Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part71


__ADS_3

Di Apatemen.


Lisa segera keluar untuk membuka pintunya, Lisa mencoba mengecek lubang intip di pintu kamar Apartemen untuk mengetahui siapa yang datang.


“ Arya? mau apa dia datang ke sini pagi-pagi begini?.” Batin Lisa.


Krek!


“ Arya, apa yang kau lakukan di sini? ini masih pagi sekali, apa kamu tidak pergi ke kantor?.” Pertanyaan Lisa membuat Arya tersinggung.


“ Tidak, aku ke sini karena aku mau mengantarmu untuk menjemput Darvi di RS.” Jawab Arya.


“ Ahh,, itu tidak perlu, aku bisa berangkat sendiri, lagian kamu pasti banyak urusan jadi tidak usah ya. Aku tidak mau merepotkan kamu.”


“ Tidak, tidak merepotkan sama sekali kok! malah aku senang bisa nganter kamu, jadi biar sekalian aku ingin tahu perkembangan Darvi di RS.”


“ Oh! tapi aku belum siap-siap, bagaimana kalau kamu tunggu aku di luar saja?.”


“ Kenapa tidak nunggu di dalam saja?.” Dengan bingung.


“ Tidak perlu, lebih baik kamu menungguku di luar saja ya? itu lebih baik, bagaimana?.” Lisa berusaha membujuk Arya agar tetap di luar.


“ Baiklah.”


Lisa menutup pintunya dan menguncinya dengan rapat, Lisa segera masuk ke kamar untuk bersiap-siap.


“ Kau boleh keluar dari lemari itu sekarang, karena aku harus pergi ke RS. Jangan lupa kamu harus segera pergi dari sini sebelum aku pulang nanti, dan pastikan dulu sebelum kamu keluar dari sini, di luar sudah aman tidak ada orang yang melihatmu. Mengerti?.” Ucap Lisa.


“ Kamu mau pergi ke RS sama siapa?.” Tanya Zavier.


“ Sama Arya, dia lagi nungguin aku di luar jadi aku buru-buru sekarang.” Lisa pergi keluar dan meninggalakan Zavier.


Zavier mendengar kalau Lisa akan pergi dengan Arya sangat geram karena cemburu, dan menyuruh Li untuk mengawasi mereka berdua di RS.


Di Rs.


“ Ibu kau datang?.” Sapa Darvi.


“ Iya sayang, ibu mau menjemputmu pulang, kamu sudah baikan kan sekarang?.” Lisa menghampiri Darvi.


“ Iya bu, aku sudah bosan lama-lama tinggal di RS, lidahku sudah mati rasa dengan makanan yang ada di sini.” Keluh Darvi.

__ADS_1


“ Baiklah, tapi setelah kita pulang kamu jangan makan sembarangan lagi ya,, ingat! Darvi mau nurutkan sama ibu?.”


“ Iya bu, maafin aku karena bandel tidak nurut dengan perkataan ibu.”


“ Tidak papa, ayo kita pulang!.”


“ Puy, apa semua barang Darvi sudah di kemas?.”


“ Sudah nyonya, semuanya sudah siap.” Jawab Puy.


Lisa membawa Darvi untuk pulang ke Apartemen. Ketika di perjalanan Darvi meminta untuk berhenti di depan wahana permainan yang tengah rame pada saat itu.


“ Paman tolong berhenti di depan sana! aku mau turun dulu dan melihat pemandangan yang ada di sana.” Ujar Darvi.


“ Darvi apa yang kau lakukan, ibu tidak mengizinkanmu untuk bermain wahana itu! kamu baru pulang dari RS dan itu tidak baik bagi kesehatanmu nak!.” Bentak Lisa.


“ Tapi bu aku mau melihat anak-anak yang tengah bermain di sana, aku janji aku tidak akan bermain wahana manapun, aku hanya ingin menyegarkan mataku karena aku bosan kemarin berada di RS.” Darvi memohon sama ibunya.


Lisa berpikir terlebih dahulu tentang resiko yang akan di alami Darvi jika Darvi berkerumun dengan banyak orang. “ Baiklah ibu izinin kamu masuk ke wahana itu, tapi kamu harus patuh dengan perkataan ibu. Ok!.”


“ Siap! ibu sayang.” Dengan patuh.


Darvi segera turun dan masuk ke tempat wahana tersebut, Lisa yang terus memegang tangan Darvi sangat khawatir jika Darvi kambuh lagi sakitnya, jadi Lisa melarang semua yang Darvi inginkan, kecuali hanya melihat dan bermain lempar gelang untuk mendapatkan hadiah.


“ Ibu boleh aku mencoba bermain itu?.” Darvi menunjuk ke arah permainan lempar gelang.


“ Emm,, boleh!.” Dengan tersenyum.


Darvi mencoba meleparkan gelangnya untuk mendapatkan hadiahnya, beberapa kali Darvi mencoba dan terus mencoba, bahkan sudah habis banyak yang telah Darvi lemparkan tapi tidak berhasil memasukannya ke botol yang ada di depannya.


“ Ibu, aku tidak bisa memasukan gelangnya ke botol itu, padahal aku sangat menginginkan hadiah yang di sana itu.” Darvi menunjuk ke arah hadiah sebuah mobil mainan yang bagus dan sangat mahal.


“ Biar ibu yang mencobanya, bagaimana?.” Senyum Lisa.


“ Horee! hore! ibu tolong dapatkan mobilan itu ya?.” Darvi sangat senang dan kegirangan.


“ Baiklah nak!.”


Lisa berusaha untuk mendapatkan mobilan yang di inginkan Darvi, Lisa sudah susah payah melemparkannya tapi tidak berhasil juga.


“ Ibu ayo kita pulang aja, aku tidak papa kok tidak mendapatkan mobilan itu, kita kan bisa beli di Mall.” Darvi tidak tega melihat ibunya yang berusaha untuk membahagiakannya.

__ADS_1


Lisa tidak bisa jika keinginan Darvi yang sederhana itu tidak bisa ia berikan, jadi Lisa mencobanya lagi. “ Sebentar nak, ibu mau mencobanya satu kali lagi.”


Ketika Lisa bersiap untuk meleparkan gelangnya,, tiba-tiba ada seseorang yang meleparkan duluan dan berhasil masuk ke botolnya. Lisa kaget dong! dan langsung melihat orang yang ada di sampingnya dengan penuh kagum, betapa terkejutnya Lisa ketika tahu bahwa orang yang ada di sampingnya itu adalah Zavier.


Lisa memalingkan wajahnya karena malu, wajah Lisa memerah dan bersikap salting karena ada Zavier di dekatnya, melihat kejadian tadi pagi membuat Lisa malu sampai menutup mukanya dengan kedua tangannya.


Darvi melihat Zavier ada di situ juga hanya bisa terdiam tanpa kata, malah Darvi sempat curiga karena ibunya bersikap aneh saat melihat Zavier.


“ Ada apa dengan ibu, kok ibu jadi seperti itu? apa mungkin terjadi sesuatu dengan ibu dan ayah?.” Batin Darvi.


“ Tuan Anda berhasil memasukan gelangnya, jadi silahkan Tuan pilih hadiahnya sebagai tanda bahwa Anda berhasil dengan permainan ini.” Ujar pemilik mainan tersebut.


“ Tolong ambilkan hadian yang itu, aku mau mobilan itu untuk putraku.” Zavier menunjuk ke arah mainan yang di inginkan Darvi.


“ Baiklah Tuan, ini dia mobilan yang Anda inginkan, silahkan.” Pemilik mainan itu memberikan mobilan pada Zavier.


“ Terima kasih.” Sambil menerima mobilan tersebut.


Kemudian Zavier mendekati Darvi dan berjongkok di depannya, Darvi sempat menghindar tapi Zavier memegang tangan Darvi sambil berkata. “ Tolong kasih kesempatan untuk ayah, agar ayah bisa buktikan padamu kalau ayah sangat mencintaimu dan ibumu.” Zavier memohon.


Darvi terdiam ketika Zavier berbicara seperti itu, karena tidak mau di sebut tidak memiliki orang tua yang lengkap, akhirnya Darvi menerima permohonan Zavier dan mau mendengarkan apa yang ingin Zavier sampaikan padanya.


“ Terima kasih karena kamu mau mendengar dan berbicara sama ayah nak.”


“ Ini mobilan yang kamu inginkan.” Zavier memberikan mobilannya.


“ Baiklah, terima kasih.” Darvi menerima pemberian dari Zavier.


Zavier sangat bahagia ketika Darvi bersikap baik padanya.


“ Tuan, apa itu putramu?.” Tanya pemilik mainan.


“ Iya dia putraku.” Jawab Zavier.


“ Haha! Sudah kuduga, karena kalian sangat mirip sekali bak pinang di belah dua, tidak ada bedanya sama sekali.” Gurauan pemilik mainan.


“ Terima kasih.” Balas Zavier.


Arya melihat ke dekatan Darvi dan Zavier dari kejauahan, cemburu karena Arya baru tahu kalau Zavier itu adalah mantan suami Lisa.


“ Ternyata benar dugaanku, dia ada hubungan dengan Lisa, kalau tidak mana mungkin dia ada di Apartemen Lisa tadi pagi.” Batin Arya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2