
Pilihan yang sulit untuk Lisa.
Di kediaman Lisa.
“ Apa yang terjadi dengan Tuan Darvi, nyonya?.” Tanya Puy.
“ Aku juga tidak tahu.” Balas Lisa dengan bengong.
“ Puy, tolong bantu aku menyiapkan ini semua ya.”
“ Baik nyonya.”
Puy membantu Lisa mendekor semua ruangannya. Semua barang dari Zavier di pakai dan di hidangkan. Waktu berlalu, sudah saatnya Lisa bersiap-siap untuk pesta ulang tahun.
Waktu telah menunjuk pukul 18:45. Malam.
Semua tamu undangan berdatangan satu persatu, sampai akhirnya kediaman Lisa penuh dengan para tamu.
Lisa terus menunggu kedatangan Zavier yang sudah berjanji padanya akan datang. Sampai Darvi bosan karena terlalu lama menunggu.
“ Kau lihat kan ibu! dia tidak datang! dia berbohong pada ibu. Dia membuatku kecewa untuk kesekian kalinya.” Gumam Darvi.
“ Tidak Darvi, kamu harus sabar! ayahmu pasti akan segera datang.” Balas Lisa dengan cemas.
“ Zavier apa yang kau lakukan? apa kamu tidak jadi datang ke sini? jangan buat aku kecewa Zavier. Datanglah! aku sudah berjanji pada Darvi kalau kamu akan hadir di acara ulang tahunnya.” Batin Lisa dengan khawatir.
Akhirnya kecemasan Lisa pun terbayarkan ketika melihat Zavier datang dengan membawa buket bunga yang begitu indah. Semua tamu undangan syok, sekaligus kagum melihat ketampanan Zavier yang tidak ada duanya.
Zavier menghampiri Lisa sambil tersenyum, bahkan Zavier sampai berlutut di hadapan Lisa. Lisa pun terkejut dan langsung mundur dengan cepat, tapi Zavier mendekati Lisa dan mengambil tangannya.
“ Maukah kamu menikah denganku?.” Tanya Zavier.
Kata-kata itu di lontarkan dari mulut Zavier dengan penuh lembut dan harapan. Lisa melirik kesekelilingnya dengan penuh keraguan. Darvi mengangukan kepalanya pada Lisa, seolah-olah Darvi memberikan kode kalau dirinya senang jika ibunya bersatu lagi dengan ayahnya.
Akhirnya Lisa akan mengatakan kalau dirinya mau menikah dengan Zavier dan hidup bahagia. “ Aku,, aku,, a aku!.”
__ADS_1
“ Tunggu!.” Samsul Sanjaya datang bersama istrinya.
Wajah Samsul Sanjaya sangat menyeramkan bagi Lisa. Sampai Lisa melepaskan genggaman Zavier dan mundur dengan terkejut.
“ Tuan Sanjaya ada di sini? tapi kenapa, kenapa Tuan Sanjaya datang ke sini dan membawa istrinya?.” Batin Lisa sambil menelan ludah karena takut.
“ Ayah, kau di sini?.” Zavier menengok ke belakang dan berdiri.
Darvi menggenggam tangan ibunya yang sedang ketakutan. “ Ibu, kau tidak perlu takut! aku di sini bersamamu.” Senyum Darvi pada Lisa.
Semua tamu melongo melihat Tuan besar Sanjaya hadir di acara ulang tahun Darvi. Karena mereka tidak mengetahui kalau Darvi adalah cucu Tuan Sanjaya.
“ Aku datang ke sini hanya untuk melihat cucuku. Aku berharap agar Darvi mau memanggilku kakek dengan sepenuh hatinya. Karena kamu adalah cucuku satu-satunya. ” Tuan Sanjaya maju ke depan dan berbicara sambil menatap Darvi.
Semua tamu terdiam dan menyaksikan hal yang mengejutkan di pesta itu. Lisa kebingungan dengan kata-kata Tuan Sanjaya tadi, Lisa melirik Zavier dengan wajah bimbang.
Zavier tidak tega melihat Lisa yang gelisah. Zavier menghampiri Lisa dan mengeluarkan kotak love yang berisi cincin berlian yang sangat indah.
Zavier mengulurkan kotak cincin lamaran itu di hadapan Lisa. “ Sekali lagi aku bertanya padamu, apa kamu mau menikah denganku?.”
“ Kenapa Lisa? kenapa kamu tidak mau menikah denganku? apa karena orang tuaku! itu sebabnya kamu tidak mau menerimaku lagi.” Zavier terkejut dan berdiri dengan penuh tanda tanya.
“ Tidak Zavier, bukan itu alasannya. Aku tidak mau menjadi istrimu lagi, jadi aku mohon padamu tolong lupakan aku.” Jawab Lisa.
“ Tidak, aku tidak percaya! aku yakin kamu masih mencintaiku seperti dulu! iya kan?.”
“ Kumohon! tolong berhenti bicara seperti Zavier. Tolong jangan buat aku semakin benci sama kamu dengan sikapmu seperti ini!.” Lisa semakin marah karena Zavier memaksanya.
“ Lisa? aku sebagai ayahnya Zavier datang ke sini untuk membawamu ke kediaman Sanjaya. Aku harap kamu mau kembali bersama Darvi, karena Darvi adalah cucuku satu-satunya.” Ujar Samsul Sanjaya.
Betapa terkejutnya Lisa ketika mendengar ucapan Samsul Sanjaya yang memohon padanya untuk bisa menikah dengan Zavier. “ Apa maksud Tuan Sanjaya? kenapa dia bicara seperti itu padaku? apa karena Zavier, Zavier yang memintanya untuk berkata seperti itu.” Batin Lisa.
“ Maaf Tuan, tapi aku tidak bisa menikah dengan Zavier. Aku tidak bisa!.” Jawab Lisa.
“ Dasar wanita tidak tahu diri! aku sampai bela-belain memohon padanya agar mau menikah dengan Zavier. Jika bukan demi Darvi, aku tidak akan pernah sudi menerimamu sebagai menantuku lagi.” Batin Samsul Sanjaya denagn kesal.
__ADS_1
“ Apa yang di inginkan Lisa? bisa-bisanya dia menolak lamaran putraku di depan semua orang. Itu sangat memalukan sekali bagi keluarga Sanjaya. Tapi aku harus membujuknya agar Lisa mau menerima Zavier kembali, demi cucuku Darvi.” Batin Ratih Sanjaya.
“ Sudahlah Zavier, dia sudah tidak mau lagi padamu, jangan paksa dia untuk memilihmu lagi.” Ujar Ratih Sanjaya.
“ Tidak bu! aku yakin Lisa masih mencintaiku. Tapi kenapa kamu menolakku Lisa? bukankah ini yang kamu mau! kamu mau aku membawa orang tuaku untuk melamarmu sama seperti dulu.” Zavier sedih dengan tolakan Lisa.
Lisa hanya terdiam dengan bimbang, karena merasa malu di lihat banyak orang, Lisa berlari ke atas sambil menangis.
“ Lisa! tunggu!.” Zavier mengejar Lisa yang pergi ke kamarnya.
“ Semuanya, mohon maaf acaranya selesai sampai di sini. Silahkan nikmati hidangannya terlebih dulu sebelum pulang.” Puy maju ke depan dan menggantikan posisi Lisa untuk menutup pestanya.
“ Lisa, buka pintunya! buka pintunya Lisa. Kumohon kamu jangan bersikap seperti ini padaku, aku mau menikahimu dan hidup bahagia bersama Darvi.” Zavier terus mengetuk pintu kamar Lisa.
Sedangkan para tamu mulai pergi satu persatu. Samsul Sanjaya hanya berdiri tegak dan memandang Darvi dari kejauhan. Ratih Sanjaya menghampiri Darvi dan membujuknya agar mau tinggal dengannya.
“ Darvi, apa kamu mau tinggal bersama nenek dan kakek? nenek janji, nenek akan menyayangimu lebih dari apapun.” Bujuk Ratih Sanjaya.
“ Aku tidak mau! aku tidak sudi tinggal dengan kalian yang sudah jahat sama ibuku. Pergi kalian! aku tidak mau melihat muka kalian lagi di sini. Pergi!.” Teriak Darvi sambil pergi ke kamarnya.
“ Sudahlah istriku, kau jangan sedih seperti itu. Aku yakin suatu saat nanti Darvi pasti mau memaafkan kita.” Samsul Sanjaya memeluk istrinya.
“ Tapi suamiku, aku mau memeluknya. Aku menyesal karena sudah menyia-nyiakan Darvi saat dia berada di rumah kita.” Ratih Sanjaya menangis.
“ Sudah-sudah, ayo kita pulang. Percayakan pada Zavier bahwa dia akan membawa Darvi pulang ke rumah kita.” Samsul Sanjaya memapah istrinya pulang.
Puy menyuruh pegawainya untuk membersihkan semua ruangannya. Puy khawatir dengan keadaan Darvi, karena Puy tahu kalau Darvi sedang bersedih dengan kejadian tadi.
“ Darvi? ini bibi Puy. Bibi Puy boleh masuk?.” Teriak Puy dari luar kamar.
“ Iya!.” Jawab Darvi dari dalam.
Puy masuk dan berusaha menenangkan Darvi yang sedang menangis, Puy membujuk Darvi agar Darvi tidak menangis lagi. Darvi segera mengusap air matanya ketika Puy mengatakan kalau Darvi adalah pelindung bagi Lisa.
“ Kau benar bibi. Aku tidak boleh terlihat cengeng di depan siapapun. Jika aku cengeng maka orang lain akan menyakiti ibuku lagi karena ibu tidak punya siapa-siapa selain aku.”
__ADS_1
BERSAMBUNG