Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part150


__ADS_3

Pernikahan di langsungkan di kediaman Sanjaya, sesuai dengan perjanjian pengantin wanita datang ke rumah pengantin pria. Setelah sah menjadi suami istri mereka harus tinggal di kediaman pengantin pria selama 1 minggu, setelah itu baru bisa tinggal di kediaman pengantin wanita.


Setelah menginjak 2 minggu lamanya pengantin baru boleh pergi berbulan madu ke mana pun yang mereka inginkan.


Pesta di lengkapi dengan backron bernuansa putih, membuat pesta itu tampak Elegant dan nyaman di pandang. Beberapa pelayan tengah sibuk mempersiapkan makanan untuk para tamu, hidangan yang begitu nikmat dan mahal menunjukan bahwa pesta itu bukan pesta sembarangan.


“ Brian, bagaimana keadaanmu akhir-akhir ini? ibu harap kamu sehat dan bisa melangsungkan ritual pernikahan tanpa kendala. Jangan buat ayahmu marah, dia sudah tua, patuhlah pada perintahnya agar kamu bisa hidup dengan layak dan nyaman seumur hidupmu.” ujar nyonya Ratih menggenggam tangan Brian.


“ Aku tahu ibu menyayangiku, itu sebabnya aku mau menerima pernikahan ini dan mendapatkan sebagian saham milik ayah.” gumam Brian dengan perasaan sedih.


“ Bukan itu maksud ibu, ibu tidak mau ayahmu memperlakukan kamu tidak baik. Ibu tidak suka anak-anak ibu tidak patuh pada ayahnya sendiri. Brian sudah dewasa, pasti tahu apa maksud ibu bukan?.” membantah dengan halus.


Brian menganggukan kepala.


“ Ya sudah, ibu pergi menunggu pengantin wanita di luar, kamu baik-baik di sini, biarkan mereka menata pakaian dan beberapa riasan untukmu.” menepuk bahu Brian dan pergi keluar.


Tuan Sanjaya berdiri tegak melihat WO yang sedang sibuk mengatur pelaminan buat sang pengantin.


Nyonya Ratih mendekat dan berdiri di dekat tuan Sanjaya.


“ Bagaimana? apa kamu sudah mengatakan pada Brian kalau dia tidak boleh mengacau di pernikahan ini?.” tanya tuan Sanjaya.


“ Sudah, Brian berjanji akan patuh.” jawab nyonya Ratih berdiri dengan Elegant menunjukan bahwa dirinya adalah nyonya besar di kediaman Sanjaya.


Seorang pelayan wanita menawarkan minuman pada nyonya Ratih dan tuan Sanjaya.


“ Nyonya, silahkan.” dengan menunduk.


“ Terima kasih.” nyonya Ratih mengambil dua gelas minuman dan memberikannya pada tuan Sanjaya.


Tuan Sanjaya meneguk minuman itu dan memberikannya pada pelayan.


“ Ibu, ayah, aku datang.” ucap Zavier sembari masuk ke dalam.


“ Zavier, apa kabar kamu nak?.” sapa nyonya Ratih cipika-cipiki.


“ Ibu, ayah.” Lisa berjabatan dengan mertuanya dengan membungkukkan badan.


“ Hati-hati.” gumam Zavier membantu Lisa berdiri dengan cemas.


“ Darvi cucuku, apa kabar nak?.” sapa nyonya Ratih saat melihat Darvi.


“ Aku baik, bagaimana keadaan nenek?.” jawab Darvi berjabatan.


“ Anak pintar, sapa kakek kamu nak.” ujar nyonya Ratih.


“ Kakek, aku berharap kakek selalu sehat dan panjang umur.” Darvi mencium tangan tuan Sanjaya.


“ Hahah, terima kasih, memang cucuku yang paling pintar. Siapa yang mengajarimu berkata begitu? hemm.” tuan Sanjaya senang dengan perkataan Darvi membuatnya tertawa.

__ADS_1


“ Ibu, dia mengajariku bagaimana bersikap sopan pada orang yang lebih tua dari usiaku.” gumam Darvi melirik Lisa.


“ Hemm, bagus, kakek bangga sama Darvi.” ekspresi tuan Sanjaya berubah seketika.


Tidak ada yang menyapa Laura yang terus berdiri melihat keharmonisan Darvi bersama kakek nenek nya.


Lisa menganggukan kepala sambil tersenyum pada Laura.


“ Bibi Lisa benar, meskipun tidak banyak orang yang menyukaiku tapi setidaknya bibi Lisa yang paling baik. Aku senang bisa kenal dengan bibi Lisa.” batin Laura dengan kuat.


“ Sayang, biarkan Darvi bersama ayah dan ibu, kita pergi cari kakak di kamarnya.” ucap Zavier.


Lisa mengangguk dengan senyum.


“ Kak, boleh aku masuk?.” sapa Zavier mengetuk pintu walau pintu terbuka.


“ Masuk saja! pintunya terbuka kenapa harus minta ijin dulu.” dengan dingin.


Lisa dan Laura duduk di sofa melihat Brian berdandan memakai pakaian pengantin.


“ Kamu sangat tampan memakai jas putih ini. Memancarkan kesucianmu yang amat bersih.” gumam Zavier menepuk bahu Brian.


“ Jangan memujiku! aku tidak suka. Lagi pula ini bukan pernikahan pertamaku untuk apa kamu bilang seperti itu?.” balas Brian dengan ketus.


“ Memang bukan pertama bagi kakak, tapi bagiku ini yang pertama aku melihatmu memakai jas pengantin.” ujar Zavier membantu merapihkan dasi milik Brian.


Brian tertegun dan merasa bersalah karena waktu dirinya menikah tidak memberitahu Zavier atau pun keluarganya.


“ Itu salahku karena ceroboh, lagi pula ayah dan ibu tahu kalau aku akan menikah waktu itu. Tapi mereka tidak datang dan malah membuangku begitu saja.” Brian tidak senang jika mengingat masa lalunya yang kurang bahagia.


“ Ya ya, aku mengerti. Aku akan keluar sekarang, bersiaplah kakak, sebentar lagi acaranya di mulai.” gumam Zavier.


Zavier menghampiri Lisa dan membawanya keluar.


Alea jadi pelayan di pesta itu, bekerja untuk mendapatkan uang tambahan karena upah jadi pelayan saja setara dengan gaji sebulan di kantor.


“ Tuan, nyonya, silahkan di minum.” Alea menghampiri Zavier dan menawarkan minuman padanya.


“ Berikan istriku jus mangga, dan juga jus jeruk untuk putriku.” Zavier hanya mengambil segelas Wine untuk dirinya.


“ Baik tuan.” Alea pergi mengambilkan jus nya.


Sekelompok wanita tua bergosip tentang keluarga Zavier. “ Lihat, bukankah itu anak kecil yang waktu itu, tadi tuan Zavier menyebutnya sebagai putrinya. Apa benar yang di katakan rumor kalau mereka mengadopsi anak gadis kecil.”


“ Li, bereskan sekelompok wanita rendahan itu.” gumam Zavier dengan dingin.


Asisten Li berjalan dan menghampiri para wanita tua yang sedang bergosip, mereka ketakutan dan memohon agar tidak di keluarkan dari pesta itu.


Lisa hanya terdiam dengan bangga melihat orang jahat mendapatkan karmanya.

__ADS_1


“ Mereka sudah keterlaluan, berani sekali menggosipkan keluargaku di depanku, mereka belum tahu seperti apa aku saat benar-benar sedang marah. Sekelompok anj*ng yang bergonggong tanpa melihat kekurangan diri sendiri, mereka adalah orang bodoh dan gila.” batin Lisa sambil memejamkan mata.


Zavier menyentuh bahu Lisa dan mengangguk.


“ Aku tidak apa-apa.” balas Lisa.


Sekelompok wanita tua itu berontak dan bersujud di depan Lisa.


“ Nyonya muda, tolong maafkan kami! kami tidak bermaksud membicarakan putri angkatmu. Tolong maafkan kami, jangan bawa masalah ini pada keluarga kami terutama pada suami kami. Kasihanilah kami sebagai orang miskin yang tidak ada bandingannya dengan Anda.” bersikap seolah-olah Lisa yang menindas mereka.


“ Cih! berlaku seperti itu ingin menunjukan pada semua orang, kalau aku orang jahat yang menindas orang lemah yang tidak bersalah. Aku rasa kalian salah mencari orang, mencari masalah denganku sama saja dengan cari mati.” batin Lisa sambil mememolototi para wanita tua itu.


“ Ada apa dengannya? bukankah dia wanita lemah, bahkan banyak orang yang menghinanya dia tidak membalasnya dan malah takut.” batin para wanita tua itu ketakutan melihat tatapan Lisa yang suram.


“ Kalian!.” Zavier ingin menampar wanita tua itu karena sudah menganggu istrinya.


Lisa menghadang dan membuat Zavier mundur.


“ Kalian, kenapa kalian berkata seperti itu? bukankah tadi kalian yang mengata-ngataiku kalau keluargaku tidak sebanding dengan keluarga kalian. Bahkan kalian sempat menghina putri angkatku, mengatakan kalau aku tidak akan punya keturunan lagi, itu sebabnya aku mengadopsi anak perempuan.” akting dengan air mata yang berjatuhan.


Sebagian tamu yang sudah hadir tercengang dan bergosip kalau para wanita tua itu iri pada Lisa, itu sebabnya mereka berkata tidak baik tentang keluarga Lisa.


“ Istriku?! apa dia benar-benar istriku?.” batin Zavier.


Zavier tidak percaya bisa melihat Lisa bersikap tidak seperti biasanya, pertama kali Lisa menunjukan sisi lainnya saat Mika Fhui ingin membunuhnya, Zavier pikir kalau Lisa hanya terbawa emosi makanya bisa melawan Mika, tapi tidak di sangka Zavier menyaksikan sendiri sisi lain dari Lisa kali ini, ya itu berpura-pura tertindas dari orang lain.


“ Aku tidak berkata begitu! kapan aku mengata-ngatai keluargamu nyonya muda.” mereka sangat panik karena sudah terpojokkan.


“ Kalian tidak mau mengakuinya? hiks hiks, itu menyakitkan, padahal banyak saksi di sini yang mendengar kalian menggosipkan keluargaku.” menangis dan terus berakting.


“ Benar, aku saksi nya, kalian menjelek-jelekkan keluarga terhormat, dasar tidak tahu malu. Berani sama keluarga Sanjaya sama saja mencari mati.” gumam para saksi yang telah di bayar oleh Asisten Li.


Tuan Sanjaya dan nyonya Ratih mendengar keributan.


“ Ada apa ini? kenapa ribut di pesta yang aku gelar? tidak tahu sopan santun!.” tuan Sanjaya sangat marah dan tidak suka ada keributan di acara pernikahan Brian dan Mika.


Sekelompok orang berteriak menjelaskan pada tuan Sanjaya tentang wanita tua yang sudah menjelek-jelekkan keluarganya.


“ Apa!? berani sekali kalian! sudah bosan hidup rupanya.” bentak tuan Sanjaya dengan murka.


“ Tidak tuan, kami tidak berkata begitu. Nyonya muda memfitnah kami, kami tidak bersalah.” membela diri di ujung tanduk akan membuat mereka mati dengan mengenaskan.


“ Lancang sekali kamu! memfitnah nyonya muda di hadapanku, apa kalian lupa kalau dia menantu terhormat di keluargaku?.” tuan Sanjaya tidak segan menendang wanita tua itu sampai terjungkar.


“ Astaga! kejam sekali tuan Sanjaya, kali ini harus benar-benar bisa jaga ucapan kita, jangan sembarang bicara jika tidak mau senasib dengan wanita tua yang tidak beruntung itu.” gumam para tamu dengan terkejut.


“ Pengawal! seret mereka semua dari sini, beri hukuman sesuai yang ada. Jangan ampuni mereka jika tidak mengaku salah.” teriak tuan Sanjaya marah besar.


Lisa melihat kekejaman tuan Sanjaya melongo dan menutup mata Laura sejak tuan Sanjaya marah.

__ADS_1


Zavier mengangguk pada Asisten Li agar Asisten Li yang membereskan masalah itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2