Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part112


__ADS_3

Di dalam kamar.


Zavier memperlakukan Lisa layaknya seorang Ratu, tidak menyentuh tanpa ijin dari Lisa. Zavier terus menunjukan wajah polos dan seksinya di hadapan Lisa. Lisa terpesona sampai ingusan melihat wajah Zavier yang seperti anak kecil yang sedang merayunya.


“ Tidak, tidak bisa di tahan lagi! aku, aku, aku tidak tahan dengan semua ini.” rintihan batin Lisa.


“ Istriku kenapa?.” Zavier terus bersikap polos.


Jlebb!


Tanpa basa-basi Lisa menarik dasi Zavier dan menindihnya, dengan gaya layaknya pelacur yang akan memuaskan seorang lelaki, Lisa membuka sabuk celana Zavier dan membuka kancing baju secara perlahan. Menggigit jari telunjuk dengan seksi menandakan kalau Lisa sangat agresif, karena Zavier terus diam dan bersikap polos Lisa mengambil tindakan selanjutnya.


Lisa mencium Zavier dan menggigit bibirnya sampai berbekas, Zavier masih diam tidak merespon. Lisa membuka semua pakaian Zavier tanpa malu-malu lagi, Lisa membuat Zavier puas dengan tingkahnya di atas badan Zavier.


“ Apa kau akan diam seperti itu? aku sudah lelah, bagaimana denganmu?.” Lisa kelelahan dan merasa kram di kaki.


Zavier membalikkan badannya dan menindih badan Lisa, Zavier sengaja mengangkat kedua kaki Lisa dan melakukan hubungan intim. Tidak sampai di situ, Lisa sampai menjerit karena kesakitan dengan tingkah Zavier yang ganas.


“ Tahan sebentar sayang, sebentar lagi selesai.” bisik Zavier dengan lembut.


“ Aku tidak kuat sayang.” Lisa tertidur lelap.


“ Hehh! seperti biasa, berlagak kuat tapi nyatanya lemah.” batin Zavier.


Zavier kasihan pada Lisa dan berhenti melakukan hubungan intim. Zavier tidur dengan memeluk Lisa dari belakang, Zavier berpikir untuk memiliki seorang anak perempuan, tapi melihat Lisa yang begitu lemah Zavier tidak yakin kalau Lisa bisa melakukannya. Zavier tahu jika memiliki anak lagi akan menyiksa Lisa ketika ngidam, Zavier tidak ingin terjadi sesuatu pada Lisa apa lagi harus sakit karena hamil muda.


“ Sudahlah, biarkan waktu yang menentukan. Jika kau hamil kembali aku akan merasa senang, sebaliknya, aku tidak akan memaksamu untuk mengandung seorang putri untukku.” batin Zavier.


Di ruang tamu.


Darvi diam dan hanya melihat Laura bermain sama Puy, Puy sudah mencoba mengajak Darvi bermain tapi Darvi menolaknya dengan alasan tidak suka main dengan anak cewek.


“ Kakak tampan, apa kau membenciku? sejak aku masuk ke sini kamu terus diam padaku, aku ingat betul kalau kakak tampan yang baik dan sudah memberiku Arum manis saat di pantai. Apa kamu tidak menginginkanku berada di sini lagi?.” Laura sedih karena Darvi terus bersikap dingin padanya.


Darvi menggelengkan kepalanya sambil membuang muka.

__ADS_1


“ Hmm! Huuaaahhh! kakak tampan tidak sayang lagi padaku, hiks hiks! aku mau pergi saja dari sini untuk mengemis bersama preman itu.” Laura menangis sekeras mungkin dan hendak berlari keluar.


“ Hei! kau mau pergi ke mana?.” Darvi terkejut melihat Laura menangis.


“ Kemanapun, yang penting tidak terlihat sama kakak tampan, aku tahu kakak tampan benci padaku, tidak seperti waktu pertama bertemu.” Laura masih menangis.


Laura berlari keluar dari Villa tapi Li menahannya dan membujuknya agar tidak keluar dari Villa. “ Nona, sebaiknya Anda jangan keluar di tengah malam begini, tidak baik anak perempuan berkeliaran di luar rumah. Ayo masuk, nanti tuan akan marah karena kamu tidak patuh.”


“ Biarkan saja tuan marah, aku tidak peduli, aku mau pergi menemui preman-preman untuk tinggal bersamanya.” teriak Laura.


“ Astaga, apa yang harus aku lakukan? tuan pasti sedang istirahat sekarang, kalau Laura terus menangis tuan dan nyonya akan bangun.” Li panik dan tidak bisa membujuk Laura.


Puy menghampiri Laura untuk membujuknya. “ Laura, anak pinter yang baik, Laura harus patuh sama paman Li ya, apa yang di katakan paman Li itu benar, tidak baik anak cewek bermain di luar rumah di tengah malam begini. Sekarang Laura ikut tante untuk tidur ya, tante sudah siapin kamar yang bagus bertema Mickey Mouse. Laura pasti suka.”


“ Hiks hiks! aku tidak mau, aku mau pergi dari sini. Biarkan aku pergi.” Laura berharap Darvi meminta maaf padanya.


Puy terus menenangkan Laura yang menangis, Li ikut panik dan berusaha membuat Laura agar tidak menangis lagi.


“ Apa aku sudah keterlaluan padanya? sampai dia menangis tidak mau berhenti.” batin Darvi.


Darvi bingung harus berbuat apa pada Laura, Darvi tidak mau mengganggu ibu dan ayahnya yang sedang tertidur. Darvi terpaksa membujuk Laura untuk berhenti menangis.


“ Huaahh! hiks hiks! kakak tampan tidak berniat membujukku, tapi malah memarahiku.”


Darvi bersikap dewasa dan mengalah agar Laura berhenti menangis. “ Hais! Laura, maafkan aku, aku sudah memarahimu. Jadi berhentilah menangis sekarang.”


“ Hiks hiks! apa kakak tampan ikhlas meminta maaf pada Laura? kenapa kedengarannya seperti orang terpaksa.” Laura cemberut.


“ Sabar sabar sabar, demi ibu dan ayah yang sedang tidur aku harus bisa menangani Laura.” batin Darvi sambil mengelus dada.


“ Aku serius meminta maaf padamu Laura, jadi tolong maafkan aku.” Darvi mengelus kepala Laura dengan lembut.


Laura berhenti menangis dan mengusap air matanya sampai kering. “ Apa kakak tampan sayang padaku?.”


“ Pertanyaan apa ini? jangan banyak bicara dan pergi tidur.” Darvi merasa kesal.

__ADS_1


“ Aku tidak mau, aku mau dengar dari mulut kakak kalau kakak tampan akan menyayangiku sampai kapanpun.” Laura bersikap imut.


“ Iya, aku menyayangimu, sekarang boleh pergi untuk tidur?.”


“ Kakak tampan? aku mau kau berjanji satu hal padaku.”


“ Apa lagi?! cepat tidur sudah larut malam masih tidak tidur.”


Laura menjulurkan tangan kanannya dan berkata dengan penuh harapan. “ Kakak tampan, berjanjilah padaku bahwa kau akan menikah denganku, saat usia kita dewasa kau harus menikah denganku, hanya denganku, tidak boleh sama gadis yang lain.”


Wajah Darvi memerah untuk pertama kalinya di goda seorang gadis kecil. “ Aku tidak bisa berjanji padamu, saat kita dewasa kita bisa saja menemukan kekasih pilihan kita.”


“ Tapi aku tidak mau menikah selain denganmu. Aku menyukaimu, jadi tolong kamu harus menikahiku saat aku sudah dewasa.” Laura mengeluarkan air mata kayaknya seorang remaja yang sedang jatuh cinta.


“ Astaga! apa-apaan ini? anak sekecil ini tapi bisa mengatakan hal seperti itu pada seorang lelaki. Tapi aku! sampai kapan aku akan terus hidup sendirian tanpa seorang kekasih yang bisa membuatku hangat.” batin Puy dengan tersiksa.


“ Anak ini sangat memalukan. Membuat tuan muda Darvi sampai salting seperti itu. Hais! akan seperti apa jika mereka dewasa, masih bocah saja sudah bisa merangkai kata-kata yang membuat lelaki salting.” batin Li sambil menepuk jidatnya.


“ Kakak tampan, kenapa kamu diam saja? apa kau tidak menyukaiku?.”


“ Aku tidak bisa mengatakan hal itu padamu, bagaimana jika aku tidak bisa menikah denganmu, tapi malah menikah dengan gadis lain??.” Darvi berpikir panjang.


“ Itu tidak akan terjadi selama aku masih hidup, aku tidak akan biarkanmu menikah dengan gadis lain.” bentak Laura.


“ Ada apa dengan bocah ini? apa dia tahu apa yang sudah dia katakan? bisa-bisanya berkata demikian padaku. Aku saja belum remaja, bagaimana jika aku sudah dewasa, dia pasti akan terus mengejarku sampai ke ujung dunia.” batin Darvi dengan terheran-heran.


“ Baiklah, aku akan menikahimu saat aku dewasa, tapi kau harus menerima jika aku mencintai gadis lain selain dirimu.” Darvi berjanji pada Laura.


“ Itu tidak masalah, karena aku yakin kamu tidak akan bisa menyukai gadis lain selain diriku.” senyum Laura dengan kegirangan.


Darvi menggelengkan kepalanya dan merasa cape berbicara dengan Laura yang tidak ada ujungnya.


“ Kalau begitu aku akan pergi tidur, selamat malam kakak tampan, aku menyayangimu, muah.” Laura mencium pipi Darvi dan berlari ke kamar.


Darvi tertegun dengan wajah merona.

__ADS_1


“ Ya ampun, Laura bisa seagresif itu sama tuan, aku tidak menyangka tuan akan malu seperti itu. Semoga saja tuan tidak akan marah jika mengingat hal ini saat dewasa.” gumam Li.


BERSAMBUNG


__ADS_2