Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part128


__ADS_3

Di Villa.


Di pagi hari, Zavier bangun lebih dulu dan pergi untuk mandi, seperti biasa setelah selesai mandi Zavier membangunkan Lisa dengan cara memeluk dan mengecup keningnya.


“ Bangun, sayangku istriku bangun, ayo cepat bangun.” ujar Zavier dengan lembut.


“ Emm, aku masih ngantuk.” Lisa enggan bangun dan memeluk Zavier.


Zavier terangsang dan burungnya berdiri tegak.


“ Kebiasaan, memeluk tanpa melihat situasi membuatku tersiksa seperti ini.” batin Zavier sambil menutupi wajahnya dengan sebelah tangan.


Karena tidak mau berlanjut Zavier melepaskan pelukan Lisa agar dirinya dapat mengontrol diri. Zavier tidak ingin kehilangan kendali saat Lisa tidak bisa melayaninya.


Li mengirimi pesan singkat pada Zavier yang berisi. “ Tuan, saya sudah melakukan sesuai perintah dari Anda, ada beberapa tanda yang bisa di pastikan kalau orang yang menyuruh Balin ada di kota A.”


“ Apa? di kota A! siapa dia, berani-beraninya membuat ulah di wilayah kekuasaanku.” batin Zavier dengan kaget.


Zavier melirik Lisa yang masih tidur. “ Masih tidak bangun! kalau begitu kau tidur saja aku akan pergi menemui Darvi dan Laura.” Zavier sengaja memancing Lisa untuk bangun.


“ Apa?! kamu mau bertemu Darvi dan Laura?.” Lisa terkejut seketika dan beranjak dari ranjang.


“ Tentu saja, kemarin sebelum Darvi pergi dia memintaku untuk membawamu pergi bertemu dengannya.” balas Zavier.


“ Benarkah? kamu tunggu sebentar! aku akan pergi mandi sekarang juga.” Lisa berlari ketoilet.


“ Hei, perhatikan langkahmu! jangan sampai terjatuh.” teriak Zavier dengan cemas.


“ Iya-iya aku tidak akan jatuh kamu tenang saja.” balas Lisa dari dalam toilet.


“ Aish, anak ini selalu berkata seperti itu, bagaimana cara dia mengurusi anak-anak kalau dia sendiri masih ceroboh seperti itu, membuatku khawatir saja.” gumam Zavier.


“ Jangan memarahiku, aku mendengarmu dengan jelas di sini.” teriak Lisa seolah-olah mengetahui ucapan Zavier.


“ Hah, tidak, aku tidak mengatakan apapun.” dengan panik.


“ Apa dia benar-benar tahu apa yang aku katakan barusan?.” batin Zavier.


Zavier turun ke bawah dan menunggu di meja makan.


2 jam kemudian Lisa turun dengan pakaian simple dan elegant, memakai jas putih di padu dengan rok hitam dengan rambut di ikat dan poni membuat Lisa tampak cantik dan anggun.


“ Sayang kamu sudah selesai?.”


“ Sudah, apa kamu menungguku terlalu lama?.”


“ Tidak.” Lisa tidak melihat jam sehingga membuat Zavier lama menunggu.

__ADS_1


“ Ayo kita berangkat sekarang.” ujar Lisa.


“ Baik sayang.”


Di perjalanan Zavier terus menggenggam tangan Lisa dan tidak mau melepaskannya, Zavier menggoda Lisa hanya untuk membuat Lisa mau memeluknya dengan inisiatif.


Di kediaman Lisa.


Darvi dan Laura sudah bersiap dan menunggu kedatangan Lisa di depan rumah.


“ Darvi Laura, ibu merindukan kalian.” Lisa langsung memeluk Darvi dan Laura.


“ Aku juga merindukanmu ibu.” ucap Darvi bersamaan dengan Laura.


Darvi mengingatkan Laura agar tidak menyebut ibunya dengan sebutan ibu.


Laura menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan Darvi.


“ Bibi Lisa apa kabar, maafkan aku kemarin pulang tanpa pamitan sama bibi Lisa. Ini salahku yang terus ingin pulang karena harus belajar.” merasa bersalah.


“ Tidak apa-apa, ibu senang kalian bisa belajar bersama. Nanti ibu akan temani kalian mencari sekolah yang bagus.”


“ Tidak apa bu, kami sudah mendapatkan sekolah yang cukup bagus, minggu depan pendaftaran murid akan di buka, aku minta tolong sama ibu dan ayah untuk mendaftarkan kami, karena persyaratannya tidak boleh di wakilkan dan harus orang tua asli yang datang.” ucapan Darvi membuat Lisa terkesan.


“ Ahh, putraku sudah besar ternyata, bahkan dia sudah tidak membutuhkan ibunya lagi untuk mencari sekolahan.” terharu sekaligus sedih.


“ Bukan seperti itu bu, aku berniat sekolah di tempat yang telah kau pilih bu, tapi seseorang datang dan menawarkanku sekolah di tempatnya.”


“ Aku tidak tahu siapa dia, tapi dia sangat baik padaku, dia mengetahui banyak hal tentangmu, itu membuatku percaya padanya dan mau berteman dengannya.”


“ Apa? bagaimana bisa kamu percaya hanya dengan beberapa patah kata, bagaimana kalau dia orang jahat apa kamu tidak tahu kalau dunia ini sangat kejam?.” Lisa tampak marah karena Darvi terlalu percaya pada orang lain.


“ Tapi dia tahu banyak tentangmu dan dia berkata kalau dia temanmu ibu.”


“ Orang jahat akan tahu banyak hal tentang targetnya, apa kamu mengerti Darvi? mulai sekarang aku melarangmu keluar rumah tanpa izin dariku.”


Zavier menyentuh pundak Lisa untuk meredakan amarahnya.


Andra muncul dari belakang dan berkata. “ Apa aku terlihat seperti orang jahat? aku rasa ibumu salah menilai tentangku Darvi kecil.”


Lisa terkejut mendengar suara itu, Lisa langsung menengok ke belakang, betapa terkejutnya Lisa saat tahu itu adalah Andra, sahabat masa sekolahnya.


“ A Andra, apa itu kau? itu benar-benar kamu?.” Lisa tidak percaya bisa bertemu dengan Andra.


“ Iya, apa bakar Lisa? aku harap kau baik-baik saja selama di kota H, aku tidak menyangka kamu bisa kembali dengan putra kecilmu dengan kesuksesan.”


“ Hei, siapa yang kau sebut kecil? aku sudah besar kau jangan meremehkanku ya.” dengan marah Darvi mengepalkan tangannya.

__ADS_1


“ Hahaha, tidak-tidak, aku salah bicara.” Andra mengibaskan tangannya karena takut pada Darvi.


“ Apa-apaan ini, kenapa mereka tampak akrab seperti,, suasana ini tidak asing bagiku, tidak! ini tidak boleh di biarkan.” batin Zavier dengan kesal melihat keakraban mereka bertiga.


“ Emm, anu, aku.” Zavier baru saja berkata sepatah kata tapi Lisa malah berlari memeluk Andra.


Zavier tercengang melihat Lisa memeluk Andra begitu erat, Zavier mengepalkan tangannya karena marah.


Andra terkejut tiba-tiba Lisa memeluknya di depan banyak orang, Andra tidak nyaman terus di lihat Zavier dengan tatapan mematikan.


“ Ehh, anu, Lisa mari kita bicara baik-baik, aku rasa ini tidak perlu.” Andra berniat melepaskan pelukannya.


“ Andra, apa kau tahu aku sangat merindukanmu, selama 6 tahun aku berjuang hidup di negara asing tanpa mengenal siapapun, tapi kamu, kamu selalu mendukungku agar aku kuat dan bisa bangkit lagi. Kamu terlalu banyak membantuku, bukan hanya dengan usaha tapi kamu selalu mengirimiku uang setiap bulannya untuk kebutuhan kami, tapi kenapa kamu malah menghilang tanpa kabar setelah aku sukses dan punya pekerjaan, sangat sulit bagiku untuk mengubungimu, bahkan sudah di kota A pun aku tidak bisa menemukanmu beberapa bulan terakhir.” Lisa meluapkan kerinduannya pada sahabatnya yang sudah banyak berkorban demi dirinya.


Zavier luluh dengan ucapan Lisa pada Andra, hati Zavier sakit dan merintih mendengar kesusahan yang selama ini Lisa rasakan, tanpa di sadari Zavier mengeluarkan air mata.


“ Ayah, dia, meneteskan air mata. Tidak heran pada saat itu ibu sangat membenci ayah, ternyata masalah mereka serumit ini. Aku benar-benar tidak tahu seperti apa kehidupan mereka sebelum aku lahir kedunia.” batin Darvi.


“ Sudah-sudah jangan bahas masa lalu lagi, aku bahagia jika kamu bahagia, yang terpenting sekarang adalah kamu sudah menemukan kebahagian yang belum pernah kamu rasakan di masa lalu.” Andra menepuk punggung Lisa dengan lembut.


“ Iya kamu benar, mungkin Tuhan berpihak padaku, aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu.” Lisa melepaskan pelukannya.


“ Sudah, sekarang kamu bisa bertemu denganku sesering mungkin, kapanpun kamu mau pintu rumahku selalu terbuka untukmu, itu juga tergantung pada suamimu jika dia mengijinkanmu maka aku tidak akan sungkan menemuimu.” Andra sengaja melirik ke arah Zavier.


“ Hemm?.” Lisa juga penasaran apakah Zavier akan mengijinkannya untuk sering bertemu dengan Andra apa tidak.


“ Tentu saja istriku, dia sahabatmu dia juga yang telah menjagamu dan putra kita, aku tidak akan keberatan jika kamu sering menemuinya, kalau bisa ajak dia ke Villa untuk makan bersama. Bagaimana menurutmu istriku?.” senyum terpaksa.


“ Emm, itu ide bagus, bagaimana denganmu Andra, apa kamu mau datang ke Villa kami?.” tanya Lisa.


“ Jika itu tidak akan merepotkan tuan dan kamu dengan senang hati aku akan datang jika ada waktu luang.” penuh hormat.


“ Wah itu bagus, aku akan menyiapkan makanan kesukaanmu waktu sekolah.” senyum bahagia.


“ Itu tidak perlu, jangan merepotkan diri sendiri Lisa.”


“ Tidak apa, itu akan jadi pertemuan pertama kita setelah 6 tahun tidak bertemu.” seperti biasa Lisa bersikap nakal pada Andra dan memukul pundaknya.


Zavier menghampiri Lisa dan memeluknya. “ Kau tenang saja teman, kami akan menyambutmu di Villa. Benar tidak sayang?.”


“ Iya benar yang suamiku katakan.” balas Lisa.


“ Wah kelihatannya ada yang cemburu nih! seru sekali melihat percintaan orang dewasa, membuatku tertarik untuk cepat dewasa.” batin Darvi sambil menahan tawanya.


“ Terima kasih atas undangannya tuan, saya pasti akan meluangkan waktu untuk berkunjung ke Villa Anda.” Andra menerima undangan dari Zavier dengan penuh hormat.


Zavier menganggukan kepalanya dengan senyuman sinis.

__ADS_1


“ Astaga, dia baru saja tersenyum menakutkan seperti itu, dia sungguh berbeda dengan ucapannya, tadi dia mengundangku dengan halus seperti kain sutra, tapi sekarang dia menatapku seperti ingin memakanku. Sebenarnya orang seperti apa yang jadi ayah Darvi? aku benar-benar takut padanya.” batin Andra dengan gemetar.


BERSAMBUNG


__ADS_2