
Di Kediaman Sanjaya.
Keluarga Sanjaya di kejutkan dengan berita Zavier yang tidak ada di Rumah Sakit. Semua anak buah tuan Sanjaya di kerahkan untuk mencari Zavier, tuan Sanjaya terus menguhubungi Asisten li.
Lisa dan Darvi sedang menikmati masakan kesukaan mereka. Asisten puy mendekat dan menyampaikan kabar baik buat Lisa.
" Nona, aku sudah berhasil membuat Perusahaan Emma hampir bangkrut, dan sebentar lagi dia pasti akan mengemis di hadapan Anda." Ujar Asisten puy.
" Oh! benarkah? itu berita bagus, sebentar lagi aku akan membalaskan Dendam pada mereka karena sudah berani merebut Harta yang sudah susah payah aku dapatkan." Ucap Lisa sambil menyeringai.
" Iya Nona, kau tahu? sekarang Keluarga Emma dan Keluarga Suaminya sedang bertengkar, mereka menyalahkan Emma karena tidak bisa mengurus Perusahaan itu." Balas Asisten puy.
" Emm,, aku semakin yakin kalau Suaminya itu hanya memanfaatkan Perusahaan Emma agar lebih maju lagi, dan lihat sekarang, giliran Emma lagi kesusahan Suaminya malah menyalahkan Emma. Benar-benar menyedihkan." Lisa merasa puas karena musuhnya mulai menderita.
Ding dong!
Suara bel berbunyi dengan kencang, Lisa segera pergi untuk membukakan pintunya.
" Nona, biar aku yang bukain pintunya." Asisten puy beranjak dari kursi.
" Tidak perlu, biar aku aja. Kau makan aja temenin Darvi ya."
Krek,,
Pintu terbuka.
" Apa benar ini rumah Nona Lisa?." Tanya Kurir.
" Iya, saya sendiri. Maaf anda siapa ya?." Jawab Lisa.
" Saya Kurir dari toko Bunga Fli, saya mau mengantarkan Buket Bunga ini untuk Nona. Mohon di terima!." Kurir menyerahkan Bunga tersebut.
" Bunga? siapa yang ngirim Bunga untukku?." Dengan bingung.
" Saya tidak tahu, Nona bisa mengeceknya karena di dalam ada Nama pengirimnya." Jawab Kurir.
" Oh,, baiklah." Lisa mendatangani surat penerimaan.
__ADS_1
Lisa membaca isi surat yang nempel di atas Bunga tersebut. " Selamat pagi! semoga kamu suka dengan Bunga nya" dan di situ tertera nama Zavier.
" Zavier? ngapain dia ngirimi aku Bunga segala, apa maksud dia sebenarnya?." Lisa meremas suratnya dengan kesal lalu membuangnya ke depan rumah.
Ponsel Lisa berbunyi sebuah pesan baru, Lisa segera membacanya dan itu pesan dari Zavier. " Bagaimana, apa kau menyukai Bunga dariku? kau tahu kalau bunga warna Hitam itu melambangkan bahwa kaulah orang satu-satunya yang paling penting di hidupku"
" Wanginya enak juga." Lisa menghirup Bunga tersebut.
" Ibu? siapa yang datang?." Darvi mengagetkan Lisa yang sedang menghirup Bunga.
" Aahh,, Darvi? itu, tadi tuh ada orang yang lagi nyari alamat, dia tersesat katanya." Lisa segera menyembunyikan Bunga nya dengan gugup.
" Alamat? tersesat? apa maksud ibu? apa ibu mencoba membohongiku, bahkan ibu tidak memberitahuku kalau dirinya mendapati Bunga dari seseorang. Tapi siapa yang mengirim Bunga buat ibu? aku harus cari tahu jika itu bukan dari ayah Zavier." Gumam Darvi dalam hatinya.
Darvi masuk ke dalam. Lisa sangat lega karena Darvi mempercayainya tanpa banyak kata, Lisa membuang Bunga nya tepat ke dalam sampah dengan penuh kesal.
Lisa bersiap untuk pergi ke Kantor Alvin dan ingin mengundurkan diri dari Perusahaan Alvin. Lisa menyiapkan semua mental dan seluruh kemampuannya untuk mengambil alih Perusahaan Orang tua nya.
Sesampainya di Perusahaan Alvin, Lisa di labrak Emma yang tengah marah besar dan langsung mendorong Lisa dari belakang.
Lisa kesakitan karena kakinya terluka akibat terbentur ke jalan.
" Emma? apa yang kau lakukan? kenapa kau mendorongku secara tiba-tiba?." Lisa berdiri dengan perlahan.
" Jangan pura-pura polos deh lu, aku tahu, kau kan yang sudah membuat Perusahaan Papa ku rugi hingga Miliaran. Kamu tega ya Lisa, sama Bibi sendiri kamu berani berbuat seperti itu." Dengan penuh amarah.
" Oh! jadi kamu mempermasalahkan soal itu. Aku jadi kasihan sama kamu Emma, kamu hidup selama ini yang bergelimang Harta dan kekayaan hasil dari merampas Harta orang lain. Sangat di sayangkan." Balas Lisa sambil tersenyum mengejek.
" Jangan sembarangan bicara kamu! itu Hak Papa ku, karena Orang tua kamu tidak pernah menganggap kami sebagai sodara yang dekat. Buktinya, waktu Papa ku membutuhkan Dana dari kalian, kalian malah mengusir kami dengan sangat keji." Teriakan Emma dengan histeris.
" Jadi mereka salah paham dengan perkataan Papa, karena waktu itu Papa mengusir mereka dengan alasan, mereka selalu meminjam sejumlah uang yang banyak, tapi tidak pernah mengembalikannya dengan alasan mereka rugi dengan usaha mereka. Berkali-kali Papa memberikan Dana yang banyak hingga pada Akhirnya Papa harus menjodohkanku dengan Zavier demi membayar hutang." Gumam Lisa dalam hatinya.
" Kenapa kau diam saja? apa kau menyadari kesalahan Orang tua kamu. Oh! atau mungkin kamu mau balas dendam sama aku dan berniat menghancurkan Keluargaku, iya?." Tanya Emma.
" Kalo iya, kenapa emangnya? aku akan balas dendam karena kalian sudah mengambil Perusahaan Papa ku. Akan aku pastikan kalau kalian akan menderita di sisa hidup kalian." Balas Lisa.
" Kurang ajar, beraninya kau bicara seperti itu padaku." Emma mendekat dan hampir menampar Lisa.
__ADS_1
Lisa terkejut karena Emma tiba-tiba mendekat padanya dan mau menamparnya, tapi tangan Emma terhalang karena Zavier yang datang dan mencengkram tangan Emma dengan kencang.
" Zavier?." Lisa kaget karena Zavier datang dan membantunya.
" Jangan pernah kau berani berbuat kasar pada Lisa! jika tidak, maka aku akan buat kematian yang sangat mengenaskan bagi Keluargamu." Zavier menepis tangan Emma.
Emma langsung terkejut dan langsung melarikan diri karena takut dengan ancaman Zavier. Zavier berbalik dan menatap Lisa dengan serius.
" Loh! kaki kamu kenapa? apa dia yang sudah melukaimu sampai seperti ini?." Tanya Zavier dengan kaget.
" Bukan urusanmu!." Lisa mundur dan menjauh dari Zavier.
" Bukan urusanku, kalau gitu, sekarang dan seterusnya akan jadi urusanku." Zavier menggendong paksa Lisa dan membawanya ke dalam mobil.
" Hei! apa yang kau lakukan Zavier? turunkan aku! turunkan aku." Lisa memberontak dan memukuli dada Zavier.
" Diam, jangan pernah bantah aku."
Zavier membawa Lisa ke Rumah Sakit untuk mengobati lukanya. Lisa pun tidak menyangka kalau Zavier akan mengantarkannya untuk berobat, Zavier melarang Lisa berjalan karena luka di kakinya, maka dari itu, Zavier menggendong Lisa lagi untuk di bawa ke ruang IGD.
" Dokter, tolong obati lukanya, sepertinya lukanya sangat serius. Aku tidak mau kakinya kenapa napa." Ucap Zavier.
" Baik tuan." Saut Dokter.
Beberapa saat kemudian.
" Tidak masalah, lukanya tidak terlalu dalam, hanya saja bagian kulit luarnya tergores keras hingga menyebabkan lukanya terlihat besar." Ujar Dokter.
" Apa tidak seserius yang saya pikirkan Dok?."
" Tidak tuan, lukanya akan sembuh dalam tiga hari, tapi sebelum tiga hari, usahakan lukanya jangan terkena air dulu ya tuan. Mohon di jaga Istrinya dengan baik dan selalu membantunya ketika membersihkan diri." Ucap Dokter.
" Bukan! kami bukan." Lisa sangat panik.
" Iya Dok, Terima kasih. Aku akan selalu memperhatikannya agar lukanya tidak kena air." Zavier memotong kata-kata Lisa dengan tersenyum senang.
BERSAMBUNG
__ADS_1