Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part163


__ADS_3

Lisa masuk ke ruangan itu membawa buah-buahan di tangannya, tidak sengaja Lisa melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat.


Mika sedang bermesraan bersama lelaki di ruangan rawat, tuan Fhui sedang koma dan tidak melihat kelakuan putrinya yang kotor itu.


“ Kalian? apa yang kalian lakukan di ruangan pasien ini?.” kedatangan Lisa membuat Mika dan lelaki itu terkejut seketika.


“ Kamu! apa yang kamu lakukan di sini?.” Mika segera menjauh dari lelaki itu sembari merapihkan rambut.


“ Aku datang untuk menjenguk tuan Fhui, aku berbela sungkawa atas kematian keluargamu yang tragis itu.” Lisa melupakan apa yang sudah ia lihat barusan.


“ Hahah, berbela sungkawa? aku tidak butuh itu! sekarang kau pergi dari sini, kau menggangguku.” teriak Mika menunjuk ke arah pintu.


“ Baik, aku akan pergi. Tapi sebelum aku pergi akankah kamu menjelaskan apa yang sudah aku lihat barusan?.” Lisa memejamkan mata dan menyimpan buah-buahan itu di meja.


“ Untuk apa menjelaskannya padamu? kamu bukan siapa-siapa aku, hanya seorang manusia rendahan yang tidak tahu malu. Aku benci sama kamu.” bentak Mika menghina Lisa.


Zavier berjalan masuk setelah Lisa di caci maki oleh Mika.


“ Aku terpaksa datang kemari hanya untuk menjenguk keluargamu, jika istriku tidak memaksaku untuk apa aku datang kemari. Hanya buang-buang waktu saja.” ucap Zavier memasukan tangan di kantong celana.


“ Zavier? kamu datang? aku senang kamu bisa datang menemui keluargaku, itu artinya kamu masih menyayangiku. Benar tidak?.” Mika langsung nyosor setelah melihat Zavier, bahkan berani menyentuh dada Zavier.


“ Istriku, karena kita sudah menjenguk mereka. Seharusnya kita boleh pulang, aku tidak mau berlama-lama di sini, membuatku gerah.” Zavier menyingkir dan memeluk Lisa.


“ Kurang ajar! Zavier sengaja menghindar dariku.” batin Mika dengan kesal karena menabrak pintu.


“ Ya sudah, aku rasa kita tidak di sambut di sini. Ayo kita pulang.” Lisa sengaja bermesraan di depan Mika agar Mika semakin panas.


“ Tunggu! aku tidak bermaksud begitu, tadi aku hanya sedang berduka dan tidak mau di ganggu. Tapi jika kalian ingin menjenguk ayahku, aku tidak bisa melarangnya.” menghadang jalanan dan berpura-pura menyedihkan.


“ Baiklah, aku bertanya padamu, kapan pemakaman di lakukan?.” balas Lisa.


“ Besok, mungkin besok pagi baru bisa di makamkan.” jawab Mika.


Mika tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Zavier, terus melihat Zavier sambil tersenyum.


Lisa sengaja menghalangi wajah Zavier agar tidak bisa di lihat oleh Mika.


“ Besok jika aku ada waktu, aku akan datang ke pemakaman. Sekarang aku akan pulang, jaga ayahmu baik-baik.” ucap Lisa menarik tangan Zavier dan pergi dari ruangan itu.


“ Cih! pura-pura baik di depanku, dasar manusia rendahan.” batin Mika dengan kesal.


“ Sayang, akankah kita pergi ke hotel?.” pria itu menyentuh pundak Mika dengan lembut.


“ Tentu saja, terlalu banyak orang jika melakukannya di sini.” Mika berbalik badan meraih tangan pria itu dan menciumnya.


Pria itu membawa Mika ke hotel, perlengkapan sudah ia siapkan untuk kebutuhan Mika selama di hotel bersamanya.


Mika melihat hotel yang di sewa pria itu sangat kecil, hanya sebuah kamar dan toilet.


“ Suka tidak? aku tidak punya cukup banyak uang, hanya hotel ini yang bisa aku sewa untuk kita. Kamu tidak keberatan 'kan?.”

__ADS_1


“ Kecil sekali, mana pengap lagi. Tapi aku tidak boleh tunjukan padanya kalau aku tidak menyukai pemberiannya, yang penting sekarang adalah aku harus memanfaatkan dia untuk jadi ATM berjalan. Setelah mendapatkan pria lebih kaya darinya aku akan buang dia ke tempat sampah.” batin Mika menyeringai.


“ Sayang, kamu tidak suka dengan hotelnya ya?.” memeluk dari belekang sambil mengendus-ngendus.


“ Suka, aku suka. Terima kasih kamu sudah baik padaku.” balas Mika.


“ Bolehkah kita melakukannya sekarang?.” tanya pria itu tidak sabaran.


Mika mengangguk, membuka semua pakaiannya di depan pria itu, sampai pria itu melongo melihat tubuh Mika yang bagus dan idaman para lelaki.


“ Kenapa? tidak mulai juga?.” Mika mendesah agar pria itu tertarik padanya.


“ Aku datang sayang.” pria itu berjalan mendekat memeluk Mika sampai terjatuh ke ranjang.


Dengan ragu pria itu berkata.


“ Sayang, tahan sedikit ya. Mungkin kamu tidak terbiasa dengan ukuran milikku.”


Mika tertegun dan melihat burung milik pria itu.


“ Sebesar itu 'kah??.” batin Mika tercengang.


“ Tidak apa, aku percaya kamu akan buat aku puas hari ini.” balas Mika menatap pria itu.


“ Aku tidak akan mengecewakanmu.” gumam pria itu di telinga Mika.


Mereka melakukan hubungan intim di hotel, tidak banyak orang yang tahu kalau Mika berada di hotel bersama pria hidung belang.


Semua pelayan membersihkan halaman rumah sampai bersih, membuang mayat yang mati tertembak untuk jadi santapan buaya di danau.


“ Buaya yang sangat ganas, satu orang langsung di makan begitu saja.” ucap para pelayan ketakutan.


“ Sudah, lemparkan mayat itu semua ke danau. Kita harus segera kerjakan pekerjaan yang lainnya, jangan sampai tuan besar marah pada kita.” ucap pengawal memperingati pelayan.


Semua mayat di lempar secara bersamaan, setelah selesai mereka pergi untuk membersihkan darah yang mengalir di depan rumah.


“ Permisi, apa ini betul rumah tuan Brian?.” tanya Alea berjalan menggunakan tongkat.


“ Benar, kamu siapa?.” jawab pelayan mendekati Alea.


“ Aku, aku, aku temannya. Bolehkah aku menemui tuan Brian? ada yang harus aku bicarakan dengannya.” Alea ragu saat mengatakan kalau dirinya adalah teman dari Brian, tapi di satu sisi Alea pernah tidur bersama Brian. Jadi hubungan apa yang bisa di sebut untuk keduanya.


“ Maaf nona, jika Anda benar teman tuan tertua, Anda bisa datang besok pagi. Sekarang tuan sedang tidak ada di rumah.” pelayan itu menyembunyikan kejadian yang menimpa Brian.


“ Begitu, ya sudah aku pulang dulu. Terima kasih.” rasa kecewa ada di hati Alea, karena tidak bisa bertemu dengan Brian. Tapi Alea sadar diri, tidak mudah baginya bertemu dengan Brian yang merupakan tuan tertua di kediaman Sanjaya.


“ Gadis yang sangat sopan.” gumam pelayan dengan kagum.


Di satu sisi Brian sedang mendapatkan perawatan di kamar, luka lebam di tubuhnya di oleskan obat oleh dokter agar tidak meninggalkan bekas hitam.


“ Dok, berapa lama luka ini akan sembuh?.” tanya Brian meringis kesakitan.

__ADS_1


“ 3 hari, bahkan bisa lebih.” jawab dokter sembari mengoles obat.


“ Alea, apa dia sudah makan? siapa yang masak untuknya?.” bertanya-tanya.


“ Tuan, tadi ada orang yang mencarimu. Tapi aku menyuruhnya pergi karena tuan lagi sakit.” ucap pelayan membuka pintu kamar.


“ Mencariku?! siapa?.” penasaran.


“ Aku tidak tahu dia siapa, tapi dia gadis kecil dan memakai tongkat. Dia bilang dia teman Anda.” jawal pelayan.


“ Ke mana dia? apa sudah pergi?!.” Brian beranjak tanpa memikirkan luka di punggungnya.


“ Sudah.” mengangguk.


“ Sial! kenapa kau membuat keputusan tanpa ijin dariku? lancang!.” Brian memakai baju dengan cepat.


“ Maafkan aku tuan, aku salah.” pelayan itu menunduk karena ketakutan.


“ Anda mau ke mana? aku belum selesai mengoles obatnya.” tanya dokter.


“ Aku harus pergi.” Brian berlari keluar.


Brian berjalan dengan cepat, berharap Alea belum pergi jauh dari rumahnya.


“ Itu dia.” Brian berhenti berjalan setelah melihat Alea.


“ Alea, tunggu!.” teriak Brian terengah-engah.


Alea menengok ke belakang, melihat Brian berdiri di depannya Alea tersenyum.


Uhuk uhuk!


Brian terjatuh ke bawah karena kakinya tidak begitu kuat untuk berdiri terlalu lama.


“ Tuan, tuan Anda kenapa?.” Alea segera menghampiri Brian dengan panik.


Alea menyentuh wajah Brian dengan cemas.


“ Aku tidak apa-apa. Bawa aku ke rumahmu.” ucap Brian.


“ Tapi??.” dengan ragu.


“ Jangan khawatir, pengawalku akan pergi bersamaku. Dia akan bersihkan rumahmu.” menyentuh tangan Alea yang ada di wajahnya.


“ Ayo tuan, aku bantu Anda bangun.” pengawal itu memapah Brian masuk ke mobil.


Alea masih kebingungan, berdiri dan melihat Brian yang masuk ke dalam mobil.


“ Kenapa tidak masuk? tidak mau pulang?.” menatap Alea.


“ Aku masuk tuan.” balas Alea tersadar.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2