
Mendengar ucapan Alvin membuat Zavier tersinggung, karena Zavier merasa bersalah pada Lisa di masa lalu.
" Ayo, kita pergi sekarang!." Zavier menarik tangan Lisa dan Darvi.
" Terima kasih, karena sudah menyelamatkanku. Sampai jumpa." Teriakan Lisa membuat Alvin tersenyum.
Alvin melambaikan tangannya sambil tersenyum. Sedangkan Zavier Cemburu karena Lisa terus peduli dengan Alvin yang telah menyelamatkannya.
Sesampainya di Kediaman Sanjaya.
Zavier masih marah dan tak peduli pada Lisa, Zavier malah duduk di dekat orang tuanya, sedangkan Lisa masih berdiri dan Canggung karena kesekian kalinya Lisa masuk ke Rumah Sanjaya, yang dulunya hangat dan penuh kasih sayang, kini telah berbeda dan semua anggota Sanjaya sangat Dingin padanya.
" Ibu, ini cucumu. Terserah kalian mau menganggapnya apa nggak, yang jelas Darvi anak kandungku, kalian tidak bisa menyangkalnya." Ucap Zavier.
" Jika dia memang anak kandungmu, mari kita lakukan Tes DNA, agar semuanya tidak akan meragukan anak ini lagi." Ujar tuan Sanjaya.
" Suamiku, kenapa harus melakukan Tes DNA? aku yakin anak ini pasti anak kandung Zavier. Lihatlah! dia sama persis seperti Zavier saat masih kecil." Nyonya Sanjaya meraih tangan Darvi dengan senang.
" Istriku, kita tidak bisa percaya pada orang yang telah mengkhianati keluarga Sanjaya. Jadi, aku sebagai Ketua di Rumah ini memutuskan harus Tes DNA, kalau tidak. Aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai Penerus Perusahaan Sanjaya." Dengan tegas Tuan Sanjaya.
" Kenapa mereka semua mengganggapku sebagai wanita murahan, padahal aku sangat setia sama Zavier, walaupun aku meninggalkan Zavier tapi tidak pernah ada orang yang menyentuhku sembarangan. Ternyata mereka menganggapku wanita seperti itu, yang tak punya harga diri sama sekali." Gumam Lisa sambil bersedih dan sakit hati.
" Tidak masalah, jika itu mau ayah! aku akan melakukan Tes DNA sekarang juga." Ucap Zavier sambil berdiri.
" Asisten Li, panggilkan Dokter ke sini." Ujar Zavier.
" Baik tuan." Saut Asisten Li.
Datanglah Dokter, dan langsung melakukan pengambilan darah Darvi untuk di bawa ke Rumah sakit. Semua orang menunggu hasilnya keluar besok pagi, jadi Lisa terpaksa harus nginap 1 malam di Kediaman Sanjaya.
Hari telah malam.
Di kediaman Sanjaya, semua orang sedang makan malam sambil membahas Proyek yang akan di laksanakan bulan depan, setelah Zavier Tunangan dengan Putri tertua dari Keluarga Fhui yang sepadan dengan perusahaan Sanjaya.
Zavier tak memperdulikan ucapan orang tuanya yang terus menjodohkan dirinya demi keuntungan perusahaan Sanjaya. Zavier sangat kesal karena ayahnya tak bisa berhenti membicarakan Mika Fhui.
__ADS_1
" Lisa, kau bisa istirahat di di kamar tamu, biar Darvi tidur denganku." Ucap Zavier.
" Tidak perlu, aku akan pulang bersama Darvi. Besok aku datang kemari untuk menyaksikan hasil Lab nya." Ujar Lisa sambil menarik Darvi.
" Kau jangan membantahnya, hanya semalam saja kita nginap di sini, tidak masalah kan?." Ucap Zavier.
" Baiklah." Saut Lisa dengan pasrah.
Lisa tidur duluan di kamar tamu, Zavier membawa Darvi tidur di kamarnya. Lisa sangat takut kalau orang tua Zavier akan membawa Darvi darinya, setelah mengetahui kalau Darvi adalah cucu kandungnya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku gak mau Darvi di pisahkan dariku." Lisa mondar mandir dengan kebingungan.
" Ibu?." Sapa Darvi.
" Darvi, bukankah kau tidur dengan Ayahmu? kenapa kamu belum tidur Sayang?." Tanya Lisa dengan lembut.
" Aku tidak mau tidur dengan Ayah, aku tidak nyaman ketika berada di dekatnya." Ujar Darvi.
" Begitu ya? ya udah sini, kamu tidur sama ibu aja ya?." Lisa membawa Darvi duduk di ranjang.
Karena Darvi sudah tidur, Lisa pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Sesaat kemudian Lisa keluar dari kamar mandi dan melihat Zavier sudah terbaring di ranjang bersama Darvi.
" Zavier? kenapa dia tidur di sini." Lisa terkejut melihat Zavier yang sedang tidur di ranjangnya.
" Menyusahkan sekali sih, kalau gini caranya kan terpaksa aku harus tidur di lantai." Lisa mengambil selimut dan bantal.
Lisa tidur di lantai dengan nyaman, walau pun Lisa kedinginan tapi Lisa menguatkan diri karena tidak mau tidur seranjang sama Zavier. Setelah Lisa tertidur pulas, Zavier menengok Lisa dan turun dari ranjang untuk mengecek kalau Lisa sudah tidur.
" Seharusnya kamu tidur aja di ranjang bersamaku, bukannya malah tidur di lantai." Zavier Menjentik jidat Lisa dengan pelan.
Zavier tidur di samping Lisa dan satu selimut dengannya, secara perlahan Zavier melakukan hal yang senonoh dan meraba-raba badan Lisa, dan memegang dada Lisa sampai di tempat yang tak seharusnya di sentuh.
" Kau? apa yang kau lakukan?." Lisa terbangun karena Zavier menyentuh bagian istimewa yang membuat Lisa kegelian.
" Suutt.. Diam! jika kau berisik Darvi akan bangun dan melihat kita yang seperti ini." Zavier menarik tangan Lisa dan memeluknya kembali.
__ADS_1
" Lepaskan aku Zavier!." Lisa berontak berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Zavier.
" Kumohon! kau jangan menolak pelukanku kali ini ya?." Kecup di bagian leher Lisa.
" Kau? kau jangan sembarangan menyentuh tubuhku Zavier." Wajah Lisa merona karena Zavier menciuminya di bagian yang sensitif.
" Jangan menolakku lagi Lisa, aku Merindukan di mana kita melakukan sesuatu yang tak pernah bisa kita lupakan di masa lalu." Zavier berbisik di telinga Lisa dan membuatnya kegelian sampai merinding di seluruh tubuhnya.
Lisa semakin kaku dan tak bisa menolak sentuhan Zavier, akhirnya Lisa pasrah dan mau melakukan apa pun yang di inginkan Zavier darinya.
" Lisa, apa aku boleh?." Pertanyaan Zavier membuat Lisa bingung karena Zavier memberikan kode panas sama Lisa.
" Maksudmu apa? aku gak ngerti Zavier." Tanya Lisa dengan polosnya.
Zavier menindihi tubuh Lisa dan menciuminya, mulai dari bibir sampai turun ke bawah, pada akhirnya menciumi bagian sensitif dan membuat Lisa Mendesah tak tertahankan.
Ah.. Ahh.. Ahh.. Jangan sentuh bagian itu, kumohon Zavier.
Desahan Lisa membuat Zavier semakin bergairah, Nafsunya pun sudah di atas puncak yang tak bisa di tahan lagi. Zavier membuka semua pakaiannya dan meleparkannya tak karuan.
Kemudian Zavier menciumi Lisa lagi sambil membuka pakaian Lisa secara perlahan, Lisa sangat menikmati Ciuman yang di berikan Zavier padanya, apa lagi di musin gugur seperti ini cuacanya sangat dingin dan Nikmat jika melakukan hal seperti itu.
" Zavier?." Lisa ketakutan ketika mau melakukan hal seperti itu.
" Iya sayang, kenapa? apa kau takut?." Tanya Zavier.
Lisa menganggukkan kepalanya.
" Kamu tidak perlu takut, ini bukan pertama kalinya kita melakukan hal ini, jadi kau cukup Menikmatinya, biar aku yang melakukan tugasku. Ok." Zavier meyakinkan Lisa.
" Baiklah." Lisa mempercayai Zavier sepenuhnya.
Zavier pun melanjutkannya lagi dan membuka CD Lisa dan menciuminya, Lisa malu karena Zavier melihat seluruh tubuhnya kesekian kalinya.
BERSAMBUNG
__ADS_1