
Hari berikutnya.
Zavier mengadakan pesta di kapal pesiar yang khusus untuk tamu VIP, tamu yang datang bukan tamu sembarang, mereka semua dari kalangan atas dan memiliki ikatan bisnis dengan perusahaan Sanjaya.
“ Sayang, apa kau sudah siap?.” tanya Zavier.
“ Iya, aku sudah siap.” jawab Lisa.
“ Lihat, betapa cantiknya bibi Lisa mengenakan gaun putih panjang itu, seperti pengantin. Aku menyukainya.” Laura terpesona dengan kecantikan Lisa.
“ Siapa dulu, dia kan ibuku.” dengan bangga.
“ Hei! kenapa kamu sok kegantengan? aku memuji bibi Lisa bukan kamu!.”
“ Tapi dia ibuku, aku tampan pasti mirip dengannya.”
“ Tapi kamu tidak mirip dengannya sama sekali, kamu lebih mirip sama paman Zavier.”
“ Sama saja, mereka berdua kan yang sudah buat aku sampai sekarang ini. Jadi kau tidak bisa menyangkalnya.”
“ Iya, kamu benar. Tapi seperti apa rupa orang tuaku? apa dia tampan dan cantik? ahh! aku yakin mereka pasti sangat menawan sampai bisa buat aku secantik ini.”
“ Kamu terlalu percaya diri, kamu jelek dan cerewet, cantik dari mana?.”
“ Kakak tampan, kenapa kamu selalu berkata seperti itu padaku? apa kamu tidak menyukaiku?.” ekspresi sedih.
“ Nyesel aku bicara dengannya, dia selalu berkata seperti itu, membuatku tidak nyaman saja.” batin Darvi.
“ Sudahlah, jangan bicara lagi. Sebentar lagi pesta akan di mulai.” Darvi menutup mulut Laura.
Zavier dan Lisa malah bermesraan di depan Darvi dan Laura. Darvi menutup mata Laura dan membawanya keluar.
“ Kakak tampan, kenapa kamu bawa aku keluar? aku mau lihat bibi dan paman. Sepertinya mereka akan berciuman, aku sangat ingin melihatnya.” Laura tampak marah pada Darvi.
“ Itu bukan tontonanmu, mereka sudah besar, kamu masih kecil saja malah ingin melihatnya.” dengan ketus.
“ Bearti saat kita sudah besar nanti bisa melakukannya? aku sudah tidak sabar ingin cepat besar, aku akan menciummu tanpa kau menyuruhku. Hihihii!.”
“ Diam! jangan ngadi-ngadi deh.”
“ Perhatian semuanya, selamat datang di pesta malam ini yang khusus di selenggarakan oleh tuan Zavier, untuk merayakan atas kerja samanya dengan Klien besar seperti kalian. Tamu yang hadir di sini adalah tamu VIP yang di undang langsung oleh tuan kami. Silahkan kalian menikmati pestanya.” ucap MC menyambut para tamu.
__ADS_1
Klien besar itu sangat menikmati pestanya dan saling minum, mereka tampak bahagia dan menunggu untuk berjabatan tangan dengan Zavier. Tidak membutuhkan waktu lama, Zavier turun dari tangga sambil menggenggam tangan Lisa, Darvi dan Laura berlaku Elegant layaknya seorang putra dan putri.
Beberapa wanita berbicara kagum dan dingin. “ Lihat, tuan Zavier sangat tampan, aku menyukainya dan mengaguminya. Kenapa ada anak cewek di belakang mereka, apa dia anak mereka, tapi setahu aku mereka hanya punya seorang anak laki-laki saja. Lalu siapa dia?.”
Laura tampak ketakutan setelah mendengar perkataan orang lain terhadapnya, tangan Laura berubah jadi dingin dan gemetar. Darvi melihatnya tidak tega dan segera menggenggamnya dengan penuh kehangatan.
“ Jangan takut, ada aku di sini, tidak akan ada orang yang berani berkata jelek tentangmu.” gumam Darvi.
Laura terharu dan tersentuh dengan perkataan Darvi, Laura merasa terlindungi saat Darvi menggenggamnya dengan erat dan penuh kasih sayang.
“ Aku tahu kakak tampan tidak tega melihatku sakit bukan? itu sebabnya kamu selalu membuatku nyaman saat berada di sisimu.” batin Laura.
“ Hallo tuan, apa kabar? senang bisa bertemu denganmu lagi.”
“ Iya, kurasa begitu, dengan penuh hormat saya senang kalian bisa datang ke acara ini.”
Beberapa tamu berjabatan dengan Zavier dan Lisa, Lisa juga melayani istri dari tamu tersebut dan mengajaknya ngobrol. Lisa terlalu lelah dan pergi ke toilet untuk menghindar dari tamu yang banyak tanya padanya.
“ Nyonya, aku akan ke toilet dulu, silahkan Anda menikmati minumannya. Semoga kalian menyukai hidangan di sini.” senyum Lisa.
“ Baiklah, jangan lupa datang kemari kita bisa berbincang dan bercerita tentang hidup kita.”
“ Iya, itu tidak masalah.”
“ Ke mana perginya nyonya?.” tanya Zavier.
“ Tuan, nyonya pergi ke toilet.” sahut Bodyguard itu.
“ Baiklah, kau awasi Darvi dan Laura.”
Zavier pergi toilet untuk menemui Lisa, Zavier tidak peduli kalau dirinya sudah masuk ke toilet wanita. Wanita yang di toilet histeris berteriak karena terkejut, tapi setelah tahu itu Zavier mereka malah senang dan meminta berjabatan tangan dengannya.
“ Tuan Zavier, aku sangat mengagumimu, bolehkan aku berjabatan tangan denganmu?.” wanita itu tampak gatel dan menunjukan sikap pelacur di depan Zavier.
“ Enyahlah!.”
Sekelompok wanita itu tampak ketakutan dengan tatapan Zavier, tapi itu tidak membuatnya lengah dan terus menggoda Zavier sampai menunjukan buah dada mereka yang besar.
“ Tuan, Anda jangan malu-malu lagi, aku tahu kamu pasti menginginkannya bukan?.” wanita itu sampai berani menyentuh dagu Zavier.
Lisa mengintip dari dalam kamar toilet, Lisa kesal dan marah dengan perlakuan wanita jalang itu terhadap suaminya.
__ADS_1
“ Awas saja kamu Zavier, kalau kamu sampai tergoda dengan buah dada besar yang mereka tunjukan, aku tidak akan memaafkanmu, bahkan aku akan menendangmu keluar dari Villa.” batin Lisa sambil menggertakan gigi.
“ Menyingkirlah dariku! apa kalian tidak mengerti?.” Zavier menepis tangan wanita jalang itu dengan jijik.
“ Hehehee! tuan, saya tahu kalau tuan malu dan tidak bisa melakukannya di sini bukan. Aku tidak keberatan kalau harus menunggumu, mari kita cari kamar yang bagus, aku pasti akan memuaskanmu malam ini. Aku rela tidak akan tidur semalaman agar bisa memuaskan Anda tuan.” wanita jalang itu tidak ada takut-takutnya, malah mereka semakin berani demi mendapatkan gelar sebagai istri Zavier.
Plak! Zavier menampar wanita itu sampai terjungkal.
“ Aku pikir aku terlalu baik hati membiarkan orang sepertimu hidup di dunia ini, baiklah, mari kita bermain permainan yang lebih menarik. Li, bawa mereka ke kamar VIP.” Zavier menyeringai.
“ Tuan, aku tahu kau menyukaiku? aku tidak akan mempermasalahkan tamparan ini, kamu sudah menginginkan tubuhku saja aku sangat bahagia.” wanita itu menggenggam kaki Zavier.
“ Cih! sepertinya dia tidak tahu kalau Zavier marah, lihatlah, dia sampai memohon di kaki Zavier agar Zavier mau menidurinya. Benar-benar wanita jalang dan murahan, memalukan sekali.” batin Lisa dengan jijik.
“ Jika kau tidak mempermasalahkan tamparan dariku, apa aku bisa menamparmu lebih puas lagi saat di kamar nanti?.”
“ Tentu saja tuan, asal kau bisa meniduriku malam ini aku akan rela jika tuan menamparku beberapa kali lagi.”
“ Baiklah, Li akan membawa kalian ke kamar yang telah kupersiapkan, sekarang kalian ikut dengannya.”
“ Baik tuan, saya berterima kasih padamu karena sudah menyukaiku.”
Sekelompok wanita jalang itu belum sadar kalau Zavier mempermainkannya dan akan membunuhnya, mereka malah senang dan bangga dengan perlakuan Zavier yang kasar padanya.
Setelah wanita itu di bawa pergi oleh Li, Zavier menatap Lisa yang berdiri di atas toilet yang sedang mengintipnya.
“ Sudah cukup melihatnya?.” gumam Zavier sambil menatap Lisa.
Lisa terkejut karena Zavier mengetahuinya kalau dirinya mengintipnya dari balik pintu, Lisa terjatuh karena tidak bisa mengontrol dirinya.
Bruukk!
“ Aduh sakit! pinggangku sakit sekali. Hiks hiks!.” Lisa menangis kesakitan.
Zavier berlari dan menobrak pintunya. “ Sayang, apa kamu baik-baik saja? mana yang sakit? biarkan aku melihatmu, aku akan mengobatimu sekarang.”
“ Pinggangku, pinggangku sakit.” Lisa merenge.
“ Aish! kenapa kamu begitu ceroboh? ngapain naik ke pintu coba? sudah tahu pake gaun panjang dan sepatu heels.” Zavier seperti ayah yang sedang memarahi anak gadisnya.
“ Sayang, aku ini kesakitan, jangan memarahiku seperti itu. Hiks hiks!.”
__ADS_1
“ Sudah, tidak marah lagi. Ayo aku bawa kamu ke kamar untuk memastikan apa ada luka tidaknya.” Zavier menggendong Lisa ke kamar.
BERSAMBUNG