Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part162


__ADS_3

Peperangan itu selesai, Mika membawa ayahnya keluar dari persembunyian dan masuk menemui tuan Sanjaya. Para pengawal menghadang jalan dan tidak membiarkan Mika masuk ke dalam.


“ Biarkan saja dia.” ucap tuan Sanjaya keluar dari rumah.


Pengawal itu memberikan jalan dengan hormat.


“ Apa yang membuatmu datang kemari? membuat keributan di kediamanku sama saja tidak menghargaiku.” bertanya setelah melihat tuan Fhui dalam keadaan lemah.


“ Tuan, aku tahu kamu penyebab kebakaran di rumahku. Kau sengaja melakukan itu, iya 'kan?.” teriak Mika.


“ Apa buktinya?.” tuan Sanjaya masih tenang dan berpura-pura tidak tahu apa-apa.


“ Buang ekspresi seperti itu di hadapanku! aku sudah tahu kebusukanmu, kau dendam pada ayahku sampai berbuat keji pada keluargaku.” bentak Mika dengan jijik.


Pengawal itu mendekat dan menampar Mika sebagai peringatakan karena berani membentak tuan Sanjaya.


Tuan Sanjaya melambai tangan menyuruh pengawalnya diam. Seketika pengawal itu mundur.


“ Kau! hanya seorang pengawal rendahan berani menamparku! kubunuh kau!.” Mika kesakitan sampai pipinya berbekas merah akibat tamparan itu.


“ Mika, kamu baik-baik saja nak?.” tuan Fhui tersadar setelah melihat seorang pengawal menampar Mika.


“ Ayah kau?!.” Mika senang akhirnya ayahnya bisa sadar.


Tuan Fhui berjalan dengan langkah lambat, menantang tuan Sanjaya yang sudah membuat dirinya kehilangan keluarganya.


“ Kamu! dasar manusia bi*dab! berani melakukan kejahatan tapi tidak mau mengakuinya.” tuan Fhui menunjuk ke arah tuan Sanjaya dengan kesal.


“ Katakan dengan jelas, jangan berbelit-belit lagi.” tuan Sanjaya tetap tenang.


“ Aku, aku tidak sudi lagi jika harus berbesan denganmu. Mulai hari ini aku putuskan putriku akan bercerai dengan anakmu. Aku mau kau kembalikan saham yang sudah aku berikan padamu, aku tidak mau ada urusan lagi dengan manusia sepertimu.” tuan Fhui sampai meludah di hadapan tuan Sanjaya, membuat tuan Sanjaya murka.


“ Berani sekali kau! pengawal! bawa berkas penting itu padaku, akan aku tunjukan bagaimana cara berbicara dengan an*ing seperti dia.” tuan Sanjaya tergerak setelah di rendahakan oleh tuan Fhui.


Tak tak!


“ Ini tuan, berkas yang Anda minta.” pengawal itu memberikan berkasnya pada tuan Sanjaya.


“ Lihat ini, kau bisa lihat sampai puas.” tuan Sanjaya melempar berkas itu di wajah tuan Fhui.


Tuan Fhui mengambil berkasnya karena penasaran, setelah membaca keseluruhan tuan Fhui tiba-tiba batuk darah dan membuat berkas itu kotor terkena noda merah.


“ Ayah, apa yang terjadi?.” Mika membantu tuan Fhui agar tetap berdiri dengan seimbang.


“ Mika, lihat ini. Kita di tipu nak, dia, dia menipu ayah. Dia menyebabkan ayah bangkrut sampai tidak punya apa-apa sekarang.” tuan Fhui menangis memperlihatkan berkas itu pada Mika.


Mika mengambil berkasnya dan membacanya.

__ADS_1


“ Ini, ini tidak mungkin! bagaimana bisa seperti ini ayah? ini pasti berkas palsu, aku tidak percaya jika ayah memberikan perusahaan kita pada orang seperti dia.” Mika sangat terkejut dan mundur secara perlahan.


Uhuk uhuk!


Tuan Fhui muntah darah semakin parah, menyebabkan tuan Fhui terjatuh pingsan.


“ Ayah, ayah bangun! jangan tinggalkan aku ayah.” berteriak sambil membangunkan ayahnya yang pingsan.


Pria yang mengantar Mika mencoba mengecek denyut nadi tuan Fhui.


“ Dia masih hidup, hanya pingsan. Ayo kita bawa ayahmu ke Rumah Sakit.” ucap pria itu.


Mika mengangguk dan membantu menggotong ayahnya.


“ Aku tidak akan memaafkanmu! aku pasti akan cari keadilan untuk keluargaku. Kau tunggu saja tua bangka.” teriak Mika sembari masuk ke dalam mobil.


“ Aish! anak ini benar-benar, membuat kediamanku berantakan lalu pergi tanpa tanggung jawab.” gumam tuan Sanjaya menggelengkan kepala dengan heran.


Tuan Sanjaya berbalik badan sambil membatin. “ Heh, mau melawanku? jangan coba-coba jika tidak ingin bernasib sama seperti mereka. Ini hanya pemulaaan, aku ingin lihat apa dia masih bisa sesombong waktu itu padaku.”


Di Villa.


Saat Lisa sedang asik bermain ponsel ada berita yang muncul di ponselnya, Lisa hendak menghapus berita itu, sekilas Lisa melihat photo Mika bersama tuan Fhui di depan rumah yang kebakaran itu.


“ Ini? sayang lihat!.” Lisa memperlihatkan berita itu pada Zavier yang tengah tiduran di pangkuannya.


“ Kebakaran?.” menatap wajah Lisa.


Zavier mendengarkan sambil melamun.


“ Sayang? kenapa malah diam? ayo kita pergi melihatnya, siapa tahu Mika membutuhkan bantuan kita.” berbaik hati ingin menolong musuhnya.


“ Menolong mereka??.” tanya Zavier dengan heran.


“ Iya, kenapa? ada masalah?.” dengan wajah polosnya Lisa menjawab pertanyaan Zavier.


Zavier menyentuh jidat Lisa seperti mengecek orang yang sedang sakit. “ Tidak panas. Tapi apa yang salah ya?.” bergumam.


“ Apa-apaan kamu ini?.” menyingkirkan tangan Zavier dengan kesal.


“ Aku hanya memastikan kamu baik-baik saja. Tadinya aku pikir kamu sakit sampai berniat ingin menolong rubah licik seperti mereka.” memalingkan wajah.


Lisa tertegun.


“ Kamu benar, dia terus berusaha ingin membunuhku berkali-kali. Bahkan ingin menjebakku. Tapi tetap saja aku tidak bisa melihat siapapun menderita, aku mau menolongnya.” berpikir.


“ Kamu terlalu baik, hatimu seperti Malaikat yang tidak mandang orang jahat sekalipun.” mencubit pipi Lisa dan memainkannya.

__ADS_1


“ Iiihh, apa-apaan si? jangan bilang seperti itu, aku jadi bingung harus menolongnya apa tidak.” merenge.


“ Tidak, aku bilang tidak. Aku tidak mengijinkanmu pergi menemui wanita ja*ang itu, bagaimana kalau dia berbuat gila dan menyakitimu? aku tidak mau kamu kenapa-kenapa.” cemberut dengan kesal.


“ Tidak mungkin, dia lagi berduka sekarang. Apa yang bisa dia lakukan padaku? kamu tenang saja, sekarang antar aku ke Rumah Sakit melihat jasad keluarga Fhui.” menggenggam tangan Zavier dan membujuknya untuk melakukan hal baik.


“ Lisa sangat sulit di larang, akankah dia marah jika aku melarangnya dengan keras? tapi jika aku mengijinkan Lisa pergi, takutnya wanita ja*lang itu berani menyakiti Lisa. Mana Lisa lagi hamil lagi, jatuh sedikit saja akibatnya bisa fatal.” batin Zavier dengan cemas.


“ Gimana? bolah ya, boleh?.” terus membujuk.


“ Baiklah, ini karena kamu yang memintaku.” dengan pasrah.


“ Terima kasih suamiku.” tersenyum dengan senang.


Sebelum pergi ke Rumah Sakit Lisa mampir ke Super Market untuk membeli buah-buahan, tahu jika tuan Fhui sedang sakit Lisa sengaja membeli banyak makanan.


Di Rumah Sakit.


“ Dokter, bagaimana keadaan ayahku? kenapa dia bisa muntah darah sebanyak itu? ini kali pertama ayahku muntah darah.” tanya Mika dengan cemas.


“ Sebenarnya, sebenarnya pasien terkena racun.” menjawab dengan terbata-bata.


“ Apa?! racun! racun apa maksudmu? di mana ayahku minum racun?.” terkejut dan tidak percaya.


“ Nona, sepertinya ayahmu meminum racun sejak tadi, karena yang aku tahu racun ini hanya ada satu di dunia. Di gunakan oleh orang penting untuk memusnahkan musuh mereka, aku rasa racunnya sudah menyebar keseluruh tubuh pasien.” memperlihatkan hasil Lab.


“ Siapa yang memberikan racun pada ayah?.” batin Mika.


“ Baik dok aku mengerti, tolong sembuhkan ayahku, berapa pun biayanya akan saya bayar, asalkan ayah saya bisa sembuh seperti semula.” ucap Mika menyerahkan hasil Lab itu pada dokter.


“ Maaf nona, aku belum mengatakan kalau jenis racun seperti ini ada obatnya. Kemungkinan besar pasien tidak bisa di sembuhkan.” jawab dokter dengan ragu.


“ Apa yang kau katakan? apa maksudmu ayahku akan mati karena keracunan?! apa kau bodoh? berani sekali tidak mau mengobati ayahku. Sudah bosan hidup ya?.” bentak Mika memukul hasil Lab itu sampai robek dan jatuh ke bawah.


“ Saya tidak berani, tapi memang itu kenyataannya. Racun ini sangat ganas dan tidak ada penawarnya, jika itu ada mungkin orang yang memberikan racun pada pasien memilikinya.” ucap dokter itu dengan tubuh gemetar.


“ Jadi maksudmu aku harus mencari orang yang sudah meracuni ayahku?.” tanya Mika.


Dokter itu mengangguk sambil mengusap keringat di jidatnya.


“ Kau boleh pergi.” ucap Mika.


Dokter itu buru-buru keluar karena takut dengan gertakan Mika padanya.


“ Dokter, aku mau bertanya, di mana ruangan pasien atas nama tuan Fhui?.” tanya Lisa ke dokter tersebut.


“ Anda kerabatnya? dia ada di dalam, silahkan masuk.” jawab dokter itu lalu pergi.

__ADS_1


“ Hmm, ada apa dengannya?.” Lisa tertegun melihat dokter itu terburu-buru pergi seperti ketakutan.


BERSAMBUNG


__ADS_2