
Di Villa.
Di mana Lisa dan Darvi tengah sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam nanti, tidak membutuhkan waktu lama hari telah malam.
“ Ibu, kenapa ayah belum pulang? ini sudah jam 7 malam, aku sangat ngantuk.”
“ Tunggu sebentar ya nak, sebentar lagi ayah akan pulang.”
“ Tapi berapa lama lagi? aku sudah lapar.”
“ Hemm! sudahlah, kita makan saja dulu, mungkin ayahmu sibuk di kantor.”
“ Baik bu.”
Lisa dan Darvi makan malam tanpa kehadiran Zavier di meja makan, Lisa menyembunyikan dari Darvi kalau Zavier tengah marah padanya hanya karena Laura. Lisa mengantar Darvi untuk tidur di kamarnya, Darvi sudah besar jadi tidak perlu di temani Lisa.
Lisa mondar-mandir dengan cemas. “ Sudah malam begini tapi Zavier belum pulang juga, kemana perginya Zavier? aku khawatir kalau dia akan pergi ke bar untuk mabuk.” gumam Lisa sambil menunggu Zavier dari balkon kamar.
Karena terlalu lama menunggu, Lisa berbaring di kursi yang ada di balkon, sambil melihat bintang dan bulan yang menerangi bumi, membuat Lisa nyaman dan tertidur pulas. Hembusan angin terasa ke tulang rusuk dan membuat Lisa menggigil ke dinginan, Lisa enggan pindah ke kamar karena merasa nyaman tidur di balkon.
“ Biarkan bintang dan bulan yang menemani tidurku malam ini.” batin Lisa sambil menutup matanya.
Tiba-tiba Zavier pulang dan melihat Lisa tertidur di balkon tanpa selimut. Zavier mengambil selimut dan menyelimuti Lisa sambil memeluknya.
“ Suamiku? apa itu kau?.” setengah sadar.
“ Benar sayang, tidak baik tidur di sini, angin terlalu kencang dan dingin, nanti kamu masuk angin dan malah sakit. Ayo tidur di kamar.” Zavier membujuk Lisa untuk tidur di ranjang.
“ Aku mau di sini. Biarkan aku tidur di sini.” Lisa memeluk Zavier dan menindih Zavier dengan tubuhnya.
Zavier tersenyum melihat Lisa berlaku manja padanya, Zavier semakin merasa bersalah karena sudah marah pada Lisa hanya karena anak kecil. Padahal Zavier sudah berjanji tidak akan marah pada Lisa apapun alasannya. Tapi Zavier mengingkari janjinya dan malah membuat Lisa bersedih.
“ Maafkan aku sayang, ini salahku, seharusnya aku jangan bicara keras padamu dan meninggalkan kalian di resto. Tolong maafkan aku.” gumam Zavier sambil mencium bibir Lisa.
Siapa sangka, Lisa malah merespon ciuman Zavier dengan agresif, Zavier terangsang dan menggendong Lisa ke ranjang.
“ Ternyata kamu pura-pura tidur ya, aku pikir kamu tidur dan tidak mendengar ucapanku tadi. Kali ini aku tidak akan biarkanmu lolos sayang, mari kita nikmati malam yang panjang ini dengan nelakukan yang intim.”
Lisa malah mengucek mata dan baru sadar dari tidurnya. Perlahan Zavier membuka pakaian Lisa dan merabanya dari atas sampai bawah, Lisa kegelian dan menikmati ciuman dari Zavier.
“ Sayang, pelan sedikit.” Lisa merintih ke sakitan.
“ Ini sudah pelan sayang, mari kita coba gaya yang baru, begini, apa kau menyukainya.”
“ Yaa, rasanya seperti menusuk ke tulang rusuk. Lebih cepat sedikit sayang, aku tidak bisa menahannya, ini, ini sa, sangat enak!.” gumam Lisa sambil menggigit jari.
“ Dasar wanita, tadi minta pelan, sekarang minta cepat, aku cape jika harus begini terus, tapi tidak apa-apa asalkan kamu menyukainya dan merasa puas, aku senang dan akan berusaha membuatmu puas malam ini.” batin Zavier sambil terus melakukan intim tanpa henti.
__ADS_1
Keringat pun berjatuhan dari wajah dan tubuh Zavier, membasahi punggung Lisa. Lagi-lagi tubuh Lisa penuh bekas merah, membuat Lisa menikmati malamnya. Seperti biasa, setelah melakukan hubungan intim, Zavier langsung mandi untuk membersihkan dirinya.
“ Jika di pikir-pikir, lebih baik aku bantu gadis itu menemukan orang tuanya, dengan begitu Lisa tidak akan minta aku untuk mengadopsi dia lagi.” batin Zavier.
Setelah selesai mandi, Zavier tidur sambil memeluk Lisa dan menciuminya. Sampai di pagi hari Zavier mimpi buruk dan membuatnya teriak. “ Tidak! jangan, lepaskan dia!.”
“ Sayang, sayang, bangun, sayang.” Lisa berusaha membangunkan Zavier yang terus teriak.
Huahh!
Zavier terbangun dengan keringat dingin dan tubuh gemetar, Lisa segera memeluk Zavier dan menenangkannya.
“ Tenang sayang, tarik nafas dalam-dalam, lalu buang.”
Zavier melakukan apa yang katakan Lisa padanya.
“ Bagaimana apa sudah membaik?.”
“ Sudah.”
“ Sekarang katakan padaku, apa kamu mimpi buruk? apa yang ada di dalam mimpimu? kamu teriak-teriak dan bilang jangan, ada apa sayang?.” Lisa berusaha bertanya pada Zavier.
“ Aku lupa.”
“ Hah! lupa?! yang benar saja sayang, sudahlah yang penting kamu sudah baikan.”
Zavier yang terkenal kejam dan dingin saat di kantor, punya sisi berbeda saat bersama istrinya, ingin di manja sambil di peluk dan tidak mau di tinggal. Sekarang Zavier terlihat ketakutan dan memeluk Lisa dengan erat, seolah-olah Zavier adalah anak kecil yang tidak punya kekuatan apapun.
“ Sayang, kepalaku sakit, rasanya mau pecah.”
“ Sakit! bagian mana sayang, biar aku membantumu memijatnya.”
“ Di sini, lakukan seperti ini ya sayang.” Zavier menyuruh Lisa untuk terus mengelus kepalanya.
“ Apa begini sudah tidak sakit?.”
“ Yaa, aku hanya butuh kasih sayang darimu istriku. Jadi lakukanlah, sebelum Darvi bangun dan mengganggu kita.” Zavier bersikap imut pada Lisa.
“ Dasar mesum!.” celetuk Lisa.
“ Apa sayang?.” Zavier mendengar ucapan Lisa.
“ Tidak, tidak ada apa-apa.” senyum Lisa.
Setelah beberapa saat alarm berbunyi di jam 7 pagi.
“ Sayang, aku harus pergi ke kantor sekarang. Jadi tolong kamu jangan seperti ini ya, aku harus bekerja.” ujar Lisa.
__ADS_1
“ Baiklah, aku akan menunggumu di meja makan.” ucap Zavier.
Lisa bersiap memakai pakaian rapih dan tertutup di bagian leher, berdandan dengan cantik rambut di kuncir di atas, membuat Lisa bak ABG. Zavier tertegun melihat Lisa berdandan cantik seperti mau berkencan.
“ Sayang? apa kamu akan bekerja dengan pakaian seperti ini?.” tanya Zavier.
“ Iya, memang kenapa sayang? apa ada masalah?.” dengan wajah polos.
“ Ya ampun sayang, kamu akan pergi ke kantor dengan pakaian seperti ini, bagaimana kalau ada laki-laki yang menyukaimu? aku tidak mengizinkanmu memakai baju seperti ini.” Zavier marah dan menyuruh Lisa menggantinya.
“ Tapi sayang, aku sudah telat, setengah jam lagi aku ada Meeting dengan Klien. Jadi aku harus berpakaian rapih.” Lisa tidak tahu kalau Zavier cemburu.
“ Jadi kamu sengaja memakai ini hanya untuk Meeting dengan Klien?! apa kamu tidak mengerti perasaanku?.”
“ Kenapa sayang? perasaan, apa maksudmu?.”
“ Cie cie! ada yang lagi cemburu ni? Ehemm!.” Darvi malah menggoda Zavier yang tengah marah karena cemburu.
Lisa baru mengerti kalau Zavier marah padanya karena cemburu, dan takut ada laki-laki yang mendekatinya.
“ Sayang maafkan aku, aku tahu kalau kamu cemburu, tapi tidak gini juga kali. Kamu seperti anak kecil saja.” Lisa membujuk Zavier.
“ Ya sudah di maafin, tapi ganti dulu bajunya, jangan memakai baju seperti itu.”
“ Iya-iya, aku ganti.” Lisa berlari ke atas untuk mengganti baju.
15 menit kemudian.
Lisa memakai kemeja berwarna putih di padu dengan celana jens hitam panjang, membuat Body Goals semakin menarik perhatian.
“ Sudahlah, aku menyerah saja. Kamu sangat cantik memakai apapun, kecantikanmu tidak bisa di sembunyikan dengan memakai baju tertutup.” gumam Zavier.
Melihat ekspresi Zavier yang tidak memuaskan membuat Lisa menyerah dan akan menuruti perkataan Zavier. “ Apa aku harus mengganti baju lagi?.”
“ Tidak perlu sayang, begini sudah bagus.” balas Zavier sambil melanjutkan makannya.
“ Ibu, ibu terlalu cantik, pakaian seperti itu tidak akan berguna untuk menutupi kecantikanmu.” senyum Darvi.
Setelah selesai makan, Lisa hendak pergi tapi Zavier menghentikannya. “ Tunggu! aku akan mengantarmu ke kantor, sekalian mengantar Darvi ke kediamanmu.”
Lisa menganggukan kepalanya dengan tersenyum. Zavier terus mengikuti ke manapun Lisa pergi, Zavier juga mengintai Lisa agar tidak di dekati pria hidung belang. Sampai saatnya di mana Lisa sedang Meeting dan Zavier sedang menunggunya, tiba-tiba Klien itu mencubit dagu Lisa dan menggodanya.
“ Tuan, tolong jaga sopan santunmu, suamiku ada di sini, jika kau tidak ingin bermasalah dengan suamiku jangan sembarang menyentuh.” ujar Lisa dengan sinis.
Zavier yang melihat istrinya disentuh sama pria hidung belang sontak membuatnya marah dan emosi. Zavier berdiri dan mengepalkan kedua tangannya.
“ Kurang ajar! berani-beraninya dia menyentuh istriku seperti itu, rupanya dia belum merasakan bagaimana mati dua kali.” batin Zavier.
__ADS_1
Klien hidung belang itu melihat ke belakang seketika ketakutan dan langsung mendatangani kontrak kerja sama.
BERSAMBUNG