
Di ruangan Zavier.
“ Tuan, ada yang bisa di bantu?.” tanya Li.
“ Aku mau kamu menyelidiki sidik jari di Lencana ini.” Zavier menyerahkan Lencana itu pada Li.
“ Apa tuan berencana menemukan orang yang menjebak Anda?.” Li enggan mengambil Lencana itu karena itu membuatnya sulit.
“ Benar, tuan Wilson Break sudah mengumumkan tentang Lencana itu, aku yakin dia tidak akan tinggal diam selama mereka belum menemukan Lencana ini.” berkata sambil memikirkan resiko dari memiliki Lencana itu.
“ Baik tuan, saya tidak akan mengecewakan Anda.” menunduk menerima perintah.
“ Itu bagus, jika kamu tidak mendapatkan petunjuk apa-apa aku akan memenggal kepalamu.” dengan kejam.
“ Ba baik tuan, saya mengerti.” Li sangat panik dengan kata-kata Zavier yang mengancamnya.
“ Tuan tidak berencana memenggal kepalaku bukan? bagaimana kalau aku tidak berhasil dengan tugas ini? akankah tuan memenggal kepalaku seperti yang di katakannya.” batin Li sambil mengusap air mata di wajahnya.
“ Pergi dan lakukan sekarang, sebelum matahari terbit aku mau kamu menyelesaikan tugas ini.” tidak sabaran.
“ Ba baik tuan.” Li segera mengambil Lencana itu dan menyimpannya di kantong jas.
Li pergi dengan beberapa Bodyguard untuk mendapatkan petunjuk dari Lencana itu.
“ Aku tidak yakin kalau Li tidak bisa menemukan petunjuk apapun, dia telah mengikutiku selama 20 tahun dan terlatih dengan pekerjaan ini.” Zavier mondar-mandir dengan gelisah.
“ Kita lihat saja nanti, kalau Li tidak berhasil berarti dalang dari semua ini bukan orang biasa, dia pasti merencanakan ini dengan licik dan menginginkan aku berperang dengan tuan Wilson Break, dia tahu kalau tuan Wilson Break tidak mudah di tangani, jadi dia melempar masalah ini padaku. Saat ini aku hanya bisa mengandalkan kemampuan Li, aku tidak percaya Li tidak dapat petunjuk apapun.” gumam Zavier sambil berhenti berjalan dan duduk di meja kerja.
Di perusahaan Lin.
Lisa sibuk bekerja di perusahaan, mengecek data perusahaan dan keungan semua di lakukan Lisa. 30 menit tersisa Meeting dengan Klien, dengan waktu segitu Lisa bisa menyelesaikan pekerjaannya sampai selesai.
“ Nyonya, berkas untuk Meeting sudah siap. Tinggal 15 menit lagi, kita harus segera pergi ke Caffe karena sebentar lagi Klien akan sampai di sana.” ujar Puy sambil menyimpan berkas itu di meja.
Lisa mengecek berkas tersebut untuk memastikan tidak ada ke keliruan, karena merasa sudah aman dan siap Lisa pergi ke Caffe itu bersama Puy.
“ Ternyata kita sampai lebih dulu dari Klien.” ucap Puy sambil duduk.
“ Tidak apa-apa, kita bisa makan sesuatu untuk mengisi perut kita.” Lisa mengambil daftar menu makanan dan memesan beberapa Desserts.
Pesanan makanan sudah di antar ke meja, Lisa dan Puy menyantapnya dengan perlahan dan menikmati setiap suapan Desserts.
__ADS_1
“ Emm, ini sangat lezat. Nyonya benar paling tahu kesukaan lidahku.” Puy tidak bisa berhenti makan.
“ Sudah-sudah, makanlah sampai habis, kita bisa makan lebih banyak lagi nanti.”
“ Baik nyonya. Jadi ingat sama tuan muda Darvi, dia suka dengan makanan manis, tapi nyonya melarangnya untuk kesehatan giginya. Tapi apa nyonya tahu tuan muda Darvi suka menyelinap memakan coklat saat nyonya tidak ada, dia melarangku memberitahu nyonya karena takut di marahi.” berkata dengan merasa bersalah.
“ Darvi suka makan coklat? kenapa kamu tidak melarangnya, bahkan kamu tidak memberitahuku tentang kebiasaan Darvi yang buruk.” Lisa sangat marah karena Puy menyembunyikan kalau Darvi sering makan makananan manis.
“ Itu bukan keinginku nyonya, tuan muda Darvi melarangku dan mengancam akan memecatku jadi Sekertaris mu.” Puy membela diri demi pekerjaannya.
“ Darvi ini, masih kecil sudah berbohong padaku, dari mana dia belajar berbohong seperti itu padaku.” Lisa terlihat kesal.
“ Nyonya, apa Anda nyonya Lisa? pemilik Perusahaan Lin.” tanya seorang pria berpakaian rapih.
“ Benar, kalau begitu Anda pasti?.” Lisa berdiri dan menunjuk.
“ Perkenalkan, saya CEO Keano di perusahaan XO.” mengulurkan tangannya.
“ Benarkah? kenapa Anda yang datang sendiri untuk Meeting, biasanya Asistenmu yang datang untuk Meeting denganku. Ini sebuah kehormatanku bisa Meeting dengan Anda tuan.” Lisa tidak percaya CEO perusahaan XO datang sendiri untuk Meeting dengannya.
“ Mungkin maksud nyonya Lisa adalah orang ini.” menunjuk ke arah Asistennya.
“ Benar, Asisten ini yang suka bertemu denganku.” setelah melihat Asisten itu Lisa baru percaya kalau dia CEO dari perusahaan XO.
“ Itu bukan masalah besar, untuk apa Anda meminta maaf padaku? itu sering terjadi di dunia bisnis, Asisten yang menggantikan CEO mereka untuk Meeting dengan Klien.” Lisa merasa tidak nyaman di tatap seperti itu oleh Keanu.
“ Kalau dari awal aku tahu nyonya Lisa masih muda dan cantik aku tidak akan menyuruh Asistenku untuk Meeting. Aku benar-benar rugi jika tidak bertemu denganmu.” menggoda tanpa melihat perut Lisa yang sedang hamil.
Lisa terdiam tanpa kata, rasa kesal yang Lisa rasakan tidak dapat di tahan, tapi untungnya Lisa Profesional dan tersenyum terpaksa.
“ Baiklah, karena semuanya sudah siap silahkan kita mulai saja Meetingnya.” Puy mengalihkan pembicaraan agar Keano tidak menggoda Lisa lagi.
“ Sesuai perkataanmu Sekertaris Puy.” jawab Keano sambil memandang Lisa.
Sekertaris Puy sedang bicara dan membahas tentang kerja sama antara perusahaan, sedangkan Keano terus menatap Lisa tanpa henti.
“ Tuan, apa ada yang salah dengan nyonya Lisa? kenapa Anda terus menatap nyonya dari tadi, sedangkan saya di sini sedang menjelaskan masalah kerjasama perusahaan kita.” Puy tidak bisa membiarkan pria lain mendekati Lisa.
“ Tidak ada, hanya aku tidak menyangka saja ternyata nyonya Lisa semuda ini, tidak hanya muda tapi juga cantik dan menawan, benar-benar sesuatu yang membanggakan jadi kekasih nya.” ternyata Keano terpesona dengan kecantikan Lisa.
Zavier datang dan berjalan mendekati Lisa, Zavier sengaja memakaikan jas miliknya dan menutupi badan Lisa dari belakang, termasuk bagian dada.
__ADS_1
“Hemm, siapa?.” tanya Lisa dengan terkejut melihat ke belakang.
“ Suamimu! aku khawatir kamu kedinginan istriku, tidak apa-apa 'kan aku memakaikan jas milikku untuk menghangatkanmu.” bisik Zavier sambil mendekatkan kepalanya.
“ Sukurlah akhirnya tuan datang tepat waktu, kalau tidak pria ini pasti terus menggoda nyonya Lisa.” batin Puy dengan perasaan lega.
“ Siapa dia? kenapa dia terlihat akrab dengan Lisa? dia juga menyebut dirinya suami, apa dia suami Lisa? itu tidak mungkin, bagaimana bisa aku terlambat mendapatkan wanita karir seperti dia.” batin Keano dengan perasaan tidak senang.
“ Hallo, apa Anda Klien istriku?.” Zavier mengulurkan tangannya di depan Keano.
“ Benar, senang bertemu denganmu tuan.” Keano berjabatan tangan dengan Zavier.
“ Jika tuan tidak keberatan aku duduk dan bergabung dengan kalian.” Zavier tidak melepaskan tangannya dari bahu Lisa.
“ Itu bukan masalah besar, silahkan duduk tuan.” Keano terpaksa membiarkan Zavier bergabung dengannya.
“ Terima kasih tuan.” menyeringai sambil duduk di dekat Lisa.
Zavier menggoda Lisa yang sedang bekerja, Lisa tidak bisa pokus karena Zavier terus menyentuh perutnya dan mengelusnya.
Beberapa saat kemudian.
“ Meeting hari ini kita akhiri sampai di sini, semoga kedepannya kita bisa bekerja sama seterusnya.” ujar Lisa.
“ Seperti yang Anda katakan nyonya, kedepannya kita akan sering bertemu untuk membahas proyek yang kita jalani.” Keano berdiri dan mengulurkan tangannya.
“ Dengan senang hati tuan.” Lisa ingin membalas jabatan Keano, tapi Zavier menarik tangan Lisa dan mengambil alih untuk berjabatan dengan Keano.
“ Saya rasa tidak seperti itu, mungkin ke depannya Sekertaris Puy yang akan menggantikan istri saya Meeting dengan Anda, mohon tuan tidak keberatan dengan ini.” Berjabatan dengan Keano.
Keano menarik tangannya dengan kesal, dia tidak membalas perkataan Zavier dan langsung pergi begitu saja.
“ Sayang, seharusnya kamu jangan.” Lisa tidak dapat menyelesaikan kata-katanya karena Zavier.
“ Sttt, aku tidak suka ada pria lain yang menggodamu. Sesekali dia harus di berikan pelajaran agar tahu batasannya.” Zavier menutup bibir Lisa dengan jari telunjuknya.
Sekertaris Puy tertawa kecil melihat Zavier yang cemburu pada Lisa. Zavier menggendong Lisa dan tidak membiarkan Lisa berjalan terlalu lelah, Zavier khawatir Lisa kecapean karena bekerja.
“ Sayang, turunkan aku, orang-orang melihat ke arah kita. Aku sangat malu sayang.” Lisa meminta Zavier tidak menggendongnya.
“ Patuhlah, aku akan bawa kamu ke suatu tempat.” Zavier terus berjalan dan tidak mendengarkan Lisa.
__ADS_1
BERSAMBUNG