Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part141


__ADS_3

“ Jadi maksud Anda suamiku sakit karena lelah bekerja?.” Lisa tercengang dan tidak menyangka kalau tubuh Zavier sangat menderita karena pekerjaannya.


“ Benar, tapi aku tidak bisa memastikan apa penyebabnya, yang tahu hanya tuan sendiri karena tuan yang mengalami gejala akhir-akhir ini. Itu hanya diagnosaku saja, mohon nyonya jangan panik, itu tidak berbahaya sama sekali, hanya penyakit biasa yang umum terjadi pada orang yang kelelahan.” ucap dokter.


Lisa duduk di samping Zavier dan menyentuh jidatnya, memastikan kalau Zavier sudah membaik dari demamnya.


“ Semoga kamu tidak apa-apa Zavier, aku benar-benar takut saat tahu kamu sakit. Ini pertama kalinya aku melihatmu sakit bukan karena berkelahi.” batin Lisa sambil memandangi Zavier yang tertidur lelap.


Asisten Li membawa dokter keluar dari kamar, menutup pintu agar Lisa bisa berduan saja dengan Zavier.


Di kediaman Fhui.


Tuan Fhui meminta Mika bangun lebih awal karena harus pergi Fitting baju pengantin bersama Brian, tapi Mika terus menolak dan enggan membuka pintu kamarnya.


“ Mika bangunlah, sebentar lagi Brian datang menjemputmu, kamu harus siap-siap dari sekarang ” teriak tuan Fhui sambil mengedor pintu kamar.


“ Aku tidak mau, aku mau tidur.” jawab Mika dari dalam kamar.


“ Ayah akan membekukan kartu mu sekarang jika kamu tidak mau menuruti perintah ayah.” mengancam.


Tuan Fhui tahu kalau Mika suka belanja dan jalan-jalan ke luar negri, menghabiskan uang adalah kebiasaan Mika sejak kecil, jadi Mika tidak bisa jika hidup tanpa uang.


“ Iya-iya, aku bangun sekarang.” Mika beranjak dan melemparkan selimutnya dengan kesal.


Tuan Fhui senang karena Mika mendengarkan perkataannya, tuan Fhui turun ke bawah untuk melanjutkan sarapan pagi.


Sembari mandi Mika membayangkan betapa jijiknya dirinya pada Brian, tapi sekarang Mika harus pura-pura saling mencintai dengan Brian hanya untuk memuaskan ayah mereka.


1 jam kemudian.


Mika turun ke bawah dengan lesu, tuan Fhui menatap Mika dan memberikan sebuah kartu Black Card agar Mika bersemangat Fitting baju dengan Brian.


Brian masih menunggu di dalam mobil bersama sopir barunya, kehidupan Brian sekarang sudah kembali normal dan mendapatkan kehidupan yang layak sebagai putra tertua Sanjaya.


“ Sungguh menyenangkan hidup banyak uang, tidak perlu menyetir dan bekerja keras tapi tiap bulan ada tranferan uang masuk ke rekeningku.” gumam Brian dengan bangga.

__ADS_1


Brian melihat Mika keluar dari rumahnya dan berkata.


“ Itu dia wanita ****** yang bodoh, membuatku menunggu lama awas saja kamu Mika, akan aku buat kamu menyesal karena berani membuat masalah denganku.” batin Brian dengan kesal dan mengepalkan kedua tangannya.


Mika berjalan mendekat tapi enggan masuk ke dalam mobil.


“ Sopir, suruh dia cepat masuk sekarang, kita akan terlambat karena wanita bodoh ini.” sambil bersedekap di dada.


“ Baik tuan.” sopir itu keluar untuk membuka pintu mobil.


“ Silahkan masuk nona.” sopir itu membuka pintu belakang yang bertepatan dengan Brian.


“ Kenapa membuka pintu yang itu? suruh dia duduk di depan denganmu.” bentak Brian dengan wajah jijik.


Sopir itu menutup kembali pintunya dan berjalan menuju pintu depan.


“ Nona silahkan masuk.” sopir itu takut Mika akan menolaknya jika duduk di dekatnya, karena itu akan membuat sang sopir kesulitan.


Mika berjalan dan masuk ke mobil, Mika juga tidak mempermasalahkan jika harus duduk di dekat sopir, walau wajah Mika mengekspresikan tidak senang tapi hati Mika sedang bahagia karena mendapatkan uang saku dari ayahnya.


Brian melihat Mika tersenyum dari kaca spion tengah, Brian pikir Mika sudah gila karena tersenyum sendiri tanpa sebab.


“ Apa jangan-jangan wanita ini sudah gila? tidak tidak tidak, itu tidak mungkin, kalau dia gila dia pasti akan menolak untuk duduk dekat sopir, tapi dia tidak marah dan duduk begitu saja. Ini bukan sifat dia sama sekali, apa jangan-jangan dia sedang merencanakan sesuatu.” batin Brian sambil terus menatap Mika dari kaca spion tengah.


Brian tersadar karena mobil menabrak sesuatu, Brian menggelengkan kepalanya dengan jijik.


Tibanya di Gedung, tempat di mana Brian dan Mika akan melakukan Fitting baju.


Brian tampak tampan mengenakan pakaian rapih, berjalan pun sangat menggoda bagi setiap wanita yang melihatnya.


Beberapa pelayan wanita berkata. “ Lihat, bukankah itu tuan tertua Sanjaya, benar, dia sangat tampan, sama persis seperti tuan Zavier. Nona itu sangat beruntung bisa menikah dengan tuan Brian, walau pun dia seorang duda tapi dia duda kaya raya sekarang. Tidak mengherankan kalau nona itu tergoda dengan daya pikat tuan Brian.”


“ Segerombolan wanita rendahan ini bergosip tentangku, benar-benar menyebalkan.” Mika menatap setiap orang yang berbicara tentangnya.


“ Sudah, jangan bahas itu lagi, kalian tidak lihat nona itu memolototi kita begitu seramnya.” ujar wanita itu sambil menepuk punggung temannya yang terus bergosip.

__ADS_1


“ Tuan nona, silahkan masuk.” sapa pelayan Butik yang terkenal itu.


Brian berjalan masuk di ikuti Mika dari belakang.


“ Lihat, apa Anda tuan Brian?.” sapa seorang Desainer terkenal yang khusus di perintah Zavier untuk melayani Brian.


“ Benar, siapa kau?.” dengan ekspresi angkuh.


“ Oo, lihat betapa sombongnya dirimu setelah mendapatkan warisan dari ayahmu, benar-benar tidak sesuai dugaanku. Sayang sekali aku tidak bisa merancang baju untukmu lagi.” sambil duduk di aofa.


“ Apa maksudmu? jangan main-main denganku, kalau tidak akan kuhabisi kau.” Brian merasa di rendahakan oleh seorang Desainer itu, menarik bajunya saat dia hendak duduk di sofa.


“ Hei! apa yang kau lakukan? lepaskan aku, dasar manusia tidak tahu diri.” celetuk dengan kesal.


“ Sudah seperti ini tapi kamu malah berani memarahiku, sepertinya aku terlalu lembut padamu saat ini, baiklah aku akan mengabulkan sesuai keinginanmu.” Brian memukul pria itu dengan pukulan beberapa kali.


“ Stop! hentikan Brian! apa kamu gila, memukul orang sembarang di tempat umum, bagaimana kalau orang lain lihat.” Mika menarik baju Brian dan memukulnya di bagian punggung.


“ Itu kau yang gila, dasar wanita tidak tahu malu, berani membela pria di depan calon suamimu, apa kata mereka jika orang lain melihat ini.” Brian memarahai Mika karena tidak bisa menghargainya di depan banyak orang.


Mika mengabaikan perkataan Brian dan mendekat untuk membantu Desainer itu bangun dari lantai.


“ Apa kamu baik-baik saja? maafkan dia karena telah memukulmu sembarang, itu, kenapa kamu bisa ada di sini? bukankah kamu ada di luar negri. Sejak kapan kamu pulang? kamu tahu tidak, sudah lama aku menantikan pertemuan ini, tidak di sangka aku langsung bertemu denganmu di tempat ini.” Mika bersikap akrab pada Desainer itu.


“ Jangan sok akrab denganku, aku sama sekali tidak mengenalmu, untuk apa kamu bertanya begitu banyak hal padaku.” pria itu merasa Mika sudah gila karena berani menyentuhnya tanpa ijin.


“ Hah, tidak apa, meskipun kamu tidak mengenalku tapi aku mengenalmu sebagai Desainer terbaik di dunia, aku mengagumi setiap baju yang di rancang olehmu.” Mika terlalu tebal kulit muka dan mengalihkan pembicaraan agar tidak di permalukan oleh Desainer itu.


“ Oh, ternyata kamu pengagum di belakangku, pantas saja kamu begitu semangat saat bertemu denganku.” ekspresi merendahkan.


Mika tertegun karena pria itu tidak bisa menghargainya yang sudah membantunya dari pukulan Brian.


“ Dia memang pantas di sebut wanita ******, begitu melihat pria tampan yang bermartabat langsung sok akrab agar bisa mendekatinya.” Brian menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka serendah itukah Mika di hadapan pria tampan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2