
Zavier langsung melepaskan pelukan nya ketika dirinya sadar kalau lisa sudah membuat dirinya marah, bahkan harus terpisah dari anak kandungnya.
zavier menarik tangan lisa dan membuka pintu mobil kemudian melemparkan lisa ke dalam, dan menutupnya dengan sangat kencang, Brak.. suara pintu tertutup keras.
lisa sangat kaget karna tiba-tiba zavier bersikap kasar dan dingin lagi padanya, dengan wajah yang suram zavier masuk ke dalam mobil, dan membawa mobil dengan kecepatan yang tinggi sampai lisa terbanting ke sana ke sini.
lisa kesakitan karna zavier terlalu kencang membawa mobilnya sampai-sampai kening lisa berdarah terkena kaca mobil.
lisa tidak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa terdiam pegangan dengan sangat erat sambil menangis, hiks hiks hiks..
"Aku sangat takut, bagaimana kalau mobil nya tabrakan sama yang lain! aku sangat takut sekali, darvi tolong ibu nak!." gumaman lisa dalam hatinya sambil menangis
Srett.. mobil pun sampai di kediaman zavier yang dulu pernah di tinggali oleh lisa, saat lisa melihat kenangan di Villa zavier, lisa mengingat hal yang mengerikan saat zavier melukai lisa dan melecehkan lisa, bahkan menyerahkan lisa sama pria lain layaknya seorang binatang.
zavier turun dari mobil dan menyuruh lisa turun.
"TURUN!." dengan wajah yang suram zavier menyuruh lisa turun dan membukakan pintu mobilnya.
tapi lisa tidak turun karna masih trauma, zavier sangat marah karna lisa tidak mendengarkan perkataannya, zavier menarik tangan lisa dan memaksanya masuk ke dalam.
"CEPAT TURUN!." suara zavier semakin keras.
"Aww, sakit! kau menyakitiku, zavier." lisa bergumam pelan-pelan karna merasa kesakitan.
"TUAN, EHH! NYONYA LISA JUGA DI SINI!." bibi ann kaget karna zavier pulang membawa lisa yang telah pergi sangat lama dari kediaman zavier.
"TUAN, BIAR BIBI SIAPKAN TEH HANGAT BUAT NYONYA." bibi ann hendak ingin pergi ke dapur tapi zavier melarangnya.
"TIDAK USAH BI." zavier berkata sambil membawa lisa pergi ke dalam kamarnya.
"MASUK!." zavier melemparkan lisa ke ranjang dengan kesal.
"AWW." lisa kesakitan dan takut kalau zavier akan melakukan hal yang tidak pantas padanya.
tapi zavier tidak melakukan apa pun terhadap lisa, malahan zavier meninggalkan lisa sendirian di dalam kamar dan menguncinya dari luar.
"AHH, ZAVIER, KELUARKAN AKU! AKU TIDAK MAU TINGGAL DI SINI, ZAVIER." lisa berteriak meminta zavier melepaskan nya karna lisa udah sangat benci sama zavier yang selalu bersikap kasar padanya.
__ADS_1
"KAMU DIAM DI SITU, DAN RENUNGKANLAH KESALAHANMU." zavier berkata dingin dan meninggalkan lisa sendirian.
"AHH, ZAVIER, BUKA PINTUNYA." lisa kaget karna zavier berbicara begitu padanya seakan-akan lisa yang bersalah sepenuhnya.
"Zavier, kau keterlaluan, aku tidak bermaksud menyembunyikan darvi dari kamu, tapi yuri yan kekasihmu itu yang memaksaku dan mengancam akan melukai anak kita, hiks hiks hiks." lisa menangis di depan pintu dan terduduk di bawah.
"BIBI ANN, TOLONG JAGA LISA, JANGAN BIARKAN DIA KABUR LAGI SEPERTI DULU, DAN KAU ASISTEN LI! JANGAN LENGAH KETIKA MENJAGA LISA." ucap zavier dengan tegas.
"BAIK, TUAN." asisten li dan bibi ann menganguk dan mematuhi perintah dari zavier.
kemudian zavier mengambil jas kerja nya dan pergi sendirian, dengan terburu-buru zavier pergi membawa mobil dengan sangat cepat.
"ASISTEN LI, KAMU TUNGGU DI SINI AJA, BIBI MAU MENEMUI NYONYA LISA DULU, SAPA TAU NYONYA BELUM MAKAN." ujar bibi ann
"TAPI BI." asisten li ketakutan jika lisa kabur lagi dan zavier akan menyalahkan dirinya lagi.
"KAMU TENANG AJA, BIBI SANGAT SETIA SAMA TUAN." bibi ann meyakinkan asisten li yang tengah ragu itu.
"BAIKLAH." asisten li percaya sama bibi ann jika bibi ann tidak mungkin mengkhianati tuan nya.
bibi ann mengetuk pintu kamarnya, dan berusaha membuka pintunya tapi pintunya tidak dapat di buka.
"BI, ITU BIBI ANN?." tanya lisa dengan kaget.
"IYA, INI BIBI, NYONYA." saut bibi ann.
"BI, BUKA PINTUNYA BI, AKU HARUS PERGI SEKARANG JUGA." lisa meminta bibi ann membukakan pintunya.
"BAGAIMANA CARA BUKA NYA NYONYA? BIBI TIDAK BISA MEMBUKA PINTUNYA." bibi ann kebingungan karna tidak dapat membuka pintunya.
"AHH, KUNCI, IYA BI KUNCI NYA DI BAWA SAMA ZAVIER." ujar lisa
"TAPI NYONYA, TUAN UDAH PERGI, ENTAH KEMANA! DAN TUAN TIDAK MEMBERIKAN KUNCINYA SAMA BIBI." bibi ann ingat kalau zavier tidak memberikan kunci kamarnya, ia hanya menitipkan lisa jangan sampai kabur lagi.
"Apa? zavier pergi, pergi kemana dia? dan kenapa dia mengurungku di sini." lisa sangat bingung dengan apa yang akan di lakukan sama zavier.
kemudian bibi ann turun ke bawah dan menanyakan kunci kamar zavier sama asisten li.
__ADS_1
"ASISTEN LI, APA TUAN MEMBERI KUNCI KAMARNYA SAMA KAMU?." tanya bibi ann dengan terburu-buru.
"TIDAK, EMANG KENAPA BI? APA ADA MASALAH SAMA NYONYA?." asisten li takut kalau lisa kenapa-kenapa.
"TIDAK PAPA, CUMA NYONYA BELUM MAKAN APA PUN DARI RUMAHNYA, BIBI TAKUT KALAU NYONYA AKAN SAKIT JIKA TIDAK MAKAN." bibi ann sangat mencemaskan lisa, padahal lisa tidak kenapa-kenapa.
"MUNGKIN DI BAWA SAMA TUAN KUNCINYA." ujar asisten li.
"AHH, BAIKLAH." bibi ann merasa menyesal karna tidak bisa berbicara sama lisa sambil tatap muka.
sedangkan zavier pergi mencari Darvi, dan akan di pertemukan sama lisa dan zavier, agar mereka bisa bersatu dan menjadi keluarga yang seutuhnya.
tak lama kemudian zavier sampai di kediaman lisa, zavier mengetuk pintunya dan memanggil Darvi.
Tok tok tok, suara mengetuk pintu.
"DARVI, DARVI INI AYAH NAK! KELUARLAH, AYAH SANGAT INGIN MEMELUKMU." zavier sangat senang karna akan bertemu darvi anak kandungnya.
"AHH, SIAPA ITU YANG TERIAK-TERIAK DI LUAR? BIBI PUY, TOLONG BUKA PINTUNYA DAN LIHAT SIAPA YANG DATANG." ujar darvi dengan kesal karna merasa terganggu ketika darvi sedang asik bermain sama asisten puy.
"BAIK TUAN MUDA." saut asisten puy.
asisten puy membukakan pintunya, dan asisten puy sangat kaget karna yang datang adalah zavier, asisten puy jadi bingung harus berbuat apa karna lisa tidak di rumah sedangkan zavier ke rumah dan hanya ada darvi dan dirinya, karna takut ketahuan asisten puy mencoba menyuruh zavier pergi.
"TUAN, APA YANG MEMBUAT TUAN DATANG KEMARI? DAN MOHON MAAF NYONYA LISA SEDANG TIDAK DI RUMAH, JADI TUAN BISA DATANG BESOK LAGI." asisten puy berusaha menutup pintunya dan menyuruh zavier pergi.
"EHH, KAMU! BERANI SEKALI MENUTUP PINTU DI DEPANKU." zavier berbicara dingin pada asisten puy.
"TUAN, TAPI TUAN NYONYA SEDANG TIDAK DI RUMAH, JADI TUAN PULANG LAGI DAN BESOK BISA KE SINI LAGI MENCARI NYONYA LISA." asisten puy sangat ketakutan, tapi apa daya asisten puy harus patuh dan tidak boleh mempertemukan darvi sama zavier di lain waktu.
" SIAPA BILANG SAYA MAU CARI LISA? HAH, AKU KE SINI CARI DARVI, DI MANA DIA SEKARANG?." zavier sangat tegas dan berusaha masuk ke dalam untuk mencari darvi.
"TUAN, TUAN MUDA DARVI SEDANG TIDAK DI RUMAH, DIA SEDANG SEKOLAH, AH IYA SEDANG SEKOLAH DI SCHOOLYARD, TUAN BISA MENCARINYA DI SANA." ucap asisten puy dengan terbata-bata dan penuh ketakutan.
"BAIKLAH." zavier mempercayai asisten puy dan pergi.
"Ah, sukurlah tuan zavier udah pergi, aku sangat takut jika dia menemui tuan muda darvi, aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya." asisten puy merasa lega karna zavier mempercayai perkataannya dan langsung pergi.
__ADS_1
BERSAMBUNG