
keluar dari kamar devan dinda langsung masuk kedalam kamar nya dan mengunci pintunya dengan rapat.
"apa apaan aku ini.... kenapa jantung ku berdebar, dinda inget dia itu orang jahat kejam .kmu disini cuma mau bayar hutang dady inget kamu bisanya dibuang ng kamu pan ada jangan oleh tu orang.jangan pakek perasaan, yaa bener gk boleh pakek perasaan dia itu cuma mau ngambil keuntungan dari kamu, tamparan tadi memang pantas di berikan untuk si kulkas berjalan itu manusia mesum " dinda bermonolog dengan dirinya sendiri
"tapi aku tdi kelewatan gak ya udah nampar dia kuat bgt kek nya huu gimana ini nanti dia marah sama aku dan nyiksa aku lagi aku gk mau " dinda membayangkan devan menyiksa dirinya seperti kemarin.
dinda asyik bermonolog ria dan berhayal sampai tertidur.
pagi hari dinda terbangun dari tidurnya dan bergegas turun karna devan selalu ingin makan di temani.
"bik tuan devan kemna yaa? " tanya dinda yang melihat devan tidak ada di meja makan
"tuan devan semalam pergi ke Paris nona ada urusan mendadak " ucap pelayan itu
"oh iya makasih bik"
"kenapa gk bilang sih hmm apa dia marah yah karna aku udh nampar dia " gumam dinda dalam hati.
devan pergi ke Paris karana mengurus masalah bisnis penting yang tidak bisa di jalan kan anak buah nya sendiri terpaksa ia harus turun tangan.
tidak lama setelah dinda keluar dari kamar devan anak buah nya menelpon.jadi devan langsung berangkat menggunakan jet pribadi nya.devan juga tidak ingin di hari pernikahan nya banyak hal yang mengganggu.
devan sangat membenci wanita kecuali ibu nya, dulu ia sudah pernah berusaha membuka hati untuk perempuan dan ia mulai membuka hati nya,wlpn sempat ragu. wanita pertama yang bisa meluluhkan hatinya adalah velis, velis adlah teman baik devan waktu masih sma.saat devan sedang sedih dan terpuruk velis lah yang berada di sampingnya, yang selalu menemani devan menangkan dan menyemangati devan di saat terpuruk.
mendengarkan keluh kesah devan selalu menyemangati devan agar selalu kuat sangat mencintai dan menyayangi velis, velis menemani devan dari nol sampai ketika devan sudah berada di puncak memiliki perusahaan sendiri velis masih setia berada di samping devan , orang pertama yang ingin di bahagia kan devan setelah ibu nya meninggal adalah velis, tapi semua nya sirna ketika perushaan devan sedang terpuruk dalam banyak masalah devan sangat sangat ingin bertemu dengan velis untuk menenangkan pikiran nya. devan pergi ke apartemen velis dengan hati yang sangat bahagia karna akan bertemu sang kekasih,
flashback
didalam mobil perjalanan ke apartemen velis "velis lgi apa yahh ? udh makan blm? aku mampir aja nanti beli makan bntr"
di pinggir jalan devan stop di warung nasgor langganan mereka
"mang nasgor nya 2 yaa yang spesial"
"oke den di tunggu yaaπ"
warung pinggir jalan ini merupakan tempat favorit velis dan devan ketika pacaran waktu SMA dulu walaupun devan dulu termasuk orang kaya tpi dia tidak pernah menghambur kan uong ayah nya dan lebih memilih hidup sederhana.
apalagi di tambah ibu tiri nya yang selalu ikut campur urusannya dan sering mengadu hal-hal aneh kepada ayah nya yang tidak pernah ia lakukan sama sekali .
10 menit kemudian ini
"ini den nasi nya " penjual itu memberi 2 bungkus nasi kepda devan
"neng nya gak ikut den? "
"ngk mang lgi kurang enak badan " devan sambil memberikan uang seratus ribu
__ADS_1
"ohhh bntr den kembalian nya "
"gk ush mang ambil aja, saya permisi dulu"
"byk pisan den, yaudah makasih yaa, semoga neng nya cepet sembuh den "
"aamiin makasih mang"
15 menit kemudian devan sampai di apartemen nya velis dengan perasaan berbunga devan melangkahkan kaki nya menuju tempat velis tidak sabar ingin menjupai
devan yang tau pasword apartemen velis langsung masuk
"sayang kamu dimana "
"sayang....."teriak devan karna tak melihat velis
mungkin velis lgi di kamar mandi jdi gk tau aku dtng...
devan meletakkan makanan tdi di atas meja dan mengambil piring dan menyiapkan makanan tadi di atas meja makan dan menyusun nya
" wah perfect " ucap devan dengan bangga
"kok velis lama bgt " devan mulai mencari velis kekamar lantai atas .
di ruang tv
" ah mungkin velis mengajak teman nya ke apartemen " gumam devan dalam hati tidak ingin berburuk sangka kepada velis. devan menepis segala kemungkinan buruk dalam benak nya, karna devan sangat mencintai velis .
Cekrek......
deg...
deg......
deg.....
jantung devan berdegup dengan sangat kencang
apa yang dilihat nya saat ini membuat badan devan kaku berkeringat
devan tak bisa berkata apa-apa
yang dilihat pun terpaku karna terkejut, bagaimana tidak terkejut devan melihat kekasih nya sedang berada di atas badan pria lain .
setelah melihat semua itu Devan pergi meninggal kan velish tanpa sebuah kata dan penjelasan bagi devan itu semua adalah penghianat.
devan pulang dengan keadaan emosi dan melaju kan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi hingga devan menabrak pembatas jalan dan membuat dia dilarikan kerumah sakit. semenjak saat itu lah devan semakin benci terhadap perempuan.
__ADS_1
flashback off
π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€
sudah tiga hari devan tidak kembali ke mansion nya. hari-hari dinda dijalan kan hanya berkeliling di mansion dan bertanam ada beberapa tanaman yg ditanam dinda .
dinda juga menyirami tanaman yg lainya . dinda tidak tau harus melakukan apa dikala bosa karna devan melarang dinda bermain ponsel, sesekali dinda juga menonton TV dikamar nya.
semua kegiatan dinda tidak luput dari pengawasan devan, ketika melihat dinda berkebun devan sangat marah dan murka, tapi setelah memohon dan memaksa dinda masih saja memaksa melakukan nya walupun sudah dilarang pelayanan di sana.
Erik yang melihat tuan nya marah memberi pengertian dan penjelasan bahwa dinda sedang bosan dan ingin melakukan sesuatu kegiatan.
"mungkin nona sedang bosan tuan, jadi ingin melakukan kegiatan mengisi waktu luang nya " jelas Erik penuh pengertian
"cih... dia berkebun untuk menghina ku, dia kira aku tidak mampu membayar tukang kebun "
devan merasa dinda berkebun hanya untuk menghina dirinya
"Erik tambah kan lagi tukang kebun di mansion "
"baik tuan " Erik hanya mengangguk kan kepala tak ingin membuat tuan nya semakin marah
"astaga tuan, tukang kebun di mansion pun sudah ada 5 mau di tmbah lagi hadeeh nampak nya tuan sudah mulai ada rasa kepada nona " gumam Erik dalam hati sambil tersenyum tipis memikirkan perubahan sifat tuan nya
"apa lagi jadwal ku hari ini? tanya devan tidak lepas dari arah pandang nya yang melihat rekaman CCTV aktivitas yang di lakukan dinda .
" hari ini ada rapat bersama XX corporation jam 2 siang nanti "
"oke, setelah rapat urus kepulangan kita, aku rasa tidak ada lagi yang harus di Handel disini"
"baik tuan " Erik tercengang mendengar tuan nya tiba-tiba ingin pulang .
ππππππππππππππππππππ
hallo guyss udah lama author gk update
maaf ya karna author kemarin2 lagi sibuk banget jadi gk sempet
trimakasih buat para readers yang udah vote like dan komen dan yg udah nungguin cerita nya udah lama trimakasih banyak mak sayang kalianπ€π€π€π€π€π€
jangan lupa vote, like dan komen yaah biar mak semangat ππ₯buat update
bonus visual
__ADS_1