Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part157


__ADS_3

Tibanya di tempat tujuan, penjahat itu mendorong Alea sampai tersungkur kebawah. Membuat Alea tersadar dari pingsannya, tapi tangan Alea terikat dan sulit untuk berdiri.


“ Emm, lepaskan aku! kenapa kalian mengikat tanganku?.” teriak Alea berusaha melepaskan tangannya.


Tak tak!


Arya datang ke penjara bawah tanah, melihat Alea yang berhasil di tangkap Arya senang karena bukti tentang dirinya sebentar lagi akan di musnahkan.


“ Apa kabar gadis kecil?.” Arya berjongkok dan membuka perban mata Alea.


“ Tuan! kenapa Anda bisa ada di sini?.” Alea kebingungan setelah melihat Arya.


“ Kenapa? tentu saja untuk membunuh pengkhianat.” Arya menyeringai dan berdiri menatap Alea.


“ Pengkhianat?? maksud Anda mereka, jadi Anda ingin menolongku?.” Alea tidak sadar kalau Arya yang sudah menculiknya.


“ Mereka?! Hemm, aku rasa tidak. Mereka bukan pengkhianat, kenapa harus membunuhnya?.” Arya menggelengkan kepala dengan ekspresi seram.


Alea tercengang akan sesuatu yang aneh dengan Arya, Alea mengisyaratkan kalau dirinya sudah bertemu dengan bos dari Balin.


“ Apa Anda orang yang menyuruh mereka menculik nenek aku? bahkan membawaku ke penjara yang gelap ini.” tanya Alea dengan tenang.


“ Gadis ini benar-benar santai bertanya padaku. Apa dia tidak takut sama sekali atau dia sudah ingin mati sekarang.” batin Arya tertegun.


“ Tuan, bisakah Anda menjawab pertanyaanku?.” bertanya karena Arya tidak bicara.


“ Apa yang ingin kau ketahui?.” dengan tatapan mematikan.


“ Siapa namamu? Anda adalah bos dari kakak aku, setidaknya jika aku mati terbunuh di sini aku akan mati dengan tenang karena tahu namamu. Nama orang yang sudah membuat kakak aku mati.” dengan nada dingin, Alea berhasil membuat Arya tercengang dengan perkataannya.


“ Ingin tahu? kenapa apa kamu sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan kakak mu yang tidak berguna itu?.” mencengkram wajah Alea dengan keras.


Arya mencekik Alea, ingin membunuhnya dengan perlahan agar Alea merasakan lebih baik mati dari pada hidup.


“ Berani menatapku seperti itu? sepertinya aku terlalu pelan mencekikmu.” gumam Arya mencekik lebih kuat dan melihat betapa kesakitannya Alea.


Alea sangat tenang menahan nafas panjang agar tidak mudah mati di tangan orang bajing*n seperti Arya.


“ Berikan aku pistol.” mengulurkan tangan ke pengawalnya.


Pengawal itu memberikan pistol di tangan Arya dan mundur agak menjauh.

__ADS_1


“ Pilih salah satu, mana yang kau sukai.” Arya melepaskan tangannya dan menodongkan pistol di kepala Alea.


“ Uhuk uhuk! Anda boleh membunuhku dengan cara apapun, asalkan bawa nenek aku sebelum aku mati aku ingin melihatnya.” Alea sudah pasrah dengan kematiannya, hanya memikirkan neneknya.


“ Bawa si tua itu kemari.” ucap Arya menepis kepala Alea dan berdiri.


Melihat nenek nya di paksa berjalan Alea menahan tangisnya, Alea tidak tega melihat nenek nya di perlakukan sadis seperti itu.


“ Kenapa kalian tidak berperasaan?! dia sedang sakit, kenapa melibatkan nenek yang tidak tahu apa-apa? kalian benar-benar manusia biadab.” teriak Alea berusaha mendekati nenek nya.


Bruk!


Pengawal itu sengaja melempar nenek Alea sampai membuat nenek nya itu sesak nafas.


“ Nenek apa kamu baik-baik saja? nek bangun, jangan tinggalkan Alea nek.” Alea mendekatkan kepalanya pada nenek nya.


“ Alea, sukurlah kamu tidak apa-apa nak. Nenek sudah tidak tahan lagi, nenek rasa nenek akan pergi lebih dulu menemui kakek dan kakak kamu. Jaga diri baik-baik nak, jangan berbuat tidak baik dalam hidupmu ke depannya.” nenek itu berbicara dengan terbata-bata saat kesulitan bernafas.


“ Tidak, nenek jangan bicara seperti itu. Aku akan bawa nenek pergi dari sini, kita akan hidup bahagia di rumah. Nenek harus kuat ya, jangan menyerah seperti itu.” Alea menciumi nenek nya dengan air mata yang mengalir.


Nenek itu hendak mengelus kepala Alea, tapi terjatuh sebelum menyentuh kepala Alea.


“ Nenek! nenek bangun! jangan tinggalkan Alea! Hiks hiks!.” Alea sadar kalau nenek nya sudah meninggal.


Agrh! Alea kesakitan dan berusaha menahan rasa sakitnya.


“ Bukankah kau ingin tahu namaku sebelum mati. Kalau begitu akan aku beritahu padamu.” Arya berjongkok sambil menarik pistol.


Alea terus menunggu Arya menyebutkan namanya, dengan begitu Alea bisa membantu Zavier walau hatus mati mengenaskan.


“ Namaku adalah,, Arya Sakshena.” bisik Arya di telinga Alea.


“ Arya! Arya Sakshena! benar namanya Arya Shaksena. Aku mendapatkanmu sekarang.” Alea berteriak dan tertawa, membuat Arya heran dan berpikir kalau Alea sudah gila.


“ Gadis kurang ajar! berani berteriak menyebut namaku, tidak sopan. Kubunuh kau!.” bentak Arya berdiri, dan hampir menembak Alea, untung saja seseorang datang menyelamatkan Alea dari tembakan itu.


Brian sengaja datang untuk menyelamatkan Alea dari bahaya, membunuh para pengawalnya dan menembak bahu Arya.


“ Kamu! dasar licik! ternyata kamu membawa mereka untuk membantumu.” ucap Arya memegang bahu yang tertembak.


Drorrr!

__ADS_1


Suara tembakan begitu keras dari luar, Arya segera melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya.


“ Arya! di mana kau!? cepat keluar, jangan bersembunyi lagi dariku.” Zavier masuk ke penjara bawah tanah dan berteriak.


“ Alea, apa kamu tidak apa-apa?.” tanya Brian mengangkat kepala Alea ke pangkuannya.


Alea menggelengkan kepala dan menahan bekas tembakan di kakinya. Melihat nenek nya Alea segera mendekat dan memeluknya.


“ Nenek, jangan tinggalkan Alea. Alea belum membahagiakan nenek, Alea belum berbakti pada nenek.” Alea menangis tersedu-sedu di pelukan nenek nya


“ Kakak, apa kamu melihat Arya? ke mana perginya?.” tanya Zavier dengan pakaian penuh darah.


“ Iya, dia ke arah sana. Mungkin saja dia punya jalan keluar makanya tidak lewat pintu utama.” jawab Brian menunjuk.


“ Mungkin saja. Li cepat kerahkan pengawal mencari bajing*n itu, jangan sampai lolos.” perintah Zavier.


“ Siap tuan, laksanakan.” berdiri tegap.


“ Maaf kakak, sepertinya aku tidak bisa membantumu.” ucap Zavier merasa bersalah.


“ Tidak apa, pergilah urusanmu lebih penting saat ini.” memalingkan wajah dan melihat Alea.


“ Terima kasih kakak.” Zavier segera pergi mengejar Arya.


Arya berhasil keluar dari lorong yang telah ia siapkan sebelumnya. Merusak kunci pintu lorong agar Zavier tidak bisa membukanya. Bahkan Arya memblokir semua pintu agar pengawal Zavier tidak bisa mengejarnya.


“ Dengan begini mereka tidak akan bisa keluar dari rumahku. Hahah, aku bisa kabur dengan bebas sekarang.” gumam Arya dengan senang.


Di satu sisi Asisten Li berusaha membuka pintu lorong tersebut, semua pengawal di kerahkan untuk membuka pintunya tapi mereka gagal. Pintunya sudah di rusak dari dalam dan sudah terblokir permanen.


“ Sialan! dia sengaja melakukannya. Li cepat suruh pengawal pergi keluar untuk berjaga, tangkap Arya baik hidup atau mati aku harus mendapatkannya.” Zavier menembak pintu itu sampai terpental.


Asisten Li mengangguk dan segera pergi.


Asisten Li kembali membawa berita tidak mengenakan di dengar.


“ Tuan, gawat! sepertinya Arya memblokir semua pintu di sini. Aku sudah mengeceknya dan semuanya tidak bisa di buka. Untuk menyelamatkan diri Arya sengaja mengurung kita di sini.” dengan panik.


Zavier sudah tidak terkejut lagi setelah apa yang di katakan Asisten Li padanya, dari awal Zavier sudah menebak kelicikan Arya.


“ Cari cara untuk membuka pintunya. Jangan buang-buang waktu, cepat lakukan.” gumam Zavier.

__ADS_1


Para pengawal itu terus berusaha membuka pintunya, bahkan Asisten Li sekuat tenaga mencari cara membuka pintu yang sudah terblokir.


BERSAMBUNG


__ADS_2