa maksudnya? apa dia mencoba menjelek-jelekan aku di depan Darvi. Dasar tak tahu malu." gumam Lisa.


" Darvi, Ayah mau mengajakmu pergi ke Kediaman Sanjaya. Apa kau mau ikut denganku?." tanya Zavier.


" Apa ibu ikut dengan kita?." tanya Darvi.


" Tidak! kau bisa mengajaknya jika kau mau." ucap Zavier.

__ADS_1


" Ibu?.." Darvi.


" Ibu, ibu tidak bisa nak." Lisa bingung harus jawab apa.


" Buu?!."


Lisa melihat Darvi yang menginginkannya ikut dengan Darvi ke kediaman Sanjaya, membuat Lisa tidak bisa menolak, ketika Darvi merubah ekspresinya menjadi Anak Anjingg yang Imut. Tapi Lisa bingung karena Zavier tidak menginginkannya ikut ke kediaman Sanjaya.


" Baiklah, Ibu akan ikut denganmu." Lisa terpaksa ikut ke kediaman Sanjaya.


Zavier dan Darvi menunggu Lisa yang sedang bersiap di kamarnya. Tak lama kemudian Lisa menghampiri Darvi, dengan pakaian yang Elegant, membuat Zavier terpesona dengan ke Cantikannya. Wajah Zavier merona karena tak bisa menyembunyikan kalau dirinya terpesona dengan Kecantikan Lisa.


" Yuuk! kita berangkat sekarang!." ucap Lisa.


" Ahh? Iya, ayo berangkat sekarang!." Zavier menjawab dengan Gugup dan salah tingkah.


Karena Malu, Zavier berjalan duluan dan meninggalkan Darvi bersama Lisa. Lisa bingung dengan sikap Zavier yang tiba-tiba bersikap aneh padanya.


Zavier mengemudi sendiri tanpa sopir, karena tidak mau orang lain berada di dalam mobil kecuali mereka bertiga. Lisa duduk di belakang dengan Darvi, Zavier terus memandangi wajah Lisa yang sedang bercanda sama Darvi.


" Kenapa detak Jantungku berdebar kencang begini ya? apa mungkin aku sakit Jantung!." gumam Zavier sambil melihat Lisa dari kaca depan.


" Ibu, apa kau tidak papa ikut pergi ke rumah kakek nenek?." tanya Darvi.


" Tidak papa dong! iya kan, Lisa?." ujar Zavier yang tiba-tiba menjawab perkataan Darvi.


" Aahh?? Iya, tidak papa kok. Hehee.."


Ketika di perjalanan menuju Kediaman Sanjaya. Tiba-tiba Darvi meminta Zavier berhenti di pinggir jalan. Dengan senangnya Darvi meminta Ibunya untuk turun dan menemani dirinya membeli Jajanan yang di sukainya.


" Eumm.. Ibu tolong berhenti di depan sana ya. Aku mau membeli Jajanan dulu sebentar."


" Iya nak. Zavier tolong berhenti dulu sebentar." Ujar Lisa.


" Tidak, aku tidak punya banyak waktu untuk hal yang sepele seperti itu. Aku harus cepat-cepat ke Kediaman Sanjaya." Saut Zavier.


" Ibu??.." Darvi merenge karena Zavier tidak mengijinkannya keluar untuk membeli Jajanan kesukaannya.


" Baiklah, kau jangan Ngambek lagi ya. Bilang dulu, Terima kasih Ayah. Nanti ayah akan mengantarmu membelinya." Zavier membujuk Darvi yang sedang Marah.


Darvi semakin Marah dan tak berkata apa pun. Karena Zavier selalu memaksanya dengan hal yang tak penting. Lisa membujuk Darvi agar mau turun membeli Jajanan kesukaannya.


" Sudah-sudah, jangan Ngambek lagi ya. Biar Ibu yang membelikannya untukmu, kamu tunggu di sini." Ujar Lisa.

__ADS_1


Lisa turun dari mobil dengan pakaian yang Indah dan Mencolok. Semua orang melihatnya dengan kagum, Apa lagi para Lelaki yang tak berhenti menatapnya.


" Pak, tolong bungkus 1 Jajanannya ya."


" Baik Nyonya."


Penjual Jajanan itu segera membungkusnya dan langsung di berikan pada Lisa. Lisa memberikan sejumlah Uang yang banyak sama penjual itu, kaget dong. Karena Lisa memberikan Uang terlalu banyak membuat penjual itu menolaknya, dan mengembalikan Uang kembaliannya dan kelebihannya.


" Nyonya, tunggu!. Uangnya terlalu banyak, ini saya kembalikan." Ucap penjual itu.


" Tidak usah pak, buat bapak aja kembaliannya. Mohon di terima ya pak." Lisa menolak uangnya.


" Terima kasih nyonya." penjual itu senang karena di beri Uang.


Lisa berjalan terburu-buru karena Darvi memanggilnya dari mobil. Ketika Lisa hendak Sampai di depan mobil, tiba-tiba datang Motor yang berlaju dengan cepat membuat Lisa tak bisa menghindar dari kecelakaan itu.


Tidaakk!


Lisa berteriak sekencang mungkin karena terkejut.


Seseorang datang menyelamatkan nyawa Lisa dari kecelakaan itu, dialah Presdir Alvin yang sudah lama mencari Lisa kemana-mana. Lisa sangat bersukur karena dirinya di selamatkan Presdir Alvin.


" Terima kasih, kamu sudah menyelamatkanku." Ujar Lisa.


" Sama-sama." saut Presdir Alvin sambil tersenyum.


" Lisa, apa kamu tidak papa?." Tanya Zavier.


" A.. Aku.. Aku tidak papa." Lisa segera melepaskan pelukan Presdir Alvin.


" Sini biar kulihat, aku takut kamu kenapa-kenapa." Zavier menarik tangan Lisa.


Zavier Cemburu melihat Alvin yang menyelamatkan Lisa dan memeluknya. Zavier memberikan kode dengan memelototi Alvin agar Alvin menjauh dari Lisa. Alvin hanya tersenyum Lucu melihat Zavier yang Cemburu padanya.


" Kalau gitu aku pergi dulu ya, karena kau tidak papa kan sekarang?." Tanya Alvin.


" Iya, aku tidak papa. Terima kasih karena udah menyelamatkan aku tadi." Ujar Lisa.


" Tidak masalah, lain kali hati-hati ya. Jangan bengong di jalanan karena itu sangat berbahaya bagi keselamatanmu."


" Darvi, Paman pergi dulu ya! jaga Ibumu baik-baik jangan sampai Ibumu terluka lagi seperti dulu." Alvin berkata sambil tersenyum sama Darvi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2