
Di Kediaman Sanjaya.
Lisa tidak bisa keluar dari tahanan ruang bawah, tapi Lisa penasaran dengan surat Perjanjian yang masih belum ia ketahui.
Mika Fhui menemui Darvi di kamarnya, Darvi tengah melamun dan tidak sadar kalau Mika Fhui masuk ke dalam kamarnya.
" Darvi?." Mika Fhui menyentuh punggung Darvi.
" Kau! mau apa kau datang kemari?." Dengan kaget.
" Darvi, kau jangan seperti itu, bagaimanapun juga aku ini akan jadi Ibu Tiri kamu, karena sebentar lagi aku akan menikah dengan Ayahmu. Jadi mulai sekarang kamu harus nurut dengan perkataanku." Ujar Mika Fhui.
" Tidak, Ibuku hanya Ibu Lisa! aku tidak mau punya Ibu sepertimu, kau wanita jahat, kau yang sudah menghilangkan Ibuku. Pergi kau!." Teriakan Darvi.
" Anak ini! menjengkelkan sekali, kalau bukan demi tujuanku yang sangat berharga ini, aku mana mau mengurus bocah ingusan ini, dia ini sangat menyebalkan." Gumam Mika dengan kesal.
" Darvi sayang, tidak papa jika kau tidak mau menganggap aku sebagai Ibumu, tapi, paling tidak, kau harus mau tinggal di sini bersama Kakek Nenek kamu. Mereka sangat sayang padamu, jadi kau jangan buat mereka sedih ya, dengan kamu tidak menurutinya." Ucap Mika.
" Siapa, siapa yang sayang padaku? tidak ada orang yang paling menyayangiku selain Ibuku. Kau wanita jahat, kalian semua jahat!." Darvi semakin berteriak karena di paksa Mika Fhui.
" Aku sudah tidak tahan lagi, lama kelamaan aku bisa gila jika harus membujuk anak ini. Apa lagi dia terus menyanjung Lisa di depanku, sangat menyebalkan." Mika Fhui tidak tahan dengan sikap Darvi yang keras kepala.
Kreekk!
Pintu kamar terbuka, nyonya Sanjaya masuk dengan tersenyum.
" Darvi, kau tidak boleh bicara seperti itu! hargai dia, dia itu bakal jadi Ibu kamu kedepannya, jadi kau tidak boleh bicara seperti itu sama Tante Mika." Ujar nyonya Sanjaya.
" Tidak papa Tante, dia masih anak-anak, wajar kalau dia bicara seperti itu, lagi pula ini kedua kalinya aku bertemu sama Darvi, Maklumin aja." Mika sambil tersenyum.
" Aduh, Mika. Kau itu wanita baik ya, Tante tidak salah pilih calon Istri buat Zavier, Zavier pasti seneng melihat kebaikan dan ketulusanmu itu." Sanjung nyonya Sanjaya.
" Aah! Tante, aku tidak kok. Mungkin aku tidak sebaik Mantan Istri Zavier, makanya Darvi tidak menyukaiku sama sekali." Mika Fhui bersikap rendah hati.
__ADS_1
" Kata siapa? Tante rasa kamu lebih baik dari Lisa." Balas nyonya Sanjaya.
" Hehee. Makasih Tante!." Mika Fhui bersikap malu.
" Sudahlah, kalau Darvi masih tidak mau bersama kamu, lebih baik kita keluar dulu, biarkan dia sendiri, nanti juga bakal minta kamu untuk menemaninya. Ayo!" Ajak nyonya Sanjaya.
" Tapi Tante? Darvi masih kecil, kasihan jika di tinggal sendirian di dalam kamar." Mika ragu meninggalkan Darvi sendirian.
" Darvi, apa kamu mau menuruti Nenek, dan main bersama Tante Mika?." Tanya nyonya Sanjaya.
" Tidak! aku tidak butuh kalian semua, aku hanya mau Ibuku kembali, ini semua gara-gara kalian karena sudah menghilangkan Ibuku." Teriakan Darvi.
" Darvi! kau tidak boleh bersikap tak sopan pada Nenek, kami ini lebih tua dari kamu, bersikap baik dan jangan bandel. Nenek mau kamu harus melupakan Ibumu itu, dan menuruti Nenek dengan tinggal di Kediaman Sanjaya dengan baik. Ingat itu!." Nyonya Sanjaya marah besar dengan sikap Darvi.
Mendengar perkataan Nenek nya, Darvi semakin benci dan semakin yakin, kalau semua orang yang tinggal di Keluarga Sanjaya sudah menyakiti Ibunya.
" Bagaimana caranya aku mencari Ibu? aku tidak bisa keluar dari sini kecuali aku harus lompat dari lantai atas. Tapi, bagaimana pun caranya, aku harus pergi dari sini dan mencari Ibu." Darvi berniat kabur dari Kediaman Sanjaya.
Darvi menunggu hari telah malam, karena menurutnya malam lebih aman untuk kabur.
Hari telah malam.
Semua orang bersiap untuk pergi ke Rumah Sakit, karena kondisi Zavier sudah membaik. Ini kesempatan bagus untuk Darvi kabur dari pintu belakang, tanpa harus susah payah lompat dari atas Villa.
" Aku harus cepat kabur dari sini, aku khawatir dengan keadaan Ibu." Gumam Darvi.
" Kakek? mau kemana Kakek perginya? bukankah seharusnya Kakek ikut ke Rumah Sakit, tapi kok, masih di rumah." Dengan penasaran.
Darvi mengikuti tuan Sanjaya karena penasaran. Tiba-tiba tuan Sanjaya masuk ke halaman belakang, yang terdapat Gudang tua yang sudah tak terpakai. Darvi bingung dengan tingkah tuan Sanjaya yang sangat mencurigakan.
" Aku harus ikut masuk ke dalam Gudang itu, aku yakin, pasti ada yang tersembunyi di dalamnya." Ujar Darvi.
" Kalian jaga di sini, jangan sampai orang lain masuk ke dalam! Mengerti?." Suruh tuan Sanjaya.
__ADS_1
" Baik tuan."
Darvi kebingungan untuk masuk, karena di luar Gudang lumayan banyak penjaga yang di utus tuan Sanjaya. Akhirnya Darvi memiliki kecerdasan, sehingga bisa mengalihkan perhatian penjaga dengan meleparkan sesuatu ke arah barat.
Bruuk!
Lemparan Darvi berhasil membuat para penjaga itu waspada, dan semua penjaga pergi ke arah barat dengan tergesa-gesa.
" Yes! mereka sudah pergi, sekarang giliran aku untuk masuk ke dalam. Kalian jangan coba-coba berhadapan denganku, karena aku anak yang Cerdik! tidak seperti kalian, Bodoh." Dengan bangga.
Darvi sempat kebingungan ketika mengikuti tuan Sanjaya, karena di lantai terdapat anak tangga yang menurun ke bawah. Dengan penuh keberanian, Darvi pun turun ke bawah dengan hati-hati, karena tangga yang berdebu dan licin bisa menjatuhkan jika berjalan tidak benar.
" Aku takut sekali! Ibu, aku rindu padamu." Merenge dalam hati Darvi.
Ketika sampai di bawah, semuanya jadi gelap. Darvi kehilangan jejak tuan Sanjaya, sehingga Darvi tersesat di jalan yang salah.
" Kenapa semakin sini, semakin gelap ya? apa jangan-jangan, aku tersesat ya." Gumam Darvi.
" Ibu, aku takut. Ini gelap sekali, aku takut dengan kegelapan Ibu, tolong aku bu!." Darvi terduduk di bawah dengan penuh ketakutan.
" Kalau aku tidak mengikuti Kakek ke sini, mungkin aku sudah pergi dari Kediaman Sanjaya. Tapi karena Kecerobohanku, aku jadi seperti ini." Penyesalan Darvi.
Beberapa lama kemudian, terdengar seseorang yang bicara keras hingga Darvi mendengarnya dengan jelas. Darvi yang penasaran dengan suara tersebut, mencarinya walaupun gelap.
" Tuan, kenapa Anda bisa berbuat seperti ini padaku? bukankah Anda bilang kalau aku hanya di penjara di sini, maka tuan akan melepaskan aku kedepannya. tapi kenapa tuan malah mau mengambil Darvi dariku, kenapa! kenapa!." Tangisan Lisa pecah mendengar kalau Darvi akan di ambil dari kehidupan Lisa.
" Diam! diam, aku tidak mau mendengar ocehanmu yang tidak ada gunanya itu." Teriakan tuan Sanjaya.
" Hahaa! Anda benar-benar licik tuan. Aku bodoh sehingga aku menyerahkan diriku untuk kau hukum, tapi kau! kau malah mengambil keuntungan dariku. Benar-benar lucu, ternyata kau hanya seorang tuan besar Sanjaya yang Pengecut." Lisa kecewa dengan keputusannya sendiri.
" Lisa! jika kau bicara sembarangan lagi, aku tidak akan segan untuk melenyapkanmu. Kau hanya orang kecil, tidak akan ada orang yang akan mencarimu jika kau menghilang dari dunia ini. Camkan itu." Tuan Sanjaya murka karena di hina oleh Lisa.
BERSAMBUNG
__ADS_1