Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part92


__ADS_3

Li segera membawa Zavier ke Markas tersembunyi. Di sana terdapat beberapa peralatan dan dokter yang khusus menangani Zavier di saat terluka.


“ Luciana, periksa tuan sekarang. Dia terluka parah karena pukulan.” ujar Li.


“ Baik.”


Setelah beberapa saat kemudian. “ Tuan sudah baik-baik saja, saya sudah memeriksa lukanya dan mengobatinya.”


“ Bagaimana dengan lukanya? apa akan memakan waktu yang lama untuk sembuhnya?.” tanya Li.


“ Tidak begitu lama, mungkin 2 sampai 3 hari.”


“ Sukurlah, aku takut jika tuan akan sakit dalam waktu lama, aku tidak bisa melihat tuan sakit seperti ini.” dengan perasaan sedih.


“ Iya, kurasa seperti itu. Walaupun tuan memiliki emosional yang tinggi dan sifat yang sombong, tapi tuan sangat baik di balik itu semua.” Luciana memandang Zavier yang terbaring lemah.


Kring kring!


Ponsel Zavier bunyi dalam waktu yang lama, Li melihat siapa yang memanggil Zavier di saat seperti itu. “ Nyonya Lisa! bagaimana ini? tuan tidak sadarkan diri tapi nyonya Lisa menelpon nya. Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang?.” Li begitu panik mengetahui Lisa menelpon Zavier.


“ Ada apa? apa ada masalah?.” tanya Luciana.


“ Iya, nyonya Lisa menelpon, tapi tuan belum sadar, bagaimana ini?.”


“ Ternyata istri tuan, ya tuan pasti takut jika istrinya tahu kalau tuan baru saja berkelahi.” batin Luciana.


Di kediaman Lisa.


“ Kenapa Zavier tidak mengangkat telpon dariku? aku khawatir padanya, aku takut terjadi apa-apa padanya, perasaanku tidak enak dari tadi. Semoga dia baik-baik saja, dan kecemasanku hanya ilusi.” gumam Lisa.


Zavier tersadar dari pingsannya. “ Tuan, Anda sudah bangun?.” ujar Li.


“ Di mana aku?.” tanya Zavier sambil memegang kepalanya yang sakit.


“ Tuan, sebaiknya Anda jangan bangun dulu, saya khawatir jika lukanya akan terasa sakit.” Luciana melarang Zavier bergerak dari ranjangnya.


Zavier berbaring kembali karena takut jika lukanya semakin memburuk. “ Di mana ponselku?.”


“ Ini tuan.” Li memberikan ponselnya pada Zavier.


“ Ya ampun sudah jam 8 malam. Lisa pasti mengkhawatirkan aku. Apa! mengapa panggilan dari Lisa begitu banyak! apa kamu tahu jika Lisa menelponku hingga berulang kali. Kenapa kamu tidak memberitahuku dari tadi?.” Zavier terlihat marah pada Li.


“ Maaf tuan, tapi tuan tidak sadar diri, jadi aku.”


“ Diam! kalian keluar dari kamarku, sekarang!.” Zavier memotong kata-kata Li dan membentaknya.


“ Ba baik tuan.” Li dan Luciana segera keluar dengan ketakutan.


“ Apa yang harus aku katakan jika Lisa bertanya padaku. Aku tidak bisa berbohong padanya, sudah kuduga, Lisa menelponku lagi.” Zavier gugup karena takut ketahuan Lisa jika dirinya berkelahi dengan Arya.

__ADS_1


Zavier mengangkat telponnya dengan berusaha tenang. “ Sayang? maaf aku tidak mengangkat telpon darimu, aku baru saja selesai Meeting sama Klien ku.”


Lisa terdiam tanpa kata.


“ Sayang? apa kamu di sana? kenapa tidak meresponku? Hallo, sayang, ada apa sayang?.” Zavier terlihat khawatir karena Lisa mendiaminya tanpa sebab.


Setelah beberapa saat kemudian Lisa menjawab pertanyaan Zavier. “ Apa yang kamu lakukan sekarang?.”


“ Aku, apa yang aku lakukan! tentu saja, aku baru saja selesai Meeting, lalu apa yang aku lakukan?.” Zavier yang tidak tahu penyebab Lisa curiga padanya.


“ Aku akan menyalakan Vidio nya, sekarang buka Vidio mu, aku ingin melihat seberapa sibuknya dirimu sehingga tidak bisa menjawab telpon dariku.” ujar Lisa dengan kesal.


“ Hah, iya sayang, tentu saja, ayo kita Vidio Call.” Zavier sangat gugup dan segera menutup telpon nya.


Zavier menyuruh Li untuk mendandaninya dengan rapih dan baik, Li memapah Zavier untuk duduk di meja kerjanya, agar terlihat seperti orang yang sedang bekerja.


“ Mari kita mulai.” gumam Zavier.


Zavier membuka Vidio Call sambil merapihkan dasinya. “ Hallo sayang! lihatlah aku sedang bekerja, dan maaf barusan aku sedikit lebih lama membuka Vidio Call nya.”


“ Iya tidak apa-apa kok.” balas Lisa dengan tersenyum.


“ Sayang.” Lisa.


“ Iya.”


“ Boleh gak aku lihat di sebelah kiri dan kanan mu? hemm.” Lisa menunjukan wajah yang imut.


“ Baik sayang, mengapa tidak.”


Zavier mengarahkan kameranya ke kiri dan kanan. “ Bagaimana sayang, apa pendapatmu, apa aku sedang santai atau bekerja.”


“ Iya kamu sedang bekerja, tapi apa kamu akan menjelaskan sesuatu padaku?.”


“ Menjelaskan! menjelaskan apa sayang? apa yang harus aku jelaskan?.”


“ Sudahlah, aku sudah tahu semuanya, jangan berbelit-belit lagi dan banyak alasan. Apa yang terjadi padamu aku sudah tahu.”


Zavier langsung tertegun. “ Apa yang di maksud Lisa, kenapa dari nada bicaranya sangat mencurigakan sekali.” batin Zavier.


“ Sayang, apa yang kamu maksud itu? aku sama sekali tidak mengerti.”


“ Baiklah, aku akan menutup telponnya dan mengirimkan apa yang aku lihat tadi.”


Zavier semakin cemas dengan sikap Lisa yang dingin padanya. Setelah Lisa mengirim sebuah vidio, Zavier langsung membukanya dan sangat terkejut begitu melihat vidio tersebut. Vidio yang memperlihatkan Zavier sedang memukul CEO Arya dari kota H.


“ Itu pasti dia, dia sengaja membuatku seperti ini dan menghasut Lisa, seolah-olah akulah yang bersalah.” gumam Zavier.


“ Zavier pasti sudah melihat vidio nya, tapi ada apa dengan mereka berdua, mengapa mereka berkelahi seperti itu, membuatku takut saja.” gumam Lisa.

__ADS_1


Zavier semakin gugup dan takut pada Lisa, Zavier takut jika Lisa akan marah padanya.


Waktu telah menunjuk pukul 10:00 malam.


Zavier melihat Li mengintrogasi pria yang telah mengirim vidio itu pada Lisa. Zavier berpikir jika pria bertopi itu tidak mengetahui apa-apa tentang Arya, jadi Zavier memutuskan untuk membunuh pria bertopi dengan sadis dan kejam.


“ Anda benar tuan, dia bukan orang yang di percaya Arya, dia hanya penjahat yang di bayar setelah melakukan tugasnya.” ujar Li.


“ Li, carikan aku bukti jika Arya pernah berurusan dengan hukum, karena dia telah mencabuli seorang gadis yang masih duduk di sekolah SMA.”


“ Apa itu benar tuan?.”


“ Yaa, aku ingat di mana dia sedang menculik gadis itu dan membawanya ke hotel. Hanya saja dia begitu banyak uang sehingga berita di seluruh dunia di lenyapkan, begitupun sebaliknya, nama dia tetap harum sampai sekarang.” balas Zavier.


“ Aku beruntung punya ingatan yang bagus, jika tidak mana mungkin aku akan mennyelesaikan masalah ini secara clier. Kita lihat saja nanti, siapa yang akan ngaku kalah pada akhirnya, kamu atau aku.” batin Zavier.


Hari telah pagi.


Li membangunkan Zavier yang tidur nyenyak hingga membuat Zavier marah pada Li. “ Tuan-tuan! ada berita penting!.”


“ Berita apa yang membuatmu punya nyali mengganggu tidurku? hah!.” teriak Zavier.


“ Ma maaf tuan, tapi ini masalah penting banget.”


“ Ya udah katakan saja, jangan banyak bicara, aku masih ngantuk. Apa kau tahu itu?.” bentak Zavier.


“ Itu tuan, nyonya Lisa, dia, dia pergi ke Villa tuan.”


“ Apa?!.”


“ Iya barusan bibi Ann menelponku dan mengatakan kalau nyonya Lisa sedang di luar rumah selama 15 menit. Tapi bibi Ann tidak berani membukanya karena takut salah bicara katanya.” Li terlihat panik di bandingkan Zavier.


“ Ya ampun, cobaan apa lagi ini? Ini begitu berat bagiku, aku tidak mungkin menunjukan diri dalam keadaan penuh luka seperti ini, dia pasti mengkhawatirkan aku.” batin Zavier.


“ Jadi apa yang harus kulakukan tuan?.”


“ Suruh dia pulang, dan katakan pada Lisa kalau aku lagi Meeting di luar negri.”


“ Hemm! baik tuan.”


Li melangkah keluar dari kamar Zavier, tiba-tiba Zavier memanggilnya kembali. “ Tunggu! biarkan dia datang ke sini.”


“ Baik tuan.”


Li menjemput Lisa dari Villa untuk di bawa ke Markas. Di perjalanan Lisa begitu banyak tanya karena perjalanannya begitu jauh untuk di tempuh, bahkan sampai menggunakan Helikopter untuk menyebrangi danau yang begitu besar.


“ Ke mana kita akan pergi Li? mengapa tempat Zavier begitu jauh.”


“ Iya hehe, maaf nyonya sebentar lagi kita sampe.”

__ADS_1


Lisa menganggukan kepalanya sambil cemberut dan menggigit bibir bagian bawah.


BERSAMBUNG


__ADS_2