
Di kediaman Lisa.
Lisa mengemas barang keperluannya selama berada di kota H, Darvi ikut jadi mereka harus menyiapkan barang yang banyak.
“ Ibu tolong masukan ini di tas ku ya.” Darvi memberikan mainan kesayangannya.
“ Darvi kenapa kamu mau bawa mainan seperti ini? kita bisa membeli yang baru di sana, jadi jangan repot-repot bawa mainan seperti ini ya.” Lisa menolaknya dengan penuh kelembutan.
“ Tapi bu? Ini mainan kesukaanku, aku tidak mau mainan yang lain.” Dengan sedih.
Lisa tidak mau menyakiti hati Darvi jadi Lisa menuruti kemauan Darvi. “ Ya sudah nak, biar ibu masukin ke tas kamu ya.” Dengan tersenyum.
“ Makasih bu!.”
“ Dari siapa Darvi memiliki mainan seperti ini, dan sepertinya Darvi sangat menyukainya.” Gumam Lisa.
Di Bandara.
Lisa naik pesawat yang di tumpangi Li, mereka sangat senang dan ngobrol bareng di pesawat, apa lagi Darvi senang karena tidak ada Zavier di dekat Li.
“ Li, kamu ada urusan apa ke kota H?.” Tanya Lisa.
“ Ada yang harus aku urus di sana nona, ada sedikit pekerjaan di kota H.” Jawab Li.
Lisa merasa aneh karena Li pergi tanpa Zavier, Lisa mengira kalau Li di suruh ke kota H sendirian untuk mengerjakan urusan perusahaan. Setelah sampai di kota H, Li pamitan sama Lisa untuk pergi duluan. “ Nona aku duluan ya, maaf karena aku tidak bisa mengantar nona ke Apartemen.” Dengan tidak enak hati.
“ Tidak papa, ada Sekertaris puy yang menemaniku ke sana jadi tidak masalah.” Balas Lisa.
“ Ayo! kita harus segera pergi ke Apartemen, cuacanya sangat buruk sekali bagi kesehatan.” Lisa menggandeng tangan Darvi dan langsung pergi.
Lisa langsung rebahan di ranjang karena merasa lelah, Sekertaris puy membereskan semua barang dan di tata dengan rapih.
“ Ibu, aku lapar, aku mau makan sesuatu agar perutku tidak bunyi terus.” Ujar Darvi.
Sekertaris puy melihat Lisa yang tertidur pulas tidak tega untuk membangunkannya. “ Tuan Muda Darvi, ibu tertidur jadi biar aku yang menemanimu beli makanan di luar ya.”
Darvi berusaha untuk tidak membangunkan ibunya walaupun Darvi sangat ingin menikmati hidangan baru di kot H bersama ibunya. “ Baiklah.”
Dengan senang Darvi berlari menuju restoran mewah yang ada di kota H. “ Tuan Muda! jangan lari terlalu kencang!.” Teriak Puy dengan cemas.
Darvi menengok ke belakang dan berkata. “ Tidak masalah, aku tidak akan kenapa napa.”
Brukk!
Tanpa sengaja Darvi menabrak seseorang yang ada di depannya. “ Aww! sakit!.” Sambil menyentuh jidatnya.
“ Apa kau tidak papa? Anak tampan.” Senyum seorang pria.
__ADS_1
Darvi melihat ke ke wajah pria itu dan bilang. “ Iya, aku tidak papa.”
“ Maafin aku ya, tadi aku ceroboh sehingga aku menabrak anak kecil tampan sepertimu.” Pria itu mengelus kepala Darvi dengan tersenyum.
Darvi tidak keberatan di sentuh tanpa izin darinya, karena Darvi tahu kalau pria yang menyentuhnya itu baik dan sangat lembut padanya.
Dengan tergesa gesa Puy lari karena khawatir sama Darvi. “ Tuan Muda Darvi apa kau tidak papa?.”
“ Aku tidak papa, kau tidak perlu cemas seperti itu, Sekertaris puy, tolong jangan bilang pada ibu kalau aku membuat kesalahan di sini, Ok!.” Memohon.
Puy tidak bisa menolak permintaan Darvi yang bersikap imut padanya. “ Baiklah, aku janji aku tidak akan bilang sama nyonya.” Dengan bingung.
“ Bagus.” Balas Darvi.
“ Oh iya, kenalin namaku Arya.” Sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan.
“ Hah? Puy! namaku Puy.” Puy sangat grogi karena berjabatan tangan dengan pria tampan asal kota H.
“ Kalian mau ke mana?.” Tanya Arya.
“ Kita mau cari makanan khas di kota H, karena ini kali pertama datang ke kota H.” Jawab Puy.
“ Bagaimana kalau aku bawa kalian untuk menikmati hidangan di resto yang baru buka di sekitar sini, kalian jangan takut, aku ini bukan orang jahat, aku berniat untuk meminta maaf karena sudah menabrak Tuan Muda kecilmu itu. Bagaimana?.” Tawaran Arya.
“ Baiklah, jika itu mau Anda, aku akan pergi denganmu.” Jawab Darvi.
“ Haha! kau sangat pintar dan tidak seperti anak kecil, kau lebih mirip seperti orang dewasa yang sudah punya keberanian yang besar.”
Kemudian Darvi pergi duluan dan masuk ke resto.
“ Tuan, maafkan Tuan Muda saya ya.”
“ Tidak masalah.”
Darvi langsung memesan makanan yang enak dan banyak, karena Lisa selalu melarang Darvi memakan makanan berat demi kesehatannya.
Lisa terbangun dari tidurnya dan kaget karena Darvi dan Puy tidak ada di Apartemen. Lisa menghubungi Puy karena khawatir dengan Darvi.
“ Sebentar ya, aku angkat telpon dulu.”
Arya mengangguk.
“ Hallo nyonya!.”
“ Kamu di mana Puy? kenapa Darvi juga tidak ada di sini, kamu bawa Darvi ke mana?.” Dengan cemas.
“ Maafin aku nyonya, tadi Tuan Muda Darvi lapar dan ingin memakan sesuatu sedangkan di dalam tas sudah tidak ada apa-apa, jadi aku membawanya untuk makan di luar.” Jawab Puy.
__ADS_1
“ Ya sudah cepat pulang jangan terlalu lama di luar.”
“ Baik nyonya.”
Puy duduk dan pamit pulang duluan sama Arya. “ Tuan, maaf! aku harus pulang sekarang jadi Tuan harus meneruskan makannya sendirian.” Dengan tidak enak hati.
“ Kenapa terburu-buru sekali?.” Arya berhenti makan dengan bengong.
“ Tuan Muda Darvi harus pulang sekarang, karena ibunya mencarinya.”
Arya segera beranjak dan berkata. “ Kalau gitu biar aku antar aja? Sekalian aku bisa silaturahmi sama ibunya Darvi. Bagaimana?.”
“ Tapi?.” Dengan bimbang.
“ Tidak papa Sekertaris puy, biarkan saja dia mengantar kita, ibu juga tidak akan marah.” Kata Darvi.
“ Baik.”
Tok tok,, suara mengetuk pintu, Lisa segera membuka pintunya dengan terburu-buru.
“ Darvi! Akhirnya kau pulang juga!.”
Lisa melihat Arya dengan wajah yang bertanya-tanya. Sekertaris puy mengedipkan matanya seolah olah memberi kode kalau Arya yang di sampingnya itu adalah tamu.
“ Oh! Hehe,, ada tamu ya? silahkan masuk Tuan!.” Dengan tersenyum.
“ Terima kasih!.” Arya pun masuk dan bersikap sopan.
Lisa menarik tangan Puy dan membawanya keluar. “ Kamu kenapa bawa pria tidak di kenal? kamu tahukan kalau kita ini di kota H, kota yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Bagaimana kalau dia itu orang jahat dan berniat macam-macam sama Darvi.” Bisikan Lisa di telinga Puy.
“ Nyonya! dia itu orang baik-baik, dia tadi sudah Mentraktir kita makan di resto sebrang sana!.” Balas Puy.
“ Tapi tetap aja dia itu orang asing bagi kita.”
Lisa duduk di sofa, sedangkan Puy menyajikan minuman untuk Arya sebagai tanda hormat sama tamu.
“ Nona, perkenalkan, nama saya Arya.”
“ Lisa!.” Dengan tersenyum.
Beberapa jam kemudian Arya pamitan untuk pulang karena terlalu lama menjamu di Apartemen Lisa.
“ Aku pamit pulang dulu nona, semoga kita bisa bertemu kembali di lain waktu.”
“ Silahkan Tuan!.“ Lisa mengantar Arya ke depan pintu.
Arya menyukai Lisa pada pandangan pertama, Arya akan berusaha untuk mendapatkan hati Lisa seutuhnya. “ Aku tidak nyangka kalau hatiku akan bereaksi saat menatap mata Lisa, apa ini pertanda kalau aku menyukai Lisa, tapi dia sudah punya anak! Bagaimana dengan suaminya kalau aku mendekati Lisa?.” Gumam Arya.
__ADS_1
Arya pun pulang dengan wajah senang.
BERSAMBUNG