Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part109


__ADS_3

Di gua.


Di pagi hari Li datang menggunakan Helikopter.


“ Tuan, apa Anda baik-baik saja?.”


Li terkejut melihat Zavier dan Lisa tertidur saling berpelukan tanpa pakaian. “ Maaf tuan, saya tidak melihat apapun, sungguh, maafkan saya tuan.” Li malah histeris karena melihat yang seharusnya tidak boleh di lihat.


“ Apa yang kau lakukan di sana?! cepat ambilkan aku kain untuk menutupi Lisa.” dengan dingin.


“ Ba, baik tuan, saya akan pergi sekarang.” Li segera mengambil selimut yang telah ia siapkan.


Zavier beranjak dan memakai celana.


“ Tuan, saya sudah membawakan selimut untuk Anda.” Li sengaja membelakangi Zavier karena tidak boleh melihat Lisa tanpa pakaian.


“ Tetap diam di situ. Jangan gerak sampai aku menyuruhmu.”


“ Iya tuan, baik.” Li gemetar.


Zavier menyelimuti Lisa dengan tertutup dan menggendongnya. Helikopter menunggu di depan gua agar Zavier tidak perlu turun dari tebing.


Zavier melihat Li yang terus berdiri sambil menutup matanya. “ Apa kau akan tetap di sana.”


“ Hah! tapi tuan? apa boleh saya membuka mata?.”


“ Terserah kau saja, cepat naik jangan menunda waktuku.” teriak Zavier.


“ Baik tuan, saya naik sekarang, maafkan saya.” Li segera naik ke Helikopter.


“ Hemm! di mana ini?.” Lisa terbangun karena suara Helikopter yang begitu keras.


“ Kita akan segera sampai, kau tidurlah dulu, nanti akan aku bangunkan setelah sampai.” Zavier menyelimuti Lisa dengan rapih.


“ Baiklah.” Lisa kembali tidur.


Sesampainya di Villa. Zavier turun dari Helikopter dengan menggendong Lisa, Mika yang tengah duduk di kursi tamu berdiri dan syok melihat keromantisan kedua pasangan ini.


“ Zavier? kamu dari mana saja? sudah 3 kali aku datang ke Villa ini tapi kamu tidak ada di rumah, apa kau tahu dari pagi aku sengaja menunggumu di sini sampai sekarang.” teriak Mika.

__ADS_1


Zavier mengabaikan Mika yang terus mengoceh padanya, Zavier masuk tanpa menyapa Mika yang ada di depannya.


“ Apa?! benar-benar kurang ajar! dia sengaja mengabaikanku. Kau keterlaluan Zavier.” batin Mika dengan kesal.


Mika mengikuti Zavier masuk ke Villa dan berdiri di tengah rumah sambil melihat Zavier membawa Lisa naik ke atas.


Setelah menidurkan Lisa di ranjang, Zavier pergi ke toilet untuk membersihkan diri. Zavier segera bersiap untuk pergi ke kantor, Lisa yang masih tidur tidak tahu kalau Mika datang dan membuat ulah di Villa.


“ Zavier kau mau pergi ke mana? aku sudah lama menunggumu tapi kamu malah pergi meninggalkan aku.” Mika sangat marah karena Zavier mengacuhkannya.


Zavier membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Mika Fhui tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bagus untuk menghajar Lisa yang masih tertidur di kamarnya, dengan penuh keberanian Mika menerobos masuk sampai di depan pintu kamar, 2 Bodyguard sedang berjaga di kamar Lisa dengan wajah yang seram.


“ Aku beri kalian uang 2 juta Yuan, asal kalian minggir dari sana. Bagaimana?.” dengan bangga.


“ Maaf nona, kami di sini untuk menjaga nyonya muda Sanjaya, jadi tolong Anda pergi dari sini.”


“ Cih! jangan bersikap polos di depanku, aku tahu kalian mau uang ini kan? kalian tenang aja, aku akan berikan uangnya asal kalian mau bekerja sama denganku.”


“ Nona, apa Anda tidak mendengar perkataanku tadi, aku tidak akan melakukan itu, tolong nona jangan buat keributan di sini, takutnya nyonya muda akan bangun karena terganggu.” Bodiguard itu masih santai dan mencoba membuat Mika pergi dari Villa.


“ Oo, aku tahu sekarang, mungkin karena uangnya kurang kan? aku akan menambahkan uangnya asal kalian mau mendengarkan perkataanku.”


“ Bagaimana dengan 5 juta Yuan?.” Mika terus menaikan harganya.


Bodyguard itu sangat tertarik dengan uang yang di tawarkan Mika, tapi Bodyguard itu berpikir panjang, karena kalau mereka mengkhianati Zavier maka resikonya akan besar, bukan hanya akan mati, tapi uang itu juga tidak akan sempat di pakai karena Zavier akan membunuhnya tanpa ampun.


“ Maaf nona, lebih baik Anda pergi sebelum kami memaksa Anda keluar dari sini.” Bodyguard itu menunjuk ke arah pintu keluar.


“ Hmm, rupanya mereka sangat setia pada tuannya, aku harus memikirkan cara lain tanpa bantuan dari kedua orang ini, aku tidak boleh kalah dari mereka.” batin Mika Fhui.


Mika Fhui berhasil mendorong pintunya dan menerobos masuk ke dalam kamar Lisa.


“ Kenapa ribut sekali?.” Lisa terbangun.


“ Lisa dasar kau jalang! aku akan membunuhmu sekarang. Rasakan ini!.” teriak Mika dengan penuh amarah.


Zavier melihat kejadian itu dari cctv yang ada di mobilnya, Zavier panik dan segera memutar balik mobil.


“ Berani-beraninya kamu Mika! awas saja kalau sampai istriku kenapa-napa, aku akan membunuhmu dan seluruh keluargamu.” gumam Zavier.

__ADS_1


Lisa sangat terkejut melihat Mika membawa pisau dan berlari ke arahnya, Lisa hanya pasrah karena tidak sempat menghindar dari Mika.


“ Apa aku akan mati dengan keadaan seperti ini? tidak, aku tidak boleh mati karenan Mika wanita jalang ini, aku harus menahan pisaunya.” batin Lisa dengan penuh keberanian.


Saat Lisa mau menahan pisau itu, untung saja Bodyguard lebih cepat dan menangkap Mika, dan pada akhirnya satu Bodyguard itu terluka karena tusukan dari pisau itu, belum lagi pisau itu telah di lumuri racun yang akan menyebar ke seluruh tubuh melalui darah.


“ Lepaskan aku! lepaskan! aku akan membunuh wanita jalang itu sampai aku puas. Lepaskan!.” teriak Mika Fhui.


“ Apa nyonya muda baik-baik saja? mafkan kami karena lalai menjagamu.”


“ Aku tidak apa-apa.” Lisa mengelus dada dan merasa terlindungi.


Brak!


“ Sayang apa kau baik-baik saja?.” Zavier datang menghampiri Lisa yang masih di ranjang.


“ Aku tidak apa-apa sayang, tapi dia, dia sudah berkali-kali mencoba membunuhku, dan berkali-kali gagal pula, aku rasa dia sudah bosan hidup.” Lisa terlihat menakutkan saat dirinya hampir terbunuh.


“ Aku pikir begitu, jadi apa yang akan kau lakukan? apa aku perlu membantumu mengurusi wanita gila ini?.” dengan dingin menatap Mika.


“ Apa?! wanita gila! aku tidak menyangka kalau Zavier akan berkata demikian tentangku. Bahkan dia tidak pernah melihat pengorbananku selama ini, aku mati-matian berjuang agar bisa menikah dengannya, tapi aku selalu gagal, dan sekarang dia mengatakan kalau aku ini wanita gila.” batin Mika Fhui dengan terkejut setengah mati.


Lisa beranjak dari ranjang dan mendekati Mika, Lisa menodongkan pisau yang di gunakan Mika untuk membunuhnya.


“ Aku beri dua kesempatan untukmu. Mau mati dengan pisau ini, atau dengan pistol milik suamiku? kau boleh pilih sekarang, jika kau mau dengan keduanya aku tidak keberatan sama sekali.” gumam Lisa sambil memainkan pisau itu.


Zavier tertegun melihat tingkah Lisa yang pemberani dan tidak seperti biasanya yang mudah di tindas dan di bohongi. “ Istriku, apa itu kau? atau aku yang bermimpi? kenapa aku bisa melihat kejadian langka seperti ini darimu?!.” batin Zavier.


“ Sudah 10 menit tapi kamu belum ngasih jawaban padaku, apa aku yang harus menentukan pilihan untukmu? baiklah, bagaimana dengan pisau ini? aku ingin kau merasakan bagaimana teriris berkali-kali dengan pisau milikmu ini.”


“ Lisa, jangan keterlaluan kamu! kamu pikir aku takut, aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu itu, malah aku senang dan berniat duel bersama kamu sampai mati.” Mika Fhui malah menyeringai.


“ Mika ini, ada apa dengannya? kenapa dia tidak takut sama sekali dengan ancamanku? apa dia punya nyawa 9 sampai dia tidak takut mati.” batin Lisa dengan keheranan.


“ Kenapa kamu malah diam Lisa? apa kamu takut kalah dan mati bersama denganku? aku sudah tahu kalau kamu hanya seorang pecundang, jangan coba-coba jadi kuat karena di lindungi Zavier.” Mika menertawakan Lisa yang terdiam dan tidak melakukan apapun.


“ Diam! kalian bawa dia pergi dari sini, masukan dia ke penjara bawah tanah, aku akan membunuh keluarganya sebelum membunuh dia. Dia harus merasakan bagaimana kehilangan orang yang paling di cintai di dunia ini.” teriak Zavier.


Mika hanya tersenyum mendengar perkataan Zavier, karena Mika tahu kalau keluarganya bukan orang sembarangan yang bisa di kalahkan dengan mudah. Apa lagi ada ikatan besar di antara keluarga Fhui dan keluarga Sanjaya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2