
Hari telah gelap.
Lisa sudah makan malam dan menidurkan anak-anak, tapi Zavier masih tidak kunjung datang, Lisa menghabiskan waktunya dengan menonton tv yang bertema, Perselingkuhan.
Awalnya Lisa menyukai Film itu karena pemeran wanita sangat romantis dengan suaminya, tapi siapa sangka suaminya malah selingkuh dan memanfaatkan kebodohan istrinya untuk bermain gila dengan wanita lain.
“ Ya ampun, Film macam apa ini? benar-benar membuatku tidak Mood saja.” Lisa mematikan tv nya dengan kesal.
Saat Lisa membayangkan ketika Zavier selingkuh tiba-tiba Lisa merasa mual dan ingin muntah.
“ Oek oek, mulutku rasanya tidak enak, kenapa ya? perutku juga sakit, apa karena terlalu banyak makan pedas tadi?.” Lisa mengira kalau dirinya hanya masuk angin biasa.
Ting tong!
“ Apa ini?.” Lisa melihat pemberitahuan yang masuk ke ponselnya.
“ Hah, sudah jadi berita Trending! tidak di sangka ternyata berita pernikahan Mika dan kakak ipar sudah di umumkan di media. Astaga, minggu depan adalah pernikahan mereka! apa tidak terlalu cepat?.” Lisa tidak habis pikir kalau tuan Sanjaya akan mempercepat pernikahan Mika dengan Brian.
Di kediaman Sanjaya.
“ Tuan, berita sudah masuk ke media dan sekarang jadi topik hangat, beita ini jadi perbincangkan semua orang yang melihatnya, dalam waktu 5 menit memiliki views sebanyak 5 juta. Ini akan memudahkan tuan untuk mendapatkan Klien dari penjuru dunia.” ucap pelayan yang di tunjuk jadi tangan kanan tuan Sanjaya.
“ Bagus, kerja yang bagus.” tuan Sanjaya puas dengan rencananya.
Banyak perusahaan yang ingin membuat berita ini di jadikan koran untuk menghasilkan uang. Tuan Sanjaya dan tuan Fhui akan mendapatkan uang dari setiap berita yang di tayangkan.
Banyak media menginginkan Mika dan Brian untuk tampil secara terbuka, memberikan klarifikasi tentang hubungan mereka ke media.
“ Jangan menyia-nyiakan waktu berharga, suruh Brian pulang ke rumah sekarang.” tuan Sanjaya tidak ingin melewatkan luang untuk mendapatkan uang.
“ Suamiku, Brian tidak menjawab telponnya, mungkin dia sudah tidur.” ekspresi nyonya Ratih tampak cemas dan takut suaminya akan marah.
“ Tidur?? jam segini sudah tidur? apa kamu pikir aku bodoh, dia pasti sengaja tidak mengangkatnya.” menyeringai.
“ Tidak suamiku, Brian benar-benar tidak menjawab telponnya, mungkin saja dia tidur lebih awal karena lelah.” nyonya Ratih panik dan tidak mau menyebabkan masalah antara ayah dan anak.
“ Bodyguard, pergi cari Brian sampai ketemu. Jangan pulang jika Brian tidak di temukan, bawa dia kemari sebelum matahari terbit, apa kalian mengerti!.” tuan Sanjaya tidak percaya kalau Brian tidur, maka dari itu tuan Sanjaya sengaja menyuruh Bodyguard untuk mencarinya.
__ADS_1
“ Baik tuan.” Bodyguard itu memasang badan tegak dan menerima perintah dari tuan Sanjaya.
Nyonya Ratih cemas dan hanya menggenggam ponsel sambil teringat Brian.
“ Brian kamu di mana nak? angkat telponnya jangan buat ayahmu marah Brian.” nyonya Ratih terus menghubungi Brian berkali-kali.
Tuan Sanjaya berdiri dan pergi ke kamar meninggalkan istrinya sendirian di ruang tamu. Nyonya Ratih tidak bisa tidur dan terus menunggu kepulangan Brian.
Di Barr.
Brian sedang mabuk sampai tidak sadarkan diri, Brian terus bicara seperti orang gila dengan segelas Wine di tangannya, banyak wanita yang menghampiri Brian untuk mendapatkan uang tapi tidak berhasil, Bodyguard yang di perintahkan Zavier untuk menjaga Brian menghalangi semua wanita yang berusaha menggodanya.
“ Tuan Zavier harus tahu masalah ini, aku tidak mau di salahkan karena keteledoran tuan tertua.” Bodyguard itu mulai panik melihat Brian yang tidak bisa mengendalikan diri untuk mabuk.
Bodyguard itu mengirimi pesan pada Zavier tentang Brian yang mabuk parah.
2 jam kemudian Zavier datang dengan langkah besar menuju Brian, tanpa banyak kata Zavier memapah Brian keluar dari Bar itu.
Seorang gadis berusia 18 tahun menghalangi jalan Zavier, dia menunjukan ekspresi nakal di depan Zavier, gadis itu sempat di enyahkan oleh Bodyguard, tapi dia berusaha untuk menggoda Zavier.
“ Enyahlah, jangan halangi jalan tuan kami.” teriak Bodyguard sambil mendorongnya.
“ Kamu!.” Bodyguard itu sangat ingin menghancurkan gadis kecil yang membentaknya, tapi Zavier melambaikan tangannya.
“ Gadis, katakan padaku apa mau mu?.” Zavier ingin tahu apa maksud dari gadis itu.
“ Ah tuan, Anda mau bicara denganku? itu adalah sebuah kehormatan besar untukku.” gadis itu senang karena di respon oleh lelaki tampan seperti Zavier.
Beberapa wanita di Barr sangat iri dengan gadis kecil itu, dengan mudahnya menggoda dan mendapatkan perhatian dari Zavier.
“ Jika tidak ada urusan penting tolong jangan halangi jalanku, aku sedang buru-buru pulang, istri dan anak-anakku menungguku di rumah.” Zavier sudah tahu maksud dari gadis itu.
Gadis itu terkejut setelah Zavier menyebut istri dan anak-anknya, dia tidak bisa berkata apa-apa karena pria yang ia goda sudah berkeluarga.
“ Astaga, lihat betapa menyedihkan dia. Menggoda pria sembarangan tanpa punya kemampuan apapun, dia pasti malu.” ucap beberapa wanita di belakang.
“ Tidak apa tuan, aku mau melayani Anda malam ini, aku tidak akan memberitahu istri tuan. Apa tuan tahu kalau ini adalah pertama kalinya untukku, tuan akan merasakan hal yang istimewa dariku.” sosor terus sampai Zavier bersedia tidur dengannya.
__ADS_1
“ Lancang sekali kamu! plak!.” Zavier menampar gadis itu karena berkata tidak sopan padanya.
Gadis itu menyentuh pipi yang baru saja di tampar oleh Zavier, dia termenung dan mengeluarkan air matanya.
“ Menyingkirlah dari jalanku!.” teriak Zavier tidak sabaran.
Semua orang yang ada di Barr memberikan jalan agar Zavier bisa melewatinya tanpa gangguan wanita nakal.
“ Tuan bagaimana dengan gadis itu? apa perlu aku membereskannya?.” tanya Bodyguard dengan mendekatkan kepalanya ke jendela mobil.
“ Terserah kamu saja, jika kamu menginginkan dia bawa saja, biarkan Li yang mengurus sisanya.” Zavier terlihat lelah dari Markas, setelah pulang Zavier harus membawa Brian pulang dari Barr, tapi di Barr malah bertemu dengan gadis aneh yang berusaha menggodanya.
“ Ah, baiklah. Terima kasih banyak tuan.” Bodyguard itu senyum sumringah mendapatkan hadian dari Zavier.
“ Aku sudah tidak sabar ingin bertemu Lisa, aku sangat rindu padanya. Seharusnya aku pulang lebih awal tapi semuanya jadi terlambat karena kakak mabuk-mabukan sampai tidak sadarkan diri. Terpaksa aku harus mengantarkan kakak terlebih dulu.” batin Zavier.
Setelah mengantar Brian ke kediaman Sanjaya Zavier bergegas pulang ke kediaman Lisa.
“ Sudah jam 9. Bagaimana caranya aku menjelaskan ini pada Lisa, Lisa pasti marah.” Zavier melihat jam tangan dengan bimbang.
Zavier suka pulang terlambat ketika pergi ke Markas, itu membuat Lisa marah karena Zavier tidak bisa menghargai waktu yang telah di berikan Lisa padanya.
Zavier masuk ke rumah dan memperhatikan anak-anak yang sudah tidur.
“ Untung mereka sudah tidur, tidak tahu apa Lisa sudah tertidur. Mungkin saja Lisa sudah tidur di kamar atas, aku harus meminta maaf karena pulang terlambat malam ini.” Zavier merasa lega melihat anak-anak tertidur pulas.
Krek!
Zavier membuka pintu kamar tapi Lisa tidak ada di ranjang, perlahan Zavier berjalan masuk dan menutup pintunya. Tiba-tiba ada suara aneh di toilet, Zavier keingat Lisa dan segera mengeceknya.
“ Sayang, apa kamu di sini.” membuka pintu toilet dan melihat apa yang terjadi.
“ Zavier, aku, aku, tolong aku.” Lisa terbaring di lantai toilet sambil memegang perutnya yang sakit.
“ Sayang kamu kenapa? kenapa bisa jadi seperti ini sayang?.” tanya Zavier dengan panik, memeluk Lisa dan mencoba bertanya apa yang terjadi.
Zavier menggendong Lisa keluar dari kamar, berjalan dengan cepat Zavier tidak mau anak-anak tahu apa yang terjadi pada Lisa.
__ADS_1
BERSAMBUNG