Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part90


__ADS_3

Di kediaman Sanjaya.


Semua orang sedang makan untuk menyambut kedatangan Brian.


“ Ayah? aku pulang.” ujar Zavier sambil masuk dan berdiri dengan tegak.


“ Zavier, kau kembali? ayo duduklah. Mari makan bersama, hari ini kakak mu datang ke rumah Sanjaya.” nyonya Ratih berdiri dan menggiring Zavier ke meja makan.


“ Tidak perlu repot-repot bu, aku sudah sarapan tadi di kantor.”


“ Cobalah masakan ibu nak, kau baru saja datang ke rumah ini. Kamu pasti rindu sama masakan ibu, iya kan?.” nyonya Ratih senang akhirnya Zavier pulang ke rumah.


Zavier tidak ingin melukai hati ibunya, maka dari itu Zavier memaksakan diri untuk mencicipi makanan nya. “ Baiklah bu.”


“ Katakan padaku, apa pekerjaanmu selama 10 tahun setelah pergi dari rumah ini?.” tanya tuan Sanjaya.


“ Seperti yang ayah ketahui. Sebelumnya hidupku bahagia dan bergelimang harta, bahkan aku bahagia karena aku hampir jadi seorang ayah. Tapi setelah kejadian waktu itu, membuatku sadar bahwa istriku selingkuh dariku dan mempunyai anak bersama. Aku pikir itu adalah anakku, tapi setelah tahu hasil DNA ternyata itu adalah anak dari selingkuhan istriku. Mereka menjalin hubungan jauh sebelum kenal denganku. Tapi dia berbohong hanya ingin menikah denganku.” penjelasan Brian membuat semua orang bersimpati padanya.


Nyonya Ratih memeluk Brian dengan air mata yang mengalir. “ Kamu kuat nak, kamu harus sabar dan harus yakin kalau kamu akan mendapatkan kebahagian kedepannya.”


“ Terima kasih bu.”


Walaupun Brian sudah besar tapi Brian tetap bersikap manja pada ibunya, karena dari kecil Brian selalu mendapatkan perlakuan baik dari keluarga Sanjaya.


“ Cihh,, tidak tahu malu. Sudah sebesar ini tapi kamu masih seperti anak kecil.” Zavier meledek Brian dengan sengaja.


“ Adik bodoh, sudah tahu aku lagi sedih tapi kamu malah berkata seperti itu padaku.”


“ Cukup, jangan bertengkar lagi.” teriak tuan Sanjaya.


“ Sekarang kalian bersiaplah untuk pergi ke perusahaan.”


“ Perusahaan? untuk apa ayah?.” tanya Brian.


“ Aku akan mengubah segalanya di perusahaan. Jika kalian ingin mendapatkan warisan dariku kalian boleh ikut denganku.” tuan Sanjaya berjalan keluar rumah dengan terburu-buru.


“ Ibu, apa yang di maksud ayah? aku tidak mengerti sama sekali.” Brian bersikap polos di depan ibunya.


“ Ibu juga tidak tahu. Sebaiknya kamu pergi bersama adikmu ke kantor sekarang. Kau tahu bukan kalau ayahmu emosional.” ujar nyonya Ratih.


“ Baik bu, ayo Zavier kita pergi sekarang.”


“ Hemm.” gumam Zavier dengan santai.


Tibanya di perusahaan, semua Klien elit yang sangat penting hadir di pertemuan itu. Tuan Sanjaya ingin melihat kemampuan kedua putranya itu, dengan sengaja memberikan tugas untuk mendapatkan proyek dari musuh.


Brian tampak kebingungan ketika Klien menceritakan proyek yang akan di bangun dalam beberapa bulan kedepan. Justru Zavier terlihat santai dan menikmati kebiasaannya ketika melihat proyek yang di tunjukan Klien.


“ Sudah kuduga, kakak akan gugup ketika berhadapan dengan Klien besar seperti mereka. Karena itu kakak tidak bisa jadi penerus perusahaan Sanjaya, tapi ayah ingin memberinya kesempatan untuknya.” batin Zavier.


“ Sial, aku akan kalah lagi dari Zavier. Mau di taro di mana mukaku kalau begini terus. Tidak, aku harus berbuat sesuatu jangan sampai ayah tidak percaya padaku.” batin Brian sambil melirik Zavier.


Metting selesai setelah beberapa jam.


Tuan Sanjaya memberikan waktu pada Brian dan Zavier agar bisa bersaing secara adil.

__ADS_1


“ Kalian boleh berlomba-lomba untuk mendapatkan proyek ini, siapa saja yang bisa menyelesaikannya dalam waktu 1 bulan, aku akan mengangkatnya sebagai pimpinan perusahaan Sanjaya.” ujar tuan Sanjaya.


“ Baik ayah.” saut Zavier sama Brian.


Zavier berdiri dan hendak ingin pergi, tapi Brian menghentikannya. “ Tunggu! mau pergi ke mana kamu?.”


“ Ada urusan pribadi.” jawab Zavier dengan dingin.


“ Apa itu? apa kau berencana untuk curang pada kakak mu ini?.”


“ Apa yang kau katakan kakak, aku sama sekali tidak menganggap perkataan ayah tadi itu benar. Aku tidak masalah jika kau yang jadi penerus perusahaan Sanjaya, karena semua ini tidak ada apa-apanya bagiku.”


“ Benarkah? jadi kau akan mengalah dalam persaingan ini demi aku.”


“ Tergantung dengan kemampuanmu kakak. Aku akan pergi, dan jangan lupa, kau harus lebih banyak belajar lagi untuk mencapai semua keinginanmu.”


“ Kau tidak tahu sopan santun, aku lebih tua darimu, tapi kau malah berkata begitu padaku.” teriak Brian dengan kesal.


Zavier pergi dan mengabaikan kakak nya yang sedang kesal padanya.


Di dalam mobil Zavier tampak diam dan tidak seperti biasanya. “ Ada apa dengan tuan? kelihatannya tuan sedang gelisah.” batin Li.


“ Li, pergi ke Villa Lisa.”


“ Baik tuan.”


“ Aku sudah berjanji akan kembali ke Villa Lisa. Aku tidak boleh mengingkari janjiku.” batin Zavier sambil menyandar.


Di perjalanan, Zavier membeli sesuatu untuk di bawa ke Villa Lisa.


Zavier turun dari mobil dan membawa bunga serta makanan kesukaan Darvi. Dengan bahagia Zavier langsung masuk tanpa melihat ada sebuah mobil yang terparkir di depan Villa.


Setelah masuk, Zavier terkejut melihat Arya yang dulu sempat dekat dengan Lisa sedang mengobrol dan tertawa bersama. Zavier berjalan dengan perlahan dan mendekati Lisa.


Lisa menengok ke belakang. “ Zavier, kau kembali?.” senyum Lisa.


Zavier langsung berubah menjadi pria manis di depan Lisa setelah melihat senyuman Lisa. “ Iya, maaf jika aku membuatmu menunggu lama.”


“ Tidak apa-apa. Bagaimana, apa sudah selesai?.”


“ Yaa, semuanya baik-baik saja. Ini bunga untukmu.”


Lisa mengambil bunganya dan menghirup wangi dari bunganya. “ Terima kasih.”


Zavier memeluk Lisa dan mencium Lisa di depan Arya.


Arya tidak tahan melihat Lisa bermesraan dengan Zavier. “ Kalau begitu aku akan pulang dulu. Lain kali aku akan mampir kesini, itupun jika di perbolehkan oleh tuan Zavier.” sindir Arya.


“ Baiklah, itu tidak masalah. Iya kan sayang?.”


“ Iya. Datang kesini kapanpun Anda mau tuan, kami merasa terhormat dengan kedatangan Anda.” ujar Zavier.


“ Terima kasih tuan. Kalau begitu saya akan pergi sekarang.”


“ Hemm, yaa.” balas Zavier.

__ADS_1


“ Pergilah sejauh mungkin, dasar pengganggu.” batin Zavier dengan kesal.


“ Lihat bagaimana nanti, aku akan buat kamu malu seumur hidupmu.” batin Arya.


“ Katakan padaku bagaimana dia bisa datang kesini?.” tanya Zavier.


“ Hmm, Arya? dia bilang ada proyek di sekitar sini, dan dia berencana membangun Villa bernuansa mewah di pinggir pantai.”


“ Jadi dia berencana untuk tinggal di sekitar sini dengan waktu yang cukup lama. Tidak bisa di biarkan, aku harus mengusirnya sejauh mungkin dari kota A.” batin Zavier.


“ Ada apa? apa ada masalah?.” tanya Lisa dengan polos.


“ Tidak ada. Bukankah kakimu sakit, kenapa keluar dari kamar ayo masuk ke kamar dan istirahat.”


“ Baik.”


Zavier membaringkan Lisa di ranjang sambil memeluknya.


“ Di mana Darvi? aku tidak melihatnya dari tadi.” tanya Zavier dengan kaget.


“ Darvi pergi membeli makanan bersama Puy.”


“ Berdua? hanya berdua saja?.” tanya Zavier dengan terkejut.


“ Iya, terus sama siapa lagi, kan tidak ada orang lain selain kita.” bertanya-tanya.


“ Bukan itu maksudku. Kenapa tidak memberitahu aku atau Li, supaya ada yang ngantar.”


“ Aku tidak mau mengganggu kalian, maka dari itu aku tidak memberitahu kalian. Maafkan aku.” dengan wajah imut.


“ Sayang,, jangan berikan aku wajah seperti itu. Jika tidak aku akan memakanmu sampai perutku kenyang.” Zavier menggoda Lisa.


“ Aahh, tidak mau. Jangan seperti itu, aku tidak tahan. Tolong jangan menyentuh bagian itu, aku tidak tahan dengan jari-jarimu itu.” Lisa mendesah dan masih malu-malu.


“ Tidak sayang, aku tidak akan berhenti sampai kamu menunjukan wajahmu yang imut itu, aku selalu ingin melihat wajah manismu yang tidak tahan dengan tanganku ini.” dengan suara pelan dan lembut membuat Lisa semakin terangsang.


Wajah Lisa memerah dan tidak tahan dengan amukan Zavier yang selalu membuatnya kepanasan sampai ke ubun-ubun.


Selesailah sudah.


Zavier tidak berhenti mengecup Lisa dan terus memeluknya sambil berkata. “ Kamu itu bikin aku ketagihan.” cubit hidung Lisa dengan pelan.


“ Benarkah? mengapa seperti itu? bukankah banyak gadis cantik dan sexi mengelilingimu.” tanya Lisa dengan ragu.


“ Tidak sayang, kamu itu berbeda dari yang lain. Wanita di luar sana hanya menginginkan kekayaan dan ketenaran, nama mereka jadi tinggi jika menikah dengan seorang pengusaha besar. Tapi kamu, kamu wanita baik dan tidak mengincar harta demi kehidupanmu, tapi kamu mengincar cintaku karena kamu mencintaiku. Kamu tidak tahan kan lihat ketampananku ini? Hemm.”


“ Kamu,, tapi sebenarnya wajar saja si mereka menginginkan kekayaan, karena hidup itu butuh uang, jika tidak ada uang maka kita akan di rendahkan dan di hina oleh orang yang membenci kita. Tapi sebaliknya, jika kita punya segalanya jangankan musuh, semutpun akan menghormati kita walaupun sebenarnya mereka tersakiti oleh kita.”


Kata-kata Lisa membuat Zavier terkesan dan tepuk tangan sambil menyanjung Lisa. “ Hebat! belajar di mana sayang? kok kata-kata mu itu bagus sekali. Bahkan lebih bijak dari yang lain.”


“ Aku belajar dari kehidupanku yang nyata, masa-masa sulit kubuat jadi pelajaran, dan masa-masa indah kubuat sebagai kenangan terindah yang takan pernah terlupakan.” tanpa di sadari air mata membasahi pipi Lisa.


Zavier mengusap air mata Lisa dan memeluknya. “ Sudah cukup jangan menangis lagi. Tolong! tolong jangan kau ingat masa lalu kita sayang. Maafkan aku, dan tolong lupakan semua kejahatanku di masa lalu.” Zavier memohon pada Lisa sambil menangis.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2