
“ Sudah sampe?.” tanya Lisa sambil menengok kiri kanan.
“ Iya nyonya. Silahkan.”
“ Yaa, terima kasih.”
“ Aduh, jalannya begitu sulit untuk di tempuh.” gumam Lisa sambil kepeleset.
“ Apa nyonya tidak apa-apa?.”
“ Yaa, aku baik-baik saja.”
Tempat yang begitu gelap dan licin membuat Lisa susah berjalan dan tidak bisa menyeimbangi dirinya. Lisa di bantu Li agar tidak mudah jatuh, sesampainya di Markas Lisa terkejut melihat penampakan Markas yang begitu kecil dan sempit.
“ Li apa ini tempatnya?.” tanya Lisa dengan terkejut.
“ Iya nyonya, tuan menunggu Anda di dalam.”
“ Tapi ini terlalu kecil, bagaimana aku masuk ke dalam.” menunjuk ke Markas yang hanya terlihat sebuah pintu kayu yang begitu kecil.
Li hanya tersenyum mendengar Lisa yang belum tahu penampakan di dalam Markas yang sebenarnya.
Setelah masuk ke dalam, Lisa di kejutkan dengan adanya para pasukan yang khusus di latih di Markas. Di dalam begitu berisik dengan suara para lelaki yang sedang latihan dalam bersenjata.
“ Mari nyonya ke arah sini.”
“ Hah, iya. Li, apa ini? kenapa di dalam sini begitu banyak orang yang berpakaian hitam? apa yang mereka lakukan?.” Lisa begitu kaget sampai tidak bisa melihat satu orang pun dengan jelas.
“ Lewat sini nyonya.”
“ Baik.”
Seorang prajurit yang tidak sengaja menabrak Lisa sampai terjatuh ke bawah, prajurit itu segera membantu Lisa untuk bangun, tidak di sangka prajurit itu jatuh cinta pada pandangan pertama.
“ Maafkan aku, aku tidak sengaja menabrakmu tadi.”
“ Nyonya apa Anda baik-baik saja?.”
“Hemm, iya.” Lisa menganggukan kepalanya.
“ Hati-hati jika berjalan.” Li menatap prajurit itu dengan sinis dan membawa Lisa pergi.
__ADS_1
“ Wanita yang begitu indah, sangat sempurna. Tapi siapa dia, kenapa Li menyebutnya nyonya? huuh, tapi itu tidak penting bagiku, semoga kita bisa bertemu kembali.” gumam prajurit tampan itu.
Li membuka pintunya dan mempersilahkan Lisa masuk ke dalam ruangan Zavier. Begitu Zavier melihat Lisa datang, dia terpesona sekaligus merasa sedih karena Lisa berjalan di bantu dengan tongkat.
“ Sayang? kemarilah.”
Lisa duduk di samping Zavier dan menyimpan tongkatnya di bawah. “ Apa kamu baik-baik saja?.” tanya Lisa.
“ Iya, tentu saja, aku baik-baik saja sayang. Mengapa bertanya seperti itu?.”
Plak! Lisa memukul luka yang ada di badan Zavier.
“ Aaa, sakit! kenapa kamu memukulku?.” Zavier kesakitan.
“ Ada apa denganmu? aku hanya memukulmu pelan!.”
“ Hemm, aku, aku, aku tidak apa-apa, aku hanya Prank, kamu. Hihii.” Zavier menyembunyikan lukanya dari Lisa.
“ Benarkah?.”
“ Iya.”
“ Kalau begitu mari kita lakukan apa yang seharusnya di lakukan!.” Lisa meraba dada Zavier dan mulai menarik dasinya.
Zavier terangsang dengan godaan yang di berikan Lisa padanya, dengan gagah Zavier menindih Lisa dan menciumnya, sampai Zavier tidak merasakan luka yang ada di tubuhnya. Dan pada akhirnya mereka melakukan hubungan intim.
Hari telah pagi.
Zavier terbangun duluan dan menatap Lisa yang masih tidur sambil memeluknya. “ Sayang, sayang, bangun, sudah pagi loh.”
“ Emm, aku masih ngantuk. Biarkan aku tidur lebih lama lagi.” Lisa berbalik badan karena tidak mau tidurnya di ganggu.
“ Baiklah, hanya 5 menit saja, ok. Jangan lebih.”
“ Emm.”
Zavier telah menunggu Lisa hingga 1 jam, tapi Lisa malah nyenyak sampai ngiler.
“ Aku pikir benar, tapi dia membohongiku lagi.” Zavier merasa lelah karena selama 1 jam menunggu Lisa bangun.
Zavier pergi untuk mandi, dokter Luciana membantu Zavier untuk mengobati lukanya agar tidak terlihat oleh Lisa.
__ADS_1
Luciana tampak memandang Lisa yang tengah tidur, karena merasa iri Luciana keluar dari kamar itu dan membanting pintunya, Lisa terbangun karena suara pintu begitu keras sampai membuat Lisa kaget.
“ Siapa itu?.” Lisa segera beranjak dari ranjangnya untuk mandi.
Sambil mandi Lisa mengingat kelakuan Zavier padanya semalam, Lisa merasa aneh karena Zavier terlalu pelan dan tidak membuat Lisa puas dalam beberapa jam.
“ Tidak biasanya Zavier seperti itu, dia tampak lemas dan lesu semalam, apakah dia mulai bosan padaku, atau ada wanita lain yang sudah bikin dia nyaman.” batin Lisa dengan ragu.
Tok tok! “ Nyonya, tuan menunggu Anda di bawah.”
Lisa segera bersiap dan memakai dres yang di siapkan Zavier untuknya. Lisa turun dari tangga dengan elegan, walaupun memakai tongkat Lisa tetap cantik bak bidadari.
“ Wah! siapa dia? dia begitu cantik.” para prajurit tampak terpesona dengan kecantikan Lisa.
Zavier duduk di sofa yang di kelilingi prajurit. Lisa bingung harus ke mana, karena Lisa malu jika harus berjalan di tengah prajurit.
“ Istriku sangat cantik memakai dress itu.”
Zavier melihat kesekeliling, Zavier tahu kalau Lisa tidak bisa mendekatinya karena malu dengan orang banyak. Zavier menyambut Lisa dan mengulurkan tangannya.
“ Ayo.”
Zavier menggandeng Lisa yang berjalan menggunakn tongkat, tiba-tiba Zavier menggendongnya di depan semua orang. Mereka begitu baper melihat Zavier menggendong Lisa dan bersikap romantis.
“ Siapa dia? lihat tuan menggendongnya! mungkin dia kekasihnya, jika tidak mana mungkin tuan mau menggendong wanita sembarangan.” ujar para prajurit wanita.
Lisa duduk di samping Zavier dan melihat prajurit bertarung. Lisa merasa takut dan tidak biasa melihat pertarungan antara mati dan hidup, demi menjadi Komando perang mereka rela bertarung mengalahkan lawan hingga mati, kecuali lawan mengaku kalah maka lawan akan membiarkannya hidup dan mengakui kemenangan lawannya.
Sekarang giliran Balin, pria tampan yang pernah menabrak Lisa dengan tidak sengaja. “ Kita lihat saja nanti, aku akan buktikan pada dia kalau aku lebih kuat dari tuan Zavier.”
Balin adalah prajurit yang baru saja berlatih 3 bulan yang lalu, tapi kekuatan dan kecerdasannya melebihi prajurit yang sudah lama berlatih. Awalnya Zavier sempat curiga pada Balin, karena Balin mempunyai taktik melawan musuh dari belakang, bahkan cara dia bertarung pun sangat hebat seperti senior.
“ Dia lebih baik dari yang lain. Tapi aku tidak bisa menjadikannya Komando karena dia baru saja berlatih 3 bulan, karena itu aku belum bisa mempercayainya dengan sepenuhnya.” batin Zavier.
Dan benar saja, Balin sudah mengalahkan 3 prajurit sampai terluka parah, karena mereka takut mati mereka perpaksa mengaku kekalahannya dan mengaku Balin sebagai pemenang di ronde 3.
“ Mari kita lihat, kita mempunyai jagoan lagi, Balin sudah mengalahkan 3 orang dalam 3 ronde sekaligus, hebat sungguh hebat.” ujar MC.
“ Bukankah dia yang menabrakku kemarin! tapi kenapa dia melihat ke arah sini terus, apa dia ingin mengajak seseorang untuk bertarung?.” batin Lisa.
Li membisikkan sesuatu di telinga Zavier, sampai Zavier mengepalkan tangannya dan terlihat marah.
__ADS_1
BERSAMBUNG