Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part69


__ADS_3

Pertemuan yang menyakitkan.


Zavier membawa Lisa ke rumah sakit, Lisa sempat khawatir karena Zavier membawanya ke rumah sakit yang kini Darvi di rawat.


Zavier membuka pintu mobilnya dan berkata. “ Turun!.”


“ Kenapa Zavier membawaku ke sini? ini kan tempat Darvi di rawat.” Batin Lisa.


“ Mau turun apa tidak?.” Bentak Zavier.


Lisa turun dari mobil dengan perlahan, Zavier malah menarik tangan Lisa dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit.


“ Apa maksudmu bawa aku ke sini?.” Tanya Lisa sambil menepiskan tangan Zavier.


“ Aku tahu kalau Darvi di rawat di sini, jadi aku mau melihat keadaannya sekarang, karena bagaimanapun dia anakku.” Ujar Zavier.


“ Aku tidak mengerti lagi dengan prilakunya, sedikit-sedikit baik dan bisa buat hatiku nyaman, tapi dia gampang berubah jadi serigala yang siap menerkam kapan saja. Sebenarnya apa mau dia? bukankah dia sudah mempunyai segalanya sekarang.” Batin Lisa.


“ Lisa, apa kamu tidak mengijinkanku untuk bertemu dengan anakku?.”


Lisa masuk ke ruang inap Darvi dan berkata. “ Darvi, di luar ada ayahmu! apa kau mau menemuinya?.”


“ Tidak!.” Dengan dingin.


“ Tapi.” Lisa tidak bisa memaksa Darvi yang tidak mau bertemu dengan ayahnya.


Lisa keluar dan bimbang. “ Zavier maaf! Darvi tidak mau menemuimu sekarang, dia sedang istirahat jadi aku harap kamu bisa ngertiin itu.”


Tiba-tiba Arya datang dengan tergesa-gesa. “ Lisa apa kamu tidak papa?.”


“ Tidak.” Lisa bingung karena Arya datang secara tiba-tiba.


“ Sukurlah, tadi aku lihat dia membawamu masuk ke mobilnya dengan paksa, aku khawatir kamu kenapa-napa.” Arya menunjuk Zavier dengan sinis.


Tidak terima di tunjuk dengan kasar, Zavier berdiri dan memegang tangan Arya dengan sekuat tenaganya. “ Hei! kau siapa berani-beraninya menyentuh Lisa, hah?.”


“ Yang seharusnya tanya itu saya! kenapa Anda bisa berbuat kasar sama Lisa?.” Arya menarik dasi Zavier dengan mengancam.

__ADS_1


“ Kurang ajar!.” Zavier memukul wajah Arya.


Mereka pun berkelahi dengan jantan karena kesalah pahaman.


“ Sudah cukup! cukup! apa yang kalian lakukan? ini rumah sakit, jika kalian mau berkelahi pergi sana! jangan buat keributan di sini, memalukan!.” Dengan marah.


“ Mohon tenang semuanya, saya minta kalian jaga Hormat kalian dan bersikap sopan, ini rumah sakit banyak pasien yang terganggu dengan ulah kalian.” Ucap suster.


Perkelahian Zavier dan Arya berhenti karena tidak enak hati dengan Lisa. Arya pergi dari rumah sakit untuk menghindari masalah dengan Zavier.


“ Lisa siapa dia? kenapa dia ikut campur dalam masalah kita?.” Tanya Zavier.


“ Bukan urusanmu!.” Dengan dingin.


Kemudian Lisa menghindar dan masuk ke dalam. Tapi Zavier menarik tangan Lisa. “ Kamu mau ke mana Lisa? aku bertanya padamu, jawablah!.”


“ Untuk apa aku harus menjawab pertanyaanmu yang tidak ada gunanya itu, aku sibuk aku tidak punya waktu untuk meladeni orang Posesif sepertimu.”


“ Kenapa kamu tidak mau menjawab pertanyaanku, apa benar kamu ada hubungan dengan lelaki tadi?.” Teriak Zavier.


“ Jika itu benar maka itu bukan urusanmu Zavier, Stop! kamu jangan terus-terusan mencampuri urusanku, karena kamu bukan siapa-siapa aku lagi.” Balas Lisa.


“ Cukup Zavier, cukup! apa hakmu untuk melarangku untuk berhubungan dengan lelaki lain? kau ingat kalau kita ini bukan suami istri lagi! atau kau lupa karena keegoisanmu itu. Jadi aku minta kamu jangan terus-terusan temui aku lagi.”


“ Tidak! aku tidak bisa jika aku harus melupakanmu begitu saja.”


“ Apa kau lupa kalau istrimu sedang menunggu di rumah mu? atau kamu ini lelaki mata keranjang yang bisanya cuma mencari wanita lain dan melupakan istri di rumah.”


“ Apa maksudmu?.” Dengan bingung.


Lisa terdiam.


Jadi Zavier berpikir yang buruk tentang Lisa. “ Oh,, atau kamu takut kalau aib mu terbongkar! kalau kamu sudah bermain gila dengan pria tadi, jadi kamu berbicara halu seperti itu.” Teriak Zavier.


Plak!


Lisa kembali dan menampar Zavier dengan keras. “ Jaga bicaramu Zavier! jangan sekali-sekali kamu mengatakan kalau aku bukan wanita baik-baik! karena kamu bukan siapa-siapa aku lagi sekarang.” Setelah menampar wajah Zavier, Lisa pergi dari rumah sakit dengan kesal.

__ADS_1


Zavier tidak berkutik ketika Lisa menamparnya, Zavier hanya bingung dengan sikap Lisa yang aneh padanya.


Di ruang inap Darvi.


“ Sekertaris puy, di mana ibu? kenapa ibu belum kembali ke sini?.” Dengan cemas.


“ Mungkin ibu masih ada urusan dengan ayah Tuan, jadi Tuan Muda tidak perlu khawatir seperti itu.” Puy mencoba menenangkan Darvi.


“ Semoga ibu baik-baik aja! aku berharap ayah tidak akan menyakiti ibu lagi. Aku mau tahu sampai mana ayah akan memperjuangkan ibu dan akan membayar atas perlakuannya terhadapku dan ibu.” Batin Darvi.


Lisa menangis di taman yang tak jauh dari rumah sakit, Lisa sangat menyesal karena telah mengenal Zavier dulu, Lisa berharap kalau hidupnya jauh dari masalah dan jauh dari Zavier.


Tiba-tiba seorang anak kecil yang cantik menghampiri Lisa yang tengah bersedih itu. “ Bibi cantik! ini bunga untukmu dan coklat, semoga bibi cantik menyukainya ya.”


“ Kamu ngasih aku bunga dan coklat?.” Lisa terkejut dan buru-buru mengusap air matanya.


“ Iya.”


“ Tapi kenapa ade cantik memberiku bunga seperti ini?.” Lisa melihat di sekitarnya tapi tidak ada siapa-siapa.


“ Tidak papa, aku tidak ingin melihat orang secantik bibi menangis di tengah malam seperti ini. Ini tidak baik loh kalau bibi menangis sendirian di sini.” Kata-kata anak kecil itu membuat Lisa tersenyum.


“ Ade kecil tahu apa si! aku tidak nangis kok, Terima kasih ya bunganya. Oh ya kita makan sama-sama coklatnya yuk!.” Dengan senang.


“ Maaf bibi cantik, aku harus pulang sekarang sampai jumpa!.” Anak kecil itu terburu-buru pergi.


“ Anak manis.” Batin Lisa.


“ Paman mana Es krim nya! aku sudah membantu paman loh,, jadi paman jangan ingkar janji mau ngasih aku Es krim setelah membantu paman.” Kata anak kecil itu.


“ Baiklah cantik, ambil ini!.” Zavier memberikan Es krim nya.


“ Entah kenapa hatiku tidak bisa melihat air mata yang jatuh dari matamu Lisa, hatiku sakit melihat kamu sedih seperti itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang? apa mungkin kita bisa kembali bersama seperti dulu lagi.” Batin Zavier.


Lisa termenung sendirian sambil melihat bulan yang terang, Lisa kecewa dan marah karena Zavier selalu mengganggunya. Karena hari telah malam, Lisa segera pulang ke Apartemen dan memberitahu Puy kalau dirinya harus pulang dan tidak bisa menjaga Darvi untuk sementara waktu.


Di Apartemen.

__ADS_1


Lisa terus kepikiran dengan perkataan Zavier yang selalu menyakitinya. “ Dari dulu sampai sekarang Zavier tetap sama Posesif dan selalu menganggapku sebagai wanita murahan, jadi sampai kapan kamu akan berubah Zavier, aku senang ketika kamu menunjukan kalau kamu cemburu dan tidak bisa melihat aku bersama dengan lelaki lain, tapi kenapa kamu tidak bisa mempercayaiku dan suka berbuat kasar padaku. Kenapa? kenapa!.” Lisa menangis histeris.


BERSAMBUNG


__ADS_2