Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part96


__ADS_3

Lisa sudah sampai di Markas.


Lisa sangat gelisah karena tinggal beberapa jam lagi pertarungan Zavier akan di mulai, dan Lisa tidak bisa menghentikan nya.


“ Dia benar-benar gila, aku tidak nyangka kalau niat dia untuk mendapatkanku. Bagaimana ini, Zavier pasti sudah tahu kalau Balin menyukaiku.” gumam Lisa.


Tiba-tiba Zavier masuk ke kamar dalam keadaan lelah. “ Sayang? sedang apa kamu di situ? bukankah aku menyuruhmu untuk istirahat.”


“ Kau sudah pulang sayang?.” Lisa segera menghampiri Zavier dengan cemas.


“ Hemm, iya, ada apa sayang? kelihatannya kamu gelisah gitu.” Zavier membuka bajunya dan melemparnya ke sofa.


“ Aku tidak apa-apa. Bagaimana apa kamu sudah selesai latihannya? cape tidak? biarkan aku memijatmu ok,bagian mana yang pegal biar aku pijitin.” Lisa langsung refleks melihat Zavier kecapean.


“ Tidak usah, aku tidak apa-apa. Oo ya, kelihatannya kamu tampak beda hari ini, kenapa sayang? katakan padaku apa yang membuatmu gelisah, hemm.” Zavier meraih tangan Lisa dan membawanya duduk di sofa.


“ Aku tidak apa-apa sayang.” Lisa menggelengkan kepalanya tapi ekspresinya tidak bisa di sembunyikan.


Zavier menundukan kepalanya. “ Aku tahu sayang, kamu pasti khawatir padaku. Tapi akan aku pastikan kalau aku bisa mengalahkan Balin.” batin Zavier.


Saatnya pertarungan.


Waktu sudah menunjuk pukul 07:30 malam. Zavier bersiap di layani Lisa sebagai kekasihnya, Lisa berusaha tersenyum agar Zavier bisa menang dan mengalahkan Balin dalam pertarungan ini.


“ Semangat! semangat demi cinta kita sayang!.” sambil meneteskan air mata.


“ Iya sayang, semangat demi kamu.” Zavier mencium kening Lisa.


Lisa mengantar Zavier ke lapangan di kawal oleh Bodyguard yang handal dan fropesional. Zavier duduk di kursi sambil menunggu kedatangan Balin. Semua orang bersorak dan mendukung Zavier agar menang, ada juga orang yang sengaja di bayar oleh Balin untuk mendukungnya. Dengan adanya itu semua Zavier tidak keberatan jika anak buahnya mengkhianatinya, hanya demi uang yang di janjikan Balin pada mereka.


Beberapa menit kemudian Balin datang dengan pakaian serba hitam, di padu dengan jaket tebal warna hitam membuat Balin tampak gagah dan keren.


Balin dan Zavier saling bertatapan, MC yang berada di tengah lapangan ikut menghentikan tatapan mereka agar pokus nanti saat bertarung.


“ Mari kita persilahkan tuan Zavier dan Balin.” teriak MC.


Penonton tak henti bersorak dan tepuk tangan.


“ Yaa ya, cukup! sebentar lagi pertarungannya akan di mulai, tapi pengaman kita akan mengecek tubuh keduanya untuk memastikan tidak ada yang curang.”


Keempat orang segera memeriksa Balin dan Zavier,dan mereka lolos masuk ke lapangan pertarungan.


“ Semoga Zavier bisa menang, aku tidak ingin Zavier kenapa-kenapa. Semangat sayang!.” sambil melambaikan tangan.


Zavier menunjukan tanda cintanya pada Lisa di pertengahan lapangan. Balin tidak tahan melihat Zavier bermesraan sama Lisa walau tahu pertandingan akan berlangsung.


“ Kurang ajar! dia sengaja membuatku panas, lihat saja nanti aku akan membunuhmu dalam sekejap.” batin Balin sambil menggertak gigi.


“ Oo, lihat siapa yang panas, hehe! aku sengaja membuatnya kesal agar emosi dia meluap nanti, karena itu akan semakin mudah bagiku untuk mengalahkannya.” batin Zavier sambil menyeringai.


“ Waktu nya di mulai. 3 2 1, mulai!.” teriak MC.

__ADS_1


Balin terlihat bersemangat dan memulai mukul Zavier, tapi Zavier bisa menghindarnya. Terlihat Balin sangat emosi ketika memukul Zavier, tapi Zavier malah santai dan tertawa.


“ Sial! dia meremehkan kekuatanku.” batin Balin.


Pada akhirnya Zavier terpukul di bagian pipi kanan sampai terjungkal. Zavier kesakitan dan mengusap darah yang keluar dari bibirnya.


“ Ahhh! Zavier! apa kamu tidak apa-apa? Zavier dengarkan aku dan mengalahlah demi keselamatanmu.” teriak Lisa.


Lisa tidak tega melihat Zavier terus di pukul sama Balin, Lisa menangis histeris dan berlari ingin menerobos lapangan. Penjaga menghentikan Lisa walau Lisa berontak dan memukul para penjaga.


“ Sudah cukup nona, hentikan itu, tidak ada gunanya jika nona berontak ingin masuk dan mengacaukan acara ini. Anda tidak berhak! apa Anda mengerti?.” ujar penjaga dengan nada kasar.


Zavier melihat Lisa menangis dan di kasari oleh penjaga tidak tahu diri itu, mengedipkan matanya pada Li agar membawa Lisa dan menenangkannya.


“ Astaga! aku lupa, aku tidak melihat jika nyonya ada dalam masalah.” Li segera menghanpiri Lisa dan membawanya ke tempat yang aman.


“ Ayo nyonya, kita pergi dari sini.”


“ Tidak, aku tidak mau. Aku mau di sini dan bantu Zavier. Hiks hiks.”


“ Nyonya ini tidak baik, mohon di mengerti nyonya.”


Akhirnya Lisa mau ikut Li pergi ke tempat yang lebih aman.


“ Li lakukan sesuatu, bantu Zavier untuk menghentikan semuanya.” Lisa sampai memohon karena tidak mau melihat Zavier berkelahi.


“ Maaf nyonya, saya.”


“ Nyonya tolong tenang sedikit, Anda lihat bukan penjaga barusan yang menghentikan nyonya masuk ke lapangan itu siapa?.” Li menunjuk ke arah penjaga.


“ Hemm, siapa mereka? bukankah mereka pengawal Zavier, tapi kenapa dia melarangku.”


“ Anda salah nyonya, dia orang suruhan Balin. Orang yang telah di suruh tuan untuk berjaga di sana telah mati dan di ganti sama mereka.”


“ Apa?!.” dengan terkejut.


“ Pantas saja jika mereka pengikut Balin, tampak dia kasar dan tidak menghargaiku tadi. Rupanya dia ingin acara ini terus berlanjut.” batin Lisa.


Setelah Balin lengah dengan cepat Zavier memukul Balin sampai terjungkal. Lisa senang melihatnya, dan segera menyemangati Zavier dengan senyumannya.


“ Kau tenang saja sayang, tadi aku hanya pemanasan saja. Sekarang aku akan mengalahkan dia.” batin Zavier membalas senyum Lisa.


“ Aku yakin jika Zavier tidak akan kalah semudah itu.” batin Lisa.


Zavier semakin kuat dan terus memukul Balin sampai parah, sampai di suatu saat di mana Balin akan terbunuh oleh Zavier, tapi tiba-tiba ada segerombolan penjahat yang berpakaian hitam dan tertutup, masuk dan menembak beberapa orang.


“ Hah! apa itu? kenapa bisa ada begitu banyak penjahat di sini? Lisa?? di mana Lisa?!.” dengan terkejut Zavier melepaskan Balin dan segera mencari Lisa.


“ Pengawal! cepat lindungi Lisa!.” teriak Zavier sambil menekan tombol yang ada di dinding tembok.


“ Tuan, nyonya Lisa tidak ada. Kami tidak bisa menemukan nyonya Lisa, mungkin nyonya Lisa.” ujar pengawal pribadi.

__ADS_1


“ Diam! aku perintahkan pada kalian untuk mencari Lisa, jika tidak maka kalian yang akan kubunuh sekarang juga.” Zavier semakin panik karena Lisa tidak ada di tempat duduknya.


Zavier berlari mencari Lisa di kerumunan orang. “ Semoga kamu baik-baik saja Lisa. Jangan sampai terjadi sesuatu padamu atau aku tidak akan memaafkan diriku.” batin Zavier.


Tapi seseorang ada yang menarik tangannya untuk keluar dari kerumunan. Zavier sangat terkejut dan berusaha melepaskan tangannya, tapi setelah Lisa membuka topi hitamnya Zavier tersenyum dan mengikuti Lisa.


“ Ternyata Lisa baik-baik saja, aku berpikir berlebihan tadi, sampai mengira penjahat itu menangkap Lisa dan membawanya.” batin Zavier dengan merasa lega.


Ada suara tembakan di belakang Zavier, saat Zavier melihat kebelakang tangan Zavier tertembak dan mengeluarkan darah, tapi Zavier menahannya dan menarik Lisa untuk di bawa sembunyi di balik lorong.


“ Kamu tunggu di sini!.”


“ Kamu mau ke mana? tanganmu terluka Zavier, kamu tidak boleh pergi! Zavier! jangan pergi.” teriak Lisa.


“ Aku terpaksa meninggalkan Lisa karena aku mau tahu siapa orang yang memakai topeng tadi, karena aku yakin kalau itu adalah dalang di balik semua ini.” batin Zavier sambil mengejar orang bertopeng.


Arya sengaja memakai topeng karena berniat hanya ingin melukai Zavier saja, dan tidak ingin membunuhnya karena berkas penting milik Arya ada pada Zavier. “ Sial! dia mengejarku walau sudah tertembak. Sepertinya aku terlalu baik untuk tidak membunuhnya tadi.” batin Arya.


“ Baik, mari kita bermain sedikit lebih menyenangkan teman.” gumam Arya dengan menyeringai.


Dor dor drorrrr!


Suara tembakan mengarah ke Zavier.


Zavier segera sembunyi agar tidak tertembak. “ Gawat! dia membawa senjata tapi aku hanya membawa pecahan kaca. Bagaimana jika aku tertembak dan mati di tangannya.”


Zavier semakin cemas karena tidak mempunyai senjata api untuk melawan Arya.


“ Tuan, terima ini!.” Li melemparkan pistol ke Zavier.


Grep!


“ Hebat! kau mengerti situasiku Li. Terima kasih.” gumam Zavier sambil mengacungkan jempol.


“ Sudah seharusnya saya melakukan itu tuan. Maaf jika aku tidak berguna bagimu.” balas Li.


Zavier segera menembak Arya dan mencoba untuk menjatuhkan pistol yang ada di tangan Arya. Dan cara itu berhasil di lakukan Zavier, pistol milik Arya terjatuh dan pecah, Arya panik karena anak buahnya sedang berkelahi dan tidak bisa membantunya.


Zavier menghampiri Arya dan menodongkan pistol agar Arya diam tidak kabur. “ Buka topengmu!.”


Arya mundur ketakutan dan memikirkan cara untuk kabur. “ Identitasku tidak boleh ada yang tahu, apa lagi jika Lisa melihatku menjadi penjahat yang mencoba untuk membunuh orang yang di cintainya.” batin Arya.


“ Sekali lagi aku katakan padamu untuk buka topengmu, jika tidak maka aku tidak akan segan untuk menembakmu di sini.” ancaman Zavier.


Arya lebih lihai dan menendang kaki Zavier sampai terjatuh, kemudian Arya memukul Zavier, di saat Arya hendak pergi Zavier mengambil pecahan kaca di kantong celananya dan menggoreskannya pada telapak tangan Arya.


“ Agrha! sakit sekali.” Arya kesakitan.


Arya berhasil kabur di bawa sama anak buahnya. Pengawal pribadi Zavier mengejarnya dan membawa senjata yang bagus dan elit.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2