
Lisa pergi ke taman yang menurutnya nyaman untuk menyendiri, dengan gelisah Lisa tidak bisa tenang karena merasa bersalah sama Zavier, tapi di satu sisi Lisa juga kesal karena Zavier selalu berbuat semaunya terhadap orang lain.
Lisa menelpon Puy untuk memberitahukan kalau Lisa akan mentransfer sejumlah uang. “ Puy, tolong tranfer uang sejumlah 200 Triliun ke perusahaan Arya. Dan pastikan kalau semua uangnya sampai dengan baik.”
“ Apa ada masalah nyonya?.”
“ Iya, jadi tolong segera urus semuanya ya.”
Darvi mendengar pembicaraan Lisa bersama Puy di telpon. “ Ada apa Puy? kenapa kamu kelihatan cemas seperti itu?.”
“ Tidak ada apa-apa, itu tadi nyonya hanya menyuruhku untuk tidak membawamu ke luar dari Apartemen.” Dengan gugup.
“ Benarkah? kau tidak sedang membohongiku kan?.” Dengan tidak percaya.
“ Iya benar, memang sejak kapan aku berbohong padamu Hmm?.“
Lisa termenung sendirian dengan menatap anak-anak yang sedang bermain di taman. “ Sudah cukup! sudah cukup Zavier, aku tidak bisa tahu apa yang ada di pikiranmu sehingga kamu tega berbuat kejam pada orang yang tidak bersalah seperti Arya.”
Tak lama kemudian Puy memberitahukan kalau uangnya sudah sampai ke perusahaan Arya dengan berhasil. Lisa pulang karena merasa lebih tenang setelah menyendiri di taman.
Di Apartemen.
“ Ibu kau sudah pulang?.” Tanya Darvi.
“ Iya sayang, maafin ibu karena terlalu lama di luar ya.”
“ Tidak papa bu.”
“ Puy? tolong bereskan semua pakaian dan barang-barang kita ya, sekarang kita pergi ke bandara untuk pulang ke kota A.” Teriak Lisa.
“ Pulang? kenapa mendadak sekali bu? apa yang terjadi bu, katakan padaku!.” Darvi merasa tidak tenang karena ibunya mau pulang ke kota A.
“ Tidak papa, sudah cukup lama kita tinggal di sini, jadi lebih baik kita pulang saja ya.” Sambil mengelus kepala Darvi.
Puy mendengar ucapan Lisa pada Darvi tidak bisa bertanya apapun, Puy langsung mengerjakan perintah dari Lisa.
Beberapa jam kemudian.
“ Nyonya, semua barangnya sudah siap.”
“ Baiklah, tolong suruh pelayan Apartemen untuk membawa barangnya ke mobil ya.”
“ Baik nyonya.”
__ADS_1
Lisa dan Darvi bersiap untuk pergi ke bandara. Ketika Lisa membereskan lemari pakaiannya, Lisa melihat ada cd milik Zavier yang tergantung di dalam lemari, tak di sengaja Lisa berteriak karena kaget.
Lisa sadar kalau di luar ada Darvi, jadi Lisa menutup mulutnya dan berusaha tenang dengan apa yang telah ia lihat barusan.
Darvi masuk dengan panik. “ Ibu ada apa? kenapa kau berteriak?.”
Lisa berbalik sambil menutup lemarinya dengan gugup. “ Hah! tidak,, tidak ada apa-apa kok.”
“ Jika tidak ada apa-apa kenapa ibu teriak? bikin aku kaget saja.”
“ Hehe! iya maaf, tadi ibu melihat ada kecoa masuk ke kamar mandi, jadi ibu teriak karena kaget.” Sambil menggaruk kepala.
“ Benarkah? biar aku lihat, aku harus memberinya pelajaran karena sudah membuat ibu ketakutan seperti itu.” Darvi bersikap dewasa.
“ Haha! tidak perlu Darvi, itu hanya kecoa bukan apa-apa, jadi tidak perlu sampai seperti itu ya sayang.” Bujuk Lisa.
“ Tapi bu?.”
“ Sudah-sudah, sekarang kamu pergi ke kamar dan kemas mainanmu.”
“ Iya bu, tapi jika kecoa itu menakuti ibu lagi katakan saja padaku, aku akan menangkapnya dan membuangnya ke lautan.”
Setelah Darvi keluar dari kamar Lisa, Lisa segera mengambil cd itu dan memasukannya ke dalam plastik untuk di buang.
Puy membawa Darvi masuk duluan karena Lisa mau pergi ke toilet, Lisa lupa kalau cd nya masih di dalam tas, dengan santainya Lisa masuk ke dalam pesawat dan ternyata semua kursi sudah penuh, Lisa bingung harus berbuat apa.
“ Bagaimana ini? semua kursinya sudah penuh. Lebih baik aku cari Darvi terlebih dulu deh, siapa tahu Darvi menyisakan kursi buat aku duduki.” Batin Lisa.
“ Ibu?.”
“ Darvi, ibu harus duduk di mana kalau semua kursinya penuh seperti ini?.” Dengan bingung.
“ Ibu, lihatlah di sebelah sana! itu ada satu kursi yang kosong dekat pria yang tengah tidur itu.” Darvi menunjuk.
“ Baik ibu akan duduk di sana aja, kau duduk dekat Puy aja ya.”
“ Tapi jika ibu tidak mau biar aku saja yang duduk dekat pria itu.” Sambil berdiri.
“ Tidak perlu, ibu yang akan duduk di sana.” Sambil menuju kursinya.
Lisa duduk dengan tenang, karena perjalanan sangat jauh membuat Lisa lelah dan pegal terlalu lama duduk. Semua orang pada tidur dengan nyenyak, tapi Lisa tidak bisa diam dan terus mencoba memijat badan yang terasa sakit, sampai Lisa tertidur pulas dan tidak di sengaja menyandar di bahu pria itu.
Ternyata pria itu adalah Zavier yang tengah tidur pulas juga, karena merasa ada yang menyandar di bahunya, Zavier terbangun dan melihatnya dengan terkejut.
__ADS_1
“ Lisa! kenapa dia bisa ada di sini? apa dia juga sama mau pulang ke kota A?.” Sambil menengok sana sini.
“ Ternyata benar, Darvi juga ada di sini.” Batin Zavier.
Zavier masih kesal dengan sikap Lisa yang tidak pernah menghargainya dengan tulus, tapi Zavier tidak tega melihat Lisa ketiduran di bahunya, jadi Zavier membiarkan Lisa untuk tidur di bahunya.
Pesawat telah landas di bandara.
Darvi membangunkan Lisa karena sudah sampai di bandara. “ Bu, bangun! kita sudah sampai di bandara.”
“ Sudah sampai? ibu tadi ketiduran jadi tidak sadar kalau kita sudah sampai.” Sambil mengucek mata dengan menggeliat.
“ Tidak papa, semua orang di sini pada tidur karena perjalanannya cukup jauh. Ayo bu kita keluar dari sini!.”
Lisa menganggukkan kepalanya sambil berdiri. Sekilas Lisa melihat Tuan Sanjaya berada di lobi bersama nyonya Sanjaya, Lisa pergi melihatnya dengan alasan ke toilet.
“ Darvi kau duluan pergi ke mobil ya, ibu mau pergi ke toilet dulu.”
“ Baik bu, jangan lama-lama bu.”
Lisa menunggu Darvi pergi terlebih dulu. Kemudian Lisa mengintip dari kejauhan karena penasaran, Zavier muncul dengan membawa koper menuju orang tuanya.
“ Jadi Zavier pulang juga ke kota A? berarti kita satu pesawat dong tadi.” Batin Lisa.
Lisa melihat bahwa Tuan Sanjaya memarahai Zavier di depan umum, tapi Zavier tidak berkata apapun dan malah terdiam dengan wajah yang suram.
“ Apa yang mereka bicarakan? di sini terlalu berisik, jadi aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.” Gumam Lisa dengan penasaran.
“ Ibu, sedang apa kau di sini? bukannya kau pergi ke toilet, aku khawatir padamu karena kau pergi terlalu lama tadi, makanya aku datang mencarimu.” Darvi mengagetkan Lisa yang sedang mengintip.
“ Hah! apa yang kau lakukan di sini Darvi? bukankah ibu menyuruhmu untuk tunggu di mobil! tapi apa yang kau lakukan, kau malah datang ke sini di keramayan seperti ini.” Lisa kaget dan membawa Darvi pergi.
Zavier merasa ada yang sedang mengawasinya segera pergi dan mengeceknya, tapi Zavier tidak bisa melihat Lisa dan Darvi karena mereka bersembunyi di belakang tembok yang ada di sana.
“ Apa aku salah dengar? sepertinya aku mendengar suara Darvi tadi, tapi kemana dia pergi? aku tidak bisa melihatnya sekarang.” Batin Zavier.
“ Apa yang kau lakukan di sini Zavier? kau selalu saja seperti itu, pergi ketika aku sedang berbicara padamu.” Tuan Sanjaya dengan marah.
“ Ayo kita pergi dari sini, jangan sampai mereka melihat kita di sini, aku tidak mau kakek nenek mu membawamu ke keluarga Sanjaya lagi.” Lisa terburu-buru membawa Darvi pergi.
“ Maaf ayah, aku harus pergi sekarang, ada banyak hal yang belum aku urus di perusahaan setelah aku pergi dari kota A.” Zavier pergi meninggalkan orang tuanya dengan dingin.
BERSAMBUNG
__ADS_1