Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part83


__ADS_3

“ Maaf Tuan, ini pesanan Anda.” Li menyerahkan bunganya pada Zavier.


Zavier mengambil bunga dengan penuh hati-hati. “ Baiklah.”


Zavier berdiri dan mendekati Lisa yang tengah makan. “ Bunga ini untukmu.”


“ Kau membeli bunga lagi? apa kau tidak bosan terus-terusan membeli bunga seperti ini?.” Ujar Lisa sambil mengambil bunga nya.


“ Tidak. Aku sengaja membelinya hanya untukmu. Pepatah bilang jika hubungan kita ingin tetap harmonis dan romantis, kita sebagai laki-laki jangan pernah berhenti untuk memanjakan wanita kita.” Balas Zavier.


Mendengar jawaban Zavier barusan, Lisa terharu sekaligus baper karena Zavier membuatnya salah paham.


Li keluar untuk menunggu Zavier yang akan berangkat ke kantor. Puy yang melihat Li terduduk sendiri di luar membuatkan teh hangat untuk di hidangkan di meja.


“ Hari ini masih hujan salju, walaupun tidak terlalu tebal tapi cuacanya sangat dingin. Cobalah teh hangat ini untuk menghangatkan perutmu.” Puy menaruh gelasnya di meja.


“ Hemm! Terima kasih.” Jawab Li dengan singkat.


“ Kalau begitu aku akan masuk dulu.”


“ Ehh, emm. Tunggu sebentar!.” Li berdiri dengan wajah yang bingung.


“ Iya, ada apa?.” Puy berbalik badan.


Li kebingungan ketika Puy menatapna dengan senyuman, Li jadi salting karena perasaannya campur aduk ketika berhadapan dengan Puy.


“ A,, aku,, aku. Aku mau!.” Kata-kata Li berhenti karena Zavier keluar dan mengajaknya ke kantor.


“ Ayo pergi.”


“ Hah, baik tuan.”


“ Nanti aku akan bicara padamu lagi ketika aku ada waktu. Sekarang aku pergi dulu.” Li segera pergi karena tidak mau membuat Zavier menunggu terlalu lama di dalam mobil.


Di perusahaan Sanjaya.


“ Li, bagaimana menurutmu kalau Darvi bersekolah di Lycee Internasional Scholl. Kurasa di sana tempat yang bagus untuk pendidikan Darvi.” Tanya Zavier.


“ Apa tuan akan menyekolahkan tuan muda di tahun ini?.”


“ Iya, kenapa kau begitu kaget? Darvi sudah 6 tahun. Dia sudah seharusnya sekolah di usianya yang sekarang.”


“ Anda benar tuan. Tapi bagaimana dengan nyonya Lisa, apa nyonya Lisa juga berencana untuk menyekolahkan tuan muda?.” Li kebingungan dengan pertanyaan Zavier padanya.


“ Tidak, dia tidak bicara masalah Darvi. Tapi aku rasa ini saatnya Darvi untuk memulai pendidikan.” Balas Zavier.

__ADS_1


“ Pergilah ke Lycee Internasional School. Daftarkan


Darvi untuk sekolah di sana. Persyaratannya akan aku kirim ke Email mu nanti.” Ujar Zavier.


“ Baik tuan.” Li segera pergi.


Beberapa saat kemudian Zavier pergi ke resto di dekat kantornya. Zavier menghubungi Lisa untuk datang membawa Darvi dan makan siang bersama di resto.


“ Tuan, kepala sekolah tidak bisa menerima siswa baru jika yang bersangkutan tidak datang untuk pendaftaran.” Sebuah pesan singkat yang di kirim Li ke pada Zavier.


“ Apa-apaan ini? kenapa dia begitu berani menentangku seperti ini. Apa dia tidak tahu kalau aku adalah wali dari Darvi.” Gumam Zavier dengan kesal.


“ Ehem!.” Lisa tidak mau menyapa Zavier dan malah bersikap dingin padanya.


“ Kau sudah datang? ayo, duduklah. Aku sudah memesan makanan kesukaan kalian.” Zavier terkejut dan berdiri untuk mempersilahkan Lisa dan Darvi duduk.


Tak lama kemudian pelayan datang dan menghidangkan makanan nya. Darvi dan Lisa sibuk makan dan tidak memperdulikan Zavier yang sedang melihatnya.


“ Kenapa kau tidak makan? bukankah kau mengajak kami untuk makan bersama. Ini bukan makan bersama namanya, jika kau hanya melihat kami makan saja. Lebih baik kita pergi saja dari sini, ayo Darvi.” Lisa kesal karena Zavier malah terus melihat ponselnya dan memperhatikan nya makan.


“ Ehh! tunggu! maafkan aku, aku akan makan sekarang jadi kau duduk lagi dan kembali makan.” Zavier meraih tangan Lisa dan menyuruhnya duduk.


“ Lanjutkan makan nya nak, ayah juga akan makan menemani kalian.” Senyum Zavier sambil mengelus kepala Darvi dengan lembut.


“ Ada apa dengan Zavier? tidak biasanya dia bersikap seperti itu.” Batin Lisa.


“ Ada apa dengan Darvi?.” Jawab Lisa dengan cemas.


“ Aku berniat untuk memasukan Darvi ke sekolah Lycee Internasional School. Bagaimana menurutmu? apa kau setuju denganku?.” Tanya Zavier.


“ Sekolah??.” Lisa terkejut dengan sikap Zavier.


Zavier mencoba menjelaskan pada Lisa maksudnya. “ Iya, Darvi sudah berumur 6 tahun. Bukankah baik baginya untuk sekolah? kamu tenang aja, aku sudah memilih tempat yang bagus dan aman untuk keselamatan Darvi.”


“ Aku tahu itu.” Balas Lisa.


“ Terus kenapa kau terlihat tidak bahagia? apa yang kamu khawatirkan?.”


“ Tidak ada. Baiklah, aku setuju denganmu.” Lisa menyetujuinya setelah terdiam beberapa saat.


“ Apa aku akan sekolah? aku akan mendapatkan banyak teman di sekolah. Aku sangat senang dengan itu. Terima kasih bu, yah.” Darvi terlihat bahagia karena akan hidup di lingkungan banyak orang.


“ Sama-sama. Selama kau senang, apapun akan aku lakukan demi kamu.” Ujar Zavier.


Mereka pergi ke Lycee Internasional School untuk mendaftarkan Darvi.

__ADS_1


“ Ibu, ini tempat yang sangat mewah. Aku tidak nyangka akan sekolah di tempat yang bagus seperti ini.” Darvi kagum melihat bangunan yang begitu besar dan tinggi.


Lisa ikut senang melihat Darvi yang begitu bahagia. “ Apa kau menyukainya?.” Tanya Lisa.


“ Iya, aku suka. Mungkin mereka semua anak dari kalangan elite ya bu.” Darvi menatap semua siswa dari kejauhan.


“ Ayo kita masuk dulu.” Lisa meraih tangan Darvi.


Di depan ruang kepala sekolah.


“ Silahkan masuk tuan.” Ujar pengurus sekolah.


Kepala sekolah melirik dan kaget ketika tahu kalau yang datang itu tuan muda Sanjaya. Kepala sekolah itu langsung berdiri dan menyapanya dengan penuh hormat.


“ Itu Anda tuan? ayo silahkan masuk. Saya tidak menyangka tuan akan mengunjungi sekolah kami. Apa ada yang bisa saya bantu tuan?.” Perubahan kepala sekolah membuat Zavier kesal karena telah mempersulit pendaftaran Darvi.


Tanpa kata, Zavier langsung duduk dengan mengangkat kaki. Kepala sekolah ketakutan ketika melihat wajah Zavier yang kesal itu.


“ Tu tuan. Ada apa kau datang kemari? apa ada masalah dengan Investasi yang Anda berikan di sekolah kami?.” Kepala sekolah itu tampak ketakutan melihat Zavier yang terus mempolototinya.


Zavier melirik Darvi yang tengah duduk di samping Lisa. “ Tidak, aku tidak boleh membiarkan Darvi dan Lisa melihatku marah lagi.” Batin Zavier.


“ Lisa, kau bawa putra kita keluar sebentar. Ada yang mau aku bicarakan dengan kepala sekolah, ini mengangkut masalah bisnis.” Ujar Zavier dengan dingin.


Lisa melihat Zavier sedikit berbeda dari tadi, jadi Lisa tahu betul bagaimana sikap Zavier. “ Baiklah. Ayo Darvi, kita tunggu di luar saja sambil melihat anak-anak yang sedang bermain di halaman sekolah.”


“ Baik bu.”


Setelah Lisa keluar Zavier berdiri tegak dan terus mempolototi kepala sekolah dengan kesal. Li yang ada di samping Zavier tak bisa berkata apa-apa ketika Zavier mulai marah.


“ Tu tuan. Anda???.” Kepala sekolah mundur dengan ketakutan karena Zavier mepet dirinya.


Zavier meremas dagu kepala sekolah sambil berkata. “ Apa kau tahu, anak yang barusan datang itu adalah putraku.”


“ Iya tu tuan, saya tahu. Tadi Anda bilang kalau anak tadi adalah putra Anda dan wanita tadi.” Jawab kepala sekolah.


Zavier melepaskan cengkramannya. “ Oh, jadi kau sudah mengerti maksudku tadi ya.”


“ Apa maksud Anda tuan? saya tidak mengerti.” Balas kepala sekolah dengan kebingungan.


“ Baiklah jika kau tidak mengerti, biarkan Li yang menjelaskan nya padamu nanti.” Zavier pergi setelah berbicara seperti itu.


Li memberi hormat terhadap Zavier. Li menyuruh bawahannya untuk memberi pelajaran pada kepala sekolah.


“ Selamat menikmati tuan, aku harap kau menyukai hadiah dari tuan ku. Seharusnya kau berterima kasih padanya karena memberikan sesuatu yang lebih baik seperti ini. Jika tidak, maka kau akan tahu bagaimana tuanku melakukan keinginan nya padamu.” Li memperingati kepala sekolah sambil menyeringai.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2