
Arghh!
Teriakan Zavier membuat Lisa panik, dan bingung harus berbuat apa.
" A.. Apa kau tidak papa Zavier?." tanya Lisa dengan panik.
" Aku tidak papa, hanya sedikit sakit di bagian hidungku aja, Aww! hidungku mengeluarkan Darah segar?!." Zavier memegangi hidungnya dan tangannya di penuhi dengan darah.
" Kau! kau berdarah Zavier, biar kulihat!." Lisa mengecek hidung Zavier sambil mendekat.
" Maafin aku zavier, aku tidak sengaja melakukan itu padamu." Lisa merasa bersalah karna terlalu Ceroboh ketika melakukan segala hal.
Ehem!
Zavier mengalihkan pandangannya karna merasa malu melihat Lisa berada di dekatnya.
" Kau kenapa zavier?." tanya Lisa.
Zavier tak menjawab pertanyaan Lisa, hanya menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya. Lisa tidak menyadari kalau dirinya tidak berpakaian sama sekali, tiba-tiba Lisa melihat ke arah badannya dan langsung kaget.
Aahhh!
Lisa berteriak karna merasa malu dari tadi di lihatin Zavier.
" Kau Mesum, Zavier. Dasar tak tahu malu." Lisa bersembunyi di balik selimut karna malu.
" Kau duluan yang tak punya malu, kau menggodaku duluan dengan tubuhmu itu. Dasar Wanita tak tahu diri." Zavier beranjak dari ranjang dan meninggalkan Lisa sendirian.
" Apa?! dia berkata seperti itu padaku, ternyata benar kalau dia hanya berusaha mengujiku, dan ingin mengetahui kalau aku wanita gampangan apa bukan." Gumam Lisa.
Lisa merasa tertipu karena mau tinggal bersama Zavier dalam satu atap, tapi Lisa merasa malu karena Zavier sudah melihat dirinya tak memakai pakaian apa pun. Sampai Lisa tak berani keluar kamar karena tidak mau bertemu dengan Zavier.
Hari telah malam.
Darvi sibuk dengan Kelinci kesayangannya dan terus bermain dengan asik. Tapi Darvi ingat kalau ibunya itu belum turun dari tadi, bahkan belum makan apa pun, Darvi mengira kalau ibunya sedang istirahat, jadi Darvi tidak mau mengganggunya.
Lama kelamaan Darvi mencoba melihat Lisa karna khawatir, Darvi masuk dengan pelan-pelan dan menyalakan lampunya hingga terang, membuat Lisa terkejut.
" Ibu, kenapa kau berdiam di kamar? apa kau sedang sakit?." tanya Darvi sambil mengecek jidat Lisa.
__ADS_1
" Tidak, ibu tidak papa nak. Ibu hanya lelah, makanya ibu diam di kamar untuk istirahat." saut Lisa sambil tersenyum.
Darvi merasa ada yang aneh dengan ibunya itu, karna tidak biasanya Lisa bersikap seperti itu, dari tadi Lisa membujuk Darvi agar Darvi mau tinggal bersama Zavier, tapi baru tinggal sebentar aja Lisa sudah gelisah dan tidak Nyaman.
" Kelihatannya Ibu sangat aneh, padahal tadi dia baik-baik aja, tapi kenapa sekarang ibu malah murung di kamar?." gumam Darvi.
" Pasti ada yang tidak beres dengan Ayah brengsekk itu. Aku harus membuat perhitungan dengannya karna sudah membuat ibu bersedih lagi." Darvi bergegas keluar dengan wajah yang kesal.
" Darvi, kau mau ke mana?." tanya Lisa.
Langkah Darvi terhenti karna Lisa memanggilnya.
" Aku mau ke bawah untuk memberi makan Kelinci baruku ibu." saut Darvi.
Braakk!
Suara pintu terdengar keras, sampai Lisa kaget. Lisa Panik karna sepertinya Darvi sedang marah dan akan berbuat sesuatu di rumah Zavier.
" Darvi.. Tunggu ibu nak!." Lisa beranjak dari kasur dan segera keluar menyusul Darvi.
Lisa berlari dengan terburu-buru karena khawatir Darvi kenapa-kenapa. Tapi Lisa di kejutkan dengan apa yang ia lihat, ternyata Darvi sedang bermain bersama Zavier dan kedua Kelincinya.
" Ibu? kau sedang apa di sana?." tanya Darvi.
" Aahh? ibu.. Ibu sedang.. Tidak, ibu harus istirahat lagi sekarang." Lisa gugup dan berlari ke kamarnya.
" Ibu, kalau kau mau bermain bersama kami, kemarilah!." ujar Darvi sambil melambaikan tangannya.
Lisa buru-buru masuk dan menutup pintu kamarnya, Lisa merasa aneh dengan kelakuan Darvi yang tiba-tiba Akrab sama Zavier, Lisa mondar mandir kesana kemari dan memikirkan apa yang terjadi pada Darvi dan Zavier.
" Aku harus mencari tahu kenapa Darvi bisa secepat itu Akrab sama Zavier, pasti ada apa-apanya." Lisa menggigit ibu jarinya sambil terus berpikir.
Di pagi hari Lisa bangun pagi-pagi sekali, Lisa berniat mau masak buat Darvi. Tapi apa yang terjadi malah sebaliknya, ketika Lisa masuk ke dapur, Lisa terbengong karna di meja makan sudah siap makanan yang banyak dan kelihatannya lezat.
Membuat perut Lisa keroncongan, Lisa pun melihat kesana kemari dan ingin tahu siapa yang memasak masakan sebanyak itu, karna perut Lisa terus bunyi tak tertahankan, Lisa mencoba mencicipi makanannya dengan hati-hati dan waspada.
" Emm.. Nyam nyam nyam.. Lezat sekali makanannya." gumam Lisa.
Lisa tak sadar kalau Zavier sedang mengintipnya di belakang lemari piring, Lisa terus makan dengan lahap, bahkan Lisa sampai lupa kalau makanannya tinggal separo lagi.
__ADS_1
Karna takut ketahuan, Lisa segera membersihkan mulutnya dengan tisu, dengan waspada Lisa berjalan sambil melihat ke belakang karna takut ketahuan.
Bruukkk!
Lisa menabrak Zavier yang tengah berdiri di depannya.
" Aduuhh! siapa si yang ngalangin jalan?!." Gumam Lisa sambil memegang jidatnya karna merasa sakit.
" Oh, ya. Siapa lagi kalau bukan aku yang punya Villa ini!." suara Zavier menyaring.
Deg.. Deg.. Degg..
Jantung Lisa berdebar kencang karna kaget.
" Kau! se.. Sedang apa kau di sini? apa kau tahu kau menghalangi jalanku tahu." Lisa pura-pura marah.
" Seharusnya aku yang bertanya begitu padamu, bukankah perkataanku benar Lisa?!." suara Zavier mengejek Lisa.
" Ma.. Maksudmu apa? aku tidak ngerti." Lisa pura-pura bodoh karna takut ketahuan.
" Kamu lagi ngapain di sini?. Dan sepertinya.. Ada yang baru saja menikmati masakanku." Zavier melihat-lihat makanannya dan semuanya tinggal separo lagi.
Jleebb!
Pikiran dan hati Lisa seperti tertusuk panah dengan ucapan Zavier barusan.
" I.. Itu.. Aku tidak tahu siapa yang makan masakanmu itu." Lisa berbohong karena merasa bersalah.
" Oh, benarkah?." saut Zavier sambil mendekati Lisa.
" Iya aku tidak tahu, terus kau menuduhku memakannya ya. Aku tidak serendah itu kali." Lisa gugup dan membantah karena malu jika ketahuan.
" Siapa yang menuduhmu? Aku tidak menuduhmu! aku hanya bilang kalau masakanku ada yang makan tanpa izin dariku, itu aja kok." ujar Zavier sambil mundur menjauhi Lisa, dan menatapnya dengan tatapan yang ragu.
Lisa terdiam Zavier berkata begitu padanya, Lisa menunduk dan berusaha mencari jalan keluar agar Lisa terbebas dari tuduhan Zavier.
" Atau.. Tikus yang memakannya ya? iya, mungkin juga, di sini kan ada Tikus Idiot yang mau makan makanan orang lain, tanpa izin lagi." Zavier menyindir Lisa dengan keras.
Lisa sudah ketakutan ketika Zavier mau mengatakan sesuatu, tapi Lisa bersukur karna Zavier mengira kalau yang memakan masakannya, Tikus. Tapi Lisa marah karna dirinya di katai Tikus Idiot. Dan makan makanan milik Zavier tanpa seizinnya, sama aja dengan Pencuri.
__ADS_1
BERSAMBUNG