
Di kediaman Sanjaya.
Nyonya Fhui dan tuan Fhui datang ke kediaman Sanjaya untuk meberitahu Tuan Sanjaya kalau Zavier sudah mengurung Mika.
“ Nyonya, tuan Fhui datang bersama nyonya Fhui.” ujar bibi.
“ Biarkan mereka masuk.”
“ Tuan Fhui, Anda datang kemari? silahkan masuk aku akan memanggil suamiku untuk turun.” nyonya Ratih menyambut tuan Fhui dengan hangat.
“ Tidak perlu, aku tidak akan berlama-lama di sini. Panggilkan suamimu untuk turun sekarang, ada yang harus aku sampaikan pada suamimu nyonya.” ucap tuan Fhui dengan dingin.
“ Ada apa dengan tuan Fhui? kenapa nada bicaranya seperti itu padaku? apa ada yang salah?.” batin nyonya Ratih.
“ Baiklah kalian tunggu di sini, aku akan memanggilnya sekarang.”
Beberapa saat kemudian tuan Sanjaya turun dan menghadap tuan Fhui. “ Tuan, kenapa berdiri di sana? ayo nasuklah, kita bisa bicara dengan santai jika ada masalah.”
“ Tuan Sanjaya, apa Anda tahu kedatangan saya kemari?.”
“ Tuan Fhui apa yang Anda katakan? tentu saja saya baru tahu kalau Anda datang ke kediamanku, karena biasanya kau akan menghubungiku jika ingin berkunjung.” balas tuan Sanjaya.
“ Sebaiknya Anda tidak perlu pura-pura lagi di depanku tuan Sanjaya, aku tahu kau sengaja membiarkan putriku di kurung oleh Zavier, benarkan?.”
“ Apa!? di kurung? bagaimana bisa, putrimu terus tinggal di sini, dia baru saja pergi ke luar untuk bertemu temannya. Anda jangan salah paham pada kami tuan.” tuan Sanjaya tersinggung dengan ucapan tuan Fhui.
“ Anda betul tuan, tapi sekarang putriku di kurung oleh putramu. Demi istrinya dia melakukan hal merendahkan pada putriku. Bodyguard yang melindungi Mika memberi tahu padaku kalau putramu sengaja mengurung putriku.”
Tuan Sanjaya tertegun dan tidak percaya dengan perkataan tuan Fhui padanya. “ Baiklah, jika itu benar adanya aku akan bertanggung jawab atas putrimu, kau tenang saja tuan.”
“ Istriku, suruh Zavier untuk datang ke rumah sekarang.”
“ Baik suamiku.”
Nyonya Sanjaya menghubungi Zaver.
“ Sebentar lagi putraku akan datang kemari, jika tuan dan nyonya Fhui ingin menunggunya lebih baik Anda masuk dulu dan duduk di sofa.” tuan Sanjaya berjalan dan duduk di sofa.
“ Ayo suamiku, kita duduk terlebih dulu, aku takut kamu kecapean.”
“ Hais! sudahlah.” tuan Fhui menuruti perkataan istrinya.
Tidak lama kemudian Zavier datang.
“ Ayah, ada apa kamu menyuruhku datang ke sini? aku lagi sibuk kerja di perusahaan, sampai harus membatalkan Meeting dengan Klien pentingku.” ujar Zavier.
Zavier bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
“ Zavier, biarkan tuan Fhui yang bicara padamu.” balas tuan Sanjaya.
“ Zavier, aku tidak akan basa-basi lagi padamu, aku mau kamu menyerahkan Mika pada kami. Jika putriku telah buat masalah yang bikin kamu marah dan dendam, tolong lupakan anggap saja imbas karena aku sudah membantu perusahaan Sanjaya. Dengan begitu tidak ada utang piutang di antara kita.” tuan Fhui menahan amarahnya agar Zavier bisa memaafkan kesalahan Mika.
__ADS_1
Zavier tertawa mendengar ucapan tuan Fhui padanya.
“ Apa yang kau tertawakan Zavier? bersikap sopanlah padaku, kamu jangan macam-macam pada putriku Zavier! aku bisa membuatmu menyesal kalau kamu berani menyentuh putriku.” tuan Fhui marah dan kesal.
“ Apa yang Anda bicarakan tuan? aku benar-benar tidak mengerti dengan ucapan Anda barusan.” Zavier menjawabnya dengan tenang.
“ Cukup! jangan pura-pura lagi Zavier, kau kira aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan pada putriku.”
Drrring!
Suara ponsel menyala.
“ Hallo, ada apa? apa! ya sudah kalau begitu aku akan pulang sekarang.” tuan Fhui terkejut mendapat kabar dari seseorang yang menelponnya.
“ Suamiku, ada apa? kenapa kamu terlihat panik?.” nyonya Fhui.
“ Bodyguard ku bilang kalau Mika sudah pulang ke rumah, sekarang dia mengurung diri di kamarnya.”
“ Apa itu benar suamiku? putri kita sudah pulang, ayo suamiku kita harus pulang untuk melihatnya.” nyonya Fhui terlihat senang.
“ Tuan Sanjaya, mohon maaf karena aku sudah datang membuat keributan di sini. Sekarang aku harus pulang untuk memastikan bahwa putriku baik-baik saja.”
“ Apa-apaan ini? aku meninggalkan Meeting dengan Klien hanya untuk mendengar ocehanmu ini, benar-benar memalukan! membuat keributan di kediaman orang lain lalu pulang tanpa merasa bersalah.” sindir Zavier.
Tuan Fhui merasa malu dan mengabaikan perkataan Zavier yang menyinggung dirinya. “ Kali ini aku akan melepaskanmu Zavier, tapi lain kali aku akan datang untuk membuat perhitungan denganmu.” batin tuan Fhui.
“ Ada apa ini? tuan Fhui sengaja membuat Drama di sini dan memfitnah putraku! ini tidak bisa di biarkan, aku harus membuat tuan Fhui meminta maaf pada putraku karena sudah merusak nama baik Zavier.” batin tuan Sanjaya.
Tuan Fhui menoleh ke belakang. “ Apa ada masalah? aku harus segera pulang, tolong tuan Sanjaya jangan menghalangi jalanku.”
“ Aku tidak bermaksud menghalangi jalanmu tuan Fhui, aku hanya ingin mengundangmu untuk mendiskusikan perusahaan kita.”
“ Itu tidak masalah, kau bisa menghubungiku jika tempat dan waktunya sudah di tentukan.” tuan Fhui pergi.
“ Baik.” saut tuan Sanjaya.
“ Ayah aku harus pergi sekarang, aku ada urusan di perusahaan yang tidak bisa di tinggalkan.” Zavier berdiri untuk pamitan.
“ Baiklah, kau bisa pergi, lakukan apa yang menurutmu baik Zavier, aku terlalu tua untuk mencampuri urusan kalian.” tuan Sanjaya menyerah dengan semuanya.
“ Terima kasih ayah. Ibu aku pamit pergi dulu.”
“ Iya hati-hati di jalan nak.”
Zavier pergi dengan bangga karena sudah menciptakan kesalah pahaman pada orang tuanya dan keluarga Fhui, dengan begitu akan semakin mudah untuk menyingkirkan Mika dan keluarganya.
“ Kita lihat saja nanti, apa kau akan mampu mengalahkanku tuan Fhui.” batin Zavier.
Di Villa.
Puy membawa Darvi untuk bertemu dengan Lisa, Lisa sangat senang karena Darvi datang untuk menemuinya. Lisa memasak makanan lezat untuk di sajikan nanti malam.
__ADS_1
Lisa terus bermain sama Darvi dan saling tertawa bersama. Menghabiskan waktu bersama setelah beberapa hari tidak bertemu.
“ Nyonya, tuan sudah datang.” ujar Puy.
Lisa berlari keluar kamar untuk menyambut kedatangan Zavier. “ Aku sudah tidak sabar untuk melihat Zavier mencicipi masakanku.” batin Lisa.
Lisa menghampiri Zavier dan memeluknya, seketika Lisa terkejut melihat Laura yang berdiri di belakang Zavier sambil membawa boneka.
Lisa melepaskan pelukannya dan melihat Laura dengan jelas. “ Laura? itu kamu? benar kamu datang kesini untuk berkunjung?.”
“ Apa kabar ibu? apa ibu baik-baik saja?.” ucap Laura.
“ Laura, aku merindukanmu. Bagaimana keadaanmu, aku khawatir kau tidak akan betah tinggal di sana.” Lisa memeluk Laura dengan penuh hangat.
“ Tidak apa-apa bu, aku baik-baik saja dan senang tinggal di sana, begitu banyak teman untuk bermain bersama.”
“ Itu lebih baik Laura.”
Lisa berdiri untuk menanyakan sesuatu pada Zavier. “ Sayang, kenapa kamu bisa sama Laura? apa Laura kabur dari panti atau ibu panti yang menghubungimu karena Laura tidak betah tinggal di sana.” bisik Lisa di telinga Zavier.
“ Tidak.”
“ Tidak apa?.”
“ Tidak dua-duanya. Aku sengaja datang ke panti untuk menjemput Laura, aku tahu kamu pasti mengkhawatirkan Laura bukan?.”
“ Apa itu benar sayang? kamu sengaja membawa Laura ke sini?.”
Lisa sangat senang karena bisa makan bersama dengan orang yang di sayanginya. “ Kalau begitu ayo kita makan malam bersama, aku sudah masak begitu banyak untuk di santap malam ini.”
“ Apa kau membuat sup iga sapi?.” tanya Zavier.
“ Tentu saja sayang, itu makanan kesukaanmu, aku pasti memasaknya khusus untukmu.” balas Lisa.
Makan malam penuh dengan kemeriahan, Darvi dan Laura duduk sebelahan dan di suapi Lisa satu-persatu. Tidak mau kalah, Zavier meminta Lisa untuk menyuapinya.
“ Oo, jadi sekarang gini ya, aku di abaikan setelah ada dua anak, kamu tidak perhatian lagi padaku dan malah sibuk mengurusi anak-anak.” Zavier cemburu.
“ Hahh! kenapa sayang? jangan cemburu sama anak kecil, kamu sudah tua dan lemah, tidak baik bersikap seperti itu.”
“ Tua dan lemah?! apa maksud dari perkataannya? apa dia kurang puas dengan kerja keras aku selama ini?.” Zavier tersinggung dengan ucapan Lisa.
Zavier menarik Lisa dan menggendongnya. “ Sayang, kenapa kamu menggendongku? turunkan aku sekarang, aku mau makan, sayang turunkan aku, aku masih harus makan.” teriak Lisa.
“ Kenyangkan dulu aku, setelah aku merasa puas kau boleh melanjutkan makan malammu.” bisik Zavier.
Wajah Lisa memerah karena Zavier sengaja menggigit telinga Lisa dengan lembut.
“ Apa maksudnya? kenapa dia tiba-tiba bilang begitu?.” batin Lisa dengan rasa curiga.
BERSAMBUNG
__ADS_1