
Di pagi hari.
Lisa bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan bersama bibi Ann. Bermacam-macam makanan yang masak sama Lisa. Setelah selesai masak Lisa membantu mencuci piring dan membersihkan rumah, Zavier tidak mengetahui kalau Lisa membersihkan rumah yang begitu besar.
Ketika Zavier terbangun sudah mendapati Lisa tidak ada di ranjang, Zavier terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Lisa.
“ Aku harus mencari Lisa sekarang, aku takut jika kakak berulah lagi seperti semalam.” gumam Zavier.
Zavier terkejut lagi setelah melihat Lisa sedang membersihkan rumah, semua ruangan telah bersih dan rapih, Lisa berusaha keras untuk membantu bibi Ann, walau bibi Ann melarangnya tapi Lisa tidak mau dengar.
“ Nyonya muda, Anda sebaiknya istirahat, saya takut kalau tuan akan marah padaku. Ini semua pekerjaanku, nyonya tidak seharusnya membersihkannya.” ujar bibi Ann dengan cemas.
“ Sudahlah bi, aku tidak apa-apa. Bibi bersihkan yang lain saja, biarkan aku di sini yang membersihkannya.” sibuk menyapu.
“ Sayang? apa yang kamu lakukan? kenapa kamu mengotori tanganmu dengan membersihkan semua ini. Biarkan mereka yang melakukannya, ini tugas mereka, ayo! aku bawa kamu ke kamar lagi.” Zavier mengambil sapu.
“ Sayang, biarkan aku menggerakan tubuhku sebentar, sudah cukup lama aku berdiam diri dan tidak melakukan apapun.” Lisa mengambil sapunya kembali.
“ Lalu untuk apa aku membayar mereka semua, jika kamu masih melakukannya. Cepat berikan sapunya pada mereka!.” perintah yang tidak boleh di bantah.
Lisa menuruti Zavier dan pergi ke kamar. “ Tunggu! aku akan pergi untuk mandi.” ujar Zavier.
“ Baik.” balas Lisa.
Saatnya untuk makan.
Lisa duduk di samping Zavier, semua orang telah duduk dan menikmati sarapan mereka, hanya Brian yang belum keluar dari kamarnya.
“ Bibi Ann, tolong panggilkan Brian untuk sarapan.” ujar nyonya Ratih.
“ Baik nyonya.”
“ Tidak perlu, biarkan saja dia di kamar, nanti akan jadi masalah jika dia keluar dari kamar.” bentak tuan Sanjaya.
“ Tapi suamiku? sejak malam Brian hanya menghabiskan mabuk dan tidak makan apapun. Aku khawatir dia akan sakit jika tidak makan.”
“ Biarkan bibi Ann yang antar makanan untuknya, jangan buat keributan pada saat makan. Aku terlalu tua untuk mendengar keributan di rumah ini.” tuan Sanjaya tampak kesal.
“ Bibi Ann, lakukan sesuai perintah tuan.” nyonya Ratih mengalah.
“ Baik nyonya.” bibi Ann membawakan sarapan untuk Brian.
“ Tuan muda tertua, ini bibi Ann apa boleh masuk? bibi bawakan sarapan untuk tuan.” teriak bibi Ann dari luar kamar.
“ Simpan saja di sana.” saut Brian dengan dingin.
Lisa khawatir sejak kejadian masalah semalam, itu membuat Lisa merasa tidak nyaman dan terganggu jika Brian seperti itu, karena bagaimana pun Brian adalah kakak kandung dari Zavier.
“ Biarkan aku yang bujuk Brian, kalian makan saja.” Mika berdiri.
“ Baiklah, pastikan Brian memakan sarapannya.” ujar nyonya Ratih.
“ Baik bibi, serahkan saja semuanya padaku.” Mika sangat percaya diri.
Mika mengambil makananya dan maauk tanpa izin.
“ Sudah kubilang simpan saja makanannya di luar! apa kamu tidak mengerti?.” teriak Brian.
__ADS_1
“ Suttt! ini aku! jangan teriak lagi, kalau tidak akan aku lemparkan makanan ini ke wajahmu.” ujar Mika dengan pelan.
“ Kamu! kenapa kamu masuk ke kamarku?.” tanya Brian.
“ Semalam kamu dari mana? aku menunggumu untuk melihat pertunjukan, tapi kamu datang dalam keadaan mabuk. Dasar tidak berguna! aku susah payah merencanakan semua ini tapi kamu malah meruksaknya dengan sengaja.” Mika tampak marah pada Brian.
“ Apa maksudmu? kenapa kamu memarahiku seperti itu? sebenarnya apa yang kau inginkan dari keluargaku? jawab aku Mika!.” Brian berdiri dan mendekati Mika.
“ Sederhana, hanya ingin menikah dengan Zavier dan menyingkirkan wanita jalang itu. Aku sudah tidak tahan lagi harus berpura-pura baik ketika bertemu
dengannya.” Mika sangat geram.
“ Tapi aku tidak setuju jika adikku menikah denganmu.” bisik Brian.
“ Kenapa? apa kurangnya aku di bandingkan dengan jalang itu? aku lebih kaya dan terhormat, sedangkan dia hanya anak yang tidak punya siapa-siapa.” Mika marah pada Brian.
“ Sebenarnya aku tidak bisa memutuskan siapa yang pantas untuk adikku, tapi jika di lihat dari penampilanmu sepertinya kamu bukan wanita baik-baik.”
“ Apa katamu?!.”
Plak!
Mika menampar Brian dan memukulnya, dengan sengaja Mika melemparkan makanannya dan memukul wajahnya sendiri.
“ Apa yang terjadi? kenapa ada suara piring pecah di kamar Brian, aku akan pergi melihatnya.” nyonya Ratih panik.
“ Ada apa ini? Mika apa kamu baik-baik saja?.” nyonya Sanjaya menobrak pintunya.
“ Bibi, Brian tidak mau makan dan malah memukulku.” Mika bersandiwara.
“ Apa? Brian kenapa kamu melakukan itu, tidak boleh kasar pada wanita apa kamu mengerti?.” nyonya Ratih memeluk Mika dan menyalahkan Brian.
“ Sudah cukup, apa aku tidak punya mata, semua bukti ada di depanku. Lihat bagaimana kau berbuat kasar pada Mika dan menumpahkan makanannya.”
“ Ibu aku benar-benar tidak melakukannya!.” Brian merasa terpojok karena bukti sudah di depan mata.
“ Mika ini ulahmu, kau menjebakku dan membuatku di salahkan sama ibuku sendiri, lihat bagaimana aku akan membalasmu nanti.” batin Brian.
Brian keluar dari kamar dengan kesal.
“ Mau pergi ke mana kamu Brian?.” tanya tuan Sanjaya.
“ Aku akan pergi dari rumah ini ayah, semua orang tidak pernah menginginkan kehadiranku di sini. Jadi untuk apa aku tetap berada di sini.”
“ Apa kau yakin? ketika kau keluar dari sini maka pintu rumah ini tidak akan terbuka lagi untukmu.”
“ Apa-apaan ayah ini? dia malah mengusirku secara terang-terangan dan tidak mencegahku. Aku semakin yakin jika mereka semua tidak pernah sayang padaku.” batin Brian.
Zavier hanya terdiam dan masih marah dengan kelakuan Brian pada Lisa semalam.
Karena merasa bersalah Lisa berdiri dan membuat Brian tetap tinggal di kediaman Sanjaya. “ Kakak, sebaiknya kau jangan pergi dari sini, ayah tidak bermaksud berkata seperti itu padamu.”
Brian menoleh ke arah Lisa. “ Jadi dia istri dari adikku, sungguh cantik seperti bidadari. Pantas saja Zavier membelanya mati-matian.” batin Brian tergoda dengan kecantikan Lisa.
Brian melihat Darvi yang tengah duduk di dekat tuan Sanjaya. “ Dia! dia siapa? kenapa mirip dengan Zavier. Apa jangan-jangan dia,, mereka sudah mempunyai anak.”
“ Baik ayah, aku minta maaf atas kesalahanku. Adik ipar mohon maafkan aku karena aku sudah berlaku tidak sopan padamu.”
__ADS_1
“ Baik itu tidak masalah.” balas Lisa.
“ Jika dia bukan kakak ku, sudah kuhabisi dia sekarang juga.” batin Zavier sambil menggertak gigi.
“ Zavier, tolong jangan salah paham padaku, aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu, kamu tahu bukan kalau aku mabuk dan hilang kesadaran.” Brian mencoba menjelaskan pada Zavier.
“ Tidak apa-apa kakak, tapi aku tidak ingin kejadian semalam terulang kembali.” Zavier berdiri dengan wajah yang suram.
“ Iya, akan aku pastikan tidak akan terulang lagi.” Brian mengibaskan tangannya dan berjanji.
“ Ayah, aku akan pergi ke kantor sekarang. Jaga kesehatanmu, dan istirahat yang teratur.” Zavier pamitan sama ayahnya.
“ Ayo sayang.” Zavier menarik tangan Lisa dan Darvi.
“ Tunggu sebentar Zavier!.” teriak nyonya Sanjaya sambil menggiring Mika.
“ Ada apa bu?.” saut Zavier.
“ Tolong antar Mika pulang ya, dia tidak membawa mobil ke sini, supir pun tidak ada yang datang karena sibuk.”
“ Maaf bu, aku tidak bisa.” Zavier mengalihkan pandangannya.
“ Tolong untuk kali ini saja sayang, ibu benar-benar minta tolong padamu, jangan salah paham pada ibu Nak.” nyonya Ratih bersikeras untuk mendekatkan Mika dengan Zavier.
Zavier bimbang dan melihat Lisa, Lisa menganggukan kepalanya dan mengizinkan Mika ikut satu mobil dengannya.
“ Baik.” ujar Zavier dengan dingin.
“ Cih! mau ngantar aku saja harus bertaya dulu pada wanita jalang itu, benar-benar menyebalkan.” batin Mika.
Di dalam mobil Zavier bersikap hangat dan romantis pada Lisa, membuat Mika terbakar api cemburu melihat keromantisan mereka.
“ Bisa tidak mereka jangan bermesraan di sini, apa dia tidak lihat jika ada aku dan anaknya yang sedang melihat. Pasangan tidak tahu malu.” Mika semakin kesal dan memukul kaca mobil.
“ Nona, tolong jangan merusak mobil tuan.” ujar Li dengan dingin.
“ Kenapa? apa kamu pikir aku tidak bisa membeli mobil seperti ini?.”
“ Huhh! terserah Anda nona.” Li tampak kewalahan menghadapi Mika yang terlalu kurang ajar.
Setelah sampai di kediaman Lisa, Puy menjemput Darvi dan membawanya masuk ke dalam. Tak lama kemudian sampai di perusahaan Lisa, Zavier sengaja mengantar Lisa ke kantor dengan selamat.
“ Hati-hati di jalan sayang.” Lisa mencium Zavier di depan Mika.
“ Terima kasih sayang.”
Di dalam mobil hanya tinggal Zavier dan Mika, Li yang terus mengawasi Mika agar tidak bersikap gatal pada Zavier di saat Lisa tidak ada.
“ Tuan, sudah sampai.” Li berhenti di perusahaan Sanjaya.
“ Kenapa berhenti sini? bukannya kamu akan mengantarku pulang.” Mika panik karena Zavier turun dari mobil.
“ Li, antar dia pulang.”
“ Baik tuan.”
“ Aku tidak mau, aku mau Zavier yang mengantarku pulang, bukan dia.” teriak Mika.
__ADS_1
Li tidak mendengarkan ocehan Mika dan mengantarnya sampai depan rumah.
BERSAMBUNG