Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part137


__ADS_3

Lisa turun dengan pakaian biasa, memakai celana jeans dan baju yang memperlihatkan tulang selangka, membuat Lisa tidak terlihat seperti sedang hamil.


“ Sayang kamu kenapa memakai pakaian seperti ini?.” setelah melihat Lisa berpakaian tidak pantas Zavier menghampiri Lisa dan menegurnya.


“ Memangnya kenapa? ada yang salah dengan bajunya?.” Lisa tidak memperhatikan tubuhnya yang sedang hamil muda.


“ Sayang, sebaiknya jangan memakai celana terlalu ketat seperti ini, takutnya janinnya kenapa-kenapa.” bisik Zavier dengan hati-hati.


“ Tidak akan, kamu tenang saja, aku akan baik-baik saja memakai pakaian apapun.” Lisa yang tidak mementingkan diri sendiri tidak mau di tegur masalah pakaian.


“ Tapi??.” Zavier kebingungan karena Lisa melewatinya dan duduk di meja makan.


Lisa mengambil nasi sedikit dari biasanya, memakan sayur dan daging yang telah di masak Zavier untuknya.


“ Ibu makannya dikit banget, tidak biasanya. Apa ibu tidak ***** makan ya?.” batin Darvi sambil memperhatikan Lisa yang sedang makan.


“ Darvi Laura, ibu akan pergi ke perusahaan hari ini. Ibu harap kalian baik-baik di sini dan belajar dengan giat.” setelah selesai makan Lisa merapihkan bajunya.


“ Baik bu.” sahut Darvi bersamaan dengan Laura.


“ Sayang apa kamu akan pergi ke perusahaan?.” tanya Zavier dengan khawatir.


“ Iya, tolong antar aku terlebih dulu sebelum ke perusahaan Sanjaya.” Lisa tidak peduli dengan kehamilannya, karena tidak mau membatasi aktivitasnya.


“ Lebih baik kamu jangan pergi bekerja untuk beberapa hari ini. Aku khawatir kamu kenapa-kenapa.” berkata sambil menundukan kepala.


“ Tidak bisa, aku ada janji dengan Klien hari ini.” membantah.


“ Ayah, kenapa ayah meributkan ibu untuk bekerja? apa ayah lupa kalau ibu sudah terbiasa bekerja, aku yakin ibu pasti kuat dan tidak akan kenapa-kenapa.” percaya pada ibunya.


“ Ayah tahu tapi??.” hampir saja keceplosan bilang tentang kehamilan Lisa.


“ Tapi kenapa?.” Darvi menunggu Zavier melanjutkan kata-katanya.


“ Tidak apa-apa. Ayah terlalu cemas sama ibumu.” jawab Zavier.


Di kediaman Sanjaya.


Zavier datang di waktu yang tepat, tuan Fhui dan tuan Sanjaya sedang duduk di sofa sambil membahas pernikah Mika dan Brian.


Zavier menghentikan langkahnya karena melihat Mika yang tengah duduk di dekat Brian.


“ Zavier, akhirnya kamu sudah datang.” sapa tuan Sanjaya.

__ADS_1


Semua orang melihat ke arah Zavier, Brian hanya menatap Zavier dan mengacuhkannya.


“ Kakak seharusnya kamu tidak akan menyalahkanku karena membawamu pulang.” batin Zavier sambil memejamkan matanya karena merasa bersalah.


“ Akhirnya kamu datang juga Zavier, aku harus memperhitungkan dengannya karena sudah membawaku pulang.” batin Brian sambil mengepalkan tangannya.


“ Ayah, aku pikir Wawancara kakak nanti siang. Aku terlambat karena sudah membuat kalian menunggu.” Zavier berjalan dan duduk di sofa.


“ Zavier, apa semuanya sudah siap?.” tanya tuan Sanjaya.


“ Yaa, sesuai keinginan ayah.” balas Zavier menganggukan kepalanya.


“ Bagus kalau begitu.” menghela nafas karena merasa lega.


“ Kakak ajak calon istrimu untuk pergi denganku.” Zavier berdiri dan merapihkan jas nya.


Awalnya Brian enggan bangun dari tempat duduknya, tapi tuan Sanjaya meninjak kaki Brian agar bangun. Brian terpaksa berdiri dan meninggalkan Mika yang masih menunggu untuk di gandeng.


“ Brian bajingan! aku sudah berbaik hati mau di gandeng sama kamu, tapi dengan sengaja kamu mengacuhkanku.” Mika menggertakkan gigi karena kesal pada Brian.


Mika berjalan dengan langkah besar dan kehilangan keanggunannya karena sudah marah pada Brian.


Di Entertainment XO.


Zavier berjalan paling depan untuk menunjukan ruangan Wawancaranya.


Zavier masuk ke ruangan Wawancara untuk mendampingi Brian. Banyak wartawan yang sudah menunggu di ruangan itu, Brian dan Mika berjalan dan berdiri di belakang Zavier.


“ Terima kasih semuanya. Karena Brian dan Mika sudah berada di sini maka jangan buang-buang waktu lagi, aku persilahkan Brian dan Mika pasangan yang akan menikah.” Zavier tidak mau banyak kata karena menurutnya itu bukan urusannya.


Zavier berbalik badan dan mendekati Brian. “ Genggam tangan dia.” bisik Zavier.


Brian menggertakan gigi dan akhirnya mau menggenggam tangan Mika. Mika bekerja sama untuk ayahnya agar bersikap romantis dengan Brian, mau tidak mau Mika menyetujui perintah dari ayahnya dan membuat media percaya kalau pernikahan itu adalah kemauan dia sendiri.


Setelah beberapa saat di Wawancara Brian dan Mika undur diri dari ruangan itu, para wartawan itu selesai memotret mereka secara seksama. Setelah berada di luar Brian menepiskan tangan Mika dan meninggalkannya di gedung Entertainment XO.


“ Sampai jumpa tuan, hati-hati di jalan.” ucap seorang penjaga pintu ruangan Wawancara.


Mika melihat Zavier yang baru saja keluar dari ruangan itu langsung menghampirinya.


“ Zavier, tolong antar aku pulang ke rumah ya, Brian brengsek itu sengaja meninggalkanku tanpa mobil. Aku tidak tahu harus pulang menggunakan apa.” Mika menyentuh tangan Zavier dan menggandengnya.


“ Perhatikan sikapmu Mika! kamu calon istri kakak ku, tidak pantas menyentuhku yang sudah beristri.” Zavier melepaskan tangan Mika dengan perlahan.

__ADS_1


“ Aku terpaksa menikah dengan Brian, ini bukan keinganku, tapi apa kamu tahu kamu 'lah orang yang aku cintai di dunia ini.” Mika mencoba menjelaskan apa yang tidak seharusnya di jelaskan pada Zavier.


“ Hentikan omong kosongmu Mika, jangan membuat keributan di sini, jika ada berita tidak mengenakan kamu pasti sudah tahu apa konsekuasinya.” memperingati dengan nada kecil.


Mika berhenti melangkah dengan tercengang, membiarkan Zavier masuk ke Lift sendirian.


“ Tunggu!.” Mika berlari dan menghentikan pintu Lift.


Di dalam Lift ada beberapa orang yang ingin ke lantai dasar secara bersamaan, Mika tidak bisa berbuat apa-apa karena banyak orang dan Lift itu dan di lengkapi dengan CCTV.


Lift terbuka, Zavier keluar paling depan dengan langkah besar, Mika tidak bisa mengejar Zavier dengan langkahnya yang anggun itu, Mika melepaskan sepatu dan menaikan gaunnya agar bisa berlari mengejar Zavier.


“ Zavier tunggu aku! kumohon berikan aku tumpangan sampai depan rumahku.” Mika berjinjit karena tidak biasa berjalan tanpa alas kaki.


Zavier yang sudah membuka pintu mobil tiba-tiba menutupnya dengan keras.


“ Sudah kubilang jangan ikuti aku, apa kamu tidak mengerti?.” Zavier menahan amarahnya karena banyak orang di sekitar.


“ Tapi, aku hanya ingin tumpangan darimu.” pura-pura sedih agar Zavier mengasihaninya.


“ Aku minta ubah situasinya sekarang! kalau tidak kamu akan mendapatkan sesuatu yang menarik setelah pulang nanti.” Zavier khawatir ada orang memotretnya diam-diam di belakang.


Mika melihat kesekeliling dengan panik.


“ Hemm, itu, adik aku berlari mengejarmu karena ingin minta tumpangan darimu, apa kamu bersedia memberiku tumpangan sampai depan rumah. Brian mendadak pergi karena ada urusan di rumah.” berbicara dengan suara keras agar orang yang akan memotretnya tidak curiga.


“ Tentu saja kakak, silahkan.” Zavier membuka pintu depan dan mempersilahkan Mika duduk di samping Li.


“ Hemm, terima kasih adik.” Mika sangat ingin menolak saat Zavier menyuruhnya duduk di kursi depan.


Zavier menurunkan Mika di jalanan yang berjarak sekitar 20 km dari kediaman Fhui.


“ Zavier, aku tidak mau turun di sini. Antar aku sampai kediaman Fhui, aku tidak bisa berjalan sejauh itu.” Mika melihat ke arah Zavier untuk memohon.


“ Kamu menginginkan dengan cara apa? kasar atau lembut??.” Zavier mengepalkan tangannya sambil menyeringai.


“ Hah, aku, aku.” Mika tidak dapat berkata apa-apa setelah Zavier memberikannya pilihan.


“ Sudah ada pilihan??.” tanya kembali dengan tidak sabaran.


Mika membuka pintu mobil dan keluar, menutup pintunya dengan keras untuk memperingati Zavier kalau dirinya marah besar.


“ Li jalan.” perintah Zavier sambil menyandar ke belakang.

__ADS_1


“ Baik tuan.” menganggukan kepalanya dengan patuh.


BERSAMBUNG


__ADS_2