
Di kediaman Sanjaya.
Zavier dan Lisa bersiap pergi ke kediaman Sanjaya, Darvi berpenampilan rapih dan menggandeng tangan ibunya.
“ Apa kau siap ibu?.”
“ Yaa.”
Mereka menjadi keluarga yang bahagia dengan kehadiaran Darvi dalam pernikahannya, membuat Lisa senang melihat Darvi terus tertawa bersama Zavier. Seorang ayah yang memperlakukan putranya layaknya seorang putra mahkota, yang akan meneruskan kekuasaannya di masa mendatang.
Tidak ada kata terlambat untuk jadi yang lebih baik, memaafkan adalah hal yang baik agar hidup tentram damai tanpa ada rasa iri dengki dan balas dendam. Semua itu di lakukan Lisa bersama keluarga kecilnya, berharap mempunyai rumah tangga yang utuh adalah hal yang di idamkan bagi setiap pasangan.
Jadilah orang yang bisa mengerti pasangan agar tetap harmonis dan romantis, bersikap baiklah jika ingin di baikin sama pasangan. Love you.
Saat tiba di kediaman Sanjaya Zavier menggandeng tangan Lisa dan membawanya masuk.
“ Ibu aku kembali.” ujar Zavier.
“ Zavier kau sudah datang nak?.” nyonya Ratih terkejut melihat Lisa dan Darvi datang bersama Zavier.
“ Bukankah aku menyuruh Mika untuk mengundang Zavier saja, mengapa Lisa juga ikut? jika Darvi tidak masalah, tapi Lisa, dia akan jadi pengacau dengan rencana Mika.” batin nyonya Ratih.
“ Ibu, apa kabar denganmu? aku harap kau baik-baik saja.” Lisa berharap bisa berpelukan dengan nyonya Ratih.
“ Yaa, aku baik-baik saja, terima kasih.”
“ Nenek, semoga tuhan memberkatimu.” Darvi bersikap sopan pada nyonya Ratih.
“ Iya, terima kasih cucuku.”
Nyonya Ratih terdiam beberapa saat.
“ Ada apa bu? kenapa ibu diam saja? tidak menyuruh kami masuk dan malah melihat kami seperti itu.” ujar Zavier.
“ Hah! tidak-tidak, ibu hanya rindu pada cucu ibu saja. Silahkan kalian masuk, makanan sudah siap di meja.” mengibaskan tangan.
“ Baiklah. Ayo sayang kita masuk, tidak baik berlama-lama di luar.” Zavier membawa Lisa masuk dan duduk di meja makan.
Mika menghampiri nyonya Ratih yang tengah menutup pintu. “ Bibi, aku tidak bisa mencegahnya untuk datang ke sini, Zavier dia, dia sengaja.”
“ Aku mengerti, kau boleh pergi untuk makan malam.” nyonya Ratih sedikit gelisah.
“ Ada apa dengan bibi? kenapa kelihatannya dia tidak marah sama sekali?.” batin Mika.
Satu keluarga besar sedang makan malam bersama, mereka tampak menikmati makanannya tanpa ada yang berbicara. Tuan Sanjaya terlalu pokus pada Darvi, membujuk Darvi agar mau tinggal di kediaman Sanjaya walau hanya satu malam saja.
__ADS_1
Darvi tetap menolak dan tidak ingin meninggalkan ibunya di Villa sendirian, tuan Sanjaya memberitahu Darvi kalau Lisa bersama Zavier dan tidak sendirian. Darvi kesal karena kakek nya terlalu banyak bicara yang tidak penting, yang di inginkan Darvi hanyalah keluarga Sanjaya harus menyayangi Lisa sama seperti menyayangi dirinya.
Hari telah malam.
Zavier membawa Lisa dan Darvi pulang ke Villa, tapi nyonya Sanjaya mencegahnya.
“ Tunggu! malam ini kalian menginap saja di sini, bagaimana? ibu sudah menyuruh bibi untuk membersihkan kamar kamu Zavier. Biarkan ibu dan ayahmu mengenal Darvi lebih dekat lagi.” ujar nyonya Sanjaya.
“ Bagaimana dengan dia? apa dia akan pulang, jangan bilang padaku kalau dia akan tidur di sini.” Zavier menunjuk ke arah Mika.
“ Kamu tenang saja Zavier, aku tidak akan mengacau di sini, ada bibi Ratih yang menjagaku.” ujar Mika dengan senyum terpaksa.
“ Siapa tahu kalian merencanakan sesuatu, kalian sama saja, ingin menghancurkan rumah tanggaku, itulah yang kalian inginkan. Kita lihat saja nanti, tipu muslihat apa yang akan di gunakan Mika untuk menghancurkanku.” batin Zavier.
Zavier melirik Lisa dan Lisa menganggukan kepalanya.
“ Baik, malam ini kita akan tidur di sini, besok pagi aku harus pergi bekerja.”
“ Yaa, itu tidak masalah.” nyonya Ratih merasa senang.
“ Biarkan Darvi tidur bersamaku, kalian pergilah ke kamar dan istirahatlah.” ujar tuan Sanjaya.
“ Baiklah, ayo sayang.” Zavier membawa Lisa pergi ke kamar.
Di dalam kamar.
“ Aku tidak apa-apa sayang.” Lisa berbalik badan dan saling bertatapan.
Zavier mencium Lisa dan ingin melakukan sesuatu yang intim. Lisa merasa haus karena tenggorokannya sakit, Lisa pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih. Tibanya di dapur ketika Lisa sedang minum, tiba-tiba ada yang menyentuh pundaknya, Lisa segera berbalik dan menarik tangan Brian.
“ Siapa kau? hemm! kamu pasti perampok yang berpakaian rapih agar tidak mudah di kenali orang ya kan? cepat pergi sebelum aku teriak dan kamu akan menderita di penjara.” Lisa panik dan waspada.
“ Hey-hey! siapa yang kau maksud perampok? yang ada kamu perampok bermodal wajah cantik untuk menggoda pemilik rumah ini.” ujar Brian dengan kesal.
“ Apa? jika kamu bukan perampok, lalu kenapa kamu bisa masuk ke sini? kamu pasti memanjat tembok untuk bisa masuk.” teriak Lisa.
“ Hehh! cantik juga cewek ini, aku ingin lihat cara dia menggoda pemilik rumah yang akan dia rampok.” batin Brian.
Lisa terus waspada dan memegang gelas berisi air putih. Brian dalam keadaan mabuk, mudah tergoda melihat wanita, apa lagi melihat Lisa yang begitu cantik, Brian menarik Lisa dan memikulnya di bahunya.
“ Hey turunkan aku! tolong! Zavier tolong aku!.” teriak Lisa.
“ Teriaklah sesuka hatimu, tidak akan ada yang menolongmu di sini, aku pemilik rumah ini jadi tidak akan ada yang melarangku berbuat sesuatu.” dengan bangga.
Zavier mendengar teriakan Lisa segera pergi ke dapur, Zavier sangat marah dan emosi ketika Brian menggendong Lisa dengan paksaan.
__ADS_1
“ Brian? turunkan istriku sekarang juga!.” dengan tatapan mematikan.
“ Adik? siapa yang kau maksud istrimu hah? jangan menggangguku untuk kali ini, aku akan memberikan pelajaran pada perampok cantik ini, tapi sebelum itu aku akan menikmati tubuhnya terlebih dulu. Hahaha!.” dalam keadaan mabuk Brian tidak mengerti dengan perkataan Zavier.
“ Zavier, tolong aku! Hiks hiks.” Lisa menangis ketakutan.
“ Rupanya dia tidak mengerti dengan perkataan manusia, akan aku berikan dengan cara yang dia inginkan.” Zavier menendang Brian sampai terjatuh.
Lisa terjatuh dan terkena tembok. “ Sayang apa kamu baik-baik saja? maafkan aku jika aku melukaimu.”
“ Hey! siapa kamu? beraninya merebut wanitaku, sudah bosan hidup ya?.” setengah sadar.
“ Li? bawa dia pergi ke kamarnya, dan tenggelamkan dia di bak.” teriak Zavier.
“ Baik tuan.” jawab Li.
“ Ada apa ini? kenapa ribut sekali, mengganggu saja.” teriak tuan Sanjaya dari lantai atas.
“ Ada apa dengan Brian? Zavier kenapa kamu melukai kakak mu?.” tanya nyonya Ratih dengan cemas.
“ Ibu lihat saja sendiri, dia berlaku tidak sopan pada istriku, apa aku harus membiarkan dia?.” pembela istri.
“ Iya, tapi apa yang di lakukan Brian pada istrimu? sampai kau tega melukai kakak mu sendiri.” tidak tahu apapun.
Seseorang menjelaskannya pada nyonya Ratih, nyonya Ratih terkejut dan pergi menemui Brian di kamar mandi.
Lisa merasa tidak nyaman berada di kediaman Sanjaya, begitu banyak masalah yang datang dan mengakibatkan Lisa jadi kambing hitam. Entah rencana siapa yang sudah menjebak Brian sampai mabuk parah dan berbuat tidak sopan pada Lisa. Dan pada akhirnya Lisa juga yang jadi korban, sudah di perlakukan tidak baik dan malah mendapatkan pelecehan dari kakak iparnya sendiri.
“ Tidak apa-apa sayang, dia adalah kakak ku, sudah biasa dia berlaku seperti itu pada wanita, dia sedang mabuk dan tidak mengetahui jika kamu adalah istriku.” Zavier mencoba menenangkan Lisa.
“ Kamu tidak pernah bilang jika kamu punya seorang kakak laki-laki.”
“ Aku lupa, karena sebelum bertemu denganmu kakak ku sudah pergi dari rumah. Kita berpisah sejak aku berumur 13 tahun, pada saat itu aku tidak bisa menghentikannya karena aku masih terlalu kecil untuk menahannya.” penjelasan Zavier.
Lisa memeluk Zavier setelah mendengar penjelasannya.
Di kamar tuan besar Sanjaya.
“ Kakek? kenapa di luar berisik? apa semuanya baik-baik saja?.” tanya Darvi sambil mengucek matanya.
“ Hahaha! bukan apa-apa cucuku, itu hanya pelayan yang sedang bertengkar.” jawab tuan Sanjaya.
“ Oo? pelayan.” gumam Darvi.
“ Kau berbohong padaku kakek, kau bilang itu pelayan tapi aku mendengar teriakan ibu dan ayah. Apa yang terjadi pada ibu dan ayah? aku khawatir jika mereka bertengkar.” batin Darvi.
__ADS_1
“ Sebenarnya apa yang terjadi dengan keluargaku? kenapa semakin hari rumah ini semakin berisik tidak ada hentinya, masalah selalu datang setiap hari, lama-lama kepalaku pecah jika terus seperti ini.” batin tuan Sanjaya.
BERSAMBUNG