Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part74


__ADS_3

Darvi tersenyum melihat kelakuan ibunya dan Zavier yang seperti anak kecil.


Ting tong!


“ Ada yang datang! siapa ya?.” Gumam Lisa.


“ Biar aku yang buka pintunya.” Balas Zavier.


Zavier melihat dari lubang intip pintu karena penasaran dengan orang yang mau bertamu sama Lisa. “ Dia lagi! mau ngapain dia datang ke sini? aku harus buat dia jera agar tidak berani untuk datang ke sini lagi.” Batin Zavier


Krek!


Pintu terbuka, Arya kaget karena yang membuka pintunya adalah Zavier bukan Lisa. “ Kenapa kau ada di sini?.” Tanya Arya.


“ Yang seharusnya nanya itu aku! kenapa kau berani datang ke tempat Lisa hah? apa kamu mau ngajak ribut denganku?.” Zavier menyenggol dada Arya dengan tangannya.


“ Hei! hati-hati dengan sikapmu, aku tidak suka jika ada orang yang berani tidak sopan padaku, lagian aku tidak mau mencari masalah denganmu, aku hanya ingin bertemu dengan Lisa.” Arya marah karena Zavier tidak sopan padanya.


“ Minggir! jangan halangi jalanku, kau tidak berhak untuk itu.” Arya menyeret Zavier dan berusaha masuk ke dalam.


“ Tunggu dulu!.” Zavier menyeret Arya dan memukulnya sampai babak belur.


Lisa yang mendengar keributan di luar, segera melihatnya, dan betapa terkejutnya Lisa melihat Arya yang terus di pukuli Zavier.


“ Zavier! apa yang kau lakukan? hentikan, hentikan! hentikan amarahmu Zavier! kau keterlaluan, kau memukuli orang yang lemah, kau tidak punya perasaan Zavier, aku benar-benar kecewa sama kamu.” Teriak Lisa.


“ Kenapa kau malah membela dia, yang seharusnya kau bela adalah aku, suamimu, bukan dia yang hanya orang asing.”


“ Hentikan omong kosongmu itu Zavier, kau seperti orang yang tidak tahu malu. Kenapa kau membuat keributan di tempatku hah?.” Lisa membantu Arya berdiri dan memegang tangannya.


“ Kau lihat bukan, Lisa lebih peduli padaku di banding sama kamu yang hanya mantan suami.” Batin Arya sambil menyeringai.


“ Apa yang kau tertawakan hah? kau merasa menang karena Lisa membelamu, jangan terburu-buru senang dulu Arya, kita lihat saja nanti aku akan bongkar niatmu yang busuk itu.” Zavier menunjuk Arya dengan kesal.


“ Cukup Zavier, cukup! hentikan omong kosongmu itu.” Lisa marah.


“ Ok, ok! aku akan pergi dari sini, aku tahu kalau aku tidak di terima dengan baik di sini.” Zavier mengambil jasnya dan pergi dengan penuh kesal.


“ Ada apa ini? kenapa mereka berdua bisa bertengkar di sini? aku bingung dengan mereka berdua, yang selalu bersikap seperti anak kecil, seperti tidak mau kehilangan sesuatu miliknya.” Batin Darvi.

__ADS_1


“ Ayo! akan aku obati lukamu, kau masuk dulu sekarang.” Lisa memapah Arya masuk ke dalam.


“ Terima kasih karena kamu sudah mau mengobatiku Lisa.”


“ Sama-sama.”


Lisa mengobati luka dan memar yang ada di wajah Arya. Arya memandang Lisa ketika sedang mengobatinya, sepertinya rasa sakit pun hilang dengan menatap wajah Lisa yang cantik itu.


“ Lisa?.”


“ Emm.”


“ Apa kamu masih status istri sah Zavier? kenapa dia selalu bilang kalau kamu istrinya, bukan mantan istri.”


“ Emang iya, aku belum bercerai dengan Zavier. Karena buku nikah ada sama dia, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menunggu dia menceraikan aku.”


“ Ternyata seperti itu, pantas saja Zavier semena-mena sama Lisa, ternyata Zavier masih suaminya.” Batin Arya.


“ Sudah selesai, pastikan lukanya jangan sampai terkena air ya.” Lisa selesai mengobati lukanya Arya.


“ Baiklah, terima kasih karena kamu sudah mengobati lukaku, sekarang lukanya tidak begitu sakit setelah di obati sama kamu.” Gombalan Arya.


“ Sama-sama.”


“ Tidak! tidak, dia pantas mendapatkan itu semua, karena dari dulu sampai sekarang dia selalu berbuat semaunya sama aku, jadi sikap aku yang tadi tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan perlakuannya yang selalu membuatku malu di depan teman lelaki ku.” Batin Lisa.


“ Lisa kau kenapa? kok kelihatannya kamu gelisah seperti itu, apa yang sedang kau pikirkan?.” Tanya Arya.


“ Tidak papa, aku hanya sedikit pusing aja nanti juga sembuh kok.”


“ Benarkah, kau tidak papa? jika kau sakit biar aku antar kamu ke RS bagaimana?.”


“ Ahh! itu tidak perlu, aku baik-baik saja kok.” Senyum Lisa.


“ Kau emang baik-baik aja Lisa, tapi hatimu yang gelisah karena sudah memarahi Zavier di depanku tadi bukan, aku tahu bahwa kau masih mencintainya, dari cara kau menatapnya dan bicaranya pun kau terlihat beda. Apa aku masih bisa mendapatkan hatimu Lisa, sedangkan kamu masih berharap sama lelaki bajingann seperti Zavier.” Batin Arya.


Arya menerima telpon di saat dirinya sedang memandang wajah Lisa, karena telponnya dikira penting Arya pun segera menjawabnya. Arya menerima telpon yang buruk dan segera pamitan sama Lisa.


“ Lisa aku pamit pulang dulu ya, ada yang harus aku urus di perusahaan.”

__ADS_1


“ Iya hati-hatilah di jalan.”


Darvi menghampiri ibunya yang tengah bengong di sofa. “ Ibu, ibu kenapa bengong seperti itu? apa ada yang ibu pikirkan?.”


“ Ibu tidak papa.” Jawab Lisa.


“ Ibu apa ibu menyukai paman Arya?.” Tanya Darvi dengan penasaran.


“ Hah! apa yang kau maksud nak? ibu sama sekali tidak ngerti.” Dengan kaget.


“ Ibu kau tahu kalau paman Arya menyukaimu, aku selalu melihat sikapnya ketika berdekatan dengan ibu, dia selalu menatap ibu dengan tersenyum.” Ucapan Darvi membuat Lisa bingung.


“ Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? kau masih kecil, kau tahu apa tentang cinta.” Lisa malah menganggap ucapan Darvi hanya candaan.


“ Benar ibu, jika ibu tidak percaya coba ibu buat dia jujur dengan perasaannya.”


“ Apa yang di katakan Darvi, kenapa dia bisa berpikir seperti itu tentang Arya, aku aja tidak tahu kalau Arya menyukaiku.” Batin Lisa.


Di Villa yang di tempati Zavier di kota H.


Zavier murung dan teringat terus dengan kata-kata Lisa yang sudah menyakiti hatinya, Zavier marah karena Lisa lebih memilih Arya di bandingkan dirinya yang masih status suaminya.


Li mencoba untuk berbicara pada Zavier, tapi Zavier tidak menanggapinya. Padahal Li mau menyampaikan berita baik sama Zavier, Li hanya terdiam berdiri di luar kamar Zavier dan menunggunya keluar.


Sementara itu Zavier terus menatap poto Lisa bersama Darvi yang tengah tersenyum bahagia, Zavier hanya bisa bahagia ketika melihat senyuman Lisa yang ada di poto tersebut.


“ Tuan, tolong buka pintunya! aku mau menyampaikan kalau perintah yang Anda berikan padaku sudah saya kerjakan dengan baik.” Teriak Li dari luar kamar.


Zavier tertegun mendengar kalau Arya sudah di berikan pelajaran, kemudian Zavier membuka pintunya dan menyuruh Li masuk ke dalam kamarnya.


“ Semua yang Anda suruh sudah saya laksanakan baik, jadi tunggu sebentar lagi berita baik akan terdengar di telinga Anda.”


Zavier bertepuk tangan dengan puas. “ Bagus, bagus! aku harap apa yang kau katakan itu sesuai dengan apa yang akan kulihat nanti.”


“ Pastinya Tuan.”


“ Kita lihat saja nanti, apa kau masih bisa mendekati Lisa setelah keluargamu hancur seperti itu.” Gumam Zavier.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2