
“ Hah, iya. Tidak nangis lagi.” Wilson Break buru-buru mengusap air matanya.
“ Bagaimana kalau kakek bawa kamu jalan-jalan ke luar? kamu pasti menyukainya.”
Laura menoleh.
“ Tapi kakek harus ajak kakak tampan pergi denganku juga. Jika tidak, aku tidak mau pergi dari sini.”
“ Hmm, baiklah, sesuai permintaanmu.”
Wilson Break berjalan keluar sembari menggenggam tangan Laura, sedangkan Darvi berjalan mengikutinya dari belakang bersama suster.
“ Apa yang sedang dia rencanakan? membujuk Laura sampai segitunya, apa dia berniat tidak baik pada Laura?! tidak! aku harus membawa Laura pergi dari sini secepatnya.” batin Darvi dengan suram.
Seorang pengawal berlari terengah-engah.
“ Tuan, di luar, di luar ada orang yang menyergap kita.” berbicara dengan terbata-bata.
Wilson Break terdiam.
“ Ini pasti Zavier, belum malam tapi dia sudah datang duluan. Apa dia mengubah rencananya?.” batin Wilson Break.
“ Apa itu ayah?? iya benar, itu pasti ayah. Dia datang untuk menyelamatkan aku.” batin Darvi dengan senang.
Darvi berlari ke arah pintu, tapi seorang pelayan menghadangnya dan mengikat tangan Darvi dan kedua kakinya.
“ Kakak tampan, apa kau baik-baik saja?.” Laura melepaskan tangan Wilson dan berlari mendekati Darvi.
“ Aku tidak apa-apa, ayahku sudah datang Laura. Sebentar lagi kita akan pulang bertemu dengan ibu.” menjawab dengan santai.
Laura berbalik badan.
“ Apa yang kau lakukan pada kakak tampan? dia kesakitan, cepat lepaskan ikatan itu.” teriak Laura.
Wilson Break tidak mau ambil pusing, membuat Laura dan Darvi patuh padanya dengan mengancam seorang anak kecil.
“ Jika kalian masih berteriak, aku pastikan ayahmu akan mati di sini.” dengan dingin.
Laura dan Darvi terpaksa patuh dengan perintahnya, duduk di samping Wilson Break dan menunggu Zavier datang menemuinya.
Di luar rumah, Zavier berhasil menghabisi pengawal di kediaman Wilson Break, hanya ada beberapa yang masih hidup tapi berperang dengan anak buah Zavier.
Brak!
Zavier melihat dengan mata kepalanya sendiri, Darvi di perlakukan tidak baik, tangan dan kedua kakinya di ikat layaknya seorang penjahat, membuat Zavier murka. Zavier menodongkan pistol pada Wilson Break tanpa memikirkan anak-anaknya yang masih ada di tangan Wilson Break.
“ Kenapa? apa kau tidak menginginkan putramu lagi?.” mematikan rokok dengan posisi duduk tumpang kaki.
Zavier marah, ia menarik belati dan siap menembak. Tapi Asisten Li datang tepat waktu dan menghentikannya.
“ Tuan, jangan gegabah. Tuan muda masih di sana.” bisik Asisten Li.
Zavier menurunkan pistolnya, mengangkat kedua tangan seperti sedang menyerah pada musuhnya.
“ Tidak di sangka, dia berani melemparkan nyawanya demi putranya itu. Tidak salah lagi jika Zavier sangat menyayangi Darvi.” batin Wilson Break.
__ADS_1
“ Aku mau bernegosiasi denganmu. Jika kau setuju nyawa kedua anakmu akan aku ampuni.” berbicara dengan lantang.
Zavier tidak merespon perkataannya, ia malah mengeluarkan Lencana hitam milik Wilson Break.
“ Ternyata benar! kau yang sudah mencuri Lencana itu.” Wilson Break berdiri dengan terkejut.
Seorang pengawal memberikan pistol pada Wilson Break.
Zavier terdiam, dia seperti tidak takut mati.
“ Jangan membunuh orang. Itu tidak baik.” kata-kata Laura seperti tidak asing baginya, karena hidup Laura selama di jalan banyak anak kecil yang mati di siksa oleh preman, jadi kejadian seperti itu bukan hal aneh bagi Laura.
Sara diam-diam keluar dari kamarnya, melihat suaminya ingin membunuh orang Sara teriak.
“ Sudah cukup suamiku. Kenapa kau masih melakukan itu lagi.” Sara turun dan mendekat.
Wilson Break menyembunyikan pistol itu di dalam bajunya.
“ Istriku, bukankah kau?.” Wilson pikir kalau Sara terkunci di dalam kamarnya.
“ Apa? aku tidak mau kamu membunuh orang lagi. Sudah cukup, karena dosa-dosamu anak kita yang menanggungnya. Apa kau tidak merasa bersalah pada anak kita?.” Sara menangis dan memarahi suaminya.
“ Istriku, tapi. Dia mencuri Lencana milik anak kita. Aku harus menghukumnya.” berusaha menjelaskan.
“ Itu tidak perlu. Karena menurutku sebuah Lencana tidak 'lah penting bagiku, yang terpenting adalah putriku bisa di temukan.” tanpa sadar Sara menjatuhkan air matanya.
Suasana menjadi tegang, Wilson Break tidak bisa berbuat apa-apa pada Zavier di depan istrinya.
Sara melirik Laura, merasa Laura sangat mirip dengan putrinya tiba-tiba Sara berlari dan memeluk Laura.
“ Putriku, apa ini benaran kamu sayang?.” menggenggam wajah Laura.
“ Tidak! nyonya Sara. Aku tahu siapa putrimu, beberapa hari ini aku membantumu mencari keberadaan putrimu. Sekarang aku sudah menemukannya.” Zavier berjalan mendekati Sara.
Sara berdiri tegap. Berharap jika perkataan Zavier adalah benar, bahwa dia sudah menemukan putri kecilnya.
“ Jangan bicara omong kosong kau Zavier! berhenti di sana sekarang juga.” menodongkan pistol dari kejauhan.
“ Tidak suamiku, jika memang benar dia tahu keberadaan putri kita, seharusnya kau senang, dan biarkan dia memberitahunya pada kita.” menghadang.
“ Aku tidak mempercayainya. Tidak ada orang luar yang tahu tentang hilangnya putri kita, dari mana dia tahu itu semua.” teriak Wilson Break.
Sara pikir jika perkataan Wilson Break ada benarnya juga. Sara mulai mencurigai Zavier karena tahu tentang kehilangan putrinya itu.
“ Kau! apa kau yang sudah menculik putriku?.” tanya Sara.
Zavier menyerahkan tes DNA pada Sara, awalnya Sara ragu-ragu, tapi Zavier terus menatapnya dengan yakin.
Sara membuka berkas itu, ia membacanya dari atas sampai bawah. Sara terkejut, ia memandang Laura dan berusaha menahan tangisannya.
“ Apa ini adalah sungguhan? kau tidak sedang mempermainkanku Zavier?.” tidak percaya.
Zavier mengangguk dengan senang.
Sara ingin memeluk Laura, tapi tiba-tiba Sara terjatuh karena serangan jantung.
__ADS_1
“ Istriku! istriku, apa yang terjadi padamu?.” Wilson Break menjatuhkan pistolnya dan segera menghampiri Sara.
Zavier ikut panik, ia membantu membangunkan Sara dengan cara menepuk pipinya.
Wilson Break mengira jika Zavier menyakiti istrinya, ia mendorong Zavier sampai Zavier terpental.
“ Minggir kau! apa yang sudah kau lakukan pada istriku Zavier? berani sekali kau!.” teriak Wilson Break memukul lantai.
Laura melihat kejadian itu terkejut, ia berlari ke arah Darvi.
“ Kakak tampan.” memeluk Darvi.
“ Ada apa? apa yang terjadi Laura? katakan padaku apa ayah baik-baik saja?.” Darvi tidak bisa bergerak apa lagi melihat kejadian itu.
“ Iya, paman Zavier baik-baik saja, tapi dia terjatuh.” ketakutan.
“ Apa? terjatuh! Laura tolong buka penutup mataku, aku ingin melihat ayah.” tubuh Darvi gemetar dengan khawatir.
Laura segera membuka penutup mata, Darvi melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Zavier sedang terduduk di lantai, lalu Zavier berdiri dengan tenang.
“ Ayah.” gumam Darvi dengan sedih.
“ Ayah! jangan!.” teriak Darvi melambaikan tangan.
Zavier menoleh.
“ Darvi?.” Zavier berlari dan memeluk Darvi dengan erat.
“ Ayah, kau datang?.” tanya Darvi.
“ Iya nak, ayah datang, ayah akan membawamu pulang ke rumah. Ibumu pasti senang melihatmu baik-baik saja.” Zavier membuka ikatan yang mengikat tubuh Darvi.
“ Apa ibu menangis? jika iya, maafkan aku karena sudah buat kalian kesusahan. Ini salahku karena tidak bisa jaga diri dan Laura.” ucap Darvi menyesal.
“ Kenapa berkata seperti itu? ayah dan ibu menyayangi kalian berdua, melihat kalian selamat ayah sangat senang.” Zavier memeluk kedua anaknya.
Wilson masih marah pada Zavier ia berteriak memerintahkan pengawalnya untuk menangkap Zavier.
“ Tangkap dia! kurung dia di penjara. Aku akan menghukumnya nanti.” menggertakkan gigi.
Asisten Li dan pengawalnya menghadang pengawal Wilson Break.
“ Anda tenang saja tuan, biarkan aku yang mengurus masalah ini. Anda pergi saja bersama tuan muda dan nona.” ucap Li sembari menatap Wilson Break.
Zavier segera keluar, menggendong Darvi dan Laura sekaligus.
“ Tangkap dia!.” teriak Wilson Break.
“ Mau menangkap tuanku? hadapi aku terlebih dulu.” Asisten Li mulai menyerang semua musuhnya, tidak butuh waktu lama semua musuh itu habis di tembak.
Sedangkan Wilson Break tidak ada di tempat, dia membawa Sara pergi ke Rumah Sakit menggunakan Hellikopter. Saat di udara, Hellikopter milik Wilson Break berdekatan dengan Zavier, Zavier pikir jika Wilson Break mengejarnya, ia ketakutan. Tapi Hellikopter milik Wilson Break mendahului Hellikopter milik Zavier.
“ Apa yang terjadi? dia pergi begitu saja? aku hampir saja jantungan. Jika dia benar-benar membuat masalah dengan Hellikopter milikku, anak-anak pasti akan celaka.” batin Zavier menghela nafas.
“ Ayah, ada apa? dia mengejar kita?.” tanya Darvi khawatir.
__ADS_1
“ Tidak, dia sudah pergi.” menggelengkan kepala.
BERSAMBUNG