Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part99


__ADS_3

Malam pertama.


Hari telah malam, Zavier kelelahan dan berbaring di ranjang dengan telentang. Lisa selesai mandi dan bersiap untuk malam pertama di hari pernikahannya dengan Zavier, Lisa sangat senang melihat Zavier yang tertidur.


“ Aku masih tidak menyangka kalau aku akan jadi istri Zavier yang kedua kalinya, dulu aku pernah bersumpah tidak akan pernah memaafkan Zavier apa lagi harus rujuk dengannya. Tapi sekarang aku melanggar sumpahku karena cintaku masih sangat besar untuknya, semoga tuhan memaafkan kesalahanku.” batin Lisa.


Lisa bersiap memakai piyama tidur berwarna hitam yang terbelah di dada, Lisa juga tidak lupa memakai wewangian yang di sukai Zavier. Lisa mulai mengeringkan rambutnya yang basah, menghampiri Zavier dan tidur di samping Zavier sambil membelai pipinya.


Grep!


Zavier mencengkram tangan Lisa dengan terkejut. Tapi setelah membuka matanya Zavier langsung melepaskan tangan Lisa dan memukul keningnya.


“ Astaga, apa yang aku lakukan? aku menyakiti tangan Lisa begitu kasar.” batin Zavier dengan merasa bersalah.


“ Sayang, maafkan aku! aku terlalu waspada saat tidur. Tolong maafkan aku.” Zavier menggenggam tangan Lisa.


“ Iya, itu tidak masalah. Aku mengerti jika kamu terlalu waspada, itu sebabnya aku tidak akan marah padamu.” ujar Lisa dengan tersenyum.


Zavier melihat ke seluruh tubuh Lisa dan langsung menelan ludah karena tergoda, Zavier terpikat dengan piyama hitam dan parfum yang di pakai Lisa.


“ Aku hampir saja melupakan kalau malam ini malam yang istimewa di hari pernikahanku, jika Lisa tidak membuatku bangun bagaimana aku akan menikmati tubuh Lisa yang sudah segar seperti ini.” batin Zavier.


“ Sayang, kamu kenapa melamun?.” tanya Lisa dengan mengibaskan tangan di wajah Zavier.


“ Hemm, aku tidak apa-apa sayang. Kelihatannya kamu sudah tidak sabar ya sampai membangunkan tidurku.”


Wajah Lisa memerah dan seluruh tubuhnya merinding dengan ucapan Zavier. “ Apa yang kau katakan, jangan ngadi-ngadi. Aku sama sekali tidak berharap hal itu, jadi jika kamu mau tidur ya tidur saja.” dengan nada marah.


Zavier tersenyum dan memeluk Lisa dengan penuh kehangatan. “ Sayang-sayang, maafkan aku. Tapi apa kamu benar-benar tidak mau melakukan hal intim denganku?.”


Lisa hanya terdiam karena malu dengan kata-kata Zavier.


“ Apa yang aku lakukan? apa benar tindakanku ini seperti menginginkan hal intim dengannya, tapi mengapa? bukankah itu hal wajar jika suami istri melakukan hal intim di malam pernikahannya.” batin Lisa dengan bertanya-tanya.


Zavier tidak menyia-nyiakan hal yang begitu istimewa di malam pernikahannya. “ Kalau begitu, mari kita lakukan apa yang seharusnya di lakukan.”


“ Kamu mau apa?.” dengan terkejut.

__ADS_1


“ Mau apa?! apa masih perlu di tanyakan lagi, tentu saja melakukan apa yang kau pikirkan sayang.” sambil mencium leher Lisa.


Lisa merasa geli dengan kecupan di lehernya, memar merah pun timbul dan meninggalkan bekas dari kecupan Zavier yang begitu banyak di tubuh Lisa.


Mereka melakukan hubungan intim dengan waktu yang cukup lama, di tambah lagi Zavier terlalu gagah dan nafsu birahi yang tinggi membuat Lisa merasakan nikmatnya cinta dan pahitnya jika berlebihan.


“ Apa ini yang di namakan cinta, cinta yang begitu dalam sampai menusuk ke dalam tulang-tulang di tubuhku. Aku sudah tidak kuat lagi.” batin Lisa sambil kelelahan.


“ Dia tertidur? baru saja 2 ronde sudah tidak tahan, bagaimana jika aku mengeluarkan tenaga, kamu pasti sudah menjerit kesakitan. Sudahlah, biarkan saja dia tidur dulu, besok akan aku lanjutkan setelah dia merasa baikan.” gumam Zavier.


Zavier melepaskan tubuhnya dan menyelimuti Lisa.


“ Selamat malam sayang.” Zavier mencium kening Lisa dan memeluknya.


Hari telah pagi.


Lisa terbangun dari tidurnya mendapati Zavier sudah tidak ada di ranjang. Lisa segera pergi ke toilet untuk mandi, setelah mandi Lisa berdiri di depan cermin sambil bergumam.


“ Semalam Zavier terlalu kasar padaku , bagimana aku bisa beraktipitas jika tubuh dan leherku penuh dengan kecupan? bukannya aku tidak menyukainya tapi aku harus pergi ke kantor untuk mengecek data perusahaan, sudah lama aku meninggalkan perusahaan, semoga tidak terjadi hal buruk di kantor.”


Lisa hanya memakai pakaian seadanya, dress pendek dengan dada terbuka membuat memar merah terlihat dengan jelas.


“ Ada apa sayang? apa pakaianku salah? a, aku,, aku tidak punya baju yang menutupi leher, jadi aku memakai ini.” dengan merasa malu.


“ Sebenarnya tidak ada yang salah dengan dress ini, tapi yang salah adalah kamu!.” sambil menyubit dagu Lisa.


“ Aku? apa salahku?.” dengan bingung.


“ Kamu terlalu menggoda dengan pakaianmu itu sayang. Apa kamu tahu, jika kamu memakai pakaian seperti ini hasratku naik, apa kamu sedang menggodaku lagi? apa jangan-jangan semalam aku tidak memuaskanmu?.” Zavier terus menggoda Lisa.


“ Tidak-tidak, aku tidak seperti yang kamu pikirkan sayang, sungguh! aku akan menggantinya setelah pakaianku datang nanti. Jadi jangan salah paham ya.” Lisa langsung menolak.


“ Sudah-sudah, aku tidak akan melakukan itu sekarang, tapi nanti malam aku akan membuatmu menangis. Jadi siap-siap sayang.” dengan senyum licik.


“ Hah! apa dia seorang manusia? bisa-bisanya mau melakukan hal itu lagi padaku. Bahkan punyaku saja masih terasa sakit dan pedih, bagaimana bisa aku harus melayaninya lagi. Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan?!.” teriak Lisa di dalam hatinya.


“ Sayang, kenapa masih berdiri? cepat duduk dan mari makan bersama.” Zavier mengejutkan Lisa yang tengah bersedih.

__ADS_1


Lisa menganggukan kepalanya dan duduk di samping Zavier. Tiba-tiba Zavier menarik pinggang Lisa dan mendudukan di pangkuannya.


“ Kenapa begitu jauh, aku ingin terus di dekatmu sayang.”


“ Tolong jangan bergerak, aku tidak nyaman duduk seperti ini.” ujar Lisa.


Zavier mengerti apa yang di maksud Lisa, jadi Zavier sengaja menarik Lisa untuk mengelus perutnya. Lisa merasa baikan dengan tangan Zavier yang berada di perutnya.


“ Ibu? aku datang, apa ibu merindukan aku?.” teriak Darvi.


Darvi berhenti bicara karena melihat Lisa sedang duduk di pangkuan Zavier. Lisa canggung karena kepergok lagi bermesraan dengan Zavier, Lisa melepaskan tangan Zavier, tapi Zavier malah memeluknya dengan erat.


“ Apa ibu baik-baik saja? kenapa ayah mengelus perut ibu? apa perut ibu terasa tidak nyaman?.” menunjuk ke arah perut Lisa.


“ Ibu baik-baik saja sayang, hanya saja sedikit diare. Itu bukan masalah besar kok.” jawab Lisa dengan gugup.


“ Hah! benarkah?.”


“ Yaa.”


Darvi terkejut melihat tubuh Lisa penuh memar. “ Ibu? kenapa ada bekas merah di leher ibu, di paha juga ada, hewan apa yang menggigit ibu sampai seperti ini? katakan padaku bu, aku akan membunuhnya karena sudah menyakiti ibu sampai seperti ini.”


Puy hanya tertawa kecil mendengar Darvi, Lisa tampak malu karena Darvi bertanya di depan Puy dan Li.


“ Ibu tidak apa-apa, sungguh.” Lisa mengibaskan tangan.


“ Kenapa sekarang ibu tertutup padaku? apa karena ibu sudah menikah dengan ayah, jadi ibu tidak butuh perlindungan aku lagi.” dengan sedih.


“ Tidak Darvi, bukan seperti itu maksud ibu. Ibu hanya,, hanya,,.”


“ Menikmati.” Zavier memotong kata-kata Lisa begitu saja.


“ Menikmati?! apa maksudmu ayah?.” Darvi mulai jengkel dengan kedua orang tuanya.


Lisa kesal dan menyubit Zavier dengan keras.


“ Sayang-sayang, sudah ya, ini hanya orang dewasa yang tahu. Anak kecil tidak di izinkan terlalu banyak tahu urusan orang dewasa.” Lisa berusaha membuat Darvi mengerti.

__ADS_1


“ Hemm.” Darvi kesal dan bersikap imut karena ibunya melarangnya untuk bertanya-tanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2