Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part145


__ADS_3

Di Villa kediaman Zavier.


Zavier membawa makanan masuk ke dalam, Zavier sangat kerepotan bawa makanan sebanyak itu.


“ Sayang, aku sudah sampai.” ucap Zavier sembari buka pintu kamar.


“ Hemm, sudah pulang ya? kenapa lama sekali?.” Lisa terbangun dari tidurnya dan mengucek mata.


“ Maafkan aku sayang, tadi di jalanan sangat macet, jadi aku pulang terlambat.” Zavier menutup pintu dan menyimpan semua makanan di meja.


“ Apa kamu bawa yang aku pesan tadi?.” Lisa beranjak dengan semangat setelah melihat banyak makanan.


“ Iya, semua pesanan mu aku beli semuanya. Silahkan di cicipi.” ujar Zavier membuka jas nya.


Lisa segera duduk di sofa dan membuka semua makanannya, Lisa mencicipi semua makanan satu-persatu.


Zavier keluar dari toilet, menggunakan handuk setengah badan yang memperlihatkan otot perut. Lisa melihat Zavier yang **** ngiler dan berhenti makan.


“ Apa istriku sangat menyukaiku setengah t*lanj*ng? jika iya aku tidak ke beratan jika harus seperti ini setiap hari.” Zavier mendekat dan menggoda Lisa.


“ Tidak, siapa yang menyukainya? kamu terlalu narsis.” Lisa sangat malu dan memalingkan wajahnya.


“ Jika suka bilang saja, aku ini suamimu, untuk apa malu seperti itu.” Zavier menggegam dagu Lisa dan menciumnya.


“ Emm, kenapa menciumku? kamu tidak lihat aku lagi makan.” Lisa melepaskan ciumannya karena di mulutnya ada makanan pedas.


“ Hah, pedas, sangat pedas.” Zavier menjilat bibirnya.


“ Itu akibatnya karena terlalu tidak tahu malu, sudah tahu aku lagi makan, tapi kamu malah..” kata-kata Lisa terhenti karena Zavier menciumnya.


“ Ah, nikmat! sangat manis.” gumam Zavier sambil menjilat jari telunjuk.


Wajah Lisa merona melihat tingkah Zavier, Lisa tidak sanggup menghabiskan makannya karena ulah Zavier yang sudah menciumnya.


“ Kenapa tidak lanjut makan? apa sudah kenyang di cium olehku?.” tanya Zavier sambil duduk di dekat Lisa.


“ Jangan omong kosong! aku masih mau makan kalau kamu tidak mengganguku.” Lisa tidak mau menatap mata Zavier karena merasa canggung.


“ Jangan marah padaku, jika tidak aku akan menciummu sampai puas.” menggoda dengan menyentuh wajah Lisa.


Lisa cemberut saat Zavier memegang wajahnya, Zavier sengaja menyubit pipi Lisa yang mulai Chubby, melihat-lihat wajah Lisa dengan keseluruh Zavier sampai teriak terkejut.


“ Ahh, sayang aku rasa kamu mulai berubah.” ucap Zavier dengan ekspresi terkejut.


“ Berubah?? apa yang berubah?.” tanya Lisa.


“ Pipi kamu Chabby, bikin aku gemas.” sambil terus mencubit pipi Lisa.


“ Aduh, hentikan, sakit tahu.” gumam Lisa dengan ekspresi pasrah.


Zavier tertawa bahagia melihat tubuh Lisa berisi, sejak Lisa hamil ***** makan jadi meningkat sampai membuat Zavier kewalahan dengan kemauan Lisa.

__ADS_1


Keesokan harinya di kediaman Sanjaya.


Tuan Sanjaya dan nyonya Ratih sedang menikmati saparan mereka, suasana jadi hening karena rumah sebesar itu di huni oleh 2 orang saja, selain Bodyguard dan pelayan hanya ada tuan Sanjaya dan nyonya Ratih.


“ Suamiku, bolehkah aku bertanya padamu?.” ucap nyonya Ratih dengan sungkan.


“ Apa yang ingin kamu tanyakan?.” jawab tuan Sanjaya sambil terus makan.


“ Siapa wanita yang ada di luar sana? dia pulang bersamamu saat kamu mabuk parah semalam. Bahkan dia memapahmu masuk ke sini, tapi aku melihatnya dan memberhentikannya.” ujar nyonya Ratih dengan perasaan bimbang.


Tuan Sanjaya tertegun dan berhenti makan.


“ Dia gadis yang kubeli di pelelangan semalam, kamu tidak perlu berpikir macam-macam tentangku.” ujar tuan Sanjaya dengan santai.


“ Bagimana aku tidak berpikir macam-macam, sedangkan kamu pulang dalam keadaan mabuk bersama wanita muda dan cantik.” batin nyonya Ratih dengan perasaan sakit hati.


“ Sudah kubilang aku tidak melakukan apapun dengannya, kenapa kamu malah menangis?!.” teriak tuan Sanjaya dengan kesal.


Nyonya Ratih tidak sadar kalau air matanya keluar, nyonya Ratih menyeka air matanya dengan marah.


“ Aku tidak nangis, ada debu yang membuat air mataku keluar, kamu jangan salah paham.” balas nyonya Ratih.


Tuan Sanjaya merasa bersalah karena membuat nyonya Ratih cemburu padanya.


“ Pengawal, suruh wanita itu pulang ke rumahnya. Jangan pernah muncul di hadapanku apa lagi menggangguku.” teriak tuan Sanjaya.


“ Tuan maafkan aku, wanita itu terus meminta untuk bertemu denganmu. Dia berkata ingin berterima kasih padamu karena telah menyelamatkannya.” ujar pengawal itu.


“ Tuan, tolong maafkan saya, saya hanya ingin berterima kasih padamu. Anda sudah membeli saya dengan sangat mahal, saya tidak bisa pergi sebelum balas budi padamu tuan, tolong berikan saya kesempatan untuk balas budi dengan tubuhku ini.” wanita itu menggoda tuan Sanjaya dengan terang-terangan, bukan hanya itu dia berani berkata kotor pada tuan Sanjaya di depan nyonya Ratih.


“ Enyahlah!.” tuan Sanjaya menepis wanita itu dengan jijik.


“ Tuan, kenapa Anda kasar padaku? bukankah tuan menginginkan saya memuaskanmu.” wanita itu mencoba segala cara untuk mendapatkan perhatian dari tuan Sanjaya.


“ Cukup! hentikan itu, apa kamu tidak lihat aku berdiri di sini dari tadi, aku sebagai nyonya di rumah ini tapi kamu berani menggoda suamiku di depan mata kepalaku sendiri. Dasar wanita j*l*ng! kubuhuh kau!.” nyonya Ratih tidak terima suaminya di goda oleh wanita murahan seperti dia.


“ Nyonya sudah, perhatikan kesehatanmu. Biarkan saya yang mengurus wanita ini, Anda istirahat saja di kamar.” ucap pengawal sambil menarik tangan nyonya Ratih agar tidak menyakiti wanita itu.


“ Lepaskan, lepaskan aku! aku akan membunuhnya karena berani menggoda suamiku.” nyonya Ratih tidak menyerah dan terus berontak.


Dorrr!


Tuan Sanjaya menembak wanita itu dengan pistol miliknya, dalam sekejap wanita itu mati mengenaskan. Tertembak di bagian kepala membuat wanita itu mati tanpa ampun.


“ Hah, ah, huah! apa yang terjadi? aku tidak melakukan apapun kenapa dia bisa mati dengan banyak darah.” nyonya Ratih tidak sanggup melihat darah sebanyak itu.


“ Bawa nyonya ke kamarnya, pastikan dia di beri obat penenang agar tidak sakit.” ucap tuan Sanjaya sambil pergi keluar.


Pengawal itu membawa nyonya Ratih ke kamar, menyuruh dokter untuk menyuntikan obat penenang untuknya.


Di perusahaan Sanjaya pukul 08:15 pagi.

__ADS_1


Tuan Sanjaya sengaja pergi ke perusahaan untuk memastikan semuanya baik-baik saja.


“ Selamat pagi tuan.” sapa semua karyawan di perusahaan Sanjaya.


“ Apa Zavier sudah datang?.” tanya tuan Sanjaya ke resepsionis.


“ Emm, itu tuan, Presdir Zavier sedang di perjalanan terjebak macet.” jawab resepsionis dengan terbata-bata.


“ Jam segini belum ada di kantor, mau jadi apa dia? kupikir dia orang yang tepat menjadi penerus perusahaan Sanjaya, ternyata tidak.” batin tuan Sanjaya terheran-heran.


Tuan Sanjaya berjalan menuju Lift pribadi, masuk ke ruangan Direktur yang selama ini di tempati Zavier.


“ Sudah lama tidak masuk ke sini, rasanya sangat asing setelah Zavier mendekor ulang ruangan ini.” gumam tuan Sanjaya.


Tuan Sanjaya duduk di kursi dan menikmatinya dengan santai, saat tuan Sanjaya mengecek beberapa berkas tiba-tiba tuan Sanjaya melihat ada yang aneh dengan isi laci itu.


Tuan Sanjaya hendak membuka laci tersebut tapi Zavier datang dengan terburu-buru.


“ Ayah, apa yang membuat ayah datang kemari?.” tanya Zavier berdiri di depan pintu.


“ Zavier, kau sudah datang?.” jawab tuan Sanjaya sambil menarik tangannya dari laci itu.


“ Iya ayah, aku sedikit terlambat karena harus mengantar Lisa ke perusahaannya.” Zavier berjalan mendekat dan berusaha membuat tuan Sanjaya minggir dari kursi miliknya.


“ Baiklah, karena kamu sudah datang aku tidak akan mengganggu kamu bekerja.” tuan Sanjaya berdiri dan duduk di sofa.


“ Terima kasih ayah.” balas Zavier sambil duduk di kursi.


Zavier mengecek laci tersebut untuk memastikan kalau Lencana hitam itu masih aman, Zavier menghela nafas dengan lega karena tuan Sanjaya tidak melihat Lencana itu.


“ Zavier, katakan padaku bagaimana perkembangan Perusahaan kita? apa semuanya berjalan lancar?.” tanya tuan Sanjaya sambil menyalakan rokok.


“ Ayah, perhatikan kesehatanmu, tidak baik merokok di usia sudah tua.” ucap Zavier sambil mengutak-atik laptop.


“ Tidak masalah, penyakitku tidak akan kambuh untuk beberapa waktu ini. Dokter telah menyuntikan obat untuk meningkatkan imun tubuhku.” tuan Sanjaya tetap merokok walau Zavier melarangnya.


Tok tok!


“ Tuan, Klien sudah menunggu Anda di tempat Meeting.” ujar Asisten Li dari luar.


“ Ayah, aku harus Meeting dengan Klien sekarang, aku harap ayah bisa mengerti maksudku.” Zavier menutup laptopnya dan berdiri.


“ Aku mengerti, aku akan bergabung denganmu untuk Meeting kali ini.” tuan Sanjaya mematikan rokok dan meminum air putih.


Zavier berjalan keluar di ikuti tuan Sanjaya dari belakang. Klien yang hadir di ruang Rapat sangat terkejut melihat tuan Sanjaya bisa ikut hadir di acara kali ini.


“ Ini benar-benar suatu kehormatan kami bisa bertemu dengan tuan besar, saya sangat beruntung bisa bertemu denganmu tuan.” ucap beberapa Klien dengan senang.


“ Senang bertemu dengan kalian! hari ini waktuku senggang, karena itu aku sengaja mendampingi Zavier untuk Meeting dengan kalian.” balas tuan Sanjaya.


Di ruang Rapat Zavier terus memikirkan Lisa dan tidak berkonsentrasi saat Meeting, hanya melihat dan mendengarkan tapi pikiran Zavier melayang memikirkan Lisa.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2