Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part168


__ADS_3

“ Baik, aku akan segera mengurus perceraianku dengan Mika, setelah itu aku akan menikah dengan gadis itu.” Brian tidak keberatan jika Alea tidak di akui di keluarga Sanjaya, yang terpenting baginya adalah Alea akan menjadi istrinya.


“ Tunggu! aku tidak mengijinkanmu bercerai dengan Mika. Kenapa kau tidak mendengarkan ibu Brian? jangan jadi anak membangkang dan membuat ibu marah.” tiba-tiba nyonya Ratih datang dan membentak Brian.


“ Ibu?.” Brian berdiri menatap nyonya Ratih.


“ Suamiku, kenapa kau mengijinkan dia bercerai dengan Mika? dia gadis yang baik, aku tidak setuju jika Brian dan Mika bercerai.” berbicara pada tuan Sanjaya.


“ Apa yang kau harap darinya? dia sudah tidak punya apa-apa lagi sekarang, dia sudah bangkrut, jika Brian tidak menceraikan Mika takutnya Mika akan menguasi harta yang aku berikan pada Brian.” tuan Sanjaya berdiri.


“ Itu tidak mungkin, aku percaya pada Mika bahwa dia gadis yang baik.” menggelengkan kepala.


“ Terserah padamu saja, jika itu sampai terjadi kau yang harus bertanggung jawab istriku.” pasrah.


“ Baik, aku akan bertanggung jawab atas Mika. Karena aku menyayanginya, aku menganggapnya sebagai menantuku satu-satunya.”


“ Ayah kau!.” panik.


“ Bicaralah pada ibumu, aku tidak mau berurusan dengan hal yang tidak menguntungkan ini.” berbalik badan lalu pergi ke meja makan.


Tanpa basa-basi Brian pergi dari rumah, dengan wajah yang kesal Brian menendang pintu mobil dengan keras.


“ Aku harus menemui Mika secepatnya, dia tidak boleh cerai dengan Brian.” batin nyonya Ratih.


Mika yang telah bangkrut terpaksa tinggal di rumah kecil yang ia sewa setiap bulan, Mika mengandalkan cincin pernikahan dan gelangnya untuk bertahan hidup selama Mika belum bekerja.


“ Mika, makan apa kita hari ini?.” tanya tuan Fhui berjalan keluar dari kamar.


“ Ayah kau sudah bangun? kita makan roti saja hari ini. Nanti setelah aku mendapatkan pekerjaan aku akan membeli makanan enak untuk ayah.” menatap dua potong roti yang ada di meja makan.


“ Tidak apa-apa, ayah senang kita masih bisa makan.” tuan Fhui duduk dan mengambil roti itu.


Mika termenung melihat keadaannya yang sekarang, Mika sudah putus asa dan hampir bunuh diri, untungnya tuan Fhui memeluknya dan menyemangatinya untuk tetap hidup.


“ Jika waktu itu ayah tidak datang, mungkin aku sudah mati dan bertemu dengan ibu. Sekarang apa yang harus aku lakukan? aku tidak punya apa-apa sekarang, tabunganku tinggal sedikit.” batin Mika.


“ Ayah, hari ini aku akan coba cari pekerjaan. Ayah diam di rumah jangan ke mana-mana.” ucap Mika sembari mengusap mulutnya.


“ Kau mau cari kerja ke mana? kamu tidak terbiasa bekerja, apa kamu sanggup jika kelelahan karena bekerja?.” tuan Fhui menggenggam tangan Mika.


“ Ayah tenang saja, apapun akan aku lakukan asal aku bisa mendapatkan uang. Ayah percaya 'kan pada putrimu ini?.” meyakinkan dengan penuh tekad.

__ADS_1


“ Baiklah, ayah percaya padamu. Jangan terlalu cape, perhatikan tubuhmu.” ucap tuan Fhui menepuk bahu Mika.


“ Ya ayah.” lantas Mika segera pergi, berjalan kaki sejauh 4 km dari kediamannya yang sekarang.


Saat di perjalanan Mika bertemu dengan nyonya Ratih yang kebetulan sedang mencarinya.


“ Mika, itu kau?.” sapa nyonya Ratih menutup mulut dan tidak menyangka kalau Mika dekil dan hitam.


Mika berjalan tanpa menoleh ke arah nyonya Ratih, mengabaikannya dengan penuh dendam.


“ Mika, tunggu dulu! kau mau pergi ke mana? beritahu ibu di mana tempat tinggalmu sekarang.” nyonya Ratih mengejar Mika yang berjalan sangat cepat darinya.


Mika menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


“ Kenapa kau terus mengikutiku? sudah kukatakan jangan cari aku lagi. Di antara kita tidak ada hubungan apapun lagi.” setelah berbicara dengan kesal, Mika langsung meninggalkan nyonya Ratih.


Nyonya Ratih tertegun.


“ Mika, aku tidak tahu mengapa kau bersikap seperti itu padaku. Tapi apa kau tahu aku sangat menyayangimu, aku sudah menganggapmu seperti putri kandungku sendiri.” perkataan nyonya Ratih membuat Mika terenyuh.


Nyonya Ratih menghampiri Mika yang berhenti melangkah.


“ Mika, ibu sengaja ingin menemuimu karena ada hal penting yang mau ibu bicarakan denganmu.”


“ Baik, di mana kita akan bicara?.” menatap nyonya Ratih.


“ Di dekat sini ada Caffe, kita pergi ke sana.” balas nyonya Ratih.


Sesampainya di Caffe perut Mika berbunyi, walaupun Mika berusaha menutupi bunyi itu tapi nyonya Ratih tetap bisa mendengarnya.


“ Mika, kau kenapa? kamu lapar ya?.” tanya nyonya Ratih dengan lembut.


“ Tidak, aku baik-baik saja, hanya sedikit sakit perut saja.” balas Mika dengan ketus.


“ Pelayan, bawa semua menu makanan di sini untuk menantuku.” nyonya Ratih sangat peka, mengerti apa yang di inginkan Mika tanpa di beritahu.


“ Tolong jangan sebut aku sebagai menantumu, aku dan Brian secepatnya akan cerai. Jadi jangan berbuat baik lagi padaku.” membuang muka dengan dingin.


“ Mika, kenapa kamu bicara seperti itu? siapa yang mengijinkanmu bercerai dengan Brian? sampai kapan pun ibu tidak menyetujui kalian bercerai.” terkejut.


Mika terdiam. Beberapa saat, makanan siap di hidangkan. Awalnya Mika malu-malu dan segan pada nyonya Ratih, tapi setelah nyonya Ratih bilang kalau Mika adalah menantu kesayangannya, apapun yang Mika inginkan akan nyonya Ratih berikan selagi masih mampu.

__ADS_1


“ Karena kau sangat mempercayaiku, maka jangan salahkan aku jika berlaku tidak sungkan lagi padamu.” batin Mika menyeringai, sembari menikmati makanan itu.


Mika kekenyangan dan sulit bergerak, melihat makanan yang masih utuh dan belum ia cicipi Mika berniat membungkusnya untuk ayahnya di rumah.


“ Mika, jika kamu sudah kenyang bawa makanan ini untuk ayahmu. Ini ada sedikit uang untukmu, semoga membantumu.” nyonya Ratih memberikan cek senilai 50.000 Yuan.


Mika menggenggam cek itu dan berkata. “ Terima kasih.”


“ Pelayan, bungkus semua makanan ini untuk menantuku.” suruh nyonya Ratih pada pelayan Caffe.


“ Baik nyonya.” membungkuk.


Mika dan nyonya Ratih keluar dari Caffe itu, memeluk Mika dengan hangat sambil mengelus punggungnya.


“ Ibu pergi dulu, kamu hati-hati di jalan.” melambaikan tangan lalu masuk ke dalam mobil.


“ Cih! hidup dia enak juga sekarang. Setelah mendapatkan kekayaan ayahku dengan senangnya dia masuk keluar mobil mewah, sedangkan aku, berjalan kaki dan tinggal di gubuk kecil.” batin Mika memandang mobil yang di tumpangi nyonya Ratih.


“ Penderitaan ini akan aku kembalikan berkali-kali lipat pada kalian! jangan panggil aku Mika Fhui jika tidak bisa balas dendam atas kematian ibuku.” mengepalkan tangan dan menggertak gigi.


Mika pulang dengan kantong makanan di tangannya, tapi sebelum pulang Mika mencaikan cek dan mendapatkan uang yang banyak.


“ Ayah, aku pulang.” membuka pintu yang sudah rusak.


“ Mika, kau sudah pulang nak? uhuk uhuk! kenapa cepat sekali? apa kau sudah mendapatkan pekerjaan?.” berusaha beranjak dari tempat tidur.


“ Ayah, jangan bangun. Berbaringlah, kesehatan ayah memburuk akhir-akhir ini. Ini aku bawakan obat untuk ayah, sekarang ayah makan dan minum obatnya, agar cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasanya.” mengeluarkan beberapa obat dari tas miliknya.


“ Obat? dari mana kamu mendapatkan obat ini Mika? ini obat mahal, apa kau bisa membelinya?.”


“ Iya, aku mendapatkan uang dari nyonya Ratih. Dia ingin aku agar tidak bercerai dengan Brian.”


“ Apa?! dia lagi! kenapa kau menerimanya? sudah kukatakan jangan temui dia lagi, karena dia keluarga kita jadi hancur seperti ini. Bahkan ayah kehilangan ibumu dan nenekmu secara bersamaan.” tuan Fhui sangat marah dan menepis obat itu sampai terjatuh ke lantai.


Mika mengambilnya dan memasukannya ke dalam tas.


“ Ayah, aku tahu ayah masih marah, ayah benci pada mereka. Tapi ayah harus tahu, sekarang kita tidak punya apa-apa, kesehatan ayah kurang baik, aku tidak mampu beli obat semahal ini. Jadi ayah harus menerimanya demi kesembuhan ayah.”


“ Tidak! walaupun aku mati, aku tidak akan menerima pemberian darinya. Buang saja semua barang yang ia berikan padamu, aku tidak mau melihatnya ada di rumah ini.” bentak tuan Fhui membuang muka.


Mika keluar dari kamar tuan Fhui dengan sedih.

__ADS_1


“ Ayah sangat menderita saat ini, ini semua karena tuan Sanjaya! dia yang sudah menghancurkan keluargaku. Aku akan membuatnya membayar atas penderitaan ini.” batin Mika.


BERSAMBUNG


__ADS_2