Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part121


__ADS_3

Zavier sudah menunggu Lisa di depan Villa.


Tak tak tak! Lisa berjalan menuju Zavier dengan dress selutut berwarna merah muda, memperlihatkan tulang selangka yang begitu menggoda, di padu dengan sepatu heels hak tinggi, membuat penampilan Lisa semakin memukau.


Zavier terpana dengan kecantikan Lisa, walaupun setiap hari bertemu tapi Zavier sering kagum dengan kecantikan Lisa, sampai menelan air liur.


“ Sayang, ayo berangkat sekarang.” ujar Lisa.


“ Emm, iya sayang, ayo, masuklah, aku akan membawamu kesuatu tempat yang bisa bikin kamu bahagia.” Zavier mengalihkan pandangannya karena tidak sanggup melihat Lisa.


“ Baiklah.”


Di perjalanan Zavier terus mencuri pandangan terhadap Lisa, Lisa juga tidak sadar kalau Zavier selalu meliriknya dengan sungkan. Lisa malah melihat pemandangan dari jendela kaca mobil.


“ Lisa seperti ini membuatku malu, aku merasa asing berdekatan dengannya. Sebenarnya ada apa ini? kenapa perasaanku tiba-tiba kacau begini.” batin Zavier dengan gelisah.


“ Ehem! sayang, kamu sangat cantik hari ini.” Zavier mencoba berkata sesuatu agar dirinya tidak gugup.


“ Hemm! terima kasih suamiku. Kamu terlalu memujiku.” Lisa memberikan senyuman yang membuat Zavier mabuk kepayang.


“ Berhenti!!.” tiba-tiba Zavier menyuruh Li untuk menghentikan mobilnya.


“ Ada apa sayang? apa kita sudah sampai!?.” Lisa melirik ke kiri dan ke kanan.


“ Li, tolong beli sesuatu untukku.” ucap Zavier dengan dingin.


“ Ba, baik tuan.” Li ketakutan dan segera keluar dari mobil.


“ Sayang, apa kamu membutuhkan sesuatu? kita bisa berhenti di tempat makanan bukan, kenapa malah di sini?.” tanya Lisa.


Zavier mencium Lisa dengan lembut, Lisa sempat menolak ciuman itu tapi tidak bisa, Lisa terlanjur membuka mulutnya sampai lidah Zavier masuk tanpa kendali.


“ Ada apa dengannya? kenapa Zavier tiba-tiba menciumku? tapi ciuman ini sangat nikmat dan lembut bagaikan kain sutra, aku tidak mampu menolaknya. Aku, a aku, aku malah terjurumus ke dalam sangkar yang tidak ada jalan keluarnya, bagaimana ini??.” batin Lisa.


Zavier melepaskan ciumannya dengan wajah merah merona karena malu.


“ Sayang?? apa aku boleh?.” dengan tatapan menyedihkan.


Lisa hanya bisa menganggukan kepalanya tanpa bisa menolak keinginan Zavier.


“ Terima kasih sayang. Aku mencintaimu.” Zavier mulai mengendus-ngendus di leher Lisa.


Zavier menidurkan Lisa dan membuat jok mobil layaknya seperti ranjang. Tapi Zavier hanya melepaskan CD Lisa tanpa membuka seluruh pakaiannya.


“ Sudah selesai.” Zavier beranjak dan merapihkan pakaiannya.


“ Apa kamu benar-benar sudah selesai?.” tanya Lisa dengan ekspresi masih menginginkannya.


“ Ada apa sayang? apa masih kurang? perlu aku lanjutkan lagi sekarang?.” Zavier membuka sabuk celana yang selesai di rapihkan.


“ Hemm, tidak perlu sayang, ini di jalanan aku sangat malu.”


“ Baiklah, nanti aku akan lanjutkan lagi setelah sampai. Bagaimana??.”


“ Boleh juga, itu lebih baik dari pada melakukannya di sini.”


Zavier tersenyum dan membiarkan Lisa berbaring di pangkuannya. Sesampainya di tempat tujuan Zavier sengaja menggendong Lisa dan menutupi tubuhnya menggunakan jas miliknya.


“ Berbaringlah, tunggu aku kembali ke sini.” Zavier menidurkan Lisa di ranjang.

__ADS_1


“ Memangnya kamu mau pergi ke mana? kenapa tidak membawaku juga?.” tidak senang.


“ Ini tidak akan lama, kamu tunggu saja di sini, jangan ke mana-mana. Semua yang kamu butuhkan sudah aku siapkan di sini.” Zavier mencium kening Lisa.


“ Ingat cepat kembali.” teriak Lisa.


Zavier hanya membalasnya dengan senyuman.


“ Haish! tubuhku rasanya patah semua, baru saja tadi Luciana membantuku meringankan rasa sakit di kakiku, sekarang malah sakit lagi dan lemas. Zavier ini benar-benar tidak berperasaan, mau enaknya aja tanpa memikirkan aku sama sekali.” memarahi di belakang.


Lisa melihat pemandangan dari kamar lantai 40, pemandangan yang indah dan menunjukan sebuah lautan dan hotel bintang 5. Lisa menyukainya dan berharap bisa naik Jetski, banyak orang yang main Jetski di lautan itu, terutama anak muda laki-laki dan perempuan.


“ Bagus banget! mau! aku mau naik itu.” tidak sabar.


Lisa berpikir kalau bermain Jetski itu mudah, Lisa terus membayangkan kalau dirinya pasti bisa menaklukan Jetski itu dengan baik.


“ Aku mau ke sana, aku mau mencobanya sekarang.”


Lisa bersiap memakai celana pendek dengan baju pendek yang memperlihatkan pusarnya. Membuat Lisa seperti remaja yang tidak mempunyai suami dan anak.


Lisa membuka pintu untuk memastikan tidak ada Bodyguard yang menjaganya saat di kamar.


“ Sukurlah, tidak ada orang, jadi aku bisa keluar dengan bebas sekarang.” batin Lisa dengan senang.


Lisa mengendap-ngendap keluar menggunakan mantel hitam dan topi di padu dengan masker serba hitam, dengan begitu tidak akan ada orang yang bisa mengenalinya sekalipun Zavier sendiri.


Lisa lolos keluar tanpa halangan Bodyguard.


“ Berhasil.” batin Lisa sambil mengelus dada.


Lisa mencari pemilik penyewa Jetski, karena sulit di temukan Lisa sampai bertanya pada seorang pria yang baru saja menyewa Jetski.


Jake tampak memperhatikan tubuh Lisa dari atas sampai bawah. “ Apa kamu mau menyewa juga?.”


“ Iya, tempatnya di mana ya?.”


“ Oo, kamu tidak perlu ke sana, kamu bisa memakai Jetski ini. Biarkan aku menyewa lagi untuk diriku, aku khawatir kamu tidak bisa menemukannya dan malah salah arah.” Jake itu menawarkan Lisa memakai Jetski yang mau di pakainya.


“ Ahh! tidak perlu, aku bisa menyewanya sendiri, kamu bisa tunjukan di mana tempatnya?.” Lisa menolak dengan sopan.


“ Tidak apa-apa, pakai saja milikku, kebetulan aku masih harus ke sana untuk mencari temanku, mungkin mereka ada di sana.”


Lisa tidak berani mengambilnya dan malah berjalan menjauhi pria itu.


“ Hei! ambillah. Tidak perlu sungkan, aku pergi dulu, semoga menyenangkan.” teriak Jake dan menyimpan Jetski nya di hadapan Lisa.


Lisa hanya tersenyum melihat kebaikan orang lain padanya.


“ Terima kasih teman.” balas Lisa.


Lisa membawa Jetski ke pantai dan menaikinya.


“ Wah wah! bagus sekali. Aku suka aku suka.” sambil tepuk tangan.


“ Gadis manis, menatap mataku saja tidak mau. Benar-benar wanita idamanku.” gumam pria itu.


Lisa berhasil memainkan Jetski dengan baik, bahkan Lisa sendiri tidak menyangka kalau dirinya bisa mengendalikan Jetski di kali pertamanya.


“ Ahhh! menyenangkan sekali. Dengan begini aku bisa hidup tanpa masalah dan beban lagi! mama papa aku menyayangi kalian!.” teriak Lisa dengan bahagia.

__ADS_1


Lisa terus bersorak dan mengeluarkan semua beban yang ada di hatinya, bahkan Lisa meluapkan kekesalannya di masa lalu hanya dengan naik Jetski.


“ Ini benar-benar luar biasa, aku tidak menyangka kalau aku bisa menangis bahagia saat ini.”


Di Hotel.


“ Sayang, apa kamu lapar? aku sudah bawa makanan untukmu, kita makan sama-sama ya.” ujar Zavier.


Zavier melihat Lisa tidak ada di kamar.


“ Ke mana dia? sayang, apa kamu di toilet? tidak ada! sayang kamu di mana? jangan becanda aku tidak suka. Cepat keluar jangan bersembunyi lagi dariku?.” Zavier mengira kalau Lisa bermain pentak umpet.


Zavier melihat ke arah kaca yang memperlihatkan pemandangan laut. Zavier terkejut melihat Lisa bermain Jetski sendirian tanpa ijin darinya.


“ Itu? bukankah itu Lisa, kenapa dia ada di sana?.” Zavier mulai panik dan bergegas keluar.


Li melihat Zavier berlari keluar dengan buru-buru terkejut. “ Tuan apa ada masalah?.”


“ Cepat perintahkan pengawal untuk melindungi Lisa.” teriak Zavier.


“ Nyonya?? ada apa dengan nyonya tuan?.”


“ Jangan banyak tanya, suruh mereka melindungi Lisa di pantai, kalau tidak kubunuh kau!.” Zavier mulai emosi.


“ Ba baik tuan.”


Li segera menghubungi semua Bodyguard dan memerintahkan untuk mencari Lisa di sekitar pantai. Li ikutan panik dan takut terjadi apa-apa pada Lisa.


“ Sayang, kenapa kamu sembarang keluar tanpa aku? apa kamu tahu akibat jauh dari sisiku? ini lagi, kenapa Lift nya lambat sekali.” Zavier tidak tenang melihat Lisa melakukan sesuatu yang menurutnya berbahaya.


Tibanya Zavier di pantai mendapati Lisa sudah mendarat dengan selamat, para Bodyguard ikutan panik dan menjaga Lisa.


“ Hemm, ada apa ini? kenapa kalian bisa ada di sini?.” tanya Lisa dengan bingung.


Pria tadi yang sempat memberikan Jetski pada Lisa, panik melihat Lisa di kerumuni banyak pria bertubuh kekar, Lisa juga tidak senang dengan ke datangan mereka membuat pria itu yakin kalau Lisa sedang di ganggu orang jahat.


“ Sialan, berani sama wanita lemah, lihat bagaimana aku memukulmu sampai tulangmu patah.” ucap Jake dengan kesal.


Zavier berlari dan memeluk Lisa dengan erat.


“ Sayang, apa kamu baik-baik saja? ada yang luka tidak?.”


Seketika Jake berhenti melangkah setelah melihat Zavier memeluk Lisa.


“ Aku baik-baik saja, memangnya aku kenapa sayang? apa aku melakuan sesuatu yang membuatmu cemas?.” tidak tahu apa-apa.


“ Dasar, anak nakal, sudah di bilangin jangan pergi ke mana-mana tapi masih saja menyelinap keluar tanpa ijin dariku. Apa kamu tahu seberapa khawatirnya aku melihat kamu bermain Jetski?.” Zavier menjentik kening Lisa.


“ Apa yang salah dengan Jetski??.”


“ Kamu tidak tahu ya, aku takut kamu terjatuh dan tenggelam. Itu sebabnya aku sering melarangmu melakukan sesuatu yang aneh seperti tadi. Kalau saja aku tidak kembali begitu cepat mungkin kamu akan terus bermain dan melupakan aku.”


“ Hah! itu tidak mungkin sayang, karena kamu suamiku yang paling aku cintai.” Lisa meraih Zavier dan menciumnya.


Jake menggigit bibir bagian bawah dan hanya bisa melihat Lisa bermesraan dengan Zavier, hati kecilnya sangat sakit dan tidak terima kalau wanita yang di sukainya sudah memiliki suami.


“ Hahaha! aku berpikir terlalu banyak, mana mungkin wanita secantik itu tidak punya kekasih. Aku yang terlalu bodoh dan penasaran dengannya.” gumam Jake.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2