Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part70


__ADS_3

Di Apartemen.


Lisa penasaran dengan memori USB Card.


“ Apa isi dari memori ini? apa mungkin di dalamnya ada rahasia yang Emma sembunyikan. Aku harus cari tahu untuk membuatnya lebih menderita lagi.” Gumam Lisa.


Lisa mencoba mengecek memori Card dan menyambungkannya dengan laptopnya, tapi Lisa tidak bisa membuka berkas yang ada di dalamnya, karena untuk membuka berkas itu membutuhkan kata sandi.


Lisa berusaha untuk menggandakan kata sandi tersebut tapi semuanya sia-sia. Lisa tidak berhasil untuk membuka berkas tersebut.


Ketika Lisa sibuk dengan urusannya tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu, tanpa di sadari Lisa segera membukakan pintunya dan betapa terkejutnya Lisa ketika tahu kalau orang yang bertamu tengah malam itu adalah Zavier.


“ Zavier? apa yang kau lakukan di sini?.”


“ Lisa! aku mau kamu! aku mau kamu! cepatlah, aku mau kamu terus di sampingku seperti dulu lagi.” Dengan sempoyongan Zavier terjatuh di pelukan Lisa.


“ Zavier, apa yang kau lakukan? menyingkirlah dari badanku, cepatlah! jangan bersikap kurang ajar Zavier, kalau tidak aku akan melaporkanmu karena kamu berani melecehkanku.” Lisa tidak bisa menyingkirkan badan Zavier yang begitu berat.


Lisa mencium nafas Zavier yang bau alkohol sangat menyengat, Lisa jadi bingung karena Zavier sedang mabuk sampai salah masuk kamar seperti itu.


Lisa membawa Zavier masuk ke dalam dan meletakannya di sofa. “ Aku terpaksa membawanya masuk ke dalam, jika dia tidak mabuk mana mungkin aku akan mengizinkannya tidur di sofa itu.”


“ Sepertinya dia mabuk berat, aku harus gimana sekarang? jangan sampai besok pagi Zavier masih belum sadarkan diri, jika tidak! aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika orang-orang tahu kalau aku membawa lelaki masuk ke Apartemen, reputasiku pasti akan hancur dalam sekejap.”Gumam Lisa.


“ Ya tuhan,, bagaimana ini? kenapa manusia serigala itu bisa tahu tempat tinggalku?.” Lisa kebingungan dengan ulah Zavier.


“ Aku harus menyusun rencana agar dia bisa segera pergi dari sini.” Sambil mondar-mandir dan memikirkan sesuatu.


Di ruang tamu.


Zavier membuka matanya dan melihat sekeliling di ruangan tersebut, ternyata Zavier berpura-pura mabuk berat untuk mendapatkan simpati dari Lisa.


“ Sepertinya Lisa sudah tidur. Ini kesempatan yang bagus untuk masuk ke kamar Lisa.” Niat Zavier yang tidak baik.


Ketika Zavier beranjak dari sofa, tiba-tiba Lisa keluar dari kamarnya. “ Mana bisa aku tidur dalam keadaan perut lapar seperti ini, aku harus membuat ramen pedas agar tidurku nyaman nanti.” Sambil menyalakan lampu.


Zavier kaget dan kembali berbaring di sofa agar Lisa tidak curiga. Melihat Lisa sangat lahap memakan ramen, perut Zavier bunyi kruuk kruuk. “ Perut ini tidak bisa di ajak kompromi dalam situasi seperti ini, bagaimana kalau Lisa mendengar bunyi perutku yang lapar ini.”


“ Emm,, suara apa itu?.” Lisa mendengar suara perut yang lapar dan berusaha mencarinya.


“ Ahh! ternyata perut Zavier yang bunyi dari tadi, apa dia lapar? tapi bagaimana dia mau makan dia lagi mabuk berat, bangun aja tidak bisa apa lagi makan.” Batin Lisa.

__ADS_1


Lisa kembali ke meja makan tapi Zavier menarik tangannya sampai Lisa terjatuh di badan Zavier. “ Zavier, apa yang kau lakukan? lepaskan aku!.” Lisa berusaha melepaskan diri dari pelukan Zavier, tapi tangan Zavier menggenggam tangannya terlalu kuat.


Lisa tak bisa bergerak lagi dan pasrah ketika Zavier memeluknya dengan erat. Lisa pun mencoba menenangkan hatinya agar bisa menerima keadaan Zavier yang tengah mabuk, dan berpelilaku tak sopan padanya.


Zavier pura-pura mengigau untuk mendapatkan perhatian dari Lisa. “ Jangan tinggalkan aku! kumohon jangan tinggalkan aku Lisa!.”


“ Kenapa Zavier ngigau seperti itu? bukankah dia sudah punya segalanya, kenapa dia tidak mau melupakanku, terus bagaimana dengan istrinya?.” Batin Lisa.


Akhirnya Lisa tertidur di badan Zavier, sampai hari telah pagi tapi Lisa belum bangun, Matahari menyinari wajah Lisa hingga Lisa terbangun dari tidurnya, Lisa sangat kaget karena dirinya tertidur di kamar miliknya.


“ Ahh! kenapa aku bisa ada di sini? bukankah aku tidur di sofa dan,,.” Lisa mengingat kejadian tadi malam.


“ Ya ampun! dia pasti yang sudah membawaku ke kamar, tapi,, sukurlah pakaianku masih utuh, berarti Zavier tidak macam-macam padaku tadi malam.” Gumam Lisa dengan terkejut.


Krek!


Zavier keluar dari kamar mandi dengan handuk yang pendek membuat perut Zavier yang berotot terlihat jelas oleh Lisa.


“ Ahh! apa yang kau lakukan Zavier? pakai bajumu sekarang! cepat!.” Lisa menutup mata dengan kedua tangannya.


“ Baiklah-baiklah, aku akan memakai bajuku, tapi apa kamu mau diam di situ dan melihatku memakai baju?.” Dengan menyeringai.


Di luar pintu kamar.


“ Apa yang kulihat tadi? aku, aku,, aku melihat perut Zavier yang berotot dan kekar itu! sunguh gagah dan kuat.” Batin Lisa.


Lisa tidak bisa membohongi kalau dirinya tergoda dengan tubuh Zavier yang sangat bagus itu, seketika Lisa sadar kalau dirinya salah karena telah memikirkan tubuh Zavier.


“ Sadar Lisa sadar! kau jangan tergoda dengan tubuhnya yang bagus itu, dia hanya punya tubuh yang bagus dan tidak lebih dari itu.” Lisa memukul kedua pipinya sendiri agar sadar dari khayalannya.


Tak lama kemudian Zavier keluar dari kamar, Lisa menyandar di pintu hingga menyebabkan Lisa terjatuh ketika Zavier membuka pintu kamarnya.


Bruuk!


Zavier menangkap Lisa yang hendak terjatuh.


“ Apa kamu tidak papa?.” Senyum Zavier.


Lisa menganguk sambil menatap mata Zavier.


“ Ehem!.” Zavier mencoba menyadarkan Lisa yang lupa kalau dirinya masih memeluk Zavier.

__ADS_1


“ Iya aku tidak papa. Makasih!.” Dengan gugup.


“ Sama-sama!.”


Lisa melihat baju yang di pakai Zavier, betapa terkejutnya Lisa ketika melihat Zavier memakai baju tidurnya yang pendek dan lucu, Lisa tertawa terbahak-bahak dan melepaskan semua tawanya dengan bahagia.


“ Ada apa, kenapa kamu tertawa sampai seperti itu? lucu yaa?.” Tanya Zavier dengan wajah polosnya.


“ Hah? ada apa dengannya? sejak kapan dia bersikap polos dan lugu seperti itu di depanku?.” Batin Lisa dengan bingung.


“ Hei! kenapa malah melamun seperti itu? apa yang sedang kau pikirkan tentangku Lisa?.” Zavier mengagetkan Lisa.


“ Tidak papa, kenapa kamu memakai baju tidurku? itu baju kesukaanku, cepat ganti baju dan pakai bajumu sendiri.” Lisa mendorong Zavier untuk masuk ke kamar.


“ Tunggu dulu!.” Zavier mundur lagi keluar.


“ Apa lagi?.”


“ Bagaimana aku bisa mengganti bajuku, semua pakaianku basah karena tadi tidak sengaja jatuh di kamar mandi.” Ucap Zavier.


“ Ya ampun! apa lagi ini, kenapa begitu sulit untuk mengusirmu dari sini.” Lisa kebingungan.


“ Apa kamu sangat ingin aku pergi dari sini?.”


“ Tentu saja! semakin lama kamu tinggal di sini semakin sakit kepalaku dengan ulahmu yang bodoh itu.”


“ Benarkah? kalau gitu aku akan pergi dari sini!.” Zavier pergi menuju pintu keluar.


Tok tok tok.


“ Ada yang datang! cepat kamu ikut aku ke kamar! cepat!.” Lisa buru-buru menarik tangan Zavier dan membawanya ke dalam kamar.


“ Aduh gimana ini? bagaimana kalau itu Resepsionis yang datang.” Lisa mondar-mandir kebingungan.


“ Emm,, aku ada ide!.” Lisa menarik Zavier dan memasukkannya ke dalam lemari pakaian.


“ Kamu diam di situ! jangan keluar dari situ jangan berisik dan bersuara. Ngerti?.”


Zavier menganggukan kepalanya dengan patuh.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2