Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part104


__ADS_3

Hari berikutnya.


Lisa mengajak Zavier dan Darvi untuk mengunjungi makam orang tuanya. Membawa 1000 kotak makan untuk di berikan pada orang yang membutuhkan. Lisa juga tidak lupa membeli bunga untuk menabur di makam orang tuanya.


Zavier membimbing doa untuk orang tua Lisa, setelah selesai Lisa malah menangis tersedu-sedu dan memeluk makam orang tuanya.


“ Mama papa, aku rindu sama kalian.” Lisa terus menangis di hadapan makam orang tuanya.


Zavier mencoba menenangkan Lisa tapi Lisa terus menangis dan meluapkan rasa rindu pada orang tuanya.


“ Ayah?.” Darvi tidak tega melihat ibunya terus menangis.


“ Tidak apa-apa nak, biarkan ibumu menangis sejenak.” Zavier memeluk Darvi.


Setelah beberapa saat Lisa beranjak dan mengusap air matanya. “ Mama papa, aku akan pamit pulang, kapan-kapan aku akan datang mengunjungi kalian. Berbahagialah mama bersama papa di surga.”


“ Sayang?.” Zavier memeluk Lisa.


“ Tidak apa-apa sayang, mari kita pulang.” Lisa tersenyum walau hati terasa sakit.


Lisa mulai membagikan makanan pada orang di sekitar, Lisa juga berkunjung di tempat wisata untuk membagikan makanan tersebut. Banyak orang yang mau makanan itu dan meminta secara langsung, tapi kebanyakan wanita cantik yang meminta makanan itu dan minta Zavier yang memberikannya secara langsung.


Mereka melupakan kalau di samping Zavier berdiri Lisa dan Darvi, tapi mereka tidak melihat dan malah sibuk meminta poto bersama, Zavier sempat menolak dengan lembut tapi mereka tidak mau tahu dan terus mendekati Zavier.


Lisa sangat kesal melihatnya. “ Permisi, permisi, mohon kalian tenang ya, makanannya ada di sana! kalian bisa mengambilnya sesuka hati kalian. Tapi tolong jangan mendesak di sini.”


“ Kamu siapa? kenapa berani-beraninya melarang kami?.” kata mereka.


“ Oo, ternyata kalian belum tahu siapa saya, benarkah?! akan kuperkenalkan diriku pada kalian. Saya istri dari pria ini, dan itu adalah anak kami, apa kalian mengerti?!.” teriak Lisa dengan geram.


Para wanita itu berlarian dan menyimpan makanannya, mereka takut melihat Lisa yang seperti macan betina yang siap menerkam kapan saja.


“ Begini sudah baik kan?.” Lisa lega dan melanjutkan pekerjaannya.


Zavier menarik tangan Lisa. “ Tunggu! apa kau cemburu sayang?.”


“ Tidak, aku hanya membantumu mengusir wanita gatal seperti mereka.”


“ Benarkah? apa kamu tidak punya rasa cemburu terhadapku? bukankah itu berarti kamu tidak mencintaiku.” Zavier mencubit dagu Lisa.


Zavier ingin mencium Lisa yang sedang menatapnya tanpa kata, tapi Darvi berteriak dan mengganggunya.


“ Ibu? apa kita akan melanjutkan membagikan makanan ini pada orang lain?.”


Lisa mendorong Zavier dan tersenyum malu pada Darvi. “ Tentu saja sayang.”


Setelah selesai membagikan makanan, Lisa meminta Zavier mencari resto yang paling enak di pinggir pantai. Tidak membutuhkan waktu lama, datanglah seorang pria dan menunjukan jalan menuju resto paling mewah di pantai.


“ Tuan, silahkan lewat sini. Restonya ada di depan.” ujar sang pria itu.


“ Baik.” balas Zavier.


Mereka sangat menikmati makanannya di pinggir pantai, banyak turis yang datang berlibur di pantai itu, bahkan salah seorang menghampiri Lisa dan bercakap sebentar.


“ Nona apa Anda ingin membeli arum manis ini? harganya cuma 14.523,20. Silahkan di pilih nona, mungkin putra Anda menginginkannya.” pria itu terlihat kasihan dan tubuhnya gemetar.

__ADS_1


“ Darvi apa kamu mau?.” tanya Lisa.


“ Mau.”


“ Saya beli semuanya, berapa totalnya?.” Zavier sengaja membeli semua dagangannya karena kasihan.


“ Hah! tuan apa Anda yakin ingin membeli semuanya?.” pedagang itu terharu.


“ Iya, kenapa banyak tanya, cepat kasih arum manis itu pada putraku. Dia sangat menginginkannya.” Zavier selalu berbicara sinis pada orang lain membuat pedagang itu ketakutan setengah mati.


“ Ambil ini! dan segera pergi.” Zavier memberikan setumpuk uang pada pedagang itu.


“ Terima kasih tuan, terima kasih.” pedagang itu pergi.


“ Sayang, kenapa kamu beli arum manis sebanyak ini? apa kita akan jualan?.” Lisa menunjukan semua arum manis nya pada Zavier.


“ Tidak, jika kamu tidak ingin memakannya berikan saja pada anak kecil yang ada di sana. Mereka pasti menyukainya.”


“ Iya bu, sini biarkan aku yang memberikannya.” Darvi sangat bersemangat.


Lisa memberikan arum manis nya pada Darvi, Darvi sangat senang karena banyak anak-anak yang mendekatinya untuk meminta arum manis itu. Ada satu gadis yang terlihat sedih dengan pakaian kotor mendekati Darvi.


“ Kakak tampan, apa aku boleh meminta arum manis nya? aku sangat lapar.” ucap gadis kecil itu.


Darvi tertegun melihat betapa cantiknya gadis itu walau tubuhnya kotor dan berantakan.


“ Tentu saja, ini, makanlah.”


“ Terima kasih kakak tampan.” senyum gadis kecil itu sambil berlari pergi.


Darvi sangat penasaran dengan gadis kecil itu, Darvi sengaja mengikuti gadis itu dari belakang, rasa penasaran membuat Darvi bertekad dan pergi tanpa izin orang tuanya. Sampai di suatu tempat di mana gadis itu duduk di balik pohon besar sendirian.


“ Apa yang dia lakukan di sana? kenapa duduk sendiri dan menjauh dari anak yang lainnya, apa dia tidak punya teman?.” gumam Darvi.


Darvi melihat gadis kecil itu makan arum manis dengan lahap, Darvi tahu kalau gadis kecil itu kelaparan sampai seperti itu.


“ Teman? apa yang kau lakukan di sini?.” Darvi sengaja menghampiri gadis itu dan bertanya.


Gadis itu bersikap seolah-olah tidak mengenal Darvi. “ Kamu siapa? jangan mendakat! tolong jangan kemari, aku tidak suka jika kamu mendekatiku.”


“ Kamu tenang saja, aku tidak akan mendekatimu, aku hanya ingin tahu namamu. Apa boleh?.” Darvi bersikap Gentleman.


“ Laura, namaku Laura.” gadis kecil itu ketakutan.


“ Emm, di mana orang tuamu? apa mereka di sini? aku akan mengantarmu pada orang tuamu.” Darvi mengulurkan tangannya untuk mengajak Laura pergi.


Laura menggelengkan kepalanya. “ Tidak! kamu bilang jika kamu akan pergi setelah tahu namaku, kau pembohong! pembohong!.” Laura berteriak dan menangis histeris.


Darvi terdiam dan berbalik badan untuk pergi.


“ Sayang, kamu dari mana saja? kenapa bisa ada di sini? ibu sama ayah mencarimu nak.” Lisa terlihat panik dan memeluk Darvi di depan Laura.


Laura melihat Darvi di peluk oleh orang tuanya, Laura tiba-tiba mengeluarkan air matanya dan mengusapnya sambil cemberut.


Sekilas Lisa melihat Laura dan memperhatikannya, Lisa melepaskan pelukannya dan berdiri melihat Laura yang tengah menangis.

__ADS_1


“ Ada apa sayang?.” tanya Zavier yang tidak tahu apa-apa.


“ Sayang, lihat itu!.” Lisa menunjuk ke arah Laura.


Zavier menengok ke belakang dan berkata. “ Gadis kecil, ada apa sayang? ayo kita pulang, ibunya pasti ada di sekitar sini, biarkan saja dia.”


Lisa menganggukan kepalanya dan membawa Darvi pergi. Lisa berpikir demikian, jadi Lisa pergi dan tidak memperhatikan anak tersebut.


Tiba-tiba anak itu mengikuti Lisa secara diam-diam sampai di depan mobil. “ Ibu, dia mengikuti kita.” ujar Darvi.


“ Siapa?.”


Darvi menunjuk ke arah Laura. Laura menarik baju Lisa dan menatapnya, Laura memberikan kode jika Lisa harus menolongnya.


Lisa jongkok dan bertanya. “ Gadis cantik, di mana orang tuamu?.”


Laura menggelengkan kepalanya, dan terus menarik-naik baju Lisa. Zavier khawatir pada Lisa dan mengusir anak itu. “ Siapa kamu? kenapa mengikuti kita?.”


“ Sayang jangan begitu, dia masih anak-anak, mungkin dia kehilangan ibunya di sekitar sini.” Lisa mencubit Zavier agar tersenyum pada Laura.


“ Agrh! sakit sayang!.”


“ Tidak apa-apa. Katakan padaku di mana ibumu sekarang? aku akan mengantarmu pulang.”


Datanglah 2 orang pria yang bertubuh besar dan kekar, di penuhi tato yang tidak jelas dan mengambil paksa Laura.


“ Hei, gadis sialan, pergi ke mana saja kau ini? hah, menyusahkan saja kerjaannya.”


“ Maaf, apa kalian orang tuanya?.”


“ Hemm, iya, saya pamannya, memang kenapa?.”


“ Tidak, aku hanya bertanya saja, jika kalian pamannya tolong bawa anak ini pada ibunya, kasihan dia.”


“ Siapa kau ini, berani-beraninya menyuruh orang sembarangan, anak ini adalah urusan kami. Ayo!.” 2 pria itu membawa Laura secara paksa.


Laura menangis dan tidak mau melepaskan baju Lisa dan memegangnya. Lisa mulai curiga pada 2 orang pria tersebut, bukan hanya bertubuh menyeramkan seperti yakuza, tapi mereka juga kasar pada Laura, Lisa meminta pertolongan pada Zavier.


“ Sayang, sepertinya perkataan mereka bohong, mereka berbohong sayang.” ucap Lisa sambil menggenggam tangan Laura.


Zavier melepaskan tangan pria itu dan meleparkannya. Lisa segera membawa Laura masuk ke dalam mobil, Darvi ketakutan karena ada orang jahat yang ingin menculik gadis kecil.


“ Aku beri kesempatan pada kalian, pergi dari sini sekarang atau mati di tanganku? sudah lama tangan ini tidak terkena darah manusia, lapar, sangat lapar.” Zavier kembali jadi pria yang menakutkan.


“ Bos, apa yang harus kita lakukan? dia menakutkan, aku sungguh gemeteran dan tidak sanggup berhadapan dengannya.” bisik pria itu pada temannya.


“ Ahh! diam! cepat hajar dia, jangan pulang jika gadis itu tidak bisa kita dapatkan. Apa kamu lupa dengan rencana kita dari awal?.”


Kedua pria itu berkelahi melawan Zavier, berkali-kali mereka terjungkal dan kalah dari Zavier, tapi mereka tidak menyerah dan terus melawan sampai mati.


“ Rupanya ingin mati ya?.” gumam Zavier.


Tidak butuh waktu lama 2 pria itu mati mengenaskan. Lisa dan Darvi tidak melihat apapun karena mobil di tutup dengan tirai, belum lagi mobil itu kedap suara dan anti peluru.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2